Mawar Untuk CEO

Mawar Untuk CEO
BAB 35


“Mawar, kau sudah membuatku candu denganmu, kau tidak bisa berlari jauh dariku tanpa izinku, sekuat apapun usahamu, kau suka atau tidak itu sudah tidak penting lagi” batin Sean.


Melihat Mawar melaksanakan shalat subuh, hati Sean tergerak dan merasa ada yang aneh dengan hatinya, sudah sangat lama Sean tidak melakukannya. Sean hanya melirik-lirik Mawar dari kingbad nya dengan sesekali menutup matanya, seakan – akan dia tertidur tapi dia sudah tak bisa lagi terlelap setelah terbangun.


Sean memperhatikan semua aktifitas Mawar yang membuatnya semakin menyukai Mawar, Mawar menyisir rambut ikalnya, make up tipis dan berlalu keluar kamar untuk menyiapkan sarapan.


Sewaktu sarapan semuanya berkumpul tapi Mawar belum terlihat karena sedang sibuk dengan menu terakhirnya di dapur.


“Sean, ajak Mawar sarapan, menu ini sudah cukup, jangan membuatnya banyak bekerja” ucap Kakek


“Baiklah Kek” jawab Sean yang sedari tadi mengotak atik handphonEnya.


Sean akan beranjak dari tempat duduknya, dia terdiam layaknya orang yang tersambar petir melihat istrinya dengan mengikat rambutnya asal, memperlihatkan leher jenjangnya yang putih walaupun Mawar sudah memakai baju yang tertutup.


Sean masih terdiam, melihat ekspresi Sean semua yang berada di meja makan melihat arah mata Sean tuju, mereka semua tampak takjub melihat kecantikan menantu mereka yang bertambah 1000 persen lagi.


Mawar melihat semua orang yang berada di meja makan menatap nya,


“Maaf, apa ada yang salah ?” ucap Mawar sambil celingak celinguk ke arah samping mencari sesuatu yang menurut nya janggal.


Mama Dara segera menghampiri Mawar dan mengambil piring yang di pegangnya dan merangkul mawar sambil berjalan ke mejamakan dan mendudukannya di samping sean. Sean juga ikut duduk dan hanya diam terpaku,entah apa yang sean pikirkan.


“Tidak ada sayang, Mama hanya takjub Mawar tidak menggunakan hijab, Mawar sangat cantik” ucap Mama Dara, dan yang lainnya ikut mengangguk, tidak hanya Sean.


Dia menutupi canggungnya dengan diam dan mengaktifkan mode wajah datarnya.



“Oh iya Ma, Mawar pikir tidak ada orang lain di rumah ini, jadi Mawar buka. Nanti keluar barulah di pakai lagi” kata Mawar.


Semua orang tersenyum paham. Sedangkan Sean sedari tadi diam dan menyantap makanannya, Kakek Prabu memperhatikan Sean seperti ada sesuatu yang aneh.


“Sean ada apa dengan mu?” ucap kakek


“Sean buru – buru Kek, pagi ini ada rapat” jawab Sean sambil mengehntikan makannya dan minum lalu pamit kepada semua orang yang ada di sana, kecuali Mawar. Sean cuek kemudian berlalu.


Semua yang menyaksikan perilaku Sean hanya menggeleng gelengkan kepala.


“Mawar kamu harus memaklumi nya, sikap Sean memang seperti itu, tapi hatinya sangat baik” ucap nenek Yolan, Mawar hanya mengangguk dan tersenyum.


“Huu dasar pria gila, aku juga tidak butuh kau perhatikan toh pernikahan ini tidak ada dasar saling suka sama skali” batin Mawar


Sedangkan Sean yang berjalan sampai di luar melihat Leon.


“Leon, aku ingin kau memberi peringatan ke penjaga rumah ini untuk tidak melangkahkan kakinya ke dalam rumah mulai saat ini, buatkan mereka dapur khusus di luar rumah, begitupun dengan tukang kebun kita, jasa clening dirumah ini yang beranggotakan laki – laki kau harus menggantinya, aku tidak ingin ada yang boleh melihat Mawar sedikit pun, tidak ada yang boleh meiliriknya, besok semuanya sudah terlaksana, buat peraturan ini juga di rumah pribadiku, aku tidak ingin siapa pun melihat Mawar.”


