Mawar Untuk CEO

Mawar Untuk CEO
BAB 29


Mereka berdua sudah mulai berakting, Mawar yang polos lansung percaya,


“baiklah kakek Mawar hari ini akan masak kesukaan kakek dan nenek, tunggu Mawar memasak dulu, kakek dan nenek istarahat saja" Mawar berlalu menuju dapur sambil melirik sinis ke Sean.


“Hay my sweety, ummah” mencium dan memeluk neneknya.


Kakeknya hanya duduk dan diam melihat tingakh cucunya yang sudah ia tebak jika memiliki keinginan.


“Sean apa yang kau lakukan sekarang, berbohong ke Mawar dan membawa nama kami berdua” ucap nenenk Yolan


“Nenek, Mawar di kantor tidak bekerja, hanya di kelilingi banyak pria, sejam yang lalu dia berduaan di taman dengan pria lain lagi, membuatku kesal dan mengerjainya menyuruh Mawar datang ke sini” ucap Sean lurus dan sedikit nada kesal


Kakek Prabu hanya tersenyum sedangkan nenek Yolan lansung tertawa


“Hahah apakah kau cemburu sayang? sudahlah akui saja, nenek mendukungmu,”


Sean terdiam mendengar neneknya.


...****************...


Dion menyelidiki dan ternyata Mawar yang dia cari beberapa bulan ini, Dion pikir Mawar pindah karena sejak kejadian di wisuda, kabar tentang Mawar sampai pihak kampus semua menutupinya, Mawar tidak pernah terlihat lagi di kampus seperti biasanya ternyata Mawar sudah bekerja.


“Aku kuliah online Kak, jadi kuliah aman, hehe oh iya sewaktu wisuda maafkan Mawar karena semuanya berantakan karena Mawar” ucap Mawar


“Nggak apa-apa War, bukan salah kamu kok, oh ya kakek yang waktu itu benar adalah kakek kamu?” tanya Dion


“Bukan Kak, dia adalah malaikat Mawar yang baik hati ” jawab Mawar


Mawar tidak ingin membahsanya lebih jauh, takutnya Mawar akan menimbulkan masalah lagi, setelah Dion melihat ekspresi Mawar, Dion tahu kalau Mawar tidak ingin membahas lebih jauh urusan pribadinya.


Dion hanya sedikit khawatir kedekatan keluarga tuan Prabu dan Mawar, jika hanya menolong Mawar tanpa maksud lain, dia akan sangat lega karena jika ada, Tuan Prabu adalah lawan yang paling sulit, bahkan sampai detik ini tuan Prabu belum pernah bertemu dengan lawan yang sebenarnya.


...****************...


handphone mawar berdering kembali dan dia melihat nomor yang sama dengan si peneror tadi pagi.


“Halo, Assalamualaikum”


“MAWAR PULANG KERUMAH KAKEK SEKARANG! KAKEK MENCARIMU!”


Tuttt...


Tuttt..


Telfon berakhir begitu saja.


****************


Mawar sangat kaget mendengar suara yang menelfon tadi, Mawar sangat marah dan geram tapi karena mendengar nama Kakek, Mawar panik dan lansung pamit kepada Dion yang berada di dekatnya, sebelum Mawar beranjak pergi Dion menahan Mawar dengan memegang tangannya.


“Mawar boleh kakak meminta nomor telfonmu?” tanya Dion.


Mawar mengangguk dan memberikan nomornya,


“Mawar itu nomor ku, save yah...” ucap Dion


“Baik Kak, aku permisi, Assalamualaikum”


Seseorang yang sejak tadi menatap semuanya dibalik kaca mobil mewahnya membatin


“Tidak mungkin, dia bukan tipeku, aku hanya khawatir dia mempermalukan keluarga kita, bukan kah Kakek sudah mengumum kan kalau dia cucu nya?” ucap Sean sambil pergi meningalkan kakek dan nenek nya menuju kamarnya.


“Dasar kekanak-kanakan” ucap kakek nya sambil saling memandang dengan senyum ke istrinya.


...****************...


Di dapur Mawar berkutat dengan peralatan dapur, memasak dengan cekatan sambil berbicara sendiri.


