Mawar Untuk CEO

Mawar Untuk CEO
BAB 28


“Hati-hati yang punya pacar dan gebetan di kantor ini, nanti di rebut lohhh” haha tertawa jahat, sambil yang lainnya ikut tertawa.


“Iyaa, apalah daya kita jadi seorang wanita yang real tanpa munafik dan acting polos, jadi semua pria tidak ada yang melirik” hahaha yang lain juga ikut menyahut


“Sabar yaa hahah tidak masalah selama kita tidak menjadi simpanan, kita harus santai, apa lagi menjadi simpanan kakek-kakek” hahaha


Mawar semakin geram, dia berbalik dan berjalan ke arah mereka “Maksud kalian apa mengatakan seperti itu, apakah kalian punya bukti?” ucap Mawar


“Kenapa Mawar? apakah kamu merasa bahwa kamu memang simpanan? Kami tidak membahas tentangmu?” ucap salah satu tukang gosip.


“Kamu pikir aku bodoh? terus siapa yang kalian bahas sedari tadi diruangan ini?” jawab Mawar.


Semua yang berada di kantor telah memperhatikan mereka, tidak hanya itu diruangan lain pun ada yang menyaksikan adegan tersebut melalui layar Ipadnya, siapa lagi kalau bukan Tuan Sean Gaozhan Prabu, CEO PC Grup.


“Leon cepat cari tau siapa wanita wanita itu, berani sekali dia mengganggu Mawar dengan ucapannya yang juga menjelekkan nama kakek ku” kata Sean dengan sangat geram.


“Baik tuan” balas LEon


Sebelum Leon beranjak pergi, Sean kembali memberi perintah “Tunggu Leon, aku ingin melihat apa yang akan di lakukan Mawar, aku sedikit penasaran dengan dirinya” ucap Sean.


“Baik Tuan” humm sepertinya Tuan Sean sudah benar – benar jatuh cinta padanya batin Leon


...****************...


“Tidak, kamu tidak bodoh, hanya saja kamu murahan dan jalang” kata salah satu tukang gosip dengan suara lantang dan menyiram baju Mawar dengan kopi yang sedari tadi dia pegang.


Semua nya kaget, tapi Mawar hanya menatap sinis dengan senyum jahat nya mengambang. Sambil melangkah maju menatap wanita yang menyiram nya tadi, wanita itu juga hanya menatap tajam ke Mawar.


Mawar dengan sedikit berbisik, "Iya benar aku memang ******, aku memang murahan, lantas bagaimana dengan mu? aku pernah melihat mu di sudut ruangan bersama OB ciuman dan di tempat lain aku juga melihatmu sedang melakukan hal menjijikan dengan asisten manager bagian gudang dan semuanya tersimpan rapi di handphoneku, apakah kau ingin melihatnya?"


Wanita tadi diam seribu bahasa, nyalinya seketika ciut, dan tangannya gemetar, yang menyaksikannya heran dan penasaran apa yang dibisikan Mawar sehingga wanita yang terkenal bar – bar itu menciut.


Mawar melangkah dan ingin kembali ke meja tempat kerjanya “Ops aku lupa sesuatu” sambil membuka botol minumannya lalu menyiram nya tepat berada di atas kepala wanita tadi.


Dengan senyum yang susah di artikan, Mawar pun berlalu.


...****************...


Yang melihat kejadian tersebut, tidak akan pernah berpikir lagi untuk menindas Mawar, mereka tidak tau ada sisi Mawar yang seperti itu, yang setiap harinya hanya terkesan sabar, cuek, anggun dan wibawa. Begitupun dengan Sean yang sangat takjub dengan Mawar.


“Pantas kakek memilih dia, aku sudah tahu alasannya,” ucap Sean


Mawar merasa tidak nyaman makan siang dikantor setelah kejadian itu, Mawar memutuskan makan es krim di taman untuk menenangkan pikirannya.


