
Mawar memeluk mereka berdua, melepas rindu yang begitu besar.
“Maafkan Mawar Bu, ku mohon maafkan Mawar “ tangis Mawar sangat keras, tak terbendung. Dokter memberikan isyarat untuk membiarkan tangis nya yang besar, karena itu bagus untuk penyembuhan Mawar.
Tak lama berpelukan, Sekar mendekat dengan mata yang sudah sembab.
“Mawarr...” dengan suara lirih dan air mata Sekar kembali berderai
“Mawarrr maafkan aku” tangis Sekar
Mawar lansung memeluk Sekar dengan erat.
"Sekarrr kau dari mana saja, aku merindukan mu,” ucap Mawar dengan tangisan pilu, karena juga sangat merindukan sahabat nya.
Lama mereka semua saling menangis, saling memeluk dan melampisakan kerinduan yang dalam. Dari kejauhan mata Mawar melihat Sean.
Mawar mengangguk, mengisyaratkan Sean mendekat, Sean mendekat dengan tertatih. Mendekat dan duduk di hadapan Mawar.
“Sayang bagaimana kabar mu?” ucap Mawar
“Mengapa matamu sembab, apakah kau menangis?”
"siapa yang menyakitimu?” ucapan Mawar sambil memegang pipi Sean dengan tersenyum.
Sean mendengar ucapan manis Mawar heran dan terkejut, tapi Sean sangat senang, karena senang tak terbendung spontas Sean memeluk erat Mawar, sampai Mawar sesak. Mawar memukul pundak Sean
“Hey apakah kau ingin membunuh ku?” ucap Mawar
Sean mengerutkan alis nya “Apakah kata – kata tadi hanya untuk membalas dendam kepadaku saja? ucap Sean
Tiba- tiba Mawar memeluk Sean dan berbisik ditelinga Sean “Aku sadar dengan ucapan ku, karena aku tau kau mencintai ku, aku mendengar semua ucapan mu saat aku tertidur” ucap Mawar sambil tertawa kecil hihihi
Sean yang mendengarnya malu dan menutupi malunya dengan ucapan yang sedikit emosi
“Sepertinya bukan hanya tubuhmu yang sakit tapi juga otak mu” ucap Sean sambil berlalu, dengan wajah datar tapi senyumnya terlihat sedikt samar, menandakan Sean sangat bahagia.
Semua yang melihat nya ikut tertawa melihat pasangan baru ini.
...****************...
“Dokter Diana, bagaimana langkah selanjutnya agar Mawar sembuh total dari sakitnya?” tanya Sean
“Kita harus memberi tahu kan Mawar tentang sakitnya dan meyakinkan Mawar dia mampu melewatinya setelah itu, kita harus mempertemukan dengan orang yang dari masa lalunya” ucap Dokter Diana
“Maksdu Dokter, Mawar harus bertemu dengan lelaki itu?” balas Sean
“Iya betul, karena terakhir kali Mawar sakit karena orang itu, kita harus menyelesaikannya,” balas Doketr Diana
“Baiklah Dok” jawab Sean.
Sean sangat geram mendengar pernjelasan dokter Diana, Sean tidak rela mereka bertemu, bagaimana jika mereka kembali, bagaimana pun Mawar dulu pernah mencintainya, Sean sangat khawatir dan takut kehilangan Mawar, Sean ragu dengan perasaaan Mawar terhadapnya Karena Mawar tidak pernah menunjukan rasa sukanya kepada Sean.
“Jika Mawar kembali padanya, apa yang harus aku lakukan” pikir Sean
“Hummm tapi demi kesembuhan Mawar, apapun yang terjadi akan kulakukan” batin Sean
Semua orang berada dalam ruangan Mawar, kondisi Mawar semakin membaik, dia bisa berjalan dan bercerita banyak di hadapan semua orang, karena melihat kondisi Mawar, mereka semua mulai memberi Mawar penjelesan sesuai arahan dokter Diana.
“Maksudnya Ibu, Mawar harus bertemu seseorang? dengan begitu Mawar akan sembuh dan bisa keluar dari ruangan ini?” tanya Mawar
Karena sakit yang mendalam, Mawar menyembunyikan nama Agung sangat dalam dari lubuk hatinya, sampai Mawar lupa siapa orang yang akan di temuinya.
