
mengapa aku tidak pernah melihat tempat ini ?” bukankah dulu sewaktu aku rapat di kantor ini tidak ada pemandangan ruangan dan yaa semuanya terlihat baru untuk ku, apakah Sean sudah mendekorasi kantor nya ?” tanya Mawar sambil menenteng Lunch Box nya dan berjalan di belakang Leon.
Leon yang mendengar nya menjawab dengan hati – hati karena Leon tidak ingin ada paparazi atau penyadap di ruangan Mawar lewati.
“Jalur ini paling dekat menuju ruangan tuan Sean nyonya, dulu yang nyonya lewati jalur VIP, tapi yang barusan itu VVIP, hanya untuk nyonya dan tuan Prabu, tuan Roshan, tidak ada lagi” jawab Leon singkat.
“Ooh begitu, kantor Sean memang luar biasa” jawab Mawar dengan mengagumi suami nya.
“Sayang..” sapa Mawar sambil membuka pintu
“Hay sayang,” Sean berjalan ke arah Mawar, memeluk nya dan mencium kening nya
Leon yang melihat tuan nya di balik pintu terbuka seperti itu, mengurungkan niat nya untuk memasuki ruangan, Leon menutup ruangan dan berlalu.
“Aku rindu” peluk Mawar dengan manja
“Aku juga, apa yang kau bawa sayang?” tanya Sean
“Aku membawakan mu makan siang, aku tahu kamu belum makan karena sibuk” balas Mawar
“Aduh mati aku, masakan Mawar memang lezat, tapi tadi aku sudah makan siang, kalau makan lagi perutku akan sakit “ batin Sean
“Kok ngelamun, ayo sini aku suapin” ucap Mawar sambil duduk di kursi yang etrsedia untuk tamu
“Eh tidak sayang, aku hanya melihat mu begitu cantik siang ini” jawab Sean, mengalihkan pembicaraan.
“Lebih baik memakan Mawar saja dari pada makan lagi membuat perutku sakit” batin Sean dengan senyum licik nya
Sean mendekat duduk di samping Mawar. Mencium pundak Mawar, Mawar yang melihat nya menegur
”Sayang ayo makan cepat lah, jangan membuat hal aneh, ini kantor, sini buka mulut mu aaaa” sahut Mawar
Sean mengambil sendok yang di pegang Mawar, meletakkan nya dan menggendonng Mawar ala bride style, memasuki kamar istrahat yang juga terdapat di dalam ruangan kantor Sean.
“Sayang, apa yang kau lakukan, turunkan aku cepat” Mawar meronta ronta
“Sayang aku lebih ingin memakan mu saat ini dari pada msakan mu, kenyangkan dulu si kecil itu” jawab Sean sambil melirik atah celana nya
Sean memang selalu bernafsu saat melihat istri nya, berbeda dengan wanita pada umunya, Sean akan bermafsu jika wanita tersebut agresif menyentuh Sean.
Mawar mendengar nya membuat wajah nya merona kembali, “Mengapa kau begitu mesum?” tanya Mawar
Sean meletakkan Mawar di kasur empuk milik nya dan menjawab pertanyaan Mawar “Aku hanya mesum kepada istri ku, apakah itu salah?”
Mawar belum menjawab pertanyaan Sean, Sean sudah kembali mencium bibi Mawar dengan lembut perlahan semakin dalam dan membuat nya mengeluarkan suara, Mawar sudah mulai belajar merespon ciuman yang dibuat oleh Sean.
Sean membuka satu persatu benang yang melekat di tubuh istri nya itu, menecup nya tanpa melewatkan sedikit pun karena tubuh Mawar memiiki aroma khas dengan tubuhnya yang sangat indah.
Sean kembali bergulat dengan brutal, membuat ruangan dengan penuh ******* kenikmatan, Mawar kembali menjerit sakit di balut nikmat, sedangkan Sean sangat menikmati tubuh istri nya dan ******* Mawar yang menggoda, semakin Mawar memohon untuk berhenti, semakin semangat Sean melakukan nya.
...****************...
