Dianggap Remeh Setelah Melahirkan

Dianggap Remeh Setelah Melahirkan
lanjutan


Doni seketika kikuk dan seluruh badannya menjadi gemeteran, sebab Pak Anto saat ini sangat menatapnya dengan tajam, Dia sebenarnya malu  jika harus mengungkapkan fakta tersebut, namun apa boleh buat,  Ibunya sendiri yang membuat semuanya menjadi seperti ini.


"Ya pasti dong menggunakan uang adik Saya, memang uang siapa lagi, kalau uang Anda juga gak mungg.." ucap Mila tiba-tiba dengan lantangnya,namun segera di cegah untuk melanjutkan oleh suaminya, Anton segera menyenggol siku  Mila dan saat Mila melihat Anton,Dia segera memelototi  Mila, sebab Dia tidak ingin istrinya ikut campur urusan masalah rumah tangga Doni.


"Ya gak mungkin kalau itu uang Anda, karena tau sendirilah dan sadar diri, kalau Anda hanya seorang petani kecil" sahut Lastri tiba-tiba mewakili ucapan mila yang terpotong, memang ya kalau buah tidak akan jauh dari pohonnya,ya begitulah sifat antara Lastri dan Mila, keduanya sama-sama resek.


"Dan satu lagi, Riri juga membawa kabur uang Doni  yang akan di gunakan untuk cicilan Motor, enak saja main bawah-bawah, memang itu hasil kerja keras Kamu" sambung Lastri sambil menatap tajam Riri.


Riri yang merasa gedek dengan kelakuan kelurga suaminya tersebut akhirnya memberanikan diri untuk buka mulut, sebab sedari tadi jika di lihat Lastro terus saja meremehkan  Dia dan keluarganya.


"Oh ya,  uang yang mana ya, bukannya sudah Saya kembalikan,lalu uang yang mana lagi ya," ucap Riri berusaha dengan sopan walaupun hatinya sangat bergejolak ingin menikam mulut Lastri saat itu juga.


"Sudahlah Kamu jangan sok polos, sekarang cepat kembalikan semua uang Doni, atau nanti saat di pengadilan kalian akan Kami sulitkan"ucap Mila dengan pedenya tiba-tiba mengancam Riri.


"Stop, sekarang sudah ya inti permasalahan ada di uang persalinan dan uang cicilan motor,sekarang mending Kita tanya pada Doni yang bersangkutan" ucap Pak Jamal menengahi pertikain yang semakin memanas itu.


"Doni, Kamu sebagai lelaki tentunya sebagai kepala Rumah tangga jangan Diam saja, sekarang jelaskan pada keluarga Riri dan Keluarga Kamu, nanti kita ambil jalan tengah untuk penyelesainnya" sambung Pak Jamal,


Doni seketika menundukkan pandangannya ke bawah, Dia takut dan beberapa kali mengutuk perbuatan ibunya yang dianggap sangat mempermalukan ini.


"Andai Ibu tadi gak nyamperin Riri, pasti gak akan begini sekarang, panjang deh jadinya"umpat Doni dalam hati.


"Ayo Mas,cepat Kamu jelaskan,nanti kelamaan disini yang ada malah nanti kita telat saat dapat panggilan sidang" ucap Riri dengan tatapan tajam pada Doni,


"Eh Riri, berani Kamu membentak anak saya, ingat Dia masih suami Kamu, dasar perempuan gak beradab" ucap Lastri dengan membentak balik pada Riri.


"Stop, kalian dari tadi banyak omong saja, Don cepat Kamu bicara, gak selesai-selesai ini" ucap Bu Ros tidak kala emosinya.


Dengan berulang kali menghembuskan nafas berat, akhirnya Doni mengungkapkan semua yang telah terjadi mengenai biaya persalinan Riri, serta ancaman dari Doni kepada Riri.


Lastri seketika menganga dan memelototkan matanya tidak percaya, jujur saja, andai saat ini Dia mempunyai kekuatan menghilang layaknya makhluk astral, pasti saat ini juga Dia menghilang di hadapan semua orang.


Begitu pula dengan Mila, Dia tidak percaya dengan kenyataan yang ada.


