Mawar Untuk CEO

Mawar Untuk CEO
BAB 34


Adara sangat bahagia dengan pilihan mertuanya memilih cucu menantu, memang Mawar sangat baik, cantik dan hangat.


“Mawar, Mama titip anak bayi Mama yaa sama kamu, ia terkadang sangat kekanak-kanakan, terlihat cuek dan pemarah, itu karena didikan kami yang tidak pernah mengajarinya dengan baik, semua keinginannya selalu terpenuhi, makanya watak dia seperti itu, Mawar sayang percayalah dibalik semua itu, banyak kebaikan Sean yang harus kamu tau, hatinya lembut, dia setia dan sangat penyayang, kamu akan segera merasakannya” ucap Mama Dara dengan lembut


Sean memperhatikan mereka sedari tadi, melihat mawar dengan senyumnya yang sangat cantik.


Pesta berakhir ~~


...****************...


Kakek dan Nenek mencium kening Mawar ”Welcome Prabu family sayang” Mawar tersenyum dan mencium pundak tangan Kakek dan Nenek.


Sean hanya duduk diam dan memperhatikan.


Papa dan Mama Sean juga hadir,”Selamat Mawar sayang.” Ucap mereka berdua


“Makasih Om..” ucap Mawar


“Ets masa Om, call me Papa, Papa dan Mama oke?” balas Roshan


Mawar tersenyum sambil meperlihatkan giginya putihnya yang berjejer rapi, “Papa Mama”


semua orang tersenyum, hanya Sean yang sedari tadi memperhatikan Mawar yang sangat mempesona.


...****************...


Kamar Mawar dan Sean berada dekat taman, Mawar masuk ke kamar mereka sangat takjub, kamarnya di penuhi dengan bunga Mawar kesukaannya, Sean juga heran dengan orang yang menghiasi kamar itu.


“Kamar ini sudah menjadi taman” ucap Sean


“Jika tak suka kau tidur diluar saja” balas Mawar


“Maksud kamu? Aku diluar? istriku?” Sean menjawab dengan menyeringai dan berbaring di kasur empuk itu.


Mawar yang kaget dan geli mendengar ucapan Sean tidak memperdulikannya, sebelum Mawar melangkah ke ruang ganti.


“Mandi yang cepat, aku menunggumu istriku” ucap Sean


“Dasar pria gilaaaaa” Mawar berlari.


Beberapa saat kemudian ..


“aaaaa” pekik Mawar


Sean panik, berlari mengetuk pintu kamar mandi


“Mawarrr, Mawar kamu kenapa? Mawarrr...” teriak Sean


“Sean tolong,,” ucap Mawar dengan nada menangis


“Iyaa ada apa, cepat buka, ada apa Mawar, kalau kau tidak buka, aku dobrak” ucap Sean


Sesaat pintu kamar mandi terbuka, Sean kaget melihat Mawar mendongak dengan tangannya menggapai sesuatu di belakang bajunya, hijabnya sudah stengah terbuka.


“tolong aku, dengan bibir manyun” ucap Mawar


Sean melihatnya hanya bisa menelan ludah dengan berat,”Apa yang bisa ku bantu cepat katakan,” ucap Sean


“Rambut ku nyangkut sedikit cepat lepaskan” ucap Mawar


Sean mendekat dan memperhatikan.


“Mawar buka hijab mu, ini sulit, rambutmu yang terlilit itu juga terlilit dengan hijabmu yang terlilit dibaju, dan dikristal bajunya”.Mawar terdiam dan berpikir.


“Tunggu apa lagi, mau kubantu tidak? lagian aku sudah SAH dimata Tuhan sebagai suamimu” ucap Sean dengan nada datar


Sesaat Mawar membuka hijabnya dari depan dan menjatuhkan ke belakang hijabnya dan kepala nya sedikit di miringkan ke kiri, Sean belum memperhatikan Mawar, dia hanya fokus dengan rambut yang tertillit dengan resleting dan kristal baju di bagian belakang, walaupun hanya beberapa lembar tapi pasti sakit.


Saat terlepas, alangkah kagetnya Sean dengan wanita yang berada di hadapannya itu, dengan rambut hitam pekat lurus menambah 1000 persen kecantikannya tanpa hijab “Ya Tuhann beruntungnya aku” batin Sean.


Masih dengan mematung Sean tidak berkedip sama skli.


Sean keluar masih dengan diamnya.