Beberapa jam berlalu, mereka terkulai lemas, Sean memeluk istri nya dan membisikan “AKu mencintaimu” dan mencium kening Mawar yang mata nya sudah terpejam karena lelah ulah suami nya.
Melihat Mawar terlelap, Sean membersihkan diri, dan menyelimuti istri nya, Sean kembali keluar dan memanggil Leon.
“Leon apakah semua nya aman?” tanya Sean
“Iya tuan, semua pegawai sudah bubar, sudah jam pulang kantor” jawab Leon
“Baiklah, kita menunggu Mawar bangun lalu pulang” jawab Sean.
...****************...
“Halo Nona Helen “ sapa seseorang melalui telfon
“Hari ini tuan Sean menerima tamu dan membawa nya ke lift VVIP, seorang wanita”
“Baiklah” jawab Helena dengan tersenyum licik
...****************...
Helena berusaha mendekatkan diri ke Sean, mencoba merayu Sean tapi tidak segampang yang Helena bayang kan, Sean sudah memasang tembok pembatas yang kokoh, tapi Helena tidak akan menyerah sebelum mendapatkan yang di inginkan nya, Helena menginginkan Sean dan perusahaan miliknya.
Sean sedang bersantai di rumah bersama Mawar karena hari itu sedang libur kantor, Sean menghabiskan waktunya di rumah, menemani istrinya.
“Sayang, aku bosan yukk jalan” rengek Mawar dengan manja, Sambil memeluk Sean yang sedang nonton.
“Ke mana sayang? kalau hanay di kota ini aku bosan bagaimana kalau kita ke rumah Papa saja di Inggris?” balas Sean
“Ihh jangan, kalau ke sana harus ajak Bapak sama Ibu, trus ajak Kakek dan Nenek, oy Kakek masih di Jepang? emang Kakek punya perusahaan di Jepang?” balas Mawar
“Iya deh, tapi aku malas keluar sayang, di rumah aja yaa, humm sepertinya Kakek akan merencanakan membangun perusahaan di sana” balas Sean sambil tersenyum.
“Kakek hebat yaa sayang” ucap Mawar
“Lebih hebat cucu nya dong” balas Sean yang tidak mau kalah.
Saat mereka sedang bermesraan, tiba – tiba Helena menelfon. Sean kaget melihat nama Helena di layar ponsel nya.
“Sayang aku mengangkat telfon ini dlu” sambil berlalu
“Tidak seperti biasa nya, siapa yang menelfon dia? mengapa harus menjauh dariku?” batin Mawar
Tiba – tiba Sean datang menghampiri Mawar dengan membawa jaket, “Sayang aku menemui klien penting dulu, tunggu aku, tidak akan lama” ucap Sean sambil menegcup kening istri nya.
“Sayang, kalau begitu aku ingin jalan dengan Sekar, boleh?” tanya Mawar
“Boleh, asal kan sopirku yang mengantarmu jalan” ucap Sean dan berlalu
“Oke sayang” balas Mawar, yang juga berlari untuk mengganti pakian nnya.
Mawar meraih telfon nya dan memberikan info ke sahabat nya tersebut.
...****************...
Sekar telah menunggu mawar di rumah nya
Tok..
Tok..
Sekar membuka pintu dengan semangat, “Mawarrrrrr aku merindukan mu” sambil memeluk sahabat nya itu
“Sekarr aku juga merindukan mu” jawab Mawar
“Tumben, dimana Mr. Arrogant mu? Nggak ikut dia ?’ haha tanya Sekar dengan candaan
“Hahah nggak, dia lagi sibuk dan beruntung banget bisa dapat izin ,menemuimu” jawab Mawar
“Sekar yuk jalan ahh, aku bosan bangen, aku belum puas dengan kota ini, Temenin aku yaa” rengek Mawar
“Siappp Bu Boss, tapi aku ogah pakai sopir dan mobil milk mu, nggak bebas ke mana mana, kasian juga kalo Oak SopIrnya nungguin kita mulu” jawab Sekar
“Oke deh, ntar aku suruh dia balik duluan” ucap Mawar
🌻🌻🌻
stay tune di detik - detik bab terakhir yaa kaka readers