Mawar Untuk CEO

Mawar Untuk CEO
BAB 47


“Baiklah Kek, aku akan berusaha, kakek tahu sendiri Mawar sangat bersemangat jika membahas pekerjaan” balas Sean


“Kamu harus bertahan, Hanggono sangat licik, Kakek sudah menutup informasi tentang Mawar, dia akan mencari kelemahan kita, Hanggono saat ini sedang berusaha mengganggu perusahaan milik Papa mu di Eropa dan saat ini dia juga sudah bergerak di perusahaan kita, Kakek tahu bahwa Hanggono akan menghancur kan perusahaan kita.” Balas Kakek


“Lalu apa yang harus kita lakukan?” tanya Sean


“Kau harus seperti biasa nya, buat Helena sibuk dengan pekerjaan kecil, jangan beri dia cela untuk membuat masalah, rahasia kan masalah ini dari Mawar, karena dia kan khawatir, tunggu Kakek kembali dari Jepang, mengurus masalah ini, Kakek akan bertemu dengan para investor, jika Kakek mendapatkan nya maka saham milik Hanggono bukan masalah lagi jika dia akan menyelesai kan kerjasama kita dan mencabut saham nya” jawab Kakek


“Baiklah Kek, Kakek sekarang di mana?” tanya Sean


“Kakek masih di rumah mertua mu, tapi malam ini Kakek akan berangkat ke Jepang” jawab Kakek.


“Baik Kek” jawab Sean sambil menutup telfon nya.


“Aku akan menghancurkan mu” batin Sean


...****************...


“Hai Sean“ sapa Helena sambil membuka pintu ruang CEO itu


“Hai Helena” jawab Sean


“How are you?” tanya Helena sambil berjalan mendekati Sean


“I am great, you? jawab Helena


“Yeahh, fine, Sean I miss you “ ucap Helena dengan melingkarkan tangan nya ke Sean


Sean tidak menjawab perkataan Helena, Sean berusaha melepaskan tangan Helena yang melingkar di lehernya, Sean beranjak ke kursi singgasana nya.


“By the way congratulation untuk jawabatan baru nya “ ucap Sean


“Its oke honey, actually aku tidak membutuhkan nya, itu hanya formalitas belaka” jawab Helena


“So?” jawab Sean


“I want you” jawab Helena sambil mendekatkan wajah nya


Sekali lagi Sean tidak merespom.


“Honey, kamu sudah berubah, apakah kamu memilki pacar saat ini?” tanya Helena


“No, i am not” jawab Sean


“WIfe?” tanya Helena


Dengan berat Sean mengatakan tidak, karena demi keselamatan Mawar, Sean tahu yang di hadapi nya saat ini adalah lawan yang susah di taklukkan.


“Good honey, do you want to lunch with me?” tanya Helena


“Sure” jawab Sean.


Sean meninggal kan kantor bersama Helena, menuju restoran elite untuk makan siang, mereka terus membahas masa kecil mereka, Helena sangat mencintai Sean, tapi Sean hanya menganggap nya sahabat masa kecil nya, mereka saat itu selalu bersama yang pada akhir nya mereka berpisah saat memasuki SMP, Helena di sekolah kan ke luar negeri, sedangkan Sean saat itu masih di Indonesia.


...****************...


“Mengapa Sean belum pulang ya, biasa nya dia akan pulang saat jam makan siang?” gerutu Mawar


Mawar meraih handphone yang di letakkan nya di meja dan mengirim pesan ke suami nya “Sayang, kamu makan siang di rumah atau di kantor?”


Beberapa menit kemudian, Sean tidak membalas nya.


“Humm tumben, apa lebih baik aku telfon Leon saja yaa?” hummm gerutu Mawar sambil menekan panggilan ke Leon asisten kepercayaan Sean.


“Halo, Leon, kamu bersama Sean?” tanya Mawar


“Halo nyonya, I-iya, tuan masih rapat.” Jawab Leon “Apa yang harus kulakukan, tuan saat ini sedang bersama nona Helena, ahh jawab saja lah seadaanya.


“Baiklah“jawab Mawar sambil mematikan telfon nya.