Mendengar perintah Sean, Leon ingin tepok jidat,


“Ada apa lagi ini, sesuka itukah Tuan ke Nyonya Mawar, bagaimana jika nyonya keluar rumah, apakah yang melihatnya akan dia congkel mata nya hmmm” batin Leon


“Bagaimana dengan saya Tuan?” tanya Leon


Alis Sean tiba – tiba mengerut,“Tak terkecuali, kau juga termasuk, jangan pernah melangkahi pintu seperti biasanya tanpa perintahku untuk masuk, mulai saat ini dan jangan sampai aku melihat mu melirik istriku “ ucap Sean.


Leon hanya mampu menelan ludahnya dan ikut berjalan kemudian membukakan pintu kepada Sean.


...****************...


“Boleh asal kan kamu kerja di perusahaan pusat kita di PC Group” jawab Kakek


“Tapi Kek, apa kata orang kalau Mawar lansung kerja di perusahaan pusat Kakek, nanti meeka akan menganggap Mawar aneh”. Balas Mawar


“Bukankah Mawar terkenal cerdas dan sudah di tetapkan sebagai Asisten Manager di perusahaan cabang, itu tidak masalah dengan alasan prestasi Mawar bisa lansung di pindahkan” sambung Papa Roshan.


“Iyaa Mawar, Mama setuju kamu kerja di kantor pusat saja, bisa lebih dekat dengan Sean” timpal Mama Dara sambil tersenyum


“Iya sayang kamu kerja di kantor Sean saja, supaya Sean ada yang bantu” ucap nenek Yolan.


“Baiklah, Mawar ikut kalian, tapi Mawar belum mau terekspose sebagai istrinya Sean yaaa plissss, Mawar tidak mau di perlakukan spesial, Mawar mau bekerja keras agar bisa sesukses Papa dan Kakek di masa depan, semuanya kan harus kerja keras” sambil tersenyum Mereka semua menyetujuinya.


...****************...


Sarapan telah usai, Mawar kembali ke kamarnya, Kakek Nenek dan Papa Mama Sean beranjak ke taman menikmati pemandangan hijau dan bunga bermekaran sambil mendengar laporan Leon melalui telfon kakek Prabu, semua orang tertawa mendengar nya.


“Pa sepertinya Sean sangat menyukai Mawar, Sean sudah jatuh cinta tapi belum menyadarinya” kata mama Dara


“Kau tau sendiri anak mu itu sangat kekanak - kanakan dan cuek” timpak kakek Prabu


“Itu karena sifat kakeknya yang menurun ke cucunya” timpal papa Roshan sambil tertwa


“Ayah mu tidak cuek sayang, hanya kekanak kanakan saja” ucap nenek Yolan, mereka semua tertawa bahagia.


Apa rencana ayah selanjut nya?? tanya papa Roshan ke kakek Prabu


“Kita harus menguji Mawar, apakah dia juga punya perasaan ke Sean atau tidak” kakek Prabu sembari tersenyum dan yang lain nya mengangguk.


...****************...


Di kantor Sean tidak bisa konsentrasi dengan semua pekerjaannya, dia hanya memainkan handphonr nya dan memikirkan Mawar, kekonyolan Mawar, mengagumi kecantikan Mawar, sesekali tersenyum tanpa alsan, Leon melihat nya meinding dan heran,


“Tuan Sean kenapa lagi, apakah otak nya sudah bermasalah?” batin Leon.


Sean memutar mutar handphone miliknya dan mengirim pesan ke Mawar


“Apa yang kau lakukan macan betina ? “


Sean menunggu sangat lama balasan Mawar, Sean mengirim pesan lagi


“Kenapa belum balas, apakah menjadi macan membuat mu lebih sibuk dari CEO?”,


masih belum di balas, Sean mengirim pesan lagi


“Aapakah kau sedang sibuk memikirkan ku jadinya tidak membalas pesan ini??”.


tiba tiba handphone Sean berbunyi dan membuka pesan dari macan betina


“Aku sibuk membuat rencana memakan daging mentah pria gila sepertimu, dengan emoticon marah”.


Bersambung….