“Untung bajunya ad dua lapis jadi kulitku tak terlihat” ucap Mawar


Di kamar, Sean dengan berbaring, hayalannya sudah menari nari wajah Mawar, “Kenapa lama skali dia didalam sana, aku juga sudah gerah “ ucap Sean


Faktanya Sean tidak sabar melihat kecantikan Mawar yang sehabis mandi.


Ketika Mawar membuka pintu, Sean kembali di buat heran dengan penampilan Mawar yang menggunakan kudung shalat “Sial, dari mana ia mendapatkannya” hummm gagal. Batin Sean, berlalu dan masuk untuk mandi juga.


Mawar melihat ekspresi Sean yang kesal, tertawa penuh kemenangan.


Sehabis mandi, Sean sudah melihat Mawar tertidur dengan nyenyak. Sean menatapnya dalam dan


mendekati Mawar, mencubit hidung dan pipinya, tapi Mawar tidak merespon,dia sangat lelap.


Sean terkekeh melihat mawar “Macan betina ini sangat pendiam saat tidur,” sambil mencium kening Mawar “Good night my wife”


Sean merebahkan badannya dekat Mawar dan memeluk Mawar hingga ikut terlelap.


...****************...


Di sebuah kamar hotel, Jessie menelfon seseorang “Hay, ayo kita bertemu”..


Menutup telfon “Wait me Sean, aku akan memberi kado pernikahan spesial untukmu” ucap Jessie.


...****************...


Alarm mawar berbunyi, Mawar meraba handphone nya yang terletak tak jauh dari kingbad nya dan mematikan


“Mengapa badan ku terasa tertindih sesuatu “ Mawar membuka matanya dengan mata melotot reflek kaget, dia berteriak sangat keras, sehingga penghuni rumah berlarian ke kamar mereka.


“Mawar sayang, buka” ucap Nenek


“Sean buka, apa yang terjadi” ucap Papa Sean sambil mengetuk pintu kamar dengan panik


Mereka belum sadar bahwa anak dan cucu mereka telah menikah.


Dalam kamar Sean bangun dengan malas sambil berbicara tanpa membuka matanya “Mawar apakah kau ini tarzan? “ ucap Sean sambil mengucek ngucek matanya dann meninggalkan Mawar dengan santai untuk membuka pintu yang sedari tadi di gendor-gendor.


Mawar masih kaget dia membalasnya


“Pria Gilaaaa mengapa kau memeluk ku?!!” dengan nada kesal


Yang berada di luar pintu saling menatap dan tersenyum mendengar ucapan Mawar, mereka beranjak kembali ke kamar masing-masing, Sean tiba – tiba membuka pintu kamarnya


“Ada apa Pa? Ma? Kek? Nek? kenapa kalian berada di sini ? apakah kalian datang mengintip kami? tenanglah, aku akan membuatnya teriak lagi” sahut Sean dengan sedikit tertawa.


Tiba- tiba Kakek memukulkan tongkat nya ke kepala Sean “Dasar anak nakal, ayo kita pergi” ucap Kakeknya, dan mereka semua berlalu, sedangkan Sean masih meringis akibat tongkat kakeknya.


“Aaaaaa sakit, Kakek aduhhh” ini semua karena Mawar gumamnya.


Seraya masuk ke dalam kamar, mengelus elus keningnya, Sean merebahkan dirinya kembali ke samping Mawar, “Hey macan, karena ulahmu Kakek membuat keningku merah liaat ini sambil menunjuk keningnya.


Sean kembali menjaili Mawar “Kau tau? karena teriakanmu tadi penghuni rumah ini berpikir kita melakukan sesuatu yang akan membuat mereka bahagia “ dengan senyum tipis.


“Maksud kamu?!!” jawab Mawar dengan nada ketus sambil menatap tajam.


“Apakah kau tak tahu apa yang di lakukan sepasang pengantin baru pada malam pertamanya?” sahut Sean sambil mendekatkan tubuhnya ke dekat Mawar sambil menatap Mawar.


Mawar tampak gugup, wajahnya memerah tapi sebelum Sean benar-benar sangat dekat, Mawar lansung memukul badan Sean dengan bantal lalu berlari sambil berteriak


“Dasarrrr priaa gilaaaa, pria mesummmmm” sambil menutup kamar mandi. Sean yang melihat Mawar tertawa dengan keras, menurutnya Mawar sangat lucu dan lugu.


Bersambung….


Visual Mawar tanpa Hijab