Dianggap Remeh Setelah Melahirkan

Dianggap Remeh Setelah Melahirkan
semakin panas


"Kamu jangan asal nuduh dong Marni, malah nanti jatuhnya fitnah dan Dosa"elak Bu Lastri saat Marni ingin mulai melancarkan aksinya.


"Saya gak nuduh loh bu, bahkan saya lihat dengan mata kepala saya sendiri, ini saya ada fotonya" sambil menyodorkan ponselnya ke arah ibu-ibu terlebih dahulu sebelum Marni serahkan pada Lastri .


Dan seketika terjadi keributan dengan berbagai macam cemooan untuk Doni karena perilakunya tersebut.


Begitu juga dengan Lastri, Dia seketika melototkan kedua bola matanya saat melihat foto di ponsel Marni yang jelas itu adalah perawakan bentuk tubuh dari anaknya, dan yang lebih mengejutkan lagi Doni sedang bermesraan dengan Alma wanita yang sedari dulu di larang keras oleh Lastri.


"Kurang ajar si Doni,bisa-bisanya Dia sekarang mala melemparkan kotoran di depan mukaku" umpat Lastri dalam hati.


"Kalau seperti ini sih, Saya gak nyalahin Riri Bu, kalau Dia lebih memilih pulang ke rumah orang tuanya, wong nyatanya sudah menjadi babu di rumah Bu Lastri eh mala sekarang Dia di selingkuhin, naudzubillah, amit-amit jabang bayi Saya juga punya anak perempuan, jangan sampai nanti Dia punya suami seperti Doni"ucap Bu siti.


"Iya gak nyangka ya ternyata, Doni yang kelihatan pendiam dan nurut sama ibunya eh ternyata di belakang Dia punya sifat gak cukup sama satu wanita" timpal mak ona sebab memang selama ini Doni sangat pendiam jarang keluar rumah orangnya.


"Bu Lastri, coba deh ibu nasehatin Doni, ingat Dia punya saudara perempuan atau suatu saat nanti Dia punya anak perempuan,  apa gak takut jika nanti mala karmanya kepada anaknya, " ucap Bu siti.


"Ibu bisa lihatkam disini sebenarnya siapa yang salah, lagian selama ini Riri juga baik kok gak pernah neko neko, eh kasiannya mala Dia dapet suami bejat"ucap Marni sambil tersenyum mengejek ke arah Bu Lastri.


"Eh kalian kalau ngomong jangan sembarangan ya, itu foto bisa saja kalau sengaja di edit, dan Kamu Marni menyebarkan gosip murahan saya bisa tuntut kamu dengan tuduhan pencemaran nama baik" ucap Bu Lastri ke arah Marni dengan penuh emosi dan tatapan menantang.


"Ya silahkan kalau Ibu mau memenjarakan Saya, Asal ibu tau foto itu tidak editan bahkan saya bisa mengajak mbak rere yang kebetulan juga saat itu sedang bersama saya makan bakso " jawab Marbi dengan tak kala menantang, sedangkan para ibu-ibu yang sedang berbelanja hanya menyimak perdebatan keduanya tanpa mau melerai sebab bagi mereka ini adalah tontonan yang ada keunikannya sendiri.


"Baik, Aku akan menanyakan langsung pada Rere dan jika ini hanya foto editan maka saya tak segan untuk melaporkan kamu kepada polisi." Jawab Bu Lastri dengan penuh percaya diri sebab Dia sebenarnya belum bisa percaya seratus persen kalau di foto itu adalah Doni anaknya.


"Ya silahkan, ibu-ibu saya mohon kalian semua jangan bubar dulu, ada di sini dulu, saya ingin kalian menjadi saksi , dan sekarang saya akan menghubungi rere agar dia datang ke sini" ucap Marni sambil mengutak atik ponselnya namun belum sempat Dia menghunbungi Rere, mala Rere sudah sampai di tempat tukang sayur.


"Pagi ibu-ibu, kok tegang gitu sih mukanya"ucap Rere menyapa para ibu-ibu namun Dia mala heran saat melihat ekspresi mereka yang sedang tegang.


"Nah ini kebetukan mbak Rere sudah ada di sini, monggo di selesaikan" ucap Bu Rt sebab Dia tak mau lama-lama berada di sini.


"Memangnya ada apa ya Bu Rt dengan saya" tanya Rere dengan ekspresi kebingungan.


"Apa betul kemarin Mbak Rere dan Bu Marni sedang makan bakso di kedai yang sedang viral itu"tanya Bu Rt dengan lembut sebab Dia tak mau lagi ada keributan diantara warganya.


"Eh Re jawab yang jujur ya, jangan kamu bohongi kami semua, ingat dosa" ucap Lastri dengan ketus sebab Dia sangat percaya jika ini semua hanya baulan si Marni.


