Mawar Untuk CEO

Mawar Untuk CEO
BAB 63


Sean mengingat calon anak yang akan melengkapi kebahagiaan mereka.


“Dokter bisakah saya bertemu dengan istri saya “ ucap Sean


“Baiklah tuan, tapi kami harap hanya beberpa menit dan berikan kami keputusan agar kami bisa melakukan penanganan dengan cepat” ucap Dokter


Dokter mengarahkan Sean memasuki ruangan tersebut, dan semua dokter yang siap menjalani operasi salah satu dari bagian tubuh itu, di beri kode untuk keluar sebentar.


Sean melihat istrinya yang terbaring, lemah, pucat di penuhi darah, peralatan medis sudah berada di tubuhnya, hatinya hancur berkeping – keping. Sean mendekati Mawar dan menggenggam erat jemarinya.


“Mawar Zulaikha Prasetya...” ucap Sean lirih dengan derai air mata


“Mawar Zulaikha Prasetya....” ucap Sean yang kedua kalinya dengan menahan tangisnya terasa pedih.


“Mawar, istriku, apakah kau sangat begitu egois ? apakah kau akan meninggalkan aku sendiri ? apakah kau pikir aku akan baik – baik saja tanpamu ? Mawar, ku mohon.. bisa kah kau bertahan untukku dan anak kita ? apakah kau tak ingin melihat wajahnya ? baiklah, aku akan mengalah, biarlah anak kita mirip denganmu dalam segala hal, ku mohon Mawar, jangan lakukan ini padaku,” ucap Sean dengan derai tangisnya.


Dalam tangisnya sean megingat pesan Mawar untuk menyelamatkan anaknya. Sean menatap layar detak jantung Mawar.


“Mawar, apakah kau mendengarkanku,? Aku mencintaimu, sangat mencintaimu, maafkan aku” ucap Sean lirih dan berlalu.


Sean nampak keluar dari ruangan, semua orang menantikan keputusan Sean, Sean berjalan mendekati Dokter, "Dokter, selamatkan anak kami” ucap Sean


“Baiklah tuan” balas Dokter dan berlalu memasuki ruangan


Tuan Roshan memeluk anaknya erat dan Sean menumpahkan kembali tangisnya “Pa, aku suami yang jahat, Pa aku tak bisa hidup tanpany tapi dia menginginkan aku menyelamatkan anak kami,” ucap Sean dengan sesegukan.


...****************...


Di sebuah ruangan, Lampu operasi masih menyala, Semua masih menunggu dengan perasaan sedih dan khawatir.


Sean menenagkan diri nya dan menuju ruang VVIP untuk mengganti baju nya dan melaksanakan shalat.


Dengan khusuk Sean melakukan ibadah shalat nya dengan derai air mata.


“Ya ALLAH Ya Tuhanku, kekasih Mawar”


“Terimah kasih telah mempertemukan aku dengannya, mencintainya dan memilikinya”


“Sejatinya dia milik- Mu, maka aku akan meminta nya padaMU,” tangis Sean pecah


“Tuhanku yang Maha Agung penguasa langit dan bumi,”


“Penguasa dari segala kuasa, pemilik kehidupan”


“Ku mohon berikan Mawar kehidupan sedikit lebih lama bersama ku, aku tahu Engkau menjanjikan tempat yang sangat layak untuk nya tapi apakah Engkau adil dengan ku ? aku mencintai nya, aku masih ingin bersama nya, ku mohon... untuk Mawar dan malaikat kecil kami, aku meminta nya tulus dari-MU, kembali kan mereka ke sisi ku, sedikit saja ...” doa Sean dan tangis nya.


...****************...


Setelah munajat doa - doa terbaik Sean, dia kembali menuju ruangan tempat Mawar namun tidak menemukan siapa – siapa di sana, ruangan tampak kosong yang berarti operasi nya telah selesai. Sean berlarian mencari keberadaan mereka dengan panik.


