Dianggap Remeh Setelah Melahