
Beruntungnya saat Bu Jumi ingim berangkat ke kantor polisi, Pak Darmo suamo Bu jumi datang, dan langsung ikut pergi ke Kantor polisi, sepanjang perjalanan Bu Jumi terus saja mengumpati anaknya, karena telah membuat malu dirinya, apalagi tadi berita Alma sedang berboncengan dengan Doni menjadi trending topik dan sekarang mala Alma dan Doni tertangkap, tentu saja berita itu pasti akan menyebar dengan cepat dan semakin panas di kalangan Ibu-ibu.
Begitu pula dengan Bu Lastri dan Mila, Dia yang baru saja terkuras emosinya karena Anton, dan kini harus di hadapkan lagi oleh kelakuan Doni yang tertangkap petugas dengan Alma.
Lastri dan Mila langsung ikut serta dalam mobil pada Pak kepala desa untuk pergi menyusul Doni di kantor polisi.
.
..
.
Sedangkan di dalam kantor polisi saat ini Doni sedang meracau kepada petugas, Dia tidak terima harus di bawah paksa ke kantor,sedangkan Alma hanya mampu menundukkan wajahnya .
"Saya tidak terima, karena ini tidak adil, mengapa hanya Saya saja yang harus di bawah ke kantor,sedangkan tamu hotel lainnya tidak"ucap Doni marah-marah tidak terima kepada petugas.
"Ya karena hanya Bapak yang tidak membawa buku nikah, dan Kebetulan juga hanya ada tiga pasangan tamu di dalam Hotel, lagian kalau Bapak bener adalah pasangan suami istri, tentu Bapak tidak mungkin sepanik ini"
"Memang Kami ini adalah pasangan suami istri"
"Benarkah, Apakah bisa di pegang omongan Anda ini!" Suara bariton kepala kepolisian yang menggema di dalam ruangan, yang tentunya adalah sahabat Pak Anto, dan sebagai seorang sahabat Dia sangat sakit hati melihat anak sahabatnya disakiti oleh laki-laki buaya seperti Doni.
"Kalau memang kalian berdua adalah pasangan halal, lalu kenapa antara Ktp Anda dan pasangan Anda alamatnya berbeda"
"Ya karena kami hanya menikah sirih" jawab Dini dengan tergagap, dan ketakutan, sebab Dia juga sebenarnya sangat bingung dengan apa yang telah menimpahnya hari ini, entah nasib sial yang datang dari mana, sehari full dengan kesialan.
"Oooh benarkah"ucap Pak Ansor (sahabat Pak Anto) sambil memandang Doni dengan lekat seolah Dia saat ini percaya dengan bualan Doni.
"Iya benar Pak, bahkan Kami memang baru saja menikah sekitar satu minggu, ya bisa di pastikan kalau kita berdua ini adalah pasangan pengantin baru, "jawab Doni seolah mendapat angin segar saat melihat ekspresi Pak Ansor yang seolah sedang termakan dengan bualannya.
"Jadi kalian berdua ini pengantin baru, dan tentunya saat ini masa-masa indah kalian"
"Iya Pak, dan ini Bapak tau sendiri, tolonglah Bapak bebasin Kami berdua yang tidak bersalah ini"
"Tapi sayangnya itu tidak akan," ucap Pak ansor sambil menatap tajam Doni, dan seketika membuat nyalinya kembali menciut.
"Kenapa Bapak susah sekali sih percaya dengan Saya"
"Karena Saya sudah hafal dengan orang macam Anda ini, "
"Pak, Saya mohon bebaskan Saya saat ini"ucap Doni dengan memelas sambil menelangkupkan kedua tangannya.
"Tenang saja ,bentar lagi juga Kamu akan bebas kok"
"Benarkah Pak, makasih banyak"
.......
...
Sedangkan saat ini di grup para emak rempong sedang asyik bergosip ria membahas janda baik-baik dan Ibu julid, mereka semua yang sakit hati pada Bu Jumi tentu sangat bersyukur ketika Bu Jumi mendapat musibah.
