Mawar Untuk CEO

Mawar Untuk CEO
BAB 20


“Kok Kakek senyum-senyum terus, siapa dia Kek?” tanya nenek sambil mendekat dan merangkul Mawar


“Dia adalah Mawar yang akan menjadi ART bantuin nenek di dapur dan urus kebun bunga di belakang” jawab Kakek dengan kedipan


Nenek sudah tau karakter suami nya, dia tidak sembarang mengajak seseorang ke rumah jika orang tersebut tidak memiliki kelebihan.


“Ayuk nak Mawar masuk, duduk sini” menunjuk kursi diruang tamu.


Mawar menjelaskan dia kuliah dimana dan alasan dia tinggal dan menjadi marbot Mesjid, tentunya Mawar tidak menceritakan kejadian yang sebenar nya yang di kampung, Mawar hanya menceritakan bahwa orang tua Mawar tidak bisa bepergian jauh untuk mengantar anaknya, Mawar di temani wali kelas nya untuk mengambil beasiswa, setelahnya Mawar mengurus dirinya sendiri, padahal fakta nya Mawar datang sendiri ke kota A membawa kepedihan mendalam.


“Oh gitu, udah deh, Mawar lansung ke kamar aja ya, ayo Nenek temenin” ucap Nenek.


Mereka beranjak menuju kamar untuk Mawar, Mawar sangat kaget dengan kamar yang luas dan fasilitas di dalamnya ada TV, AC dan lemari yang besar, dilengkapi toilet didalamnya.


“Maaf nenek Nyonya siapa nama nya?” tanya Mawar.


“Ehh husss, panggil aja Nenek Yolan, nggak usah pakai nyonya gitu, udah Mawar istrahat dulu yah, entar kita ngobrol lagi, ini remot AC, nyalain yaa supaya nggak kepanasan.” jawab Nenek Yolan


“Makasih nyonya nenek, ehh Nenek Yolan” balas Mawar


“Oke sayang” sahut nenek Yolan dengan senyum.


Mawar tidak mengerti menggunakan AC, akhirnya dia memberani kan menekan tombol On yang terdapat pada remot karena, setau Mawar segala yang tertulis on itu berarti mulai atau nyala.


Mawar merebahkan dirinya diatas kasur empuk, terasa dingin AC yang membuatnya merasa berada di kampung yang dingin itu, sudah sangat lama, Mawar baru merasakan suasana dingin seperti di kampung. Akhirnya Mawar tidur lelap.


...****************...


Diruangan lain ..


“Nenek tahu, kenapa kakek membawa nya pulang, pasti ada maksud tertentu” ucap Nenek Yolan


“Hehe kamu tahu betul siapa aku, anak ini baik dan firasat lainku mengatakan dia akan memberikan kita


kebahagiaan yang baru,” jawab kakek sambil menyunggikan bibirnya.


...****************...


Perkenalan Kakek Prabu.


Dia adalah direktur utama PC group di beberapa perusahaan besar di Negara tersebut dan di luar negri, perusahaanya dari berbai aspek, media televisi, furniture, dan beberapa lainnya. Kekayaannya tak terhitung, saat ini perusahaan tersebut dikendalikan oleh cucu satu – satunya yang belakangan ini setelah dewasa sangat susah dikendali kan.


Siapakah cucu tersebut? apakah akan masuk ke dunia mawar? apakah mawar akan mendapatkan masalah baru lagi?


...****************...


“Kalau nenek mau menerima Mawar disini tolong gajinya jangan terlalu banyak, 1/2 nya aja kek, itu untuk ongkos kampus dan tabungan Mawar” ucap Mawar


“Ya Allah Mawar, nenek tanya kamu, dulu sewaktu kuliah makan di mana? terus makan apa?” ucap nenek Yolan


“Heheh Mawar makan Mie Instan di rumah halaman Masjid” balas Mawar


Nenek Yoland mendengarnya kaget, “Mawar mulai saat ini kamu stop makan itu, kamu harus makan sehat, udah nenek kasi kamu gajinya segitu, kamu harus makan di katin, restaurant deket kampus, atau di Mall, kamu juga wajib shoping, nikmati masa mudamu “ ucap nenek Yolan


