Mawar Untuk CEO

Mawar Untuk CEO
BAB 57


“Nona Helena,” membuka pintu


“Apa yang kau lakukan ? apa kau tidak melihat nya ? ucap Helena yang sedang menegur mata – mata kepercayaan nya di kantor tersebut. (dia adalah Nina, sekretaris Sean)


Nina mendekat dan membisikkan sesuatu ke Helena.


“Apa???!!!” ucap Helena dan segera berlalu ke ruangan nya dan rapat di pimpin oleh ayahnya, Helena menyalakan TV nya.


Helena menyaksi kan Sean yang sedang mengklarfiikasi hubungan mereka, Helena sangat marah dengan menghambur kan semua benda yang berada dalam ruangan.


“Seannnnnn!!! apakah aku begitu tidak pantas untuk mu?? bagaimana wanita kampung itu bisa merebut mu dariku!!! baiklah, kau yang meminta nya tidak bersama ku.” Ucap Helena dengan ide liciknya.


“Nina beritahu media, aku memiliki informasi penting.” Ucap Helena


...****************...


Mawar yang sedang istirahat, terbangun dengan suara ketukan kamarnya, tapi Mawar tidak bisa menahan kepala nya yang terasa sangat pusing.


“Awww” ucap Mawar memegang kepala nya


Yang mendengar suara Mawar membuka pintu dan melihat Mawar sedang kesakitan


“Ada apa Nak Nawar ? mengapa wajah mu sangat pucat, badan mu juga panas, ayo kita ke puskesmas terdekat” ucap Umi karena hanya ada puskesmas di wilayah mereka.


“Jangan Umi, mungkin Mawar hanya lelah jadi nya begini” ucap Mawar lemah


“Tidak Nak Mawar, kamu harus ke puskesmas, ayo Umi antar


Akhi nya Mawar dan bebrpa santri yang membantu Mawar berkemas ke puskesmas terdekat, saat Mawar sedang dalam penanganan dokter, Umi dan beberapa santri sedang duduk dan menunggu, mereka sangat kaget tatkala melihat televisi yang tidak berada jauh di depan mereka menyebut nama Mawar, Umi seakan sedang berpikir


“Apakah Mawar yang di maksud adalah Mawar yang sedang bersama kami? Karena dulu nya Mawar datang ke pondok seakan dalam masalah besar, apakah dia istri dari tuan Sean yang sedang mencari nya itu? batin Umi Dijah


Sedangkan para santri juga sedang berpikir yang sama dan mereka saling melirik dengan Umi Dijah seakan mengerti dengan tatapan mereka.


“Wali atas nama Mawar? silahkan masuk”.


Umi Dijah memasuki ruangan dokter.


“Umi, santri yang saya telah periksa ternyata sedang mengandung selama dua minggu” ucap dokter yang sedikit kesal


“Alhamdulillahi rabbil alamiin ya Allah,” ucap Umi Dijah


“Loh kok bersyukur sih Umi, anak santri hamil kan akan buat malu pondok santri Umi” balas dokter


“Dok, dia bukan santri, dia juru masak pondok” balas Umi


“Aku pikir dia santri karena wajahnya masih sangat muda” ucap dokter tenang


“Makasih dokter, apakah saya bisa bertemu sekarang?” ucap Umi


...****************...


Mawar berusaha dengan menyenderkan tubu nya, berusaha tidak merepotkan “Ada apa dengan ku, aku tidak pernah merasa selemah ini” batin Mawar


Terdengar langkah sedang mendekati nya, ternyata Umi Dijah dengan beberpa santri termasuk Azizah.


“Umi, maafkan Mawar merepotkan” ucap Mawar


“Tidak apa – apa Nak, Nak Mawar boleh kah Umi bertanya sesuatu ?” ucap Umi sambil memegang tangan Mawar


“Apa itu Umi?”


