Mawar Untuk CEO

Mawar Untuk CEO
BAB 31


“Aku merestuimu tapi dengan ikuti syarat Nenek, biarkan dia berangkat lebih dulu ke Inggris kamu akan berangkat setelahnya, kamu bisa membuntutinya saat tiba di Inggris, jika dia kembali ke rumahnya


setelah kepulangannya dari Negara ini, aku mendukungmu menikahinya dan kirimkan Nenek foto saat dia berada didepan gerbang rumahnya” kata nenek Yolan


“Hanya itu? baiklah” kata Sean.


Sean sangat bahagia dengan syarat nenek Yolan karena Sean yakin Jessie akan kerumahnya sepulangnya dari Indonesia. Selama bersama Jessie, Sean sudah hafal dengan aktifitas Jessi.


Jessie selalu pulang kerumahnya setelah bertemu Sean, keluar rumah hanya meminta Sean selalu mengantar, clubbing dan semua kegiatan Jessie, Sean yang mengantarnya dan have fun bersama.


Saat Sean keluar ruangan, mendekati Jessie “I am so sorry baby, kamu harus pulang sendiri” ucap Sean


“Whatttt???? Are you crazy?” ucap Jessie yang kaget tidak percaya


“I will prepared a gift for our engagement, wait me, tomorrow I will back to England to meet you” sambil mencium tangan Jessie.


Akhirnya Jessie setuju dan memeluk mereka. “I will miss you”.


“Bye grandma and grandpa”, Jessie berlalu ke mobil yang di sediakan.


...****************...


Tuan Prabu meilirik istrinya kemudian tatapannya beralih kepada Sean,


“Tunggu kakek dan nenek, besok malam kami akan menyusulmu ke Inggris, kakek punya urusan untuk kakek selesaikan terlebih dahulu”. Ucap kakek Prabu


Akhirnya Sean berangkat dan menyusul Jessie, sampai di bandara Inggris Sean berlari melihat Jessie dari kejauhan menaiki taksi.


Beberpa saat kemudian wajah Sean berubah menjadi datar melihat jalan yang dituju Jessi bukan jalan menuju ke rumahnya, Sean heran dan melihat Jessi berhenti di sebuah rumah yang sangat Sean hafal, itu rumah Jack, sahabat Sean.


Sean masih berpikir positif didalam taksi, Jessie dan Jack sudah tak terlihat, mereka sudah memasuki rumah Jack. Akhirnya Sean keluar mobil dan jalan menuju rumah Jack, di depan pintu Jack, Sean mendengar suara rintihan aneh, tanpa pikir lagi Sean dengan pelan membuka pintu rumah Jack yang tidak dikunci.


Betapa kagetnya Sean melihat Jessie tidak menggunakan sehelai benangpun di tubuhnya, dan Jack yang hanya menggunakan boxer, terlihat jelas di mata Sean pakaian Jessie berserakan di lantai.


“Jessie how a ***** you are!!! Aarrrghhhhhh fucking shitttt!!!” sambil meninju pintu dan Sean pergi.


...****************...


Sean tiba dirumah orang tuanya, tanpa sepatah kata Sean masuk kekamar nya,


”Sayang, are you oke?” tanya Mamanya


Orang tua Sean heran melihat tingkah Sean yang tidak seperti biasanya, mereka menelfon kakek Sean


“Halo Pa kenapa Sean terlihat sangat aneh” kata pak Roshan kepada Papa nya.


Seketika Tuan Prabu menjelaskan semua tentang Jessie.


“Baiklah Pa, serahkan semuanya kepadaku, Papa tenang saja, Roshan akan mengurusnya di sini” ucap pak Roshan


“Kapan kau akan kembali?” tanya kakek Prabu


“Tunggu semuanya stabil Pa, perusahaan kita disini tidak ada yang mengurusnya dan banyak musuh yang berusaha akan menjatuhkan kita”. Jawab pak Roshan.


“Baiklah, jaga cucuku dengan baik” sambil mematikan telfonnya.


Pak Roshan atau ayah Sean hanya tersenyum melihat tingkah Papanya itu.


“Kenapa sayang?”tanya istrinya


...****************...


