
Sean jarang berada di Indonesia, dengan jet pribadinya dia bebas melancong kemana pun dia inginkan, dia bukan ketua Mafia, hanya sifatnya saja yang Mafia, dalam berbisnis kadang menggunakan trik licik untuk menjatuhkan lawannya.
Dia memiliki kekasih, hanya sebagai status, selebihnya sama dengan wanita pada umum yang mendekatinya untuk kepuasan semata dan harta. Sean memiliki itu, kecuali cinta.
...****************...
Mentari sudah memasuki ruangan Sean, dia bangun lalu mandi dan siap-siap ke kantor, persediaan bajunya dalam lemari tertata rapi, karena sejak dulu segala keperluan Sean sudah tersedia di rumah kakek dan nenek nya. hanya karena sudah dewasa dia sudah sangat berubah, pergaulannya juga semakin liar dengan banyak wanita, membuat kakek dan neneknya kesal kepadanya. Walaupun begitu Sean diberi amanah penuh untuk menghandle perusahaan, Kakek Prabu sudah tidak mampu lagi mengurus perusahaan di usia senjanya, orang tua Sean pun sibuk diluar Negeri mengurus banyak anak perusahaan miliknya.
Pintu terbuka, ada aroma masakan yang enak, membuat perut Sean keroncongan, dia masuk menuju suara berisik yang sedang tertawa bahagia di meja makan.
Tatapannya fokus ke Mawar yang pagi ini sangat cantik, tanpa riasan tapi tetap kecantikan alami terpancar dari wajahnya, senyum Mawar, gigi yang putih berjejer, hijab merah kontras dengan kulit wajahnya yang putih berseri, lama Sean menatap. Sampai akhirnya nenek Yolan memanggilnya.
“Sayang, sini sarapan” ucap nenek Yolan
“Kalau kamu sibuk tidak masalah kamu lansung ke kantor saja” tambah kakeknya dengan nada cuek
Mawar hanya diam dan sedikit menunduk.
Sean melanjutkan langkahnya dan dia duduk tepat di samping Mawar, Kakek dan Nenek Yolan melihat itu tersenyum, mereka berdua sangat serasi duduk berdampingan.
“My sweety hari ini nasi goreng nya enak” ucap Sean yang sedang makan dengan lahap
“Sayang, itu buatan cucu perempuan kami, Mawar” ucap nenek Yolan.
Sean lansung melirik Mawar dan mengerutkan alisnya, dia sedikit kesal dengan perlakuan orang tua yang ia sayangi lebih menyukai orang asing dari pada cucu kandungnya sendiri.
Sean berdiri, cium pipi neneknya dan berlalu.
“Humm, penyakitnya kumat lagi” ucap kakek Prabu
...****************...
POV (MAWAR)
Dia sangat tampan dengan wajah perpaduan Arab dan menyatu menjadi satu karya yang luar biasa, tapi mengapa dia sangat cuek dengan kakek dan nenek yang sangat baik begini, aroma tubuhnya sangat wangi, berada di sampingku rasanya aku ingin menghilang, dan lihat dahinya mengerut, dia aneh, buat apa tampan tapi aneh.
POV (SEAN)
Wanita ini berani sekali mengambil kedudukan ku di rumah ini, siapa sebenarnya dia, ku akui dia cantik, tapi aku yakin dia menyimpan rencana liciknya dengan mendekati kakek dan nenek ku, cihh!!!
...****************...
Mawar memberanikan bertanya
“Kakek sebenarnya dia siapa?”
Dengan senyum kakek Prabu menjelaskan nya
“Dia adalah Sean, cucu kakek satu-satunya, kami hanya punya satu anak, Papanya bernama Roshan Hakeem Prabu dan dia menikah dengan wanita keturunan bangsawan Arab, mamanya Sean bernama Adara Abdullah, mereka sekarang sibuk di luar Negri mengurus perusahaannya, SEAN GAOZHAN PRABU, sejak kecil kami yang merawatnya sampai saat ini, dia sudah mandiri, punya rumah sendiri dan yahh begitulah, dia sibuk kamu bisa liat sendiri” jelas Kakek Prabu.
Kakek Prabu mendengar celotehan Mawar.
