Mawar Untuk CEO

Mawar Untuk CEO
BAB 46


“Aku akan membantu mencari nya, makanlah, aku yang akan mencari nya, bagaimana ciri – ciri dokumen itu?” tanya Mawar


“Dokumen nya bersampul merah dengan label nama perusahaan kita” jawab Sean


“Baiklah tunggu aku” jawab MAwar


Mawar berlalu menuju ruangan kerja sedangkan Sean tak lama kemudian ikut memasuki ruang kerja dengan sangat pelan Sean menutup pintu lalu menguncinya, dan menekan tombol yang hanya Sean bisa membukanya, berbeda dengan kamar yang Mawar bebas mengunci nya, kali ini ruangan kerja tempat Sean berkuasa.


Mawar dengan serius mencari dokumen itu di setiap rak dokumen, ruangan kerja Seans sangat luas dengan fasilitas apartemen di dalam nya, meja singgasana kerja yang sangat luas dan kursi singgasana yang sangat kokoh. Fasilitas dalam ruangan itu lengkap dengan mini bar nya.


Tapi mawar tidak menghiraukannya, walaupun pertama kali untuk mawar memasuki ruangan tersebut.


Sean mendekat dari belakang memeluk pinggang Mawar, Mawar sontak kaget, Sean memeluk Mawar dan memutar badan Mawar agar posisi mereka berhadapan, mengingat Sean lebih tinggi membuat Mawar


Mendongak. Mawar berusaha menenang kan Sean “Sayang, apakah kau tidak lelah?” tanya Mawar


“Tidak” jawab Sean singkat degan sekali menicum bibir Mawar


"Sayang bukankah kau akan segera ke kantor “ ucap Mawar


Sean menggendong Mawar dan tubuh mereka sangat rapat, Sean merasakan debaran jantung Mawar kembali berpacu dan sesuatu yang kenyal itu juga terasa di tubuh Sean, begtupun Mawar, merasakan ada yang terasas keras di balik celana yang di kenakan suaminya, sangat terasa menyentuh perutnya.


“Sayang, milikku masih sakit “ ucap Mawar dengan manja


Sean dengan cekatan membungkam mulut Mawar dengan ciuman yang sudah sangat panas, Sean sudah tidak tahan hanya dengan sentuhan sedikit saja dari tubuh Mawar, dia akan bereaksi.


Sean menggendong Mawar dan berpindah tempat ke meja kerja nya, Sean meletakkan Mawar di meja tempat kerja nya, dengan sangat cekatan Sean sudah melepas penutup pintu kenikmatan Mawar tanpa membuka semua helai benang yang menempel pada nya.


Meja kerja yang tadi nya rapi kini Sean sudah tidak peduli lagi, Sean melakukan nya berkali kali, ******* – ******* mereka sangat terdengar dalam ruangan itu, Sean melakukan nya dengan berbagai macam Style.


Sekuat apapun Mawar, Sean tetaplah pemenang nya.


Kali ini mereka berada di sofa, Sean sudah merasa berada di puncak dan akhir nya melakukan pelepasan dalam rahim Mawar.


Mereka berdua kelelahan, sedangkan Mawar menahan sakit pada bokong nya, Mereka berdua keluar dari ruangan itu dengan balutan handuk yang tersedia di ruang kerja Sean, handuk yang selalu siap, karena dulu nya sean saat kerja kadang tertidur di ruangan tersebut.


Setelah ritual mandi bersama usai, Mawar kembali berjalan tapi kaki nya sangat berat untuk melangkah,


“Apakah begitu sangat sakit?” tanya Sean


“Apakah kau buta?” jawab Mawar dengan kesal.


“Hahahah maafkan sayang, tapi aku tahu kamu juga menikmati nya “ jawab Sean


“siapa yang menikmati nya?” dengan nada kesal


“Apa kau ingin mmengulang nya? aku tidak keberatan sayang “ balas SEan dengan penuh kemenangan.


“Sudahlah, cepat ke kantor, bukankah hari ini kau ada rapat penting?” tanya Mawar.


“Baik nyonya Bos,” mencium Mawar.


Sean berlalu.