“Mawar sebenarnya apa yang membuat mu sampai ke sini Nak ? sedangkan NAk Mawar tidak memiliki sanak keluarga di tempat ini?” ucap Umi Dijah


Mawar mendengar nya hanya terdiam dan sedikit berpikir, air matanya tak terbendung lagi, sedangkan Umi Dijah melanjutkan kalimat nya


“Dari mana Umi tahu masalah Mawar, Mawar tidak pernah menceritakan nya kepada siapa pun” ucap Mawar


Umi memanggil Aziza dan memberikan telfon genggam nya.


“Nak Aziza tolong cari video yang kita nonton tadi di TV, Umi nggak paham soalnya kalau sudah di handphone” ucap Umi


“Baik Umi, berita tadi sudah menjadi trending topik di youtube Umi,” ucap Azizah sambil menyerah kan handphone nya, sedangkan Umi Dijah tidak paham ucapan Azizah


Mawar yang melihat Sean sedang mengklarifikasi hubungan mereka, air mata nya mengalir deras, saat itu melihat suaminya, Mawar tidak merasa membencinya tapi hanya ada rindu di mat nya, melihat suami nya yang berwajah datar dan dingin di depan semua orang tapi saat itu wajah sendu nya nampak jelas karena Mawar.


“Pulang lah Nak, demi anak yang kau kandung” ucap Umi Dijah


“Apa?!!! Anak ?? maksud Umi, Mawar hamil ??!!”


“Iya Nak, kamu sudah hamil selama 2 minggu, janin mu masih sangat rapuh, kau harus menjaga nya dan kembali lah demi dia” ucap Umi memegang pundak Mawar


Mawar mendengar nya menangis sesegukan dengan sesekali mengucap syukur, dia sebentar lagi memeiliki Anak, MAwar sangat bahagia mendengar nya.


“Baiklah Umi” ucap Mawar sambil memegang perutnya


“Umi tolong Mawar menelfon seseorang dan Umi yang mewakili saya menjelaskan nya” ucap Mawar


Umi Dijah mendengar itu senang dan mengangguk


Tuan Prabu sedang sibuk bersama dengan istri dan anaknya, menerima laporan dari semua mata – mata yang berada di depan mereka, sedang handphone tuan Prabu sedang berdering sejak tadi di ruangan lain.


“Di mana Mawar saat ini, mengapa sangat susah menemukan nya” ucap tuan Prabu


“Apakah Mawar keluar negri ayah? ucap tuan ROshan


“Tdak, Mawar tidak memiliki Paspor, hmmm tapi baiklah aku akan mencoba nya,” ucap tuan Prabu sambil mencari handphone nya.


Ketika mendapati handphone nya dia melihat lima panggilan tak terjawab dari nomor yang tidak di kenal nya, tuan Prabu menghiraukan nya dan berlalu kembali duduk keruangan yang sejak tadi mereka tempati berdiskusi.


Tuan Prabu sedang mencari nomor pemilik semua bandara di negara ini, tapi nomor yang tak di kenalnya kembali muncul di layar telfonnya.


“Halo” ucap tuan Prabu


“Assalamualaiku Tuan” ucap Umi Dijah


“Waalaikumsalam” balas tuan Prabu dengan semua anggota keluarga meliriknya, karena tidak biasanya ada yang menelfon tuan PRabu dengan mengucap salam


“Apakah benar ini dengan tuan Prabu?”


“Iya benar” ucap tuan Prabu


“Tuan Prabu, Mawar sedang bersama kami dan dia saat ini sedang hamil dua minggu, dia sangat lemah tidak bisa menghubungi tuan jadi saya mewakili nya”


Mendengar ucapan Umi Dijah, tuan Prabu tersontak kaget dan berdiri dari tempat duduk nya, semua orang kaget melihat tuan Prabu dan mereka semua saling pandang dan menunggu Kakek Prabu mematikan telfon nya.


“Di mana Mawar sekarang ?” ucap tuan Prabu,


“Mawarrrr ?” ucap Yolan dengan sangat bahagia, dan semua yang berada di tempat tersebut


BERSAMBUNG…..


🌻🌻🌻


Hindari covid - 19 dan jaga jarak, tetap stay tune ya..


Ditunggu like dan komennya..