“Mawar sebenanarnya Kakek tidak hanya menjual lemari tapi banyak hal lainnya, kakek tidak punya toko, tapi kakek punya perusahaan, namanya PC Group, setiap perusahaan atau bangunan, apapun itu yang menggunakan PC, itu milik Kakek.
Mawar mengangguk mendengarnya, setelah sarapan selesai, dengan rasa penasaran akhirnya mencari informasi tetang PC Group diinternet, matanya melotot membaca bagian demi bagian yang tertulis di artikel, betapa bodohnya Mawar tidak pernah mencari tahu semuanya sedari awal.
“aku tidak boleh lama tinggal di sini, aku takut orang beranggapan aku memanfaatkan kakek dan nenek, aku harus pindah, tabunganku sudah sangat cukup untuk menyelesaikan kuliahku dan sewa rumah, untuk makan nanti aku kerja sampingan.
...****************...
Beberapa hari setelah perbincangan itu, Mawar ingin meminta izin ke kakek Prabu dan nenek Yolan untuk mandiri, tidak bergantung lagi dengan mereka.
“Kek, Mawar mau izin” ucap Mawar yang sedikit gugup, takut membuat mereka kecewa.
“Apa itu Mawar, katakanlah Nak” jawab kakek Prabu
“Kakek, Mawar ingin mandiri, Mawar tidak mau bergantung dengan Kakek selamanya, karena Mawar
tahu akan ada saatnya Mawar harus sendiri dengan jalan Mawar tempuh, Mawar takut dengan zona nyaman disini, takut Mawar akan terbiasa, sedangkan Mawar dari kampung, lambat laun Mawar akan kembali ke kampung, mohon kakek dan nenek jangan cegah Mawar, jangan kecewa sama Mawar, kakek dan nenek tetap jadi kakek dan nenek yang Mawar sayangi” penjelasan Mawar dengan lembut.
Kakek dan nenek saling memandang dan seakan mengerti hal ini akan terjadi, mereka menjawabnya
“Mawar kami tidak kecewa bahkan bangga denganmu Nak, kamu ingin mandiri, sangat jarang ada gadis sepertimu saat ini, dengan apa yang kami berikan, kami merasa tulus tanpa berpikir kamu akan memanfaatkan kami” ucap Kakek
“Iya sayang, nenek tetap sayang Mawar, apapun keputusan Mawar kami dukung, Cuma jangan lupakan kami, seringlah berkunjung, dan hubungi kami jika kamu dalam kesusahan” sambil memeluk Mawar.
“Terimah kasih” sambil membalas pelukan nenek Yolan dengan hangat dengan air mata.
“Mawar, nenek sarankan jika mencari tempat tinggal, jangan jauh dari keramaian, supaya aman untukmu, carilah di internet, semua yang kamu cari di dalam sana.
Baiklah nenek, Mawar terima sarannya Nenek, Mawar siap-siap dulu.
kakek Prabu mempersiapkan semuanya, dia menghubungi asisten kepercayaannya untuk mengurus segala keperluan Mawar diluar, tanpa menimbulkan kecurigaan.
Kakek Prabu sudah lama menyiapkan rencana ini, karena dia sudah tau karakter Mawar dengan baik, begitupun dengan istrinya.
Dimulai iklan apartement yang murah muncul di beranda Mawar, setelah itu kakek Prabu sudah menyiapka lowongan kerja di setiap perusahan cabang PC untuk Mawar dengan persyaratan yang mudah tentu saja perusahaan yang tidak menggunakan nama PC Group tapi tetap itu milik Kakek. (Hehehe kakek Prabu mantaplah by thor)
Mawar membereskan keperluannya yang tidak banyak, dulu Mawar menggunakan tas, saat ini Mawar sudah menggunakan koper yang lumayan besar untuk pakaian Mawar dan buku-bukunya.
Mawar mengecek internet untuk sewa rumah, tapi yang muncul adalah apartement, Mawar belum paham seperti apa apartemen, yang ia tau biaya sewanya lumayan murah, dia memasukan semua persyaratannya dan menelpon pihak penyewa, akhirnya mereka sudah janjian, Yang tak lain adalah bawahan kakek Prabu sendiri.
Visual Sean