
Sean terjatuh dan posisi Mawar berada di atasnya, tapi Mawar belum sadar dengan posisinya, Mawar tetap panik dengan keadaan Sean “Aduh maafkan aku, aduh masih sakit bagaimana Tuan, Tuan Sean maaf,”
Sean sudah berhenti mengeluh, Sean memeluk Mawar, memegang pinggangnya erat, Mawar kaget, dia membisu, mereka saling menatap dan Sean mendekatkan wajahnya, pandangan mereka bagai magnet yang saling tarik menarik.
Wajah Mawar kembali merona dan jantungnya berdegup kencang, sesaat matanya sayup, sedangkan Sean yang niat awalnya hanya menjahili Mawar tapi entah berubah menjadi nafsu, Ketika bibir Sean semakin dekat, Mawar di kagetkan dengan ada benda yang keras menyentuh perutnya. Mawar kaget dan memukul-mukul dada bidang Sean, Sean juga sontak kaget dan melepaskan pelukan Mawar.
Mawar berlari “Dasarrrr pria Gilaaaa mesummmmmm”.
Sean tertawa terbahak-bahak untuk pertama kalinya “Hahahahaha” di sisi lain Sean menyalahkan adiknya di bawah sana yang mengagetkan Mawar, seandainya Mawar sudah merasakan morning kiss, argghhhh. Pekik Sean!
...****************...
Sean kembali ke apartemennya yang sudah lengkap, tanpa sadar Leon juga berada dalam apartemen
memperhatikan tingkah tuannya yang sesekali bersiul, bernyanyi dan senyum-senyum sendiri, Leon sudah menebak bahwa tuannya sedang jatuh cinta Cuma dia juga tau bahwa gengsi Tuannya terlalu tinggi untuk mengakuinya.
“Leon , hari ini kau mengendarai mobil yang mana?” tanya Sean.
“Rolls Royse Tuan, “ balas Leon
“Bagus, hari ini aku ajak Mawar ikut dengan ku” timpal Sean.
Setelah siap ke kantor, Sean melihat Mawar di lobi sedang berjalan untuk menunggu taksi. Sean mempercepat langkahnya dan tiba di samping Mawar.
“Kau ikut denganku, aku akan mengantarmu” ucap Sean.
“No, aku tidak butuh” balas Mawar
“Kau mau jalan sendiri ke mobil ku atau aku memakai caraku sendiri di tempat ini” sahut Sean dan berlalu.
Mawar kaget dengan ucapan Sean, Mawar sangat
geram, akhirnya Mawar ikut, Mawar tahu dia akan menjahilinya lagi di depan umum.
Sepanjang perjalanan, Mawar hanya diam, sedangkan Sean yang sedari tadi memainkan ponselnya, karena hening, Sean punya ide lagi untuk mengerjai Mawar, dia menelfon Mawar.
Setiap Mawar mengangkat Sean mematikannya, 5 kali berulang, Mawar sudah terlihat gerah, wajah Mawar mengisyaratkan akan menghancurkan handphonenya seketika karena panggilan misterius, Sean yang melihatnya, memalingkan wajahnya dan tersnyum puas.
sedangkan Leon melihat Tuannya sudah menebak bahwa itu adalah ulahnya.
“Mawar bisakah kau memberitahu kekasihmu kalau kau sedang sibuk, telingaku sakit mendengr handphonemu, merusak konsentrasiku” ucap Sean
“Bukan kekasih, mungkin in telfon dari fans gila” balas Mawar
Mendengar kalimat Mawar, Sean bahagia karena Mawar belum punya kekasih, tapi dia juga tidak terima di sebut fans gila.
Sean melirik Leon yang sedang menyetir, Leon tersenyum, seakan dia paham bahwa tuannya kalah. (hahahaha)
“Apakah kamu merasa cantik? sampai kamu punya fans” timpal Sean .
Mawar menghadap ke Sean dan mendekatkan wajahnya tepat didepan Sean dengan spontan “Apakah menurut mu aku tidak cantik?”
Sean menelan ludahnya dengan susah, jarak wajah Mawar hanya beberapa senti dari wajahnya dan wajah Mawar sangat mempesona.
Aroma parfum Mawar yang harum tercium oleh Sean, membuatnya terdiam seribu bahasa, antara ingin melahap makanan yang sudah tersaji di depan matanya atau menghindarinya.