“Suster di mana pasien yang beru saja selesai operasi? Cepat katakan dan bagaimana keadaa nya ?” ucap Sean


“Berada di ruang itu tuan, maaf tuan” ucap Suster sambil menunjuk ke arah ruanagn lain


Sean berlari ke ruangan tersebut, melihat jasad yang tertutup kain, kaki nya terasa lemah, air mata nya kembali mengalir dengan deras, tangan nya terasa berat, Sean melangkah dengan lunglai.


“Mawarrrrrrrrrrrr.......” teriak Sean


“Mawarrrrr,, sayang bangun.....”


“Mawar.. kau benar – benar tega meninggalkan ku???”


“Mawarr demi malaikat kecil kita, bangun lah....”


Sean merasa sesak, Sean serasa ingin melenyap kan hidup nya sendiri dan ikut bersama istri yang di cintai nya itu.


“Mawar,, apa arti nya aku dan anak kita tanpa mu?” ucap Sean yang sesegukan


Beberapa saat kemudian Tuan Roshan menegur Sean,


“Seann, apa yang kau lakukan di sini ?” ucap tuan Roshan yang berdiri di luar ruangan


Sean yang mendengar suara itu menatap keluar ruangan melihat Papa nya berdiri, melihat yang berada di ruangan bukan lah kakek dan nenek nya atau orang – orang yang iya kenal dan yang melihat tingkah Sean pun kebingungan.


“Papa ??, Mawar di mana Pa?” tanya Sean


“Mawar dan anak mu berada di ruang VVIP, kami membawa nya melalui jalur lift yang baru karena yang lama terlalu kecil” ucap Papa Roshan


Sean mendengar nya berlari “Paa bagaimana keadaan Mawar pa ?” ucap Sean


“Ikut Papa,” ucap tuan Roshan


Sean dan tuan Roshan menuju VVIP nya, Sean berlari mendekati Mawar yang masih dengan selang pernapasan berada di tubuh nya, detak jantung nya normal, Sean sangat senang melihat nya dan tanpa sadar Sean lansung bersujud syukur.


“Pa, bagaimana dengan anak ku Pa?” ucap Sean


“Anak mu berada di ruangan sebelah, bersama Kakek dan Nenek nya” ucap Papa Roshan dengan senyum


Sean mendengar nya berlari.


Suara tangisan bayi yang khas, terdengar melengking, Sean dengan hati berdebar mendekati nya, untuk pertama kali nya dengan haru, suara tangisan bayi nya


terasa indah, air mata Sean berjatuhan, seorang malaikat kecil berjenis kelamin laki – laki itu, berwajah manis, berkulit putih, sangat sempurna perpaduan Mawar dan Sean.


Semua yang menyaksi kan Sean dengan tangis nya mendekati Sean dan memeluk nya.


“Selamat sayang” ucap mama Dara


“Terimah kasih cucu ku” ucap kakek dan nenek nya yang memeluk Sean penuh haru


“Nak Sean terimah kasih" ucap pak Prasetya dan bu Dewi dengan tangis haru.


“Nak Sean, adzan nin malaikat kecil mu nak,” ucap ibu Dewi


“Baik Bu” ucap Sean


...****************...


“Dok, apa yang terjadi dengan istri saya ?” ucap Sean


“Untung lah kecelakaan terjadi pada nyonya Mawar saat usia kandungan nya memasuki usia untuk


melahirkan, saat itu kami ragu karena nyonya Mawar kehabisan banyak darah dan detak jantung nya juga lemah, tapi pada saat putra tuan kami selamat kan, detak jantung nyonya tiba – tiba kembali normal, hanya kondisi tubuh nya lemah dia masih koma saat ini, saya harap tuan selalu menemani nya agar nyonya bisa segera sadar, karena ikatan batin itu penting” jelas dokter


“Baik Dokter” ucap Sean


Dua minggu berlalu Sean di warnai tangis bayi lelaki itu yang di beri nama “Aydan sema prabu yang artinya (lelaki pemberani anak dari Sean dan Mawar).


Masih dengan ruangan yang sama, Sean yang setiap hari berada di ruangan itu bersama orang – orang yang di cintai nya yang memberi nya semangat tanpa lelah dan membantu Sean, perusahaan sesekali di kelola oleh tuan Roshan dan kakek Prabu.


B. E. R. S. A. M. B. U. N. G....