Dianggap Remeh Setelah Melahirkan

Dianggap Remeh Setelah Melahirkan
Emak Rempong


Sedangkan di luar sana Husni  sudah menyiapkan cameranya yang terpasang di saku kemejanya.


Doni segera membuka pintu, Dia hanya mengenakan bathrobe, sedangkan Alma langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya


Alangkah terkejutnya Doni ketika membuka pintu sudah berdiri dua orang petugas kepolisian.


Karena ruang yang tidak seberapa luasnya, ketika pintu terbuka jadi bisa terlihat dari luar posisi Alma yang berada di atas ranjang.


"Selamat Sore,kami dari pihak kepolisian ingin memeriksa kartu identitas anda"ucap salah satu petugas.


"kalau boleh tau ada apa ya Pak, kenapa harus pakai identitas segala" ucap Doni berusaha untuk mengelak petugas.


"kami hanya melakukan tugas dari atasan untuk melakukan pemeriksaan"


"Kenapa hanya Saya saja Pak, harusnya semua kamar di geledah dong"


"Semua sudah Kami geledah Pak, dan semuanya tidak ada bermasalah"


"Maksut Bapak" tanya Doni ke Petugas, sebab berulang kali Doni dan Alma cek in di hotel ini, namun baru kali ini mendapati ada penggerebekan.


"Semua isi kamar di Hotel ini sudah saya periksa Pak, dan semuanya sudah aman tidak ada yang bermasalah, semua pengunjung Hotel ini sudah pasangan yang sah dan mempunyai buku nikah, jadi tolong kerja sama Anda untuk menyerahkan kartu identitas"


"Tapi Pak, Saya tidak bawah Kartu identitas, Saya tadk sebenarnya tidak ada niatan untuk pergi ke Hotel ini, namun karena ingin melakukan sensasi yang berbeda membuat Kami belok ke Hotel ini"


"Terserah Bapak mau bilang apa, Kami hanya menjalankan tugas, mana kartu identitas Anda, atau Kalian akan Kami bawa ke Kantor"


"Tapi Pak, Kami berdua benar pasangan  suami istri"


"sudahlah Pak, mending Bapak segera mengambil identitas  Anda, semakin banyak mengelak, semakin menunjukkan jika saat ini Anda berbohong"


"Tapi Pak, Saya benar tidak membawa kartu identitas Saya"


"Ya sudah dari pada Anda semakin mengulur waktu dan memperlambat kerja Saya, mending sekarang kalian berdua berkemas dan ikut Kami ke Kantor"


Memang sesuai pesan Pak Anto jika penggerebekan ini di lakukan sebaik mungkin,apalagi Dia berteman baik dengan kepala kepolisian di daerah tersebut, jadi dengan mudahnya Pak Anto melancarkan aksinya.


"Tapi Pak, tidak bisa begitu, ini sama saja melanggar hak asasi manusia"


"Saya dari tadi tidak mempersulit, tapi Anda  yang berbelit belit"


Doni berusaha untuk menolak permintaan dari pihak kepolisian dengan berbagai alasan, namun apa boleh buat, para petugas juga sudah hafal dengan tabiat orang macam Doni.


Begitu pula dengan Alma, Dia sangat ketakutan bersembunyi di balik selimut, ingin sekali Dia kabur saat itu juga, namun posisinya sekarang dalam keadaan tanpa busana, sedangkan ingin menghubungi temannya tapi ponselnya sedang berada di meja.


Dengan keadaan tubuh masih gemetar, Doni segera masuk ke dalam untuk mengambil dompetnya dan segera berbalik ke pintu, lalu menyerahkan ktp kepada Petugas.


"Boleh meminta buku nikah kalian berdua"ucap petugas setelah membaca identitas Doni.


"Tapi Pak, kan Saya tadk sudah menjelaskan, Jika saat ini Saya sedang tidak bawah buku nikah, sebab saat kita berdua cek in hotel pun tidak ada niatan hanya iseng saja" jawab Doni berusaha menjelaskan sebaik mungkin, namun dari raut wajah Doni tetap menampilkan raut wajah kebohongan.