"Eh Bu Lastri sabar dong, Rere juga belum menjawab eh mala di crocos saja" ucap Marni kesal.


"Semua diam, biarlah saya yang menanyai Mbak Rere, ayo Mbak di jawab pertanyaan saya tadi." Ucap Bu rt sambil menatap Rere.


"Memang benar Bu Rt,Saya kemarin habis beli bakso di kedai yang sedang viral itu, bahkan saya perginya dengan Bu Marni, Bu Marni memangnya ada apa toh, apa mereka meragukan soal rasa  bakso di kedai itu" tanya Rere dengan polosnya sebab Dia memang sebenarnya tidak tau inti dari permasalahan diantara mereka semua, sedangkan Bu Rt hanya mampu menghembuskan nafas kasar dan mulai menceritakan pokok permasalahan diantara mereka semua, dan mbak Rere manggut  manggut tanda sudah mengerti.


"Sudah Bu"jawab Rere singkat.


"Sekarang saya tanya sekali lagi apa betul pas di kedai mbak Rere bertemu dengan Doni"


"Betul Bu Rt saya di kedai bertemu dengan Doni dengan wanita lain, bahkan mereka berdua sangat mersa sekali, gak tau malu, sudah punya istri kelakuannya kayak binatang doyan betina lain, Ya ampun amit amit punya suami macam Doni, kalau Bu Rt gak percaya ini saya juga punya bukti vidio saat Doni sedang menyuapi perempuan itu" jawab Rere dengan antusias lalu dia segera merogoh sakunya untuk mengambil ponsel dan segera memperlihatkan vidio saat di kedai bakso.


Marni langsung tersenyum sinis pada Bu lastri yang saat iti wajahnya mulai memucat dan saat itu juga Rere langsung memperlihatkan vidio tersebut.


"Gimana bukan editan bukan" ucap Marni.


"Ya bukan kalau ini saya sangat percaya, benar kan ibu ibu gak nyangka banget ya" ucap Bu siti sedangkan Bu ona dan Bu Rt langsung menganggukkan kepalanya tanda mereka semua juga membenarkan apa yang telah di ucapkan oleh Bu Siti.


Lastri yang saat itu terlampau sangat kesal pada Marni dan juga terutama sangat kesal dengan kelakuan anaknya akhirnya Dia langsung segera membereskan belanjaannya, sudah terlampau malu.


"Mang inis semua totalnya berapa"ucap Bu Lastri kesal sambil menyodorkan apa saja yang baru dia pilih.


"Totalnya dua puluh lima ribu bu"


"Ya sudah kasbon dulu"


"Eh Bu jangan ngutang dong, laba saya juga gak seberapa eh mala di hutangi" jawab tukang sayur kesal.


"Opps kok ngutang sih Bu Lastri, apa jangan jangan gaji Doni sudah habis ya bu, mangkanya bu jangan terlalu boros, masih pertengahan bulan juga, atau uang gaji Doni mala di habiskan dengan perempuan pas di kedai bakso itu" ucap Marni sambil tertawa mengejek.


"Iya ya, kok bisa Doni mala milih modalin perempuan jelek itu, padahal kalau di bandingkan Riri sih masih menang jauh sama Riri, " ucap Rere.


"Ya itu fungsinya agar Doni mau modalin supaya cantik, sehingga sang ibu mala ngutang sama tukang sayur sebab uangnya sudah habis sama velakong hahahaha" ucap Marni dengan tertawa riang membuat Lastri semakin kesal akhirnya dia langsung meninggalkan tukang sayur dengan perasaan sangat dongkol.


"Awas saja kamu Doni, akan ibu buat kamu merasakan akibatnya setelah kamu bisa mempermalukan ibu di depan warga"umpat Lastri sepanjang jalan mengumpati anaknya yang tidak punya otak baginya,andai saja Dia di beri kekuatan untuk menghilang, pasti saat itu juga langsung menghilang dari hadapan para ibu-ibu.


"'Anak gak bisa di untung"berbagai macam umpatan lepas dari mulut Lastri.


Saat sampai di rumah Lastri segera menaruh belanjaannya ke segala arah sebab saat ini Dia terlanjur emosi pada Doni, ingin sekali saat ini juga Dia menghajarnya namun hari masih pagi setengah siang jadi bisa di pastikan kalau saat ini anaknya sedang bekerja.


..........


Sedangkan Di lain tempat saat ini Pak Anto dan keluarganya sedang menikmati liburan, mereka sangan menikmati suasana di puncak, begitu pula salman Dia seolah ikut menikmati suasana,sebab sedaro tadi bisa terlihat raut wajah salman yang riang.