Mawar Untuk CEO

Mawar Untuk CEO
BAB 52


“Baiklah, saya tidak akan lama, wanita itu bernama Helena Hanggono, dia adalah putri tunggal pak Hanggono yang juga pemilik salah satu saham terbanyak di PC Group, saat ini dia menjadi wakil CEO di perusahaan PC Group, untuk hubungan mereka saya tidak tahu jelas, menurut teman sekolah mereka, dulu nya mereka kekasih masa kecil, saat ini tidak ada informasi tentang nya, dan amplop ini berisi semua kegiatan wanita itu”


“Baiklah, ini bayaran mu” ucap Mawar yang juga menyodorkan amplop


Usai bertemu, Mawar kembali ke rumah.


...****************...


Mawar melihat semua isi amplop itu dan Mawar menangis, membenam kan diri nya dalam tangisan, menangis sejadi jadi nya.


Mawar tak bisa melakukan apa-apa lagi.


Melihat orang yang di cintai nya, menghianati nya.


Beberapa foto menunjukan Sean semalam tidak pulang karena berada di apartemen Helena.


“Baiklah jika ini yang kau inginkan, jika kau mencintaiku, dan kita berjodoh kita akan bertemu lagi” ucap batin Mawar dalm tangis nya


“Luka mendalam menjalar dalam aliran darah, meracuni kalbu, menumbuhkan benih derita mengundang resah jiwa yang menyelimuti batin, pengorbanan cinta yang berdiri di atas kerelaan berbalas penghianatan”


begitulah pesan teks yang dikirim Mawar untuk Sean.


Mawar yang kini berderai air mata melangkah perlahan menutup pintu istana yang membuat nya beberpa minggu ini merasa hidup kembali, sakit yang dia rasa kan saat itu seakan membuat ruh nya meninggalkan dirinya.


Dengan mata yang sembab, dengan bekal tabungan yang ia miliki dengan hasil usaha nya sendiri, melangkah pergi mengubur luka, entah kemana langkah nya akan berakhir kali ini, tanpa arah dan tujuan.


...****************...


Dengan kesibukan Sean di kantor membuat nya lengah, Sean sudah sangat percaya dengan Helena, tanpa sadar setiap lembaran yang di berikan Helena, Sean menanda tangani nya tanpa memeriksa nya lagi.


Hari itu Sean merasa resah tanpa alasan “Mengapa aku merasa khawatir sedangkan semua nya baik – baik saja” batin Sean.


Sean yang saat itu rapat, mengundurkan diri dan kembali ke ruangan nya, rapat di arahkan ke Helena. Leon yang sedari tadi mengikuti langkah tuan nya melihat Sean resah dan akhir nya Leon bertanya.


“Ada apa Ruan, mengapa dan terlihat tidak tenang ? apa ada yang tuan khawatir kan?” tanya Leon


“Entahlah, aku merasa hatiku sakit tanpa jelas, mengapa Kakek belum juga memberiku kabar atau informasi sedikit pun, apa yang terjadi sebenar nya” jawab Sean.


Seketika Sean meraih handphone nya yang berada di saku celana Sean melihat pesan dari wanita yang sangat di cintai nya itu, sontak Sean terkejut dan tiba – tiba berdiri dan berlari, melihat Sean seperti Leon ikut berlari menyusul tuan nya.


...****************...


Selama perjalanan, Sean sangat cemas, apa maksud dari kata – kata Mawar, dia ingin mendapat jawaban dari Mawar lansung, “LEon cepat” ucap nya.


Lamborgini itu melaju sangat gesit, Sean sudah sangat tidak sabar untuk bertemu Mawar.


Sean membuka pintu sendiri yang biasa nya Leon melakukan kini Sean melakukan nya sendiri dan berlari membuka pintu istana mereka.


Para pelayan yang berada di luar rumah heran melihat tuan nya berlari, begitupun dengan Leon.


