
“Baik Umi, makasih banyak Umi, apakah Mawar bisa tinggal di pondok untuk sementara Umi? saya bisa bnatu Umi mengurus pondok, Mawar suka memasak Umi” ucap Mawar yang sudah mengetahui pondok itu membutuhkan juru masak semenatar.
“Oh iya Nak Mawar, Umi baru ingat, pondok kami butuh juru masak saat ini, karena yang lama sedang cuti, kalau gitu Nak Mawar aja yang isi, dan ruangan saat ini nak Mawar boleh pakai.” Ucap Umi Dijah
“Makasih banyak Umi” jawab Mawar
“Baiklah Nak, istrahat lah dulu, besok aja mulai bantunya ya, Azizah ayuk ikut Umi, biarkan Nak Mawar istrahat dulu.”
“Kak Mawar, Azizah pamit dulu ya, cepat sembuh, Assalamu alaikum” ucap Aziza dan Umi Dijah yang berlalu meninggal kan Mawar sendirian.
Mawar kembali membenam kan diri nya dalam lamunan
dengan tangisan, mengingat Sean, Mawar membenci suami nya, kecewa, merasa di hianati tapi Mawar juga merindukan nya, merindukan nya dengan sesak.
“Apakah perasaan yang selalu kau katakan semua nya hanyalah kebohongan? Apakah aku sama dengan para mainan mu yang berada di dekat mu? Sean aku harus bagaimana untuk mu? aku membencimu tapi aku juga merindukan mu” tangis Mawar karena menginat suami yang sangat di cintai nya.
...****************...
Leon berlari memasuki istana Sean dan menuju ruang kerja di mana Sean sedang duduk dengan gusar, wajahnya pucat dengan perawakan tidak seperti biasanya, Sean sangat frustasi dengan kepergian Mawar, serasa separuh jiwa nya hilang.
Dua hari berlalu, Sean masih belum menemukan petunjuk apapun tentang istrinya itu.
“Tuan” ucap Leon
“Aku hanya ingin mendengar tentang Mawar, Leon” ucap Sean dengan tatapan datar.
“Tuan, saya sudah mendapat kan hasil rekaman CCTV yang berada di Cafe itu, nyonya bersama seorang pria” ucap Leon sembari memperlihatkan Sean video yang berada di telfon genggamnya
“Apa kau bilang? pria ???” ucap Sean emosi dengan mengambil telfon yang di sodorkan asistennya itu.
Melihat apa yang terjadi dalam video, Mawar Sedang menangis menutupi wajahnya dengan daftar menu makanan, Mawar sedang bersama pria asing dan Sean melihat mereka saling bertukar amplop.
“Apakah kau sudah mencari tahu siapa pria itu ?” tanya Sean
“Dia adalah X yang seperti dugaan Tuan, dia adalah Spy dan pria itu bawahan dari Dion Adiyatma, putra dari pak Adiyatma Brahma yang perusahaannya bergerak di bidang logistik” jelas Leon
“Menurut informasi yang saya dapatkan nyonya dan pak Dion adalah senior dan junior di kampusnya dan mereka akrab” jelas Leon
“Kita ke perusahaan nya sekarang” ucap Sean dan mereka berlalu.
Sesampainya mereka di perusahaan Adiyatma logistik, siapa yang tidak mengenal seorang Sean Gaozhan Prabu, kepala managernya yang lansung mengantar mereka ke ruangan Dion.
Leon membuka pintu untuk Tuan nya dan Sean melihat lelaki yang berada di depannya ialah lelaki yang pernah bersama Mawar duduk di taman dan memegang tangan istrnya itu.
Sean sangat geram, mengepal kan tangannya, memancarkan tatapan ingin menerkamnya, sedangkan Dion hanya terlihat biasa saja, DIon telah mengetahui ketika Sean menginjakkan kakinya di perusahaannya, Dion telah menyiapkan diri untuk melawan Sean.