"Hai ibu-ibu, emak rempong, Saya punya berita bagus nih, yang hangat dan terpercaya, Saya baru saja dari rumah Bu Jumi untuk memberitahukan bahwa foto Alma dan Seorang laki-laki, dan asal Ibu-ibu tau, Bu Jumi tidak percaya dan sempat memfitnah Bu Denok jika foto itu hanya editan yang bertujuan untuk menjatuhkannya, lalu ketika saya memberikan vidionya Akhirnya Bu Jumi tidak bisa menyangkal, dan yang lebih parahnya lagi Dia juga mengetahui tentang foto alma dan laki-laki berbeda yang baru saja dikirimkan oleh mbak ika, akhirnya Dia hanya bisa Diam tidak bisa berkata entah apa yang di pikirkan, hahaha" tulis Bu neng di pesan grup watsapnya dengan diiringi oleh emotikon ketawa berguling di belakangnya.
"Dan asal kalian tau ya Ibu-ibu, ternyata laki-laki yang menjemput Alma adalah Doni, mantan kekasihnya dulu sewaktu SMA" sambung Bu Neng.
"Oooh, jadi ini ceritanya janda baik-baik sedang CLBK ya, dengan cinta lamanya," balas BuMur.
"Ishh Saya penasan Loh Bu neng dengan ekspresi Bu Jumi tadi, pasti sedap-sedap giman gitu ya" BuDenok.
"Dan yang lebih hangatnya lagi Ibu-ibu, baru saja Bu Jumi di temput oleh kepala desa dan asistennya karena Alma dan pasangannya kena razia penggerebekan di hotel mawar puncak" pesan BuNeng dengan semangat menggebu mengetik pesan informasi kepada ibu-ibu.
"Yaampun kasian juga ya, mau coblos eh malah kena grebek, gak jadi coblos dong" balas Bu Denok diiringin emotikon sedih dan terpingkal-pingkal.
"Ehh tunggu-tunggu, kalau gak salah Doni mantan Alma itu sudah menikah loh, itu suaminya seorang Mua hits yang bernama Riri Fitriani ituloh Bu" balas Mbak sri dan beberapa detik kemudian Dia mengirimkan srenshotan ig Riri.
Ya begitulah seorang Ibu-ibu jangan diremehkan, mereka mempunyai Ilmu detektif diatas rata-rata.
"Ooohh jadi ini ceritanya ini Alma pelakor dong, bukan lagi janda baik-baik" balas Bu mur.
"Betul sekali, pelakor kena razia"
"Doa istri sah terkabulkan"
"Padahal ini istrinya Doni cantik loh, cantikan istrinya jauh sekali, body juga bagusan istrinya, kenapa malah nyenggol Alma"
"Ya begitulah Bu, syarat menjadi pelakor, tidak perlu cantik yang penting gatal dan pintar goyang"
"Dasar laki-laki Buaya, istrinya cantik berpenghasilan besar malah selingkuh, sama yang kere pula"
"Ya ampun kasian sekali janda baik-baik terkena razia, rasain tuh Bu jumi dapat karma, lagian mulutnya asal ceplos ngatain anak orang lain seenak jidatnya, dan sekarang anaknya pelakor dan kena gerebek juga" balas Bu ilah yang baru saja membuka ponselnya dan ketinggalan banyak informasi dari Ibu-ibu.
"Iya rasain tuh, kita rayain yuk Ibu-ibu sambil rujakan, tidak enak dan tidak etis kalau ghibah hanya lewat jalur online"usul Bu Denok.
"Nah benar tuh , rujakan yuk di rumahku, kebetulan tadi suami di bawakan temannya mangga muda" usul Bu Neng
"Kalau ini enak, ayo sekarang kita siap-siap ke rumah Bu neng, pasti seruh, sambil nunggu Bu Jumi pulang dari kepolisian"