
Nenek Yolan bisa menebak kalau Mawar selama di kota ini tidak pernah keluyuran dengan teman kampusnya.
Kebetulan hari ini kakek ke tempat bisnisnya, Mawar di ajak ikut dalam mobil Kakek Prabu, Mawar nurut saja. Sepanjang perjalanan mereka membahas bisnis yang di jalankan Kakek Prabu.
Prabu Canan tidak pernah menceritakan yang sebenarnya dia bisnis apa, Prabu hanya mengaku bahwa bisnisnya jualan lemari sampai keluar Negri hehehe
Mawar yang polos hanya menerima saja dan percaya saja.
“Kakek luar biasa yaa, jualan lemari sampai kakek bisa punya rumah dan mobil yang mewah, kalau Mawar bisnis kol apa bisa punya rumah dan mobil bagus seperti kakek?” tanya Mawar
Kakek Prabu dari tadi diam melihat file di Ipad nya lansung tertawa
“Hahahah Mawar Mawar, kamu jualan paku juga bisa beli rumah dan mobil kok, tenang saja” balas Kakek.
Mereka berdua tertawa.
...****************...
Setibanya di Kampus, Mawar jadi pusat perhatian, karena mobil mewah yang mengantarnya di tambah seorang kakek yang terlihat melambaikan tangan membuat spekulasi yang tidak -tidak. Mawar selama ini terkenal seorang Gadis yang berasal dari kampung, tidak mungkin memiliki fasilitas mewah kecuali dia menjadi simpanan.
Isu itu sudah tersebar luas di kampus, Ryo dan Dion yang tau mereka tetap tidak percaya karena Selama ini mereka tidak pernah melihat Mawar di antar ataupun dijemput sebagai mana yang di isukan, Mawar yang tahu tengah menjadi bahan pembicaraan di kampus tidak peduli, Mawar hanya fokus dengan dirinya dan kuliahnya.
Dikampus Mawar, kakek Prabu punya beberapa orang mata – mata, untuk menjaga Mawar dan memberikan informasi tentang Mawar. Kakek Prabu tidak salah memilih Mawar, Mawar tegas dan punya Wibawa, tidak gampang tumbang, menjadi dingin saat diluar, sedangkan dirumah Mawar selalu menjadi diri nya sendiri yang ceria, polos dan konyol.
Kakek Prabu sangat senang mendengar segalanya, sudah sejak lama dia berdsikusi dengan istrinya untuk memiliki rencana kedepannya untuk Mawar sendiri.
“Mawar” sapa Dion
“Kak Dion” balas Mawar
“Mawar mau nggak hadir di acara wisudaku?” sambil nyerahin undangan
“Untuk apa kak? Bukan nya yang hadir hanya keluarga ya?” tanya Mawar
“Ya elah Mawar, masa nggahk bisa ngundang yang lain, yang jelas kamu harus hadir, aku mau ngasih tahu sesuatu, anggap saja balas budi mu waktu itu aku lindungi dari telur busuk nya si Vanya deh” balas Dion
“Oh iyaa Kak, oke deh kalau gitu” ucap Mawar
“Kakak tunggu ya...” ucap Dion dengan senang dia berlalu.
selama ini Dion dan Ryo bersaing untuk dapatin Mawar, mereka tiap ada kesempatan selalu mengajak makan Mawar dikantin maupun diluar kantin, tapi mereka di tolak secara halus. Mereka juga kadang bersamaan membawakan Mawar bekal, banyak lagi. Tapi mereka belum ada kesempatan menyatakan cinta ke Mawar karena respon Mawar tetap dingin, Mawar tidak ingin memberi harapan ke mereka.
Trio Princess untuk semetara tidak membuly Mawar karena Ryo dan Dion bersamaan ngancam mereka.
Trio Princess menunggu waktu yang tepat untuk membalas Mawaar.
Di tempat lain masih suasana Kampus, Ryo pun datang untuk menyapa Mawar
“Mawar...”
“Iya Kak Ryo”
“Kamu datang yaa saat acara wisudaku, please…, kamu wajib datang, ini undangan nya” sambil nyerahkan dan berlari.
“Mereka semua kenapa yaa” gumam Mawar.
Trio Princess melihat Ryo dan Dion yang tengah berusaha mendekati mawar kini mereka menyusun rencana yang baru lagi.