"Ya sudah, sedari tadi Anda terus saja mengelak dan memperlambat kinerja Kami, jadi sekarang cepat Anda bersiap-siap dan ikut Kami ke kantor" 


"Tapi Pak, tidak  bisa gitulah, Kita juga sudah dewasa jadi tidak mungkin kalau kita ini membuat ulah"


"Sudahlah , cepat kalian bersiap atau Kami akan melakukan pemaksaan" bentak salah satu petugas sehingga membuat ciut nyalinya, dan dengan segera Alma maupun Doni mengenakan pakainnya dengan cepat.


...................


Sedangkan di lain tempat di lingkungan Rumah Alma, semua Ibu-ibu sedang geger saat salah satu dari warga mendapati Alma yang tadi sedang di jemput seorang laki-laki, namanya juga emak rempong jadi sekali lihat akan menyebar ke seluruh penjuru Kampung.


Apalagi Bu Denok yang melihat Alma, Dia adalah Ratu gosip di lingkungan ini.


Saat itu Bu Denok sedang ingin pergi ke persimpangan jalan untuk membeli Bakso langganannya, kebetulan saat melewati gang arah Rumah Alma, Dia mendapati seorang lelaki betampang ganteng berperawakan tinggi dam tegap, sedang menunggu seseorang, apalagi posisi itu Doni tidak menggunakan helm, jadi dengan mudahnya Bu Denok melihat wajah lelaki tersebut.


Dan tiba-tiba Alma datang, dengan kecepatan kilat Bu Denok langsung bersembunyi di balik pagar Rumah warga dan segera memfoto Alma dan Doni, apalagi posisi itu Alma sangat mesrah terhadap Doni, Dia berboncengan dengan sangat mesrah.


"Waahh ini bisa menjadi gosip hangat dong nantinya, pasti deh akan trending topik di Masyarakat"guman Bu Denok saat Dia sudha mendapatkan jepretan gambar Mereka berdua dan dengan semangat empat limah, BuDenok langsung mengaploud gambar tersebut ke grup arisan emak rempong, yang anggotanya Ibu-ibu kampung tersebut.


"Rasain Kamu jumi, akan Ku buka aib Kamu saat ini, enak saja ngatain anak gadisku gak bener, ehh ternyata anaknya sendiri juga gak bener, janda lagi, upppss, hahahah" ucap Bu denok sambil terus melanjutkan perjalanannya ke tukang Bakso.


Memang Bu Jumi (Ibu Alma) adalah sosok wanita julid dan selalu saja menyebarkan banyak fitnah, serta selalu melebih-lebihkan apa yang Dia lihat, salah satunya kemaren saat Bu Jumi melihat anak gadis Bu Denok yang telat pulang sekolah karena ada kelas tambahan, malah di jadikan gosip oleh bu Jumi jika anak Bu Denok adalah sosok gadis yang tidak baik.


Tidak hanya Bu Denok, banyak juga para Ibu-ibu juga sangat geram dengan kelakuan mulut sampah Bu Jumi.


"Waahhhh, janda baik-baik sekarang sedang janjian nih"balas Bu Mur mengomentari foto yang baru saja di unggah Bu Denok.


"Waduuuh, kok ganti lagi ya, padahal satu bulan yang lalu Saya lihat Alma di pabrik sedang di jemput lelaki pakai Motor cbr,  dan tubuhnya juga tinggi kurus, bukan tinggi berisi seperti ini" jawab salah satu warga yang memang satu pabrik dengan Alma.


"Lololo gak bahaya tah, kalau gonta-ganti cowok" komentar anggota lainnya.


"Kenapa gak di tunjukkan langsung saja sama bujumi @budenok, biar tau Dia kelakuan janda baik-baik,haduuh gak sabar deh biar bisa diem ituh mulut rombeng, " balas Bu Mur lagi, sebab BuJumi memang tidak mempunyai ponsel.


"Tenang ibu-ibu, bentar lagi Saya ke rumah Dia, Saya juga gedek tiap hari denger omongannya yang merasa sok baik dan sok suci itu," ucap Bu Neng yang memang bersebelahan rumah dengan Alma.


