Mawar Untuk CEO

Mawar Untuk CEO
BAB 42


“Agung Yoga Budiman, kau tahu?? Aku sakit bukan karena kau tidak menikahi ku, bukan karena kau meninggalkan Aku, aku sakit karena saat aku di permalukan, saat orang tuaku berderai air mata, apa yang kau lakukan ? DIAM!!!! DIAMMU itu yang menyakitiku” teriak Mawar


“Apakah cinta mu hanya sebesar itu ??!!” MAwar terisak dan tertawa


“Mawar beberapa tahun ini aku pun tersiksa mencari mu, tidak kah kau bisa memberiku kesempatan ? ku mohon Mawar, aku sangat merindukan mu, maafkan aku” Agung mendekat dan memeluk Mawar


Sean melihat itu sudah tidak tahan, tapi lengan nya masih di cegat oleh papa nya.


Mawar sudah terlihat tenang.


“Pergilah kak, cari kebahagiaan mu, aku bukan Mawar yang dulu lagi, aku doakan Kakak mendapat kan yang terbaik, kakak kembali saat ini hanya karena kakak merasa bersalah, bukan karena cinta lagi” ucap Mawar


“Tatap mata ku Mawar dan katakan kau tidak mencintaiku” balas Agung


Mawar menatap Agung dan membayang kan masa beberapa tahun lalu “Kak Agung aku sudah tidak mencintai mu lagi” ucap Mawar dengan jelas.


“Mawar maafkan aku, semoga kau bahagia “ ucap Agung lirih


Sean sudah berlari keruangan Mawar.


“Mawarrrrrrr...” teriak Sean


Mawar melihat Sean membuka pintu, Mawar berlari dan memeluk Sean, Sean yang mendapat kan pelukan Mawar sangat bahagia, Sean membalas pelukan Mawar dengan erat, “Sean aku mencintai mu “ ucap Mawar lirih


Sean yang mendengar nya tidak percaya, Sean sontak kaget dan menarik Mawar jauh dari tubuhnya, “Apa Mawar? ulang sekali lagi” pinta Sean


“Aku mencintai mu” ucap Mawar


“Sekali lagi” balas Sean dengan sumringah.


“Malas, aku capek “ ucap Mawar dan membalikkan badan nya, tapi Sean meraih lengan Mawar dan kembali memeluk nya “Makasih sayang” balas Sean.


...****************...


Keadaan Mawar kian hari lebih baik, Mawar telah menjalan kan semua prosedur yang di ajurkan oleh dokter Diana dan berhasil sembuh total.


“Hari ini Nyonya Mawar sudah boleh pulang, selamat yaa” ucap Dokter, Mawar sembari tersenyum.


Semua yang mendengar Mawar telah sembuh, sangat bahagia, terutama Sean yang sudah memiliki banyak kejutan untuk Mawar.


Setelah tiba di kediaman Kakek Prabu, semua anggota keluarga berkumpul, sedang kan Papa Roshan dan Mama Dara meminta izin kepada Kakek PRabu untuk kembali ke Inggris.


“Ayah, Roshan ingin kembali, Roshan sudah lama meninggal kan perusahaan,” ucap papa Roshan


“Baiklah, kapan kau akan berangkat?” jawab kakek Prabu


“Malam ini yah,” sahut papa Roshan


“Baiklah”. Ucap kakek Prabu


...****************...


Sore itu semua nya berbahagia, semua keluarga tengah berkumpul di halaman belakang, Kakek Prabu, Papa Roshan, pak Prass sedang berbicang mengenai tanaman, sedang kan nenek Yolan, Mama Dara, ibu Dewi, berbincang - bincang tentang masakan apa yang akan mereka hidangkan malam ini.


Sean melihat semua nya sibuk, hanya Mawar saja yang duduk sendiri sembari memperhatikan orang - orang yang mereka sayangi bersenda gurau, Sean mendekat dan duduk di samping Mawar.


“Mawar...” ucap Sean sambil berbisik.


Mawar masih enggan melirik dan menahan senyum nya.


“Mawar....” bisik Sean kedua kali nya.


