
"Brakkkkkk" tiba-tiba Doni menggebrak meja rias ibunya dengan sangat kuat, jadi bisa di pastikan semua perlengkapan make up ibunya menjadi berantakan.
Doni dengan refleks menggebrak meja sebab dia saat ini dalam kondisi tidak terkontrol, emosi, bingung di tambah lagi perdebatan antara ibu dan kakaknya .
Begitu pula mila dan lastri mereka terjingkat kaget saat Doni menggebrak meja dengan sangat kuat sehingga membuat lastri berulang kali mengelus dadanga untuk menetralkan degup jantungnya.
"Kamu ini apa- apaan sih don, pake acara gebrab meja segala, nih kamu lihat cream malam ibu mala hancur lebur berantakan, tinggal sedikit pula" ucap lastri dengan penuh emosi saat melihat cream malamnya yang pecah di lantai sehingga membuat isinya tumpa kemana- mana.
Sedangkan udin tak mau tau dia hanya melampiaskan kekecewaannya...
"Kamu ini don lain kali jangan di ulangi seperti ini lagi, kasian ibu, ibu kan sudah tau nanti kalau ibu jantungan lalu qoid gimana don ,kita juga yang susah" ucap mila dengan ketus.
"Eh mil, mulut kamu itu ya, memangnga kamu sangat berharap kalau ibumu ini cepat meninggal" jawab lastri tak kala ketus.
"Sudahlah kalian diam saja, aku pusing bu,mbak mila"teriak Doni sambil menjambak rambut di kepalanya .
"Pusing, pusing mikirin Riri maksud kamu" ejek mila.
"Ingat Doni, kamu ini ganteng, gak seharusnya kamu menjemput orang yang jelas- jelas sudah meninggalkan kamu, kalau bisa kamu cari lagi yang lain yang lebih cantik dan lebih kaya" ucap mila dengan penuh semangat yang menggebu.
"Nah betul apa yang di kata oleh mbak mu itu don, harusnya kamu cari lagi yang lain yang lebih segalanya dari Riri, kalau bisa cari yang Kaya,bukan kayak riri anak orang biasa saja" jawab lastri tak kala antusias.
"Sudahlah Doni mau pergi, " ucap doni langsung berdiri meninggalkan ibu dan kakaknya di kamar langsung pergi ke arah sepeda motornya tanpa memperdulikan lagi teriakan sang ibu yang menyuruh dia untuk kembali.
Doni segera menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi tanpa tau tujuan arah kemana, setelah hampir 10 menit berkeliling di taman kota sebab doni saat ini sudah berada di taman kota dan hanya berputar- putar saja tanpa tau harus kemana, akhirnya dia berhenti di pinggir jalan dan mengambil ponselnya yang berada di saku celana untuk menghubungi alma selingkuhannya.
Dia segera menyalakan ponsel, lalu memasukkan sandi ponselnya dan segera memencet aplikasi berlogo gagang telepon berwarna hijau lalu menekan kontak alma,
Tutttt
Tuttt
Tuuutt (berdering)
"Haloo assalamualaikum"
"Haloo waalaikum salam"
"Kamu dimana sekarang al" tanya Doni to the point pada alma.
"Alma sedang berada di taman kota mas, nih mau pulang"jawab alma di seberang telepon.
"Loh bukannya tadi kamu bilang lagi malas keluar, kok sekarang sudah berada di taman kota saja" ucap doni keheranan, sebab tadi alma bilang sedang lagi mager (males gerak) ya begitulah mereka berdua selalu tukar pesan dan kabar setiap harinya,dan kebetulan hari ini adalah sabtu malam minggu jadi tentu banyak orang yang keluar untuk menghabiskan waktu weekend.
"Iya mas,soalnya ini juga alma sekalian cod barang, jadi ya keluar deh sekalian cari makan"
"Sudah mas ini saja aku mau pulang"
"Kamu dimana mas jemput ya"
"Ya sudah deh ini alma lagi berada di seberang air mancur"
" ya sudah" ucap doni langsung mematikan teleponnya dan tancap gas ke arah air mancur sesuai arahan alma.
Flash back on
"Yank kamu sibuk gak kita keluar yuk cari makan" pesan wa doni saat dia berniat ingin bersama alma sebelum memutuskan untuk menjemput Riri istrinya.
"Emmm alma sedang mager nih mas, lain kali saja ya" balas alma.
"Ya sudah al, kalau gitu mas gak maksa" jawab Doni dengan kecewa dan akhirnya dia memutuskan untuk menjemput Riri saja untuk megajak balik ke rumahnya dan membantunya untuk mengelolah keuangan Doni,
"Ahhhh mending aku jemput Riri saja sekarang ke rumah orang tuanya, kalau terus- terusan seperti ini lama kelamaan bisa mati muda aku" ucap doni bergegas menyiapkan jaket dan helm untuk pergi ke rumah mertuanya.namun niat baiknya malah di cegah oleh sang ibu.
Sedangkan di lain tempat saat ini alma sedang bersiap untuk makan malam bersama pria lain, sebenarnya alma adalah seorang wanita panggilan, dia bekerja di pabrik hanya untuk menutupi keburukannya, dan dia adalah seorang wanita yang pintar bersilat lidah mengarang cerita demi membuat pria lain menjadi ibah pada dirinya.
Dan kepada Doni pun,alma hanya menganggapnya masa lalu, dan karena rasa untuk di hatinya masih ada membuat alma mau berkencan dengan doni,walaupun sebenarnya alma sangat dongkol pada doni yang jarang mau keluar uang saat bersama namun karena rasa di hatinya yang masih menggebu membuat alma merelakan uangnya hanya untuk bersenang- senang dengan doni.
Setelah selesai bersiap siap alma langsung memesan ojek online untuk ke cafe yang dekat dengan taman kota menemui teman prianya.
Tak butuh waktu lama akhirnya alma sampai.
"Al kamu makin lama kok makin cantik sih, mas jadi pengen gigit kamu" ucap teman pria alma dengan memainkan rambut alma.
"Ah mas ini bisa saja, ingat loh mas ini tempat umum"
"Ya biarin saja, anggap saja ini dunia milik kita berdua" bisik sang pria dengan hembusan nafas yang penuh dengan kenafsuan.
"Ahhh mas ini, ini makanannya gimana memang kita mau terus terusan seperti ini" ucap alma pada teman prianya yang saat itu masih memainkan rambut alma.
"Lagian kalau nunggu besok kelamaan sayang" jawab sang pria sebab memang sang pria memboking alma pada keesokan harinya dan saat pria itu ingin saat ini namun alma menolak ekrasa sebab dia tidak mau menginap yang nantinya mala membuat orang tuanya menjadi curiga.
"Mas sabar dulu ya, sekarang kita makan, besok alma janji, alma akan memberi mas servis yang membuat mas melayang- layang di awan" bisik alma menggoda teman prianya.
Setelah acara makan malam selesai akhirnya alma memutuskan untuk berjalan kaki berkeliling di taman kota mencari camilan untuk di bawah pulang, namun setelah dia mendapat apa yang dia inginkan, dia memencet ponselnya untuk memesan ojek online , namun sampai lima kali pesanan dia tak kunjung mendapatkan tukang ojek membuat dia frustasi, dan saat dengan seriusnya berulang kali mencari ojek online akhirnya Doni menelvonnya dan kebetulan dia berada di taman kota juga, dan Riri tentu sangat senang akhirnya dia mendapatkan ojek online yang gratis..
Flash back offf