Sedangkan Anton yang sebenarnya sudah tau perihal keluarga Riri,Dia sedari tadi lebih memilih untuk diam tidak bersuara, sebab disini Dia juga menyadari siapa yang sebenarnya salah.


"Kamu kenapa tidak jujur soal ini semua Don, Kamu ini malu-maluin, Ibu malu saat ini, tau gak!" Ucap Lastri sambil menunjuk Doni dengan penuh amarah dan emosi yang ingin meledak saat itu juga, sungguh saat ini Dia teramat kecewa pada anak laki-lakinya.


"Sekarang sudah jelas bukan, lalu siapa yang seharusnya di salahkan, bukankah biaya persalinan adalah murni tanggung jawab suami,dan anda dengan seenaknya menghina client Saya tadi, bahkan setelah kejadian ini, Saya bisa mengerti karakter dari kalian"


"Bahkan untuk anda Saudari Riri"


"Anda nanti saat berada di dalam Ruang Sidang,Anda dapat mengajukan tuntutan tentang biaya persalinan pada saudara Doni, sebab Dia sudah lalai dengan tanggung jawabnya" ucap Pak Jamal panjang lebar sehingga membuat Lastri dan Doni tersentak kaget, Dia takut di tuntut untuk membayar biaya Riri yang terlampau puluhan juta.


"Halaaa, gak usah sok-sokan nuntut anak Saya,baru juga pakai pengacara kelas rendahan saja sudah sombong, mentang-mentang ada yang membela, petani kecil saja sok-sokan bayar pengacara"


"Memangnya Bapak di bayar berapa, kalau pun hanya di bayar pakai sayur mbok ya jangan mau Pak, mending tidur saja di Rumah, ahahhahaha" ucap Lastri dengan berbisanya, Dia sama sekali tidak memikirkan perasaan orang lain.


Seolah Dia adalah makhluk yang paling sempurna.


Sedangkan Pak Jamal hanya geleng-geleng kepala saja saat melihat langsung attitude besan sahabatnya tersebut.


"Iya Pak, mending Bapak tidur di Rumah saja deh, dari pada capek-capek harus belain orang miskin dan gak jelas seperti Keluarga Riri" ucap Mila dengan santainha sehingga membuat Riri semakin emosi dan dengan cepat Riri langsung mengambil flatshoesnya dan melemparkan langsung tepat kena bibir Mila,sehingga membuat gigi Mila mengeluarkan sedikit darah segar.


"Heh Mbak Mila, kalau ngomong itu jangan kurang ajar ya, ngatain orang seenak jidatnya, memang situ sempurna"ucap Riri sambil berusaha ingin menyerang Mila lagi, namun Dia malah dihalangi oleh Bu Ros.


"Memang kebenarannya ya gitu, trus apa salahnya, Kamu kalau sekali lagi berani main kekerasan, Aku tidak akan segan untuk melaporkan Kamu,biar sekalian Kamu janda, dan di penjara, bair sengsara hidupmu" jawab Mila tidak kalah ketus.


"Oh ya, uuuhh takutt, pasti ngeri dong Mbak tentunya" jawab Riri dengan ekspresi di buat-buat sehingga membuat Mila semakin kesal pada dirinya.


"Kalau Mbak mau laporin ya silahkan, paling juga Ibu Mbak duluan dan yang paling lama berada di dalam penjara,"ucap Riri dengan tatapan mengejek.


"Nanti pulang sidang aku akan langsung ke Rumah Sakit untuk visum" sambung Riri.


Lastri dan Mila tidak percaya karena sekarang Riri seberani itu pada dirinya,padahal dulunya Riri sangat patuh dan penurut.


"Apa, Kamu berani laporin seseorang yang jelas-jelas adalah mertua Kamu sendiri, dasar sudah gesrek ya otak Kamu" ucap Lastri berusaha menutupi  ketakutan yang menyelimutinya.


"Mantan mertua kali Bu, bahkan saya sangat berani sekali untuk melaporkan Ibu atas tuduhan penganiayaan,lagian kalaupun mertua juga tidak masalah bagi Riri,sebab antara Saya dan Anda tidak ada hubungan darah."