“Sayangg..” teriak Sean


“Leonnnnnnnn...” teriak SEan sangat keras membuat Leon yang berada di halaman mendengar nya, dan Leon segera berlari ke sumber suara Sean.


“Ada apa Tuan???” tanya Leon


“Cepat cari Mawar di seluruh tempat ini, aku ingin kau segera menemukan nya” balas Sean


“Baik Tuan” balas Leon


Leon segera berlalu dan mengumpul kan semua pelayan di rumah itu, memerintahkan mereka mencari nyonya mereka.


Sean frustasi mencari sosok wanita yang di cintai nya namun tidak mendapatkan nya, Sean menelfon berkali – kali ke nomor ponsel istri nya namun tidak aktif, Sean kembali berlari ke kamar mereka, kamar memeriksa lemari pakaian, Sean merasa lega karena pakaian Mawar masih tertata rapi, “Mungkin Mawar sedang bersantai di danau” batin nya


Sean kembali melangkah tapi ekor mata nya menangkap sesuatu di meja rias Mawar.


Sean melihat handphone Mawar, dompet yang berisi semua Black Card dan uang yang Sean berikan ke Mawar yang belum pernah Mawar pakai sama skli, tangan Sean gemetar dan merasa lesu, melihat handphone yang sudah di non aktifkan, Sean segera mengaktifkan nya dan melihat semua isi ponsel milik istri nya namun tidak mendapatkan apa – apa.


Sean semakin cemas, Leon kembali melapor.


Tok..


Tok..


Sean membuka pintu nya dan duduk ke sofa yang berada dalam singgasana kamar nya, “Bagaimana Leon?” tanya Sean dengan lesu, seakan Sean sudah tahu jawaban Leon


“Maaf Tuan, saya dan semua pelayan rumah ini, sudah mencari nyonya di semua tempat tapi tidak mendapat kan nyonya” jawab LEon


Sean marah “Apa yang sebenar nya terjadi, Mawar kamu kenapaaa?? Apa yang terjadi,” dengan emosi Sean menendang tempat sampah yang ada di kamar nya, melihat yang di tendang nya itu berhamburan, Sean sangat terkejut.


Sean melihat foto – foto dengan cetakan sangat jelas diri nya bersama Helena, foto saat Helena menggandeng Sean, turun bersama dalam satu mobil, saat di Vila, saat makan siang mereka di restoran, dan yang paling terakhir Sean melihat foto saat di depan Apartemen Helena.


Jantung Sean berdegup kencang memunguti satu persatu foto yang berserakan di lantai. “Ya Tuhan,,, Mawarrrr.. Mawar, aku harus menjelaskan nya, ini tidak sesuai yang dia pikirkan, iyaa aku harus menemukan nya,” ucap Sean dengan bergetar, rasa takut, cemas semua nya menjadi satu.


“Leon cepat periksa CCTV, Sean dan Leon bersama ke ruang kerja Sean, Sean melihat segala nya, saat Mawar pergi tidak membawa apa – apa, melihat istri nya berjalan bagai jazad, yang sesekali menyeka air mata nya, hati Sean hancur. Sean menghamburkan ruangan tempat kerja nya.


“Brengsekkkkk, siapa yang berani memprovokasi hubungan ku dengan Mawar, dari mana Mawar mendapatkan semua foto ini!!! Dengan geram Sean berteriak.


“Leon, cari tahu apa yang belakangan ini Mawar lakukan, laporkan kepada ku” ucap Sean


“Panggil para sopir yang pernah mengantar Mawar ke sini” ucap Sean kembali.


“Aku harus menyelesaikan nya!!! Papa dan Mama, Kakek dan smua nya tidak boleh ada yang tahu Mawar pergi dari rumah” batin Sean yang frustasi.


“Mawar tunggu aku, kumohon, jangan seperti ini, Jangan membuatku takut” batin Sean.


Bersambung….


Stay tune yaa kakak readers, jangan lupa like dan komen..