"Mending BuNeng bawah saja sikap wc buat jaga-jaga kalau nanti mulut Bujumi nerocos saja, hahahha" 


"Eh Bu Jumi, masih banyak Bu sisa nasi kemarin"ucap Bu Neng basa-basi terlebih dahulu.


"Iya masih banyak, soalnya Alma gak napsu makan katanya" jawabnya dengan tangan masih sibuk menata nasi di atas nampan.


"Mungkin Alma juga sudah makan Bu di kantin pabrik, maklum anak muda masih suka jajan  di  luar" 


"Makan di Kantin apanya Bu, kemaren saja Alma gak masuk kerja gak enak badan katanya ,jadi  Dia izin cuti"


"Ooohh, terus sekarang Alma sudah sehat Bu, dan sudah bekerja ,kok kelihatannya sepi, " tanya Bu Neng mencoba memancing suasana, karena juga biasanya jam segini adik Alma sedang sekolah dan Bapaknya entah kemana yang jelas selalu kelayapan layaknya ABG.


"Itu sih katanya ada pekerjaan mendadak di pabriknya, jadi mau tidak mau Alma harus datang juga, kalau tidak nanti akan kena surat peringatan, daripada nanti berakibat fatal, dengan terpaksa Alma harus berangkat juga"


"Ooohh, "jawab Bu Neng seraya diikuti dengan kepala manggut-manggut.


"Memang benar Bu kalau Alma ke pabrik" ucap Bu Neng dengan seketika membuat Bu Jumi mengernyitkan dahinya, dan sedikit tersinggung hatinya seolah menuduh jika saat ini Alma sedang membohonginya.


"Maksud Bu Neng apa ya, Ibu menuduh Alma membohongi Saya" ucapnya dengan nada sedikit ngegas.


"Apaan sih Bu, Saya cuma nanya loh"


"Iya saya faham, tapi juga secara tidak langsung Bu Neng sudah menuduh Alma Loh, Saya kan sudah jelaskan jika Alma saat ini sedang ke pabrik karena ada keperluan mendadak"ucapnya masih tidak terima.


"Oooh, biasa saja kali Bu, tidak usah ngegas seperti itu, ini Saya cuma mau nunjukin kok, kalau saat ini Alma sudah mempunyai pasangan baru loh Bu, jadi tolong di nikahkan saja secepatnya, dari pada nimbun Dosa"


"Maksud Kamu apa, jangan nuduh anak Saya sembarangan ya, walaupun anak Saya janda, tapi Dia janda baik-baik" ucap Bu Jumi dengan percaya dirinya, ya begitulah ucap Bu Jumi setiap harinya.


"Yakin, Ibu gak mau lihat apa yang Saya tau "


"Yakinlah, karena Alma tidak mungkin melakukan hal aneh-aneh di luar Rumah, Dia hanya keluar Rumah saat bekerja saja" 


Bu Neng yang sudah sangat greget, dengan secepatnya Dia mengambil ponselnya dan membuka grup watsap untuk menunjukkan foto Alma.


Bu Jumi langsung menyambar dengan cepat dan segera melihat foto Alma dengan Doni yang sangat mesra, Dia semakin memanas saat membaca dari banyaknya komentar para Ibu-ibu yang sedang menghujat anaknya, bersamaan dengan itu, tetangga Alma yang satu pabrik dengannya sedang mengirimkan foto Alma dengan orang yang pernah di temuinya beberapa minggu lalu.


"Eh Bu, kok Alma gitu sih, gonta-ganti laki dan bukannya itu Sih Doni ya Bu, mantan pacar Alma dulu"


"Apaan sih, jangan fitnah ya, anak Saya itu anak baik-baik, atau jangan-jangan kalian dengan sengaja mengedit foto Alma dengan laki-laki dan berniat untuk menjatuhkan nama baik anak Saya"


"Bu Jumi ini apa-apan sih, kalau foto ya mungkin bisa di edit dikit, ini tidak hanya foto loh bu, ini juga sudah sekalian dengan vidionya, jadi ini real"


"Gak mungkin, Saya gak percaya, jangan coba-coba menjatuhkan nama baik anak Saya, Saya bisa laporin, lagian kenapa sih percaya dengan Bualan si Denok"


" udahlah Bu,ngaku saja, paling juga Ibu sudah tau, dan asal Ibu tau, Doni itu sekarang sudah sangat mapan, kerjaanya bagus di pabrik, "


"Gak peduli".


