Mawar Untuk CEO

Mawar Untuk CEO
BAB 43


Sean kali ini tidak hanya mengecup nya tapi sudah melakukan ciuman yang memainkan bibir Mawar atas dan bawah,


“Sangat manis” batin Sean.


Sean terus melanjutkan aksinya, Sean menggigit bibir tipis Mawar yang membuat Mawar terpekik karena bibirnya di gigit terasa perih, Sean tiba – tiba mengambil kesempatan untuk meloloskan yang kenyal itu ke rongga mulut Mawar yang menurut Sean sangat manis.


Sangat lama, ******* Sean, sedangkan Mawar semakin lama terbawa suasana, sesekali Sean memberi ruang untuk Mawar bernafas.


Melihat Mawar sudah menikmati setiap gerakan Sean dan sudah rilex. Sean sudah bergerak mencium dagu dan ke leher. Setiap inci Sean nikmati tanpa terlewatkan. Mawar hanya merasa sedikit geli tapi ada rasa yang membuatnya aneh.


Mawar memegang kepala Sean yang sudah berada di leher jenjang nya, memberi isyarat untuk berhenti, Sean tidak mengiyakan, Sean terus melanjutkan aksinya yang sudah membuat nya gila.


“Sean aku sedang H***” ucap Mawar lirih


“Apa??” ucap Sean yang seakan mengerti


Sean bangun dan menghela nafa yang berat, Mawar segera berlari ke toilet kamar dan memang benar, Mawar sedang menstruasi. Mawar keluar dari kamar tersenyum geli melihat Sean dengan wajah frustasi nya.


Mawar hanya berdiri mematung dan memegang bibirnya, Sean melihat Mawar seakan paham bahwa itu yang pertama untuk nya lalu Sean mendekati Maawar lalu dan berbisik,


“Apakah kau menikmati nya? itulah hasil dari pria yang otot nya hanya bisa mengangkat cobekan” hahahaha


Mawar mendengar nya kembali ingin membalas Sean tapi Sean sudah keluar dari kamar. Mawar berlari dan berdiri di depan cermin,


“Ya Tuhan apa ini, mengapa leher ku memerah?” batin Mawar


Mawar segera mengganti baju yang lehernya tertutup dan segera menyusul Sean.


...****************...


Mawar melihat semua nya sedang berdiskusi.


“Mawar mengapa kau menggunakan baju seperti itu di saat musim panas seperti ini sayang?’ ucap mama Dara


“Eh tidak Ma, Mawar hanya merasa sedikit tidak enak badan” balas Mawar


Papa Roshan melihat Sean tersenyum - senyum sendiri sudah paham dan memberi kode ke istri nya untuk melirik anaknya, semua orang yang ada di sana seakan paham. Mawar hanya tertunduk malu.


“Sean, Mawar, Papa dan Mama akan balik ke Inggris malam ini” ucap Papa Roshan


“Malam ini? kok cepet banget Pa, jarang – jarang kita ngumpul seperti in” balas Sean


“Iya Ma, Papa dan Mama apa bisa di tunda dulu baliknya?” ucap Mawar


“Papa dan Mama sudah lama meninggal kan perusahaan di luar dan juga akan ada rapat penting’ jawab Papa Roshan.


“Baiklah” balas Sean


“Nanti ajak Mawar jalan – jalan ke Inggirs” ucap Roshan


“Bukan hanya Inggris Pa, Sean akan ajak Mawar keliling dunia” balas Sean yang membuat semua orang tertawa.


“Kakek dan Nenek juga memutuskan esok akan berkunjung ke Desa Mawar, sudah lama Kakek dan Nenek tidak menghirup udara Desa” ucap Kakek


“Ha?? Kakek dan Bapak akan pergi juga?” tanya Sean


“Iya Nak Sean, Bapak sudah putus kan kembali dan tuan Prabu ingin ikut jadi kami akan pulang bersama” balas Pak Pras. Pak Prass masih memanggil Tuan walaupun sering di paksa memanggil Pak atau Ayah oleh kakek Prabu, namun Pak Prass sangat sungkan, semua nya hanya bisa memahami.