Mawar duduk termenung melihat orang berlalu – lalang, sambil membayangkan senyum kedua orang tuanya, Mawar sangat rindu, sebentar lagi wisuda, Mawar berencana untuk pulang dan mengajak mereka ke acara wisuda Mawar dan ingin sekali rasanya membuat orang tuanya menetap di kota, tapi sepertinya sulit karena masih memikirkan kata penduduk desa. Tiga tahun berlalu, air mata Mawar tak terasa bercucuran, tiba-tiba Mawar tersadar dengan adanya tangan yang menyentuh pipinya.


“Kak Dion?”” Mawar sedikit kaget dan menjauhkan tubuhnya karena Dion sedikit dekat


“Ehh sorry Mawar, tadi aku tidak sengaja lewat dan melihatmu duduk sendiri” kata Dion


Mawar memperhatikan Dion dengan setelan jasnya, begitu pun dengan Dion memperhatikan Mawar sedari tadi, “Mawar semakin cantik dengan style wanita karir begini” batin Dion.


“Kak Dion sudah kerja? rapi sekali kak, gimana kabarnya?” tanya Mawar


“Iya War, Kakak bantuin orang tua kakak di kantor, dari pada nganggur kan? kamu sendiri kerja belum wisuda gimana kuliahnya, awas loh kuliah tertunda” jawab Dion.


“Loh Kak Dion tahu aku kerja, aku kan nggak pernah cerita” jawab Mawar.


“Iyalah Mawar, liat kamu pakai ginian pastilah kamu kerja, hehehe” timpal Dion.


selama ini Dion mengawasi Mawar dari jarak jauh, ingin mendekat tapi waktunya selalu tidak pernah tepat, Dion mengetahuinya dari Seto yang ternyata teman futsal Dion, Seto yang selalu bercerita bahwa memiliki junior cantik yang masih magang bernama Mawar, akhirnya


Mawar pun berlalu, dari kejauhan dalam kaca mobil yang terparkir ada Sean yang memperhatikan Mawar dengan pria lain, dia terus mengepalkan tangan nya, ketika Dion memegang tangan Mawar saat menahan nya, Sean tanpa sengaja meninju kaca pintu mobil terdengar sedikit keras.


“Awas kau Mawar, berani skali kau berduaan dengan lelaki lain, bermesraan di depan umum, tidak bermoral, tunggu pembalasanku”. Batin Sean


Sean terbakar rasa cemburu tanpa dia sadari, mobil nya pun melaju ke ruamh kakek Prabu, sampai di halaman rumah tuan Prabu mobil nya terparkir di halaman. Kakek Prabu dan istri nya saling menatap heran, karena Sean tidak biasa nya kerumah mereka di jam seperti ini.


Sean berjalan menuju pintu, langkah nya berhenti melihat gadis yang sedang berlari ke arah nya, dan memperhatikan tatapan gais itu sangat tajam seakan – akan melahap Sean dengan sekali terkam.


Sean hanya senyum seringai dengan ucapan “Macan betina ku yang manis” gumam Sean.


Mawar berdiri di depan pintu sambil mengatur nafas nya karena berlari tadi, Sean sudah berjalan dan berdiri tepat di belakang nya, sebelum Mawar menekan bel, pintu sudah terbuka otomatis, Mawar berjalan dan berlari ke ruangan yang selalu di tempati tuan Prabu dan istri nya bersantai.


“Kakek? apakah kakek baik – baik saja?” nenek apakah nenek baik – baik saja?” ucap Mawar.


Mereka berdua saling menatap heran dan melirik cucunya, Sean sekilas mengedipkan mata tandanya bahwa ini ulah dia, kakek dan neneknya tersenyum dan paham maksud dari cucunya tersebut.


“Aduh kakek akhir akhir ini malas makan rasanya ada yang aneh, mungkin kakek rindu dengan masakan mu, makanya kakek memanggilmu kesini” ucap kakek


“Iya, nenek juga begitu, rindu masakanmu Mawar”


Mereka berdua sudah mulai berakting, Mawar yang polos lansung percaya.


"baiklah kakek Mawar hari ini akan masak kesukaan kakek dan nenek, tunggu Mawar memasak dulu, kakek dan nenek istarahat saja" Mawar berlalu menuju dapur sambil melirik sinis ke Sean.


Bersambunv, stay tune yaa..