Mawar Untuk CEO

Mawar Untuk CEO
BAB 22


Beberpa saat nenek Yoland kembali dengan membawa bingkisan untuk Mawar. Saat Mawar membuka nya, mawar tidak percaya itu handphone merek terbaru.


Mawar baru ingin mengucapkan kata – kata nya, nenek Yolan sudah duluan


“Mawar terima, supaya gampang Nenek tahu kamu dimana dan lagi ngapain, nggak usah mikir macem – macem, pokok nya terima saja” kata ucap Nenek Yolan


Mawar replek memeluk nenek Yolan untuk pertama kalinya, nenek Yolan sangat bahagia karena sudah lama Yolan menunggu ini, saat - saat Mawar senang dan sedih, Mawar sudah di anggap seperti cucu kandung nya.


...****************...


Tiba waktu wisuda yang kegiatannya dilaksanakan sore hari untuk fakultas Dion dan Ryo, penutupan paling lambat setelah acara makan malam, Mawar sudah siap - siap dalam kamar, sedangkan kakek dan nenek sedang bersantai di ruang depan TV . Saat Mawar keluar pintu, kakek dan nenek yang melihatnya sangat takjub dengan kecantikan Mawar.


“Kakek dan nenek bagaimana Mawar? Cocok nggak ?” tanya Mawar


Kakek Prabu dan nenek Yolan bersamaan menjawab “Iya cocok”, sangat cocok sayang di tambahkan oleh nenek Yolan.


“Kalau Mawar mau berangkat Pak Somat sudah nunggu diluar,”ucap Kakek


“Iya sayang cepet, jangan smpai terlambat, jangan lupa nelfon yaa kalau butuh sesuatu, jangan lupa juga telfon Pak Somat kalau acara nya sudah selesai, kamu adakan nomor telfon nya?” tanya nenek Yolan


“Iya Nek, ada, di handphone Mawar ada nomor Pak Somat, kakek dan nenek, aman hehehe, Assalamualaikum” balqs Mawar


Sambil mencium pundak tangan mereka berdua.


Setelah Mawar berlalu, mereka kembali berdiskusi


“Sayang, apakah mereka berdua akan bertemu?” ucap nenek Yolan


“Entahlah, tapi harapan ku begitu, aku yakin Mawar yang tepat untuk mendampingi Sean” balas Kakek Prabu


“Bukankah Kakek di undang juga oleh pihak kampus karena menjadi donatur disana?” tanya nenek Yolan


“Iyaa, aku akan kesana sebentar lagi, supaya tidak membuat Mawar susah, kamu tau sendiri laporan yang


dibuat mata-mata ku kalau Mawar di fitnah jadi wanita simpanan, setidaknya jika akan terjadi hal itu, acaranya sudah akan berakhir, akan gampang diselesaikan” balas Kakek Prabu


Prabu Canan, sudah menyiapkan rencananya.


...****************...


Di tempat acara, Mawar memasuki gedung kampus, semua mata tertuju padanya, cantik, tinggi dan ramping, siapa yang tidak takjub, apa lagi Mawar jarang memoles wajahnya, saat wisuda dia memolesnya tipis.


Ryo dan Dion menyambut Mawar bersamaan.


Jika mereka sudah mendekat, para pria lain yang juga naksir Mawar lansung minder di buatnya, karena mereka berdua adalah bentuk terbaik dari lelaki yang ada di fakultas nya.


Mawar hanya mengangguk dan sesekali menjawab pertanyaan. Di tempat lain Trio Princess sudah membuat rencana untuk mempermalukan Mawar.


Setelah rangkaian ucap janji, sumpah, dan memasang toga tanda acara inti berakhir, sesaat Mawar bermimpi sudah ingin di wisuda dan membuat orang tua mereka hadir bangga menyaksikannya, Mawar melihat banyak orang tua yang terharu melihat anak nya saat pemakaian toga.


Suasana sudah santai, semuanya di sibukkan dengan berselfie dengan rekan – rekan seperjuangan. Saat Dion ingin mendekati Mawar, Ryo mencegatnya dan meminta waktu Dion untuk diskusi 5 menit.


