
Mawar berpikir sedang menemani Sean bertemu klien. Lalu Sean melepas gandengan tangan Mawar lalu berjalan ke tengah ruangan yang berisi interior mewah dan luas nya bisa di jadikan tempat berdansa, tepat berada di bawah lampu yang megah, Sean menepuk tangan nya.
Lalu semua pelayan muncul dan salah satu pelayan membawa sebuket bunga Mawar yang sangat besar ke tuan nya.
“Welcome home sayang” ucap Sean sambil mendekati
Mawar dengan sebuket bunga.
“Selamat datang nyonya” ucapan para pelayan
Mawar takjub dan terlihat kaku, Mawar tidak percaya dengan apa yang dilihat nya.
“Ini rumah mu? bagaimana dengan Kakek?” tanya Sean
Sean membalas nya dengan senyuman,
“Ini rumah kita, istana kita sayang, Kakek ya itu rumah kakek, apakah kau pikir aku tak mampu membeli istana sendiri ??” balas Sean
“Bukan seperti itu tapi...” ucap Mawar
Sean tiba – tiba mengecup kembali bibir Mawar, ******* nya Membuat Mawar memukul dada Sean.
“Apakah kau tak malu, banyak yang melihat kita” bisik Sean
“Mereka tidak melihat kita, sedari tadi mereka tunduk” balas Sean
“Tapiii...” balas Mawar
“Ahh sudah lah, ayo berkeliling istana kita, sebelum nya kamu harus kenal dia, dia adalah Bu Iis, kepala pelayan di rumah ini” ucap Sean
Setelah bu Iis memperkenalkan diri ke nyonya mereka, Sean memawa Mawar berkeliling istana mereka,
“Bagaimana bisa aku meragukan Sean, aku lupa dengan kekuasan nya,” batin Mawar
...****************...
Senja telah berlalu, usai melihat tempat yang di tunjukan oleh Sean, Mawar sangat lelah dan duduk di sebuah kursi santai yang empuk dan nyaman.
“Istrahat lah, karena kamu belum sepenuhnya melihat istana kita, yang kamu lihat hanya sebagian besar nya saja, tunggu sebentar” ucap Sean sambil tersenyum melihat Mawar cemberut, Sean segera berlalu.
“Leon, apakah semua nya sudah siap ?”
“Siap Tuan” balas Leon
Sean mengajak Mawar memasuki Lift di rumah mereka, Lift menuju ruangan tepat nya balkon rumah mereka yang sangat luas dan indah.
Sebelum Lift terbuka Sean menutup mata Mawar. Mawar merasa angin sepoi sepoi menyentuh tubuh nya.
“Sean kau membawaku ke mana?” tanya Mawar
“Ketika aku melepas penutup mata mu, kamu akan melihat nya sendiri, apakah kamu sudah siap?” ucap Sean.
Mawar mengangguk dan Sean sudah melepas penutup mata Mawar dengan pelan.
Ketika Mawar membuka matanya, melihat gelap lalu ratusan petasan mewarnai langit dengan bentuk hati, Mawar sangat takjub, Mawar sangat bahagia, senyum nya merekah, Sean yang melihat Mawar sangat bahagia, lanjut mendekati Mawar dan mengarahkan ke jarak yang dekat dengan mereka, sebuah ukiran penuh bunga yang berbentuk kata.
“ I love you”.
