Mawar Untuk CEO

Mawar Untuk CEO
BAB 45


Harap Bijak Ya 🌷🌷+ !!


Yang bocil diharap minggir, baca ini termasuk pelanggaran, bukan untuk ditiru yang belum memiliki kekasih halal yah,


Anyway ini hanya imaginasi 🤭😂😂


...****************...


Sean masih beraksi dengan tubuh Mawar, setiap bagian titik sensitif Sean kecup secara bergantian, tangan Sean membuka perlahan ikatan jubah handuk Mawar, Sean tengah diburu nafsu Sean sudah tahu Mawar sangat gugup karena tangan nya terasa dingin dan nafas nya pun berpacu, tapi Sean sangat menenangkan Mawar dengan kembali memeluknya. Walaupun ikatan belum terlepas dengan sabar Sean menuntun tangannya kepundak Mawar.


Melonggarkan jubah yang menutupi pundak yang begitu ideal, sedikit demi sedikit jubah terbuka, pundak Mawar terlihat separuh dan Sean melihat ada bekas cambukan di sana, lalu Sean mengecupnya.


Sean sudah di buru nafsu, Mawar di gendong ala bride style dan membaringkan nya dengan sangat hati-hati dan lembut di atas kasur empuk mereka.


Posisi Mawar sudah berada di bawah tekukan Sean.


“Sean aku...” ucap Mawar


“Apakah aku tidak tahu masa itu sudah berakhir? aku tahu Mawar, apakah kau masih ingin menolak ku?”ucap Sean dengan serius


“Apa yang harus aku lakukan, aku takut, tapi kalau aku menolak nya aku berdosa, dia suami ku” batin Mawar


Melihat Mawar yang diam Sean tahu Mawar sedang berpikir “Sayang, aku ingin dirimu seutuh nya, bolehkah?”


Mawar mendengar Sean hanya mengangguk, membuat Sean sangat bahagia, Sean mengecup kening istri nya dan membisikan “Sayang, bisakah kau berhenti memanggil nama ku dan mengganti nya menjadi sayang?” ucap Sean


“Sayang..” ucap Mawar


Sean mendengar itu menciium dengan lembut yang ada pada wajah Mawar, pipi kanan dan kiri Mawar, hidung dan mengecup bibir nya dan dilanjut dengan ciuman yang membuat Mawar sesak, Mawar berusaha menyeimbanginya tapi tak bisa, sesekali Sean lembut dan membuat Mawar kehabisan nafas karena pergulatan daging kenyal Sean yang liar di rongga mulut Mawar, Sean yang paham bahwa Mawar baru pertama kalinya, berusaha mengontrol diri.


Dengan ciuman itu, Sean sudah melepas segala penutup yang berada di tubuh nya, Mawar yang sedari tadi menutup mata berusaha menyimbangi ciuman Sean, kini merasa aneh, tubuhnya dingin, dia sadar saat ini Mawar sudah tidak menggunakan apa-apa lagi, Mawar merasakan tangan Sean meraba tubuh nya, membuat Mawar merasa panas dan rasa yang tak bisa di jelaskan.


Sean sudah ke pemandangan himalaya yang indah, Sean sangat takjub dengan semua yang berada pada Mawar, Sean berusaha selembut mungkin, Sean mengeluarkan segala keahlian nya dalam bidang itu, dan akhir nya Mawar sudah terlihat rileks, dengan menutup mata nya, merasakan segala sentuhan lembut Sean yang membuat nya sesekali medesah, membuat Sean semakin semangat.


Sean sudah di perut Mawar dan mencium nya hingga ke paha dan menuju ************, Mawar tidak ingin membukanya tapi Sean dengan tehniknya membuat Mawar tak bisa menolak karena kenikmatan, setelah melihat kenikmatan yang berada di depan nya, Sean merasa menjadi lelaki beruntung di dunia ini.