“Dion gue tau niat lo, tapi bisa nggak gue duluan yang nyatainnya” ucap Ryo


“Gak bisa gitu dong, gue yang duluan kenal sama dia” balas Dion


“Kalau gitu kita samaan aja nyataiin nya, kita liat siapa yang Mawar pilih di antara kita berdua, ingat salah satunya harus terima ikhlas menerima penolakan, gimana?” tanya Ryo


“Oke siapa takut” sahut Dion.


Mawar dari kejauhan berbincang dengan senior perempuan.


...****************...


Dia berjalan dengan tegap, di dampingi asisten pribadi kepercayaan nya leon.


Leon juga sangat lumayan tampan, wajah Asia nya sangat kental.


Mereka berdua berjalan, dengan Leon berada di smping yang


jaraknya sedikit selangkah dari belakang pria visual Arabic tersebut, balutan jas dan sedikit jenggut halus, mempertegas wajahnya.


Para orang tua yang berlatar belakang pengusaha mengenalnya, kali ini kedatangan Pria keturunan Arab tersebut karena mendapat undangan dari Direktur kampus untuk menjadi motivator kepada mahasiswa yang saat itu sah menjadi alumni.


Saat memasuki ruangan gedung, semua mata tertuju padanya, kecuali Mawar yang hanya melihat handphone nya. Mawar yang sedari tadi tidak sadar jika semua orang di gedung tersebut memperhatikan satu orang, dia cuek bebek, menyampingkan badan untuk mengambil cake dan minuman, karena perut mawar sudah keroncongan.


Si pria menawan melangkah memasuki gedung, dia berjalan menuju tempat yang di sediakanpersis berseblahan dengan Pak Direktur yang sudah menyambut nya dengan senyuman dari tadi, tapi tiba - tiba Mawar berbalik dan


“crshhhhhhhh”


Minuman dan makanannya tumpah di jas milik pria tersebut, Mawar yang kaget belum melihat wajah pria itu, Mawar hanya panik dengan menyimpan piring dan gelas yang di pegang kemudian,


“Astagaaa, maaf maaf maafffff” sambil menarik tisu yang ada di meja dan melap jas pria itu.


Begitupun dengan si pria, belum melihat wajah Mawar dengan jelas,


“shiitttt!!! Berani sekali kau mengotori jas ku” sambil membuka jasnya dan melemparnya ke lantai.


Semua orang dalam gedung tersontak kaget, karena siapa yang tidak mengenalnya, jika dia marah bisa gedung itu di ratakan saat itu juga karena kekuasaan nya.


Mawar mendengar kata itu terus menunduk, dia mulai takut karena memang dia salah, akhirnya dia mendongakkan wajahnya, nampa lah wajah Mawar yang cantik.


Pria itu merasa aneh, jantungnya berdetak kencang untuk pertama kali, dia diam dan berlalu sambil menepuk - nepuk dadanya yang basah, serta jas yang berada di lantai tengah ditenteng oleh asistennya Leon.


POV (MAWAR)


“Mati aku, lelaki di ini marah, apa yang harus aku lakukan, minta maaf seperti apa, dia terlihat sangat arogan, tapi ohh tuhan dia tampan sekali,”


POV (PRIA MENAWAN)


“Berani sklai wanita ini mengotori jas ku, sudah bosan hidup dia. Tapi ini pertama kali nya aku melihat gadis cantik spertinya, cantik yang alami, dan jantung ku, apa yang terjadi dengannya”



Visual Sean



Visual Leon



Kepergian pria tampan, membuat Ryo dan Dion mendekati Mawar tapi sebelum itu pria tampan tersebut sempat melirik Mawar dan melihat dua pria mendekati nya.


“Mawar apakah kau baik – baik saja?” Ryo dan Dion bersamaan bertanya.


“Iya aku baik – baik saja,” balas Mawar


“Humm, Mawar ada yang ingin kukatakan,” Ryo dan Dion saling melirik


Bersambung...