
Hari yang baru, hidup yang baru.
Mawar sudah memulai pagi nya seperti biasa yang Mawar lakukan di kampung nya, membereskan ruangan nya lalu ke Masjid untuk membersihkan, menyapu dan mengepel lantai Masjid.
Semua di lakukan Mawar sebelum shalat di laksanakan, begitupun hari – hari berikut nya, Mawar membersihkan tempat shalat, menyapu, mengepel, dan membersihkan pekarangan Masjid dengan sangat cekatan, Imam Masjid sangat senang karena Mawar rajin, hari hari berlalu Mawar habiskan di tempat itu, tanpa terasa sudah 3 bulan berlalu.
Kegaiatan Mawar saat ini kuliah siang dan membersihkan Masjid dan malam nya sebelum Mawar mengerjakan tugas yang di berikan dosen Mawar berpikir untuk mencari pekerjaan sampingan lain, karena jika mengharapkan uang simpanan dari bapak sama ibu, pasti akan habis dan dia mau makan apa kedepan nya, selama 3 bulan ini Mawar hanya makan Mie Instan, dia membeli banyak persiapan sebulan, dan ongkos lain nya adalah air untuk minum, membeli buku dan peralatan kampus ( tulis menulis ) dan sepasang sepatu yang harga nya sangat murah, untuk Mawar asal cocok dan bisa di pakai beberpa bulan ke depan itu sudah patut di syukuri, karena sepatu lama Mawar sudah sangat rusak.
Mawar tetap sabar dan kuat. Belum lagi ke depan nya banyak tugas yang akan di kerjakan menggunakan laptop, beberpa bulan ini setiap ada tugas yang pengerjaan nya membutuhkan laptop, Mawar meminjam laptop milik teman nya atau mengerjakan tugas teman kelas nya sekalian Mawar di beri pinjam laptop, tapi Mawar berpikir tidak mungkin akan seterus nya Meminjam laptop teman nya.
Di kampus Mawar sudah mulai berbaur dan mulai memiliki banyak teman, banyak juga yang naksir tapi m
Mawar tidak ingin pedulikan.
Banyak teman Mawar berpikir Mawar kos atau ngontrak, tidak banyak dari teman Mawar mengetahui tentang Mawar karena Mawar juga tidak ingin menceritakan kehidupan nya ke teman – temannya, Mawr tidak ingin membuka luka yang berusaha ia lupakan. Mawar tidak ingin di kasihani.
Di kampus Mawar terkadang menelan air liurnya sendiri saat melihat temn teman nya belanja semaunya, makan dan jalan – jalan, selama ini Mawar hanya ketahui selain kampus itu adalah Masjid. Setelah itu Mawar dia tidak pernah kemana- mana lagi.
Teman – teman Mawar selalu mengajak Mawar untuk jalan keliling kota dan ke tempat hiburan tapi Mawar selalu menolak nya dengan halus, ketika Mawar sedang berpikir untuk untuk ikut ajakan teman nya, tiba –tiba muncul bayangan kedua orang tua nya yang sangat ia rindukan dan akhir nya Mawar mengurungkan niatnya.
Selama 3 bulan ini Mawar terus mengirim surat ke alamat sekolah nya dengan tujuan ke ibu Wiwi, karena handphone Nawar sudah rusak dan tidak mampu beli yang baru, untung lah Pos masih beroperasi, Mawar yakin jika surat surat yang tujuan awal nya hanya untuk kedua orang tua nya bisa menyemangati mereka, Mawar sebelum nya sudah sepakat dengan wali kelas nya untuk selalu mengabari lewat surat dengan memakai alamat sekolah mereka.
Dalam surat nya Mawar juga tidak ingin memberikan alamat tempat Mawar tingaal karena pastilah orang tua nya khawatir, Mawar hanya memberi tahukan bahwa dia dalam keadaan baik – baik saja.