“Kasian suami ku, karena sibuk dia belum makan siang, apakah aku harus ke kantor nya membawa makan siang untuk nya?” gumam Mawar


“Baik aku akan ke kantor nya membawa makan siang, aku juga sudah bosan di rumah,” sambil merapikan makanan dan memasukan nya di tempat khusus.


Mawar berlalu menuju garasi mobil, meminta salah satu sopir pribadi Sean mengantar nya, setiap mobil yang


terparkir di garasi, memiliki sopir nya tersediri, Sean ataupun Mawar hanya memilih dan segera berangkat.


...****************...


“Apa? terus kamu jawab apa “ tanya Sean


“Saya mengatakan kalau Tuan masih rapat” jawab Leon


“Hufffff” mengembuskan nafas berat lalu duduk di sofa.


Rasa nya menghadapi wanita lebih sulit daripada menjalankan bisnis dari lima puluh tiga perusahaan. Gumam Sean sambil menutup mata nya.


...****************...


Mawar tiba di kantor Sean. menuju receptionis untuk melapor karena Mawar tidak memiliki Id Card akses memasuki nya sedangkan Mawar juga tidak membrikan informasi ke Sean untuk ke kantor nya.


"Maaf, saya ingin bertemu dengan CEO” ucap Mawar


“Apakah anda sudah punya janji?” tanya resepsionis nya


“Belum, tapi silahkan di infokan ke pihak CEO “ jawab Mawar


“Tanpa janji kenapa dia ingin bertemu CEO, apakah dia paparazi, tapi tiadak mungkin dari pakaian dan wajah nya dia dari keluarga yang terhormat, mungkihkah kerabat Tuan Sean? lebih baik aku menelfon sekretaris tuan untuk memastikan nya” batin resepsionis


“Baiklah Nona, silahkan tunggu sebenatar “ jawab resepsionis sambil menekan tombol telfonnya


“Halo, ada yang ingin bertemu dengan tuan Sean” tanya resepsionis


“Siapa?” sekretaris menjawab


“Atas nama Ibu Mawar “ jawab resepsionis


“Ok tunggu sebentar “ jawab sekretaris.


Sekretaris menyambung kan telfon nya ke ruangan CEO.


Seperti biasa, telfon berbunyi, Leon yang menjawabnya.


“Halo” jawab Leon


"Tuan, ada yang ingin bertemu dengan CEO kita” balas skretaris


“Siapa dia dan ada keperluan apa?” tanya Leon


“Nama nya Ibu MAwar...” belum skretaris menyelesaikan ucapannya tiba – tiba


“Tunggu,..” balas Leon


“Tuan Nyonya saat ini berada di kantor?” sahut Leon ke pada Sean yang sedang mengecek berkas di mejanya


“Mawar di kantor?” jawab Sean dengan terkejut karena Sean takut Mawar dalam bahaya.


“Iya tuan, Nyonya saat ini sedang menunggu di lobi kantor“ sahut Leon kembali


“Antar dia ke lift VVIP dan kamu menjemput nya, perhatikan sekitar mu, jangan membuat cela” jawab Sean


“Baik tuan” jawab Leon


Leon segera melanjutkan jawaban ke sekretaris.


“Silahkan antar Ibu Mawar ke lift VVIP kantor kita, CEO ingin menemui nya dan jangan menghubungi pihak manager, lakukan dengan tidak menunjukan bahwa dia tamu VVIP” jawab Leon


"Baik Tuan” jawab recepsionis.


“Bu Mawar tolong ikut saya.” Sahut resepsionis


“Siapa dia, mengapa tamu VVIP ini di rahasiakan, apakah dia kekasih Tuan?” bukankah tuan sudah menikah diam – diam melalui video yang pernah tersebar? atau itu hanya skandal biasa saja yang sama saat yang lalu – lalu? hmmm”gumam resepsionis dalam hati nya.


...****************...


Pintu lift terbuka dan sudah ada Leon yang menjemput nya di depan lift.


“Leon?” di mana Sean? tempat apa ini ?”


Bersambung...


Like dan komennya yaa kakak readers.