“Trus aku gimana?” Sean pura – pura bertanya.


“Kan ada Mawar Nak Sean,” jawab bu Dewi


Semua nya tersenyum kecuali Mawar “Mati aku, pasti pria gila ini akan menyiksaku” batin Mawar


“Mawar akhir nya akan ada waktu untuk selalu berdua bersama mu” batin Sean


...****************...


Ketika Sean ke dapur melihat Mawar duduk di taman belakang seperti biasa, mendekatinya dan bertanya,


“Apa yang kau lakukan?” tanya Sean


“Aku melihat awan yang sedang mengikuti arah angin, bergerak sedang langit hanya memperhatikan” balas Mawar


Sean berusaha mencerna, tapi karena lelah Sean malas berpikir.


“Apa maksud nya?” tanya Sean


“Aku bosan, aku mau ke kantor Sean “ dengan nada manja


Sean yang melihatnya ingin melahap Mawar saat itu tapi Sean tahu Mawar jadi Sean hanya bersabar.


“Boleh, tapi kau harus mengikuti semua yang ku inginkan tanpa bantah, bagaimana?” ucap Sean


“Aku meragukannya, pasti aku yang di rugikan” balas Mawar dengan mengerutkan alis nya


“Ya sudah, tinggallah di rumah, walaupun kau memohon ke Kakek, semua keputusan berada di tangan ku” ucap Sean


“Baiklah” balas Mawar dengan manyun


Sean melihat nya gemas, menahan dan sedikit tertawa.


“Berkemaslah, sore ini aku ingin membawamu ke suatu tempat, bawa saja yang penting menurut mu” ucap


Sean lalu berlalu


“Maksud nya penting yang gimana?” teriak Nawar, Tapi Sean tidak menghiraukan nya lagi.


...****************...


Mawar telah siap dengan pakaian sederhana di legkapi kaca mata hitam, membuat Sean terpana sedangkan Sean pun dengan style yang selalu terkesan mewah, bermerk dan menawan membuat Mawar terkagum – kagum dengan suami nya itu.


“Apakah kau sudah siap?” tanya Sean.


Mawar hanya membalasnya dengan anggukan, kali ini untuk pertama kalinya Sean mengendarai sendiri lamborgini nya tanpa Leon.


Sejam mobil sport itu melalui rute jalan yang membuat Mawar takjub, jalanan bebas macet, dan berakhir dengan jalanan satu arah hanya mobil Sean saja yang melewati nya di tambah pemandangan hijau dan danau, mobil Sean masih melaju dengan santai.


Tibalah ke tempat tujuan, dengan pagar yang sangat besar bercorak keemasan, mobil melaju sekitar 1 kilo jarak yang di tempuh, tampak rumah mewah dengan interior bak istana.


Sean membukakan pintu mobil untuk Mawar, semua orang yang berseragam menyambut mereka,


“Selamat datang nyonya” dengan ucapan yang serentak sama.


Mawar masih dalam fase bingung dan ikut saja dimana Sean menuntun nya, Sean memegang tangan Mawar.


Pintu terbuka tanpa di sentuh, membuat Mawar tak berkedip lalu membisikan,


“Sean kita sekarang di rumah, di Hotel, di Mall atau di rumah Mafia ?” tanya Mawar


Mendengar pertanyaan Mawar sontak Sean tertawa, tertwa sangat keras.


“Huussss sssss diam lah, bagaimana jika pemilik tempat ini mendengar mu ribut” balas Mawar dengan polos.


Sean hanya menyengitkan alisnya.


“Klien nya dimana? tanya Mawar


Mawar berpikir sedang menemani Sean bertemu klien. Lalu Sean melepas gandengan tangan Mawar lalu berjalan ke tengah ruangan yang berisi interior mewah dan luas nya bisa di jadikan tempat berdansa, tepat berada di bawah lampu yang megah, Sean menepuk tangan nya.