“Hummm, baiklah Nenek, saya menerimanya, terimah kasih nenek dan kakek sudah nampung Mawar dan memberikan Mawar sangat lebih dari yang Mawar butuhkan, Mawar kadang rindu sama bapak dan ibu di kampung, tapi sekarang tidak lagi karena kakek dan nenek” balas Mawar


Nenek Yolan memeluk Mawar yang air matanya sudah akan mengalir, mereka berdua tau bahwa kehidupan desa sangatlah sulit dan banyak anak desa yang masuk kota tidak bisa seperti Mawar yang bertahan hidup dengan kerasnya kehidupan kota metropolitan.


...****************...


Hari - hari Mawar selama dirumah kakek Prabu, Mawar tidak di perlakukan sebagai ART tapi layak nya cucu. Mawar mendapatkan kasih sayang yang selama ini dia rindukan dari orang tuanya yang jauh dan saat ini Mawar dapatkan dari kakek Prabu dan nenek Yolan.


Seperti biasanya Mawar merawat kebun bungadan memasak untuk Kakek Prabu dan Nenek Yolan, masakan Mawar yang enak sudah menjadi candu untuk leher kakek Prabu dan nenek Yolan, di tambah lagi tingkah lucu Mawar yang sangat menghibur mereka.


Sebelum Mawar menempati ruang dirumah kakek Prabu dan nenek Yolan, rumahnya terasa sepi, mereka berdua hanya menghabiskan waktu berkebun dan duduk saja, saat Mawar datang, semua nya berubah.


Karena setiap jam Mawar datang menanyai mereka, mau makan apa? butuh apa? belum lagi Mawar saat di dapur, membuat nenek Yolan sangat bahagia, nenek selalu tertawa dengan tingkah Mawar yang belum banyak tahu menggunakan peralatan dapur yang pasti nya berbeda dengan desa,


Mulai dari cuci piring nyalakan krang air yang tanpa di puter, hanya naruh tangan di bawahnya, kompor yang hanya makai tombol, segala peralatan dapur dirumah itu membuat Mawar terlihat konyol dan lucu.


Belum lagi Mawar yang tidak ingin memakai sendal di dalam rumah, katanya tidak sopan, butuh dipaksa baru Mawar bisa melakukannya, membuat kakek Prabu terkekeh.


“Mawar pakai sendalmu, entar masuk angin” kata Kakek


“Ehh lupa kek, maaf hehehe abisnya Mawar nggak terbiasa, nanti lantainya kotor” balas Mawar


Kakek Prabu hanya menggelengkan kepala dan terkekeh dengan segala tingkah Mawar.


Mawar tidak pernah lupa selalu mengirim surat ke kampung menceritakan keadaannya yang sangat baik di kota, tabungan Mawar ia rencakan untuk nanti pulang kampung bisa mebelikan tanah atau kehidupan yang layak untuk kedua orang tuanya.


Tak terasa Mawar sudah semester Empat, Mawar sudah sedikit berubah, mulai dari cara berpakaiannya yang sudah modern dan sangat modis, karena nenek Yolan selalu memberikan setelan baju baru untuk Mawar. setiap nenek Yolan berbelanja, Mawar tidak mau membeli bahkan mengambil sedangkan nenek Yolan menawarkan, gratis, Mawar takut menggunakan baju yang harganya bisa bangun Masjid di kampung, pikirnya.


Nenek Yolan sangat suka mengajak Mawar ikut belanja, selain nenek Yolan bosan jalan sendiri, Mawar selalu membuatnya terkekeh, kekonyolan Mawar yang setiap memasuki toko Mawar beri salam, pernah sendalnya dilepas untuk masuki sebuah store yang menurut Mawar itu bukan store melainkan Istana saking mewahnya.


Nenek Yolan bisa menebak kalau Mawar selama di kota ini tidak pernah keluyuran dengan teman kampus nya.


Hummm


bersambung....