“Apa yang kau lakukan kepada istri ku? Dimana Mawar?” tanya Sean tanpa basa basi
“Maksud anda ? bukan kah dia istri anda, kenapa anda bertanya kepada saya ?” balas Dion
“Tuan Sean yang terhormat, Mawar yang meminta bantuan ku, bukan aku yang menawarkan nya” balas Dion
“Bullshittt!! Kau pasti ingin memisah kan kami, karena kamu menyukai istriku bukan ?” ucap Sean
“Tuan SEan, saya memang menyukai Mawar sejak lama, tapi Mawar menolak saya dan dia memilih anda, saya melepasnya karena saya tahu anda adalah kebahgaiaan nya, anda mengatakan istri tapi anda belum mengakuinya secara publik dan anda memiliki banyak rahasia dengan wanita yang anda katakan istri, apakah anda sadar anda egois tuan Sean ? jika Mawar meninggalkan anda, maka itulah yang seharus nya” jelas Dion
Sean dengan emosi mendengar Dion, tiba – tiba melayangkan pukulan di wajah Dion, Dion tidak membalas hanya tertawa,
“Walaupun kau membunuh ku saat ini Mawar tidak akan kembali dengan mu”. Ucap Dion sambil meringis
Sean dengan emosi masih ingin memukul Dion melampiaskan amarahnya, tiba – tiba Leon menarik nya dan menenangkan Tuan nya.
“Tuan tenang lah, akan banyak media” setelah Sean sedikit tenang dan memperbaiki setelan jas nya Sean kembali mendekat kan dirinya ke Dion dan tertawa, “Wait and see” dengan menepuk pundak Dion dan berlalu.
Sean berjalan dengan Leon mengikutinya, Leon memberikan informasi terbaru “Tuan, tolong segera ke perusahaan, penting” ucap Leon dengan melihat balasan anggukan dari tuan nya itu, sesampainya mereka, Sean sangat kaget melihat Helena duduk di singgasana Sean.
“Apa yang kau lakukan di sini Helena ?” ucap Sean dengan sedikit emosi
“Ssssttttt panggil aku CEO Helena” ucap Helenan dengan senyum nya yang sulit di artikan
“Apa maksud mu?” ucap Sean
“Mulai hari ini aku adalah pemilik dari PC Group” ucap Helena sambil menyodorkan berkas hak kepemilikan saham terbanyak di sertai tanda tangan Sean
Sean yang melihat berkas itu, mata nya melotot tidak percaya, Sean melempar berkas itu dan menatap Helena dengan tajam.
“Sayang, jangan marah, aku memang menjadi pemilik PC Group saat ini, Tapi aku tidak akan melupakan mu, asal kau menikahiku, Semua nya akan kembali menjadi milik mu,” ucap Helena
“Ternyata Kakek benar, jika akar nya busuk, maka batang dan ranting juga akan busuk, terlebih lagi buah nya” ucap Sean dengan tersenyum
“Sean tutup mulut mu” ucap Helenan dengan geram
“Jjika kau ingin mengambil perusahaan ini, ambil saja, tapi untuk memiliki Ku jangan bermimpi,” ucap SEan dengan senyum killer nya
“Aku tahu, kau bisa mendirikan perusahaan baru lagi, walaupun aku menekan mu dengan semua kekuasaaan ku, kau akan tetap mampu bertahan, aku tahu kamu cerdas, tapi apakah kau tidak berpikir apa yang terjadi dengan istrimu ?” ucap Helena dengan tertawa
“HELENA!!!! apa yang kau lakukan dengan istri ku? Jadi selama ini kau sudah mengetahui nya ???”
“Sean... Sean... kau terlalu berpikir aku naif, aku tahu segala nya, walaupun saat pernikahan kau tidak mengundang keluarga ku, menutup nya dengan rapat, tapi semua nya bisa aku dapatkan, you know me” ucap Helena
“SEann apa yang kau lakukan, kau terjebak,”batin Sean
B. e. r. s. a. m. b. u. n. g…
Stay tune yaa..