Saat Sean keluar kamar dia datang menemui Papanya, meminta izin untuk masuk ke perusahaan, Tuan Roshan menyetujuinya dengan senang hati karena akan di bantu oleh Sean, di perusahaan Sean hanya fokus untuk menghancurkan keluarga Jack dan Jessie, perusahaan keluarga Jack bangkrut dan perusahaan keluarga Jessie tidak bangkrut tapi mereka rugi ratusan juta dollar, karena Sean menarik sahamnya.


Semua yang dilakukan Sean mendapat dukungan dari Kakeknya yang mengirim beberapa file kelemahan


lawan. Sean juga menerima flashdisk yang berisi banyak video sisi lain Jessie selama ini yang Sean tidak ketahui.


Dia menyimpannya dan sejak saat itu Sean kembali ke Indonesia mengambil alih kerjaan Kakeknya dan tuan Prabu mengundurkan diri.


Karena kebiasaan di Inggris, Sean selalu bergonta ganti pasangan, banyak artis, model, di Indonesia maupun luar negeri yang bersama nya, hanya bertahan paling lama sebulan, skandal nya juga banyak, tapi karena Sean berkuasa, media di bungkam, berita nya hanya bertahan sehari, setelah nya hilang.


Flash off#


...****************...


Jessie memasuki ruangan Sean dengan santai, sedangkan Sean sedang berdiskusi masalah perusahaan dengan Leon. Sean sontak kaget dengan kehadiran Jessie berdiri di depannya. Sean berdir lalu Jessie tiba – tiba memeluknya dan mencium Pipi dan bibirnya.


“Helloo my baby, how are you, I miss you so much” sambil melingkarkan tangan Jessie di leher Sean.


Jessie lumayan tinggi, hampir sejajar dengan Sean jadi sangat mudah baginya mencium dan mendekap Sean.


Sean hanya diam, dia tidak bersemangat menyambut Jessie, karena mereka berdua sudah sejak lama tidak berhubungan, terakhir kali Sean sangat kecewa dengannya.


“Leon, siapkan rapat 10 menit lagi “ ucap Sean dengan melepaskan tangan Jessie


“Baik Tuan,” Leon keluar menyiapkan rapat


“Untuk apa kamu datang kesini, apakah kamu tidak merasa malu berada di hadapan ku?” ucap Sean


“Sean I just missing you, aku tidak malu denganmu, kamu sudah melihat tubuh ku tanpa menggunakan apapun bahkan kau sudah merasakannya” ucap Jessie dengan nada bule nya


Sean hanya diam dan ingin beranjak keuar ruangan tapi Jessie tiba - tiba mencium bibir Sean, ******* bibir Sean, sedangkan Sean pria normal terpancing dengan Jessie dan Sean pun sudah lama tidak melakukannya. Setelah beberapa menit, Sean melepaskan dan keluar ruangan menuju rapat.


“Sean I am waiting” ucap Jessie


“Depens on you” balas Sean. “Jangan harap aku terbujuk rayuanmu, wanita sampah, batin dan senyum licik Sean terlihat jelas.


...****************...


Dalam ruangan rapat yang sangat luas Sean saat ini sudah di tunggu oleh semua peserta rapat dari berbagai manager perusahan cabang yang di naungi PC Group, untuk laporan tahunan, tidak terlewatkan perusahaan tempat kerja Mawar.


Mawar menunggu dengan was – was,


“Semoga pria gila itu tidak mengenaliku, ada beberapa wanita di sini, kenapa sih perusahaan tempat aku bekerja juga berada di naungan PC Group, sedangkan namanya tidak tercantum PC Group sama sekali, aduhhhh aku harus bagaimana kalau Sean melihatku, habislah aku” batin Mawar.


Saat Sean masuk dengan wajah datar, semuanya berdiri memberikan hormat, hawa dingin terasa, karena biasanya Sean tidak akan segan memecat manager yang tidak mampu presentasikan laporan atau menjawab pertanyaan Sean.


Rapat telah di mulai, mata Sean sepintas melirik Mawar yang sedari tunduk dan menghindari Sean, “Macan


betina juga hadir, bagus skali, aku ingin mengetesnya” batin Sean


sedangkan Leon sudah memperhatikan Tua nya


“Entah apa lagi yang akan terjadi saat ini, semoga semuanya berjalan lancar, tanpa amukan Tuan”.