🌻🌻🌻🌻🌻
Surat mawar :
untuk ibu Wiwi
Di SMAN #######
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokhatuh,
Salam santun dan hormat saya kepada ibu wali kelasku tercinta, ibu Wiwi, semoga ibu selalu dalam keadaan sehat wal afiat.
dengan surat ini Mawar ingin memberitahukan kalau mawar alhamdulillah di sini sehat selalu, ibu Wiwi tercinta sekira nya Mawar minta tolong untuk membacakan isi surat saya kepada beliau Bapak dan ibu Mawar, Mawar akan sangat berterimah kasih untuk itu.
Assalamualaikum Bapak, ibu ku tersayang.
Bidadari bumi ku,
Ini Mawar, alhamdulillah Mawar dalam keadaan sehat walafiat, di tanah yang asing ini Mawar telah belajar berbagai hal, belajar bersyukur di setiap waktu, belajar bersabar dengan segala yang di tetap kan, dan belajar menahan rindu untuk kembali kepangkuan bapak dan ibu.
Di kota ini, Mawar memiliki banyak teman yang baik, yang menerima Mawar apa adanya, membantu Mawar dan mendukung Mawar.
Mawar hidup sangat baik di sini sesuai dengan amanah bapak dan ibu, Mawar makan yang banyak dengan menu makanan yang tidak ada di kampung kita, nanti Mawar akan jemput bapak dan ibu mencicipi masakan di kota ini.
Mawar kuliah dan seperti biasa, Mawar selalu menjadi yang terbaik di kelas Mawar, semua teman – teman Mawar bersorak untuk Mawar, tapi Mawar tetap lah merendah sesuai dengan amanah Bapak, Mawar tinggal berdampingan dengan Masjid, jadi Bapak dan Ibu tidak usah khawatir, Mawar di sini aman, bukankah ada doa Bapak ibu yang dari jauh selalu melindungi Mawar ??
Bidadari dan Bidadara bumiku,
maafkan Mawar yang selalu menyusahkan bapak dan ibu, Mawar mungkin tidak mampu membahagiakan kalian di dunia ini, tapi Mawar akan berusaha menjanjikan syurga untuk Bapak dan ibu,
Bapak berkat uang dari bapak dan ibu, Mawar sangat terbantu, insyaa Allah suatu hari nanti Mawar akan mengganti nya menjadi lebih banyak lagi, saat ini Mawar juga kerja di perusahaan sebagai tukang bersih – bersih untuk kerja sampingan walaupun gaji nya kecil menjadi tukang bersih- bersih tapi cukup untuk menghidupi Mawar di sini bu.
Bapak ibu, jangan lelah doain Mawar yaa agar sukses dan berhasil di sini, Bapak ku syang semoga Allah selalu memberi Bapak kesehatan dan Bidadari bumiku, ibuku sayang semoga Allah juga menyehatkan ibu dan memberikan umur berkah untuk kita semua, maafkan anak mu ini, bapak ibu aku rindu, bahkan sangat, tapi aku yakin dengan doaku dan doa bapak ibu adalah tameng yang kuat untuk Mawar yang jauh di sini, sabarlah bapak ibu, Allah sedang menilai kita, dan aku anak mu akan memberikan yang terbaik untuk kalian,.
Salam rindu
Wassalam, Mawar mu..
🌻🌻🌻
Setelah surat itu di baca oleh bu Wiwi yang saat ini sedang berada di rumah Mawar, ibu Wiwi menangis dan Pak Pras, bu Dewi juga menangis sejadi jadinya, ada sesak karena rindu kepada anak semata wayang mereka. Bu Wiwi beranjak memegang pundah bu Dewi.
“Bu Dewi, percayalah, semua nya akan berlalu, ibu harus semangat demi Mawar” ucap Bu Wiwi
“Bu Wiwi terimah kasih untuk segala nya, saya tidak tau cara membalas bu Wiwi, tolong beri tau saya jika alamat rumah nya sudah ibu dapatkan,” balas Bu Dewi
Baik Bu, saya permisi pulang dulu, insyaa Allah jika ada surat dari Mawar, saya akan membawa nya ke Ibu.