Sean memainkan sesuatu disana, membuat Mawar menggelinjang dan mendesah,


Sean kembali mencium kening Mawar “Sayang mungkin akan terasa sakit, tapi percayalah padaku” Ucap Sean


Mawar hanya mengangguk dan merasa ada sesuatu yang menyentuh bagian intim nya, sangat keras dan seakan dia mencari sesuatu.


Sean berusaha menyesuai kan posisi nya agar Mawar tidak kaget dengan ukuran Sean yang lumayan besar, membuatnya susah mendapatkan letak pintu kenikmatan Mawar, dan akhir nya dengan lembut Sean mendorong milik nya, Mawar terpekik kesakitan sedangkan belum setengahnya, Sean menghentikan aksinya dan kembali mencum Mawar dan mengulum bibir Mawar.


Setelah Sean merasa Mawar rileks dan fokus ke ******* bibir Sean, Sean kembali mendorong milinya, setengah dari kepemilikannya membuat Mawar mendesah dan akhirnya Sean sudah tidak bisa menahan kenikmatan sedang di rasakannya, Sean mendoronng miliknya penuh membuat Sean dan Mawar mendesah bersamaan.


Sean sudah menggerakan pelan milik nya, pelan tapi pasti membuat Mawar tak karuan, bercak merah sudah beradu di sana, membuat kingbad bercak dan ruangan kamar yang penuh dengan suara ******* sepanjang malam.


Malam yang indah, penyatuan cinta Mawar dan Sean.


Mawar sudah merasa lelah, Sean masih dengan tangan meraba raba tubuh Mawar, sesekali meremas gunung yang indah dan kenyal itu, mengelus paha mulus Mawar, membuatnya gila dan akhirnya Sean merasa akan mencapai puncak kenikmatan dan ******* panjang mereka berdua, Sean menyimpan bibit - bibit hasil cinta mereka di rahim Mawar dan terkulai lemas.


Sean membaringkan tubuhnya di samping Mawar, mencium kening Mawar “Trimah kasih sayang”. Ucap Sean


Mawar sudah lelah menutup matanya dan tertidur, sedangkan Sean yang melihat istrinya lemas, mencium nya kembali, menyelimutinya dan memeluk Mawar, dan juga ikut tertidur dengan pulasnya.


...****************...


Suasana istana Sean yang dulunya terasa sepi, saat ini terasa hidup dengan kehadiran Mawar yang telah menjadi istri nya, wanita yang dulu nya di panggil macan betina, kini berubah menjadi sayang, yang dulunya Sean selalu ingin membuat Mawar marah saat ini berubah menjadi 360 derajat, sifat periang Mawar kini telah kembali.


Hari – hari nya telah banyak berubah, di setiap ruangan hanya ada dua sejoli yang sedang di mabuk cinta, saling mengungkapkan cinta, bercanda gurau, menikmati masa – masa indah pengantin baru seperti sepasang pengantin baru pada umum nya.


“Sayang, sarapan...” teriak Mawar


“Tunggu sayang......” jawab Sean yang sedang berada di ruang kerjanya.


Sean kembali di buat takjub dengan style Mawar yang tampak seksi, Sean melihat tubuh istri nya dengan penuh gairah di pagi hari, tapi setiap ingin melakukan nya, Sean akan berpikir dulu untuk menaklukkan istri nya, Mawar sangat cerdas, tidak semudah wanita lain yang terkadang dengan senyum mereka sudah klepek – klepek.


Kali ini Sean sangat memikrkan ide nya dengan teliti, Sean ingin mendapatkan Mawar kembali.


“Sayangg ayo sarapan, kok bengong aja sih “ ucap Mawar


“Abis nya kamu cantik sayang” balas Sean dengan senyum nya yang hangat


Mawar hanya tersenyum datar.


“Apakah semuanya baik – baik saja?” tanya Mawar sambil mengolesi roti sean dengan coklat


“Hummm aku sedang mencari dokumen di ruang kerjaku tapi aku tidak menemukan nya, aku lelah” dengan nada berat ucap Sean


“Apakah dokumen nya sangat penting?” tanya Mawar


Sean membalas nya dengan anggukan.


Bersambung….


Stay tune yaa..


Like dan komen nya🌻