"Tapi ini kok Alma jalannya beda laki ya Bu" ucap Bu Neng ketika baru menyadari jika ada postingan terbaru di grup watsapnya.


"Saya tidak percaya dengan semua editan yang ada"jawab Bu jumi, ya begitulah sifat Bu Jumi, Dia egois dan suka mencibir seseorang seolah dirinya adalah paling baik diantara semuanya,bisa di pastikan sifat Bu Jumi sebelas duabelas dengan Lastri dan pasti akan seru jika mereka berdua nanti bertemu.


Sebab Bu Jumi juga menaruh dendam pada Lastri karena dulu menghina Alma dengan kejamnya , dan sampai saat ini mereka belum bertemu.


Bersamaan dengan Bu Jumi yang mulai kesal, tiba-tiba datanglah kepala desa dengan asistennya  ke arah Mereka berdua.


"Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


"Eh Pak kepala desa, tumben Pak, lagi jalan-jalan atau nyaria angin segar" ucap Bu Neng sedangkan bu Jumi masih sama menampilkan raut wajah kesalnya.


"Iya Bu, karena Saya ada keperluan dengan Bu Jumi"


"Ohhh dengan Saya, ada apa ya Pak tumben, duduk dulu"


"Tidak perlu Bu, disini saja sebab keadaannya juga darurat,Saya baru saja mendapat telvon jika Alma anak Ibu sekarang berada di kantor polisi, sebab Alma di grebek petugas ketika berada di hotel, apalagi Dia tidak membawa buku nikah, jadi Anda sebagai Pihak keluarga di suruh untuk ke kantor sekarang juga, Ibu tenang saja nanti biar Parjo yang mendampingi Ibu, karena Saya ada urusan, "penjelasan dari Pak kepala desa membuat Bu Jumi beberapa kali meneguk saliva, seolah tenggorokannya tercekat tidak percaya dengan kabar yang dia tau sehari ini.


"Memangnya Alma cek in dengan siapa Pak, mungkin petugasnya salah orang Pak" ucap Bu Neng .


"Tidak bu, sebab Alma sudah menyerahkan identitasnya ke petugas, dan petugas kepolisian langsung menghubungi Saya selaku kepala desa, dan katanya Alma sedang bersama dengan warga Tanjung, kalau gak salah namanya Doni"jelas Pak kepala desa dengan rinci bak air segar bagi Bu Neng, Dia seolah mendapat kesegaran dan ingin tertawa saat itu juga, melihat keadaan tetangganya itu, ya begitulah kalau orang suka julid ,ketika dapat musibah semua orang bukan prihatin, tapi yang ada semua orang malah mentertawakan dirinya.


"Tuhkan memang benar tentang apa yang sedang hangat di kalangan Ibu-ibu saat ini, dan sekarang Bu Jumi masih mau mengelak" 


Tanpa menjawab apa yang di ucap Bu Neng, Bu jumi langsung melengos pergi ke dalam Rumah untuk mengambil dompet dan tasnya.


"Ayo Bu kami antar" teriak asisten kepala desa.


"Ya bentar, saya ambil dompet dulu"


"Hahahahha" tawa Bu Neng menggelegar


"Akhirnya dapat karma juga Dia, lagian jadi orang julid sih"ucap Bu Neng dan membuat kedua lelaki tersebut hanya menggelengkan kepala saat melihat kelakuan Bu Neng.


Penggerebekan ini memang sudah di rencanakan, jadi saat Alma dan Doni  sedang perjalanan ke kantor, seorang petugas lainnya terlebih dahulu menghungi kelapa desa masing-masing untuk dimintai bantuan agar membawa kerabat mereka berdua ke kantor polisi, tentu saja misi ini tidka akan berjalan dengan lancar jika tidak ada suap menyuap dari Pak Anto.