Mawar mendengar nya walaupun kesal, tapi dia juga sangat bahagia.


...****************...


Leon dengan tumpukan berkas di depan nya dan masih menunggu kedatangan tuan nya.


Tak lama berselang Sean pun datang dan melihat Leon.


“Tuan sejam lagi akan di adakan rapat para pemilik sahamn” balas Leon


“Menurut informasi yang saya dapatkan dari mata – mata kita, Tuan Hanggono menghasut para pemilik saham untuk anda segera memiliki wakil karena mereka meragukan ke profesionalan Tuan” jawab Leon


“Apa??? Mereka meragukanku?? apa mereka sudah gila??, tanpa wakil CEO, selama ini aku juga sudah mampu memimpin perusahaan ini” ucap Sean geram


“Tpi Tuan Hanggono sudah melaporkan nya ke tuan Prabu dan seperti nya tuan Prabu menyetujui nya dan membuat Taun Hanggono mengajukan rapat sejam lagi dengan para pemilik saham” balas Leon


“Apa yang di inginkan rubah tua itu, berani sekali dia ingin membuat keputusan sendiri dan meragukan ku, apa dia lupa aku memegang saham lebih banyak di antara semua pemilik saham ini” ucap Sean geram.


“Seperti nya ini tentang Nona Helena Tuan “ jawab Leon


“Ada apa dengan nya?” tanya Sean


“Belum lama ini, Nona Helena selalu datang ke kantor ntuk menemui Tuan tapi tuan selalu datang pada saat siang hari, setelah itu aku sudah mendapatkan info akan di adakan rapat dengan para pemilik saham” balas Leon


“Apa yang mereka rencakan.” Gumam Sean


...****************...


Rapat sedang berlansung, terasa mencekam.


“Di antara pemilik saham memang Tuan Prabu memiliki lebih banyak saham, 55 %, aku sendiri 30%, pemilik ke dua terbanyak di antara banyak nya cabang perusahaan kita ini, jika aku dan yang lain nya setuju akan menjadi 45%, jika kami mencabut kembali 45% itu, apakah PC Group masih akan sebesar ini?” ucap Tuan Hanggono


Sean yang mendengarnya sangat geram, “Lalu apa yang di inginkan Bapak Hanggono?” tanya Sean


“Saya ingin pengangkatan wakil CEO” ucap tuan Hanggono lantang.


Sean sudah menduga dan akhirnya Sean mengiyakan.


“Siapa yang ingin mencalon kan diri menjadi kandidat wakil CEO?” tanya Sean


Semua yang berada dalam ruangan ersebut saling menatap.


“Kami sudah memilih satu kandidat” balas Tuan Hanggono


“Siapa dia?” tanya Sean


Tiba – tiba pintu terbuka dan masuk lah sosokok yang ia kenal, teman masa kecilnya yang baru kembali dari London “Helena”.


“Selamat siang semuanya, saya Helena Hanggono” ucap Helena


“Bagaimana Tuan Sean?” tanya Tuan Hanggono dengan senyum licik nya.


“Baik, selamat datang wakil CEO PC Group” balas Sean dan saling menyalami.


Sean kembali ke ruang kerjanya dengan geram, handphone nya berdering terlihat Kakek yang menelfon nya.


“Sean, apakah Helena sudah datang?” tanya Kakek Prabu


“Iya, dia sudah datang ke kantor ku dan menjabat sebagai wakil CEO, apa yang Kakek rencana kan? “ jawab Sean


“Kakek tahu, kemarin Hanggono menelfon Kakek dan membahas nya dan Kakek tahu Hanggono saat ini


sedang menghasut semua pemilik saham untuk melawan kita, dari mata – mata Kakek melapor, Hanggono berencana ingin melengserkan mu dan mengambil saham milik kita” ucap Kakek


“Dasar brengsek, aku akan menghabisi nya” ucap Sean


“Tenaglah cucu ku, kau belum tahu Hanggono, Kakek sudah mengenal nya sangat lama, saat ini kau hanya perlu menjaga istrimu, aku hanya khawatir dengan Mawar, cegah dulu dia sementara waktu untuk tidak bekerja” ucap Kakek