Karena respon spontan Mawar, membuat Sean diam, Mawar menarik wajahnya kembali dan tertawa kecil "Kau terdiam berarti aku cantik hahaha”, kata Mawar.
Tiba-tiba Sean menarik mawar dan “Mmmmmuahh” kiss lima detik mendarat indah di bibir Mawar, setelah itu Sean memalingkan wajahnya dan tersenyum licik dan kembali memainkan handphone miliknya.
“Manis” Batin Sean
Sedangkan Mawar diam, lututnya terasa ngilu, dia memalingkan wajahnya, sesekali memegang bibirnya dan mengumpat dalam hati.
"Aku tidak ingin bertemu dia lagi dasar pria gila, syko, mesum".Batin Mawar
“Tuan memang licik, hummm” batin Leon.
...****************...
Sebagai anak magang, Mawar terbilang cukup sibuk dengan aktifitas kantornya, tidak jarang untuk urusan kampus Mawar mengikuti kuliah online karena tidak bisa hadir di tempat kuliah. Mawar selalu di beri beban kerja berbeda dari yang pegawai kantor tetap, Mawar juga selalu di ikutkan dalam rapat – rapat oleh maneger kantornya.
Managernya sudah tahu semenjak mendapatkan perintah secara khusus untuk Mawar, ia sudah curiga Mawar bukanlah wanita biasa. Di lihat dari penampilan serta wibawanya Mawar sudah menunjukan aura yang berbeda, tanpa manager kantor tahu fakta yang sebenarnya kalau Mawar hanyalah anak kampung yang beruntung.
Di sela kesibukan Mawar, Kak Seto menghampirinya dengan membawa paper bag yang isinya susu coklat dan sandwich, Kak Seto adalah teman kantor satu-satunya yang selalu menolong dan tulus untuk Mawar.
Saat Mawar di perlakukan tidak adil oleh rekan kerjanya, Kak Seto yang selalu menolongnya, walaupun Mawar bisa membalas, tapi selama itu hanya menyuruhnya melakukan sesuatu tanpa menghinanya, Mawar hanya menurut dan cuek, tanpa mempermasalahkannya.
“Mawar, ini untukmu cepat makan, aku yakin kamu belum sarapan, mukamu pucat hari ini” ucap Kak Seto
“Makasih Kak, paling baik” dengan senyum Mawar membalasnya, padahal Mawar pucat karena ulah pria yang dia selalu panggil Gila pagi ini. Hufffff..
“Kenapa Mawar? ada masalah?” ucap Seto
“Ehh nggak Kak, biasa aja” balas Mawar
“Oh yaa kamu sudah menyelesaikan file yang aku kirim kemarin? Pak Riyan sudah memintanya” ucap Seto
“Sudah Kak, tunggu aku kirim balik ke emailnya Kakak” Mawar berjalan ke mejanya sambil memgang paper bagnya.
kantor sudah memfasilitasi dengan dapur yang persediaanya untuk minum atau ingin membuat minuman sendiri. Beberapa gadis sedang berkumpul membuat minuman favorit mereka masing – masing, sambil bergosip tentang Mawar.
“Heyy kamu liat gadis sok cantik itu? dia tadi terlihat pucat” ucap salah satu dari mereka.
“Benarkah? mungkin semalam habis .....? hahahah” sahut yang lainnya.
“Iyaa, sepertinya dia memiliki banyak teman pria, karena aku tidak pernha melihatnya ngobrol dengan rekan wanita, semuanya pria”.
“Apakah dia simpanan??”
“Aku sempat mendapatkan informasi, bahwa di kampusnya ada wanita yang menjadi simpanan kakek-kakek kaya raya”
“Jangan – jangan dia lagi orangnya”
“Iya iya, atau sekarang beralih ke manager kita, soalnya mereka selalu jalan bareng, entahlah bisnis atau hanya akting belaka”
“Bener kamu bener banget, aku juga curiga”
Gadis yang tengah kumpul dan bergosip itu tanpa ia sadari Mawar sedari tadi mendengar ocehan mereka dengan menahan emosinya, Mawar berjalan dengan tegap, diam dan aura dingin terpancarkan menuju tempat minum yang disediakan oleh kantor.
“Hati-hati yang punya pacar dan gebetan di kantor ini, nanti di rebut lohhh” haha tertawa jahat, sambil yang lainnya ikut tertawa.