Senyum Mawar terlihat oleh Sean, “Ternyata kau pura – pura tidak mendengar nya, baiklah aku akan membalasmu” batin Sean


Tiba - tiba Sean berdiri dan sedikit jongkok, sedang kan Mawar masih posisi membelakangai Sean. Akhir nya Sean mengangkat kursi beserta Mawar dan memutar kursi nya berhadapan dengan Sean.


Mawar mendapat perlakuan itu terkejut.


“Seaaaannnnnn... “ teriak Mawar


Semua yang berada di tempat itu juga terkejut dan tersenyum melihat mereka berdua yang mulai saling menjahili.


“Seann apa kau gila? kalau aku jatuh bagaimana ?” ucap Mawar yang degup jantung nya tidak karuan karena kaget dan Sean masih menatap nya sangat intens.


“Mawar kau meragukan otot - otot ku? Bagaimana kau bisa terjatuh dengan otot ku yang seperti ini?” ucap Sean


Mawar melihat otot Sean yang tidak bisa di ragukan lagi mampu menggendong Mawar walaupun berlari keliling lapangan bola, tidak akan menjadi masalah. Tapi, bukan Mawar dan Sean nama nya jika mengekspresikan cinta mereka tanpa perdebatan kecil terlebih dahulu.


“Otot seperti ini kau banggakan? aku pernah melihat otot yang lebih besar dari pada milik mu, otot mu ini hanya mampu mengangkat cobekan” ucap Mawar sambil tertawa


Sean mendengar Mawar sangat geram, Sean tiba – tiba menggendong Mawar dan membawa nya berpindah ke ruangan lain, Mawar yang tiba – tiba di gendong Sean ala bride style, tersontak kaget dan sedikit meronta – ronta.


Yang melihat mereka tertawa geli.


“Pak Pras seperti nya tidak akan lama lagi kita akan menimang cucu” ucap Pak Roshan dengan tersenyum, Kakek Prabu pun ikut senyum dan megangguk, sama hal nya dengan kelompok ibu – ibu yang sedari tadi ngerumpi sudah memiliki pikiran yang sama dengan para suami mereka.


Sean membawa Mawar ke kamar dan menempatkan nya kingbad mereka.


“Sean apakah kau gila? bagaimana jika orang tua kita melihat, mereka akan berpikir yang aneh - aneh” gerutu


Mawar sambil duduk di kasur empuk nya.


Sean tersenyum mendengar nya dan niat nya ingin membalas Mawar, Sean mendekati Mawar lalu Mawar gugup mendapatkan perlakukan itu, Mawar kembali merona, karena Sean semakin dekat mata Mawar semakin sayup dan menutup mata nya.


Sean yang melihat Mawar, sangat ingin menerkam Mawar, tapi Sean masih bisa terkontrol, Sean mendekatkan diri nya ke telinga Mawar,


“Mengapa kau menutup mata mu, apakah kau ingin di sentuh pria gila sepertiku yang ototnya hanya mampu mengangkat cobekan?” ucap Sean


Mawar sontak kaget dengan ucapan Sean, Mawar lalu memukul - mukul pundak Sean dan berdiri di atas kasur dengan menyilangkan tangan di dada.


“Dasar pria mesum, dengan otot mu yang kau banggakan siapa juga yang ingin di sentuhmu, banyak diluar sana yang...........” Mawar belum menyelesai kan kalimat nya, Sean sudah menarik nya dan Mawar sudah tertindih oleh Sean.


Sean sangat geram mendengar Mawar ingin mengatakan ada yang lebih baik dari nya, tanpa ucapan,


Sean mengecup bibir Mawar, berkali kali, melihat Mawar tanpa bereaksi, hanya terdiam, terlihat bingung tapi pipinya sudah semerah tomat, dan posisi nya sudah tertindah, badan Sean merasakan hangat tubuh Mawar, lekukan tubuh Mawar yang terasa kaku. Alibi Sean semakin menuntut.


Sean kali ini tidak hanya mengecup nya tapi sudah melakukan ciuman yang memainkan bibir Mawar atas dan bawah, “Sangat manis” batin Sean. Sean terus melanjutkan aksinya, Sean menggigit bibir tipis Mawar yang membuat Mawar terpekik karena bibirnya di gigit terasa perih,.