“Dasar pria Gila, dia mengerjaiku, awas saja kamu, tunggu pembalasanku” ucap Mawar


Beberapa saat aktifitas dapur selesai, Mawar sudah menyajikan dengar rapi di meja makan, Kakek dan Nenek sangat puas dan senang dengan masakan Mawar, setelah makan mereka kembali ke kamar untuk istrahat, seperti biasa Sean makan setelah jam tidurnya, Mawar menyimpan sebagian makanan untuk Sean dan di simpan di meja makan tertata rapi di tutup dengan lapisan keramik.


“Mawarrrr, apakah kau sengaja menyimpan masakan ASIN ini untukku?” teriak Sean


Mawar dengan tersenyum menjawab “Iya,”


“Berani sekali kau melakukannya, kau pikir Kakek bisa melindungimu dariku? aku bisa melakukan apapun Mawar untuk membuat macan sepertimu jinak.” Ucap Sean dengan marah


“Aku tidak pernah takut denganmu, kamu sendiri yang lebih dulu mencari masalah denganku,” balas Mawar dengan kesal


“Maksud kamu karena Morning Kiss itu?” Sean lansung membahasnya membuat Mawar salah tingkah, dengan ekspresi Mawar seperti itu, Sean mendapatkan ide liciknya kembali.


“Apakah itu sentuhan bibir pertamamu dengan laki – laki?” Sean semakin melangkah mendekati Mawar dengan senyum seringai yang jahat.


Mawar semakin salah tingakah, dia sudah sangat gelisah dengan melakukan banyak gerak tidak jelas.


Drrttt….


Drtttttt..


Dion memanggil..


Mawar, mengangkat telfon tersebut sambil membelakangi Sean


“Halo assalamualaikum Kak Dion” ucap Mawar


mendengar nama laki - laki lain Sean lansung menarik lengan Mawar, meraih handphone milik Mawar lalu menghempaskannya ke lantai, Mawar menyaksikan handphonenya hancur dengan syok, Sean kembali menarik Mawar cukup keras. Mawar yang tidak mampu menyeimbangkan dirinya terjatuh ke samping dan reflek menarik Sean dan jadilah Mawar dalam posisi tertindih Sean dan bibir mereka bersentuhan.


Dengan segala yang mereka lakukan terekam jelas dalam kamera CCTV, Kakek dan Nenek yang berada di kamar menyaksikan semua yang terjadi, mereka tertawa, seakan akan rumah besar itu kembali hidup dengan adanya Mawar.


”Cepat minggir” ucap Mawar sambil berdiri dan berlari ke kamar.


Sean berdiri melihat ekspresi Mawar sedikit tertawa


“Heeyy Mawar kau mau kemana, kau harus betanggung jawab denganku” sambil tertawa.


“Dasar pria GILAAAA, pria MESUMMMM”timpal Mawar dengan teriakan dan menutup pintu kamarnya.


Mawar memngatur nafasnya di balik pintu kamar sedangkan Sean tertawa penuh kemenangan.


...****************...


Mobil sport putih terparkir tepat berada di depan gedung PC Grup, sepasang kaki jenjang menggunakan heels melangkah ke dalam kantor PC Group, semua tatapan tertuju padanya, postur tubuh yang sangat tinggi, berkulit putih, mengenakan dress yang bagian atasnya menunjukan pundaknya yang putih, dada yang sedikit lebih besar dari ukuran standar wanita pada umumnya, kaki jenjangnya terlihat jelas, hidung yang mancung dengan memakai kaca mata hitam, rambut sebahu, semua yang di kenakan bermerk, membuat semua wanita iri dengannya.


Dia berjalan menuju lift yang hanya bisa di gunakan oleh Sean dan Leon dan orang penting lainnya, para karyawan yang sudah bekerja beberapa tahun sudah hafal wajah dan mengetahui siapa wanita itu, dia adalah Jessie, yang kabarnya tunangan Bos mereka CEO Sean, yang keluarganya orang terkaya nomor dua setelah PC Group.


...****************...


FLASHBACK


Jessie adalah pacar pertama Sean sejak Sean kuliah di Inggris dan Jessie adalah wanita yang membuat Sean banyak berubah sehingga Kakek dan Neneknya tidak menyukai Jessie.


Orang tua Sean merestui siapapun yang Sean pilih, mereka tidak tahu apa – apa dengan anaknya, mereka mengenal Jessie karena Sean pernah mengajaknya ke rumah mereka di Inggris.