Sedangkan Mawar yang tadi nya sudah sangat bahagia kembali berubah ekspresi, melihat Mawar berubah ekspresi Sean melanjutkan lagi kata – kata nya sambil tertawa lirih
“Mawar, walau tanpa Kakek, aku akan tetap mengejar mu, karena nama mu sudah melekat dalam pikiranku tanpa sadar, Mawar kau tahu aku tidak bisa berucap kata romantis ataupun bersikap romantis tapi jika kau suka akan aku usahakan, Mawar Zulaikha istri ku, maukah kau menjadi seutuh nya untuk ku? menjadi bagian dari diriku?” ucap Sean dengan tatapan yang sendu
Mawar meneteskan air mata bahagia dan Mawar hanya mampu mengangguk dan tiba tiba memeluk Sean, lalu berbisik “Sean Gaozhan Prabu suami ku, I love you” ucap Mawar sambil memeluk erat
Sean membalas ucapan Mawar “I Love you too sayang “ membalas pelukan dengan erat
Bunga Mawar bertebaran sangat banyak menambah keromatisan sedangkan Sean setelahnya mencium kening Mawar dan memeluknya dari belakang, mengajak Mawar berjalan ke arah meja makan tersedia dengan sangat romantis di tambah pemandangan danau yang telah di rias oleh Leon.
...****************...
Hari – hari Mawar berada di rumah itu berusaha beradaptasi dengan para pelayan dirumah bak istana itu. Sedangkan Sean di sibukkan dengan pekerjaan kantor.
“Bu Is” sahut Mawar
“Iya Nyonya, ada yang bisa saya bantu?” balas Bu Iis
“Bu Is apakah Sean pernah mengajak wanita ke rumah ini?” tanya Mawar menyelidik
“Panggil saya Bi Iis aja nyonya, Tuan tidak pernah membawa siapa pun kerumah ini, tuan hanya pulang untuk istrahat lalu ke kantor” balas Bi Iis.
“Ohh gitu yaa,,” Mawar kembali berlari ke kamar nya
...****************...
Malam menjelang, pesan teks tepampang nyata di layar handphone Mawar.
“Sayang jangan menunggu ku, aku sangat sibuk, love you good night”
Mawar yang membaca nya merasa geli Sean seperti itu, Mawar cuek tidak membalasnya. Mawar segera berlalu untuk membersih kan dirinya.
Sean memutar –mutar handphone yang di genggaman nya menunggu balasan Mawar.
“Apakah dia mengabaikan ku? apakah lamaran dua hari yang lalu tidak berpengaruh sama skali? apa hanya aku yang sangat tergila gila dengan nya ?” batin Sean dengan wajah datar.
Hanya berselang beberapa detik Sean berdiri dari singgasana nya, menenteng jas dan segera berlalu.
Leon hanya melihat nya dan menggeleng – gelengkan kepala, sambil mengecek layar hnadphone yang sedari tadi pesannya sudah menumpuk.
...****************...
Sean tiba di rumah, seperti biasa Sean meletakkan setelan jas nya kesembarang tempat, berjalan ke kamar mencari istri nya. Sean sangat kaget melihat Mawar di dapati nya keluar kamar mandi dengan memakai bath robes atau jubah mandi, rambut yang basah.
Sean tak berkedip sedikit pun dan mendekati Mawar yang mematung melihat kedatangan Sean.
Sean semakin mendekat dan membuat Mawar sangat gugup dan wajah nya Mawar kembali merona, Sean mendekat hingga membuat Mawar membalikkan badan nya. Sean memeluk Mawar dari belakang. Melingkar kan tangan kekar nya di perut Mawar dan mencium aroma tubuh dan rambut Mawar yang sangat melekat dan membuatnya tak sadar seketika.
“Sean, lepaskan aku” ucap Mawar terbata – bata karena gugup.
“Untuk apa? aku menyukai mu seperti ini sayang” balas Sean lirih yang sudah nafsu
Mawar belum membalas, Sean sudah mencium leher belakang Mawar, kepucuk daun telinga Mawar, mencium nya dengan lembut, berirama dan bergantian, tangan kanan Sean yang melingkar sejak tadi ke perut Mawar saat itu sudah membuka kemeja nya dan terlihat lah dada bidang Sean. Sedangkan Mawar hanya berdiri mematung dengan posisi masih memunggungi Sean.
Sean masih beraksi dengan leher belakang dan pundak Mawar secara bergantian, tangan Sean membuka perlahan ikatan jubah handuk Mawar, Mawar menahan tangan Sean, Sean sudah tahu