Mawar melihat orang – orang di sekelilingnya dan mengangguk.
“Kapan aku bertemu dengan orang itu Bu?” tanya Mawar
“Sebentar lagi” jawab Ibu nya.
Tatkala berdiskusi, tiba – tiba dokter Diana muncul memberi kode bahwa yang di tunggu sudah datang.
Semua yang berada dalam ruangan Mawar keluar kecuali Sean, dia menunggu semua nya keluar dari ruangan itu dan ingin memberi Mawar sesuatu.
Sean mendekat dan membuat Mawar gugup dan wajah Mawar kembali memerah, Sean yang melihatnya lansung memeluk Mawar dan membisikan di telinga nya
“Mawar aku tidak tahu dengan perasaan mu terhadapku, tapi selama bersamamu sampai saat ini aku yakin dengan rasaku, apapun yang terjadi kamu harus ingat ada aku yang akan selalu mendukung mu, percayalah Mawar apapun yang terjadi, kamu bahkan tidak denganku, aku akan tetap di sana mendukungmu” ucap Sean sambil melepaskan pelukan Mawar dan mengambil cincin berlian yang Sean simpan di saku celananya dan menyematkan ke jari manis Mawar, dan berlalu.
Mawar mendengar nya sedikit terharu dan tidak mengerti dengan ucapan Sean,
“siapa yang akan pergi, siapa yang aku hadapi”, gumam Mawar.
Sean berada di depan pintu mendekat ke Agung “Kau tahu, jika bukan untuk kesembuhan Mawar, jangankan berbicara dengan nya, kau melirik nya pun aku tidak akan membiarkan mu, ingat dia istri ku”, ucap Sean dengan penuh tekanan.
“Aku tahu, dia istri mu dan aku mencintai nya, dari awal sampai saat ini hanya ada aku di hati nya” balas Agung sambil memasuki ruangan dengan sebuket Bunga
Sean mendengar ucapan Agung rasanya ingin menghancur kan sebuah gedung.
...****************...
Semua nya berpindah ke ruangan lain yang di lengkapi alat penyadap dan kamera CCTV yang berada di ruangan .awar.
“Mawar....” ucap Agung
Membalikkan badan nya, dan menatap Agung sangat lama dan dalam.
“Mawarr, ini aku Agung” ucap Agung
Mawar sudah mulai bereaksi, Mawar berteriak “Berhenti, stop di situ!!” ucap Mawar, Mawar sudah berpindah tempat memegang leher nya yang terasa sesak, memukul mukul dada nya.
“Mawar maafkan akuu” ucap Agung dengan derai air mata dan mendekati Mawar.
“Diam katakuuu, behentiii, pergiii” teriak Mawar dengan air mata mengalir di pipi nya
“Pergiiiiiii, kau jahatttt, pergiiiiiii” teriak Mawar dengan histeris.
Diruangan lain Sean sudah ingin berlari karena melihat kondisi Mawar pada layar, tapi Sean di cegat oleh Papa nya, semua yang menyaksikan tegang.
“MaWar maafkan aku, aku mencintai mu, aku merindukan mu, Mawar aku tahu aku salah, ku mohon maafkan aku, dengarkan penjelasan ku” ucap Agung
“Apa? maaf kata mu?! segampang itu ?? apa kau tahu yang telah kulalui beberapa tahun ini ?? apa kau tau dengan perasaan ku ??” balas Mawar Dengan derai air mata
“Aku tahu Mawar, aku sangat menyesal, aku bodoh, Mawar maafkan aku, beri aku kesempatan” ucap Agung
“Agung Yoga Budiman, kau tahu?? Aku sakit bukan karena kau tidak menikahi ku, bukan karena kau meninggalkan Aku, aku sakit karena saat aku di permalukan, saat orang tuaku berderai air mata, apa yang kau lakukan ? DIAM!!!! DIAMMU itu yang menyakitiku” teriak Mawar.
🌻🌻
stay tune ya kakak readers,
Jangan lupa like dan komennya.