“Awas kau Mawar, kali ini kamu akan kubalas” ucap Vanya.
Aktivitas kampus selesai.
Mawar melaju ke rumah dengan ojek yang nongkrong di depan kampus. Sesampainya dirumah Mawar merebahkan tubuhnya di kasur, beberapa menit kemudian terdengar nenek Yolan memanggil nya.
“Iya Nek, Mawar datang” balas Mawar
“Nenek liat kamu pulang di boncengin, biasanya pakai taksi, dia siapa” tanya Nenek Yolan
“Oh itu yang tadi ojek yang nongkrong di depan kampus Nek, jadi sekalian sedekah juga sama bapak ojek nya, kasian seharian nggak ada penumpangnya,” jelas Mawar
Nenek Yolan senyum mendengarnya, lalu nenek Yolan merangkul pundak Mawar karena kagum,
“Kenapa kamu tidak belajar nyetir saja? Nenek punya mobil yang tidak terpakai lagi” ucap Nenenk Yolan
“Aduh nek, jangan.. kasian sopirnya Nek, entar nggak ada gaji karena nggak kerja Nek” Jawab Mawar
“Ya Nenek tetap bayar mereka, tenang saja” timpal Nenek Yoland dengan senyum
“Emang Nenek percayakan nyawa Nenek di tangan Mawar? Ahh nggak berani nyetir Nek” jawab Mawar
“Bagaimana kalau Nenek siapkan satu sopir untuk mengantar jemput kamu ke kampus?” tanya nenek Yolan
“Ahh jangan Nek, Mawar nggak mau teman – teman mawar kena sakit jantung liat Mawar kek gitu” jawab Mawar dengan terkekeh
“Baiklah” balas Nenek Yoland dengan tersenyum
“Nenek Yolan apakah Mawar bisa pinjam sesuatu?” ucap Mawar
“Apa sayang, katakan saja..” balas nenek Yolan
“Nenek pinjam kebayanya ya, Mawar mau hadiri acara wisuda kakak senior Mawar, Mawar di undang” ucap Mawar
“Hahaha Mawar sayang, ngapain pinjam, ayo sekarang kamu makan lalu kita ke Butik, jangan bantah.” balas Nenek Yolan
...****************...
Mawar dan Nenek Yolan lansung ke Butik yang mewah, Seperti Biasa Mawar tidak bisa memilih yang mana akan dia kenakan, Mawar bingung dengan banyaknya pilihan di Butik tersebut dan semua dress yang ada di tempat tersebut terlihat sangat indah. Akhirnya Nenek Yolan yang memilih.
Atas rekomendasi Nenek Yolan yang pilihannya tidak pernah meleset, memilih kebaya dengan warna yang sangat lembut sangat cocok untuk kulit Mawar, dia di arahkan keruang ganti untuk mencoba dress kebaya tersebut dan alangkah terkejutnya Nenek Yolan saat mawar keluar kamar ganti, Mawar terlihat sangat cantik.
Kebaya yang sangat pas di tubuhnya, itu hanya Dress kebaya, malam belum di poles sedemikian rupa.
Nenek baru menyadari ada Mutiara tersembunyi yang selama ini berada di dekatnya.
“Nenek bagaimana penampilanku? Apakah cocok?” tanya Mawar
Nenek Yolan sedikit panglin
“Eh iya Mawar sayang, ambil yang itu saja”, nenek mengeluarkan bLack cardnya
Dalam perjalanan Nenek menyarankan Mawar untuk sering berbelanja dengannya dan memilih baju sendiri karena setelah nikah tidak mungkin menggunakan baju yang sama terus setiap harinya. Jelas Nenek Yolan
“Ahh Nenek, aku belum mikir kesana, mau bahagiaaiin Bapak dan Ibu dikampung dulu, dan bahagiaiin nenek dan kakek tentunya.” ucap Mawar
Yolan tersenyum mendengar nya. “Pak berhenti di toko depan ya” perintah nenek Yolan
“Baik Nyonya”
“Nenek mau beli apa lagi, tadi sudah kebaya nya” ucap Mawar
“Nenek mau beli sesuatu tunggu Nenek di sini” ucap nenek Yolan
B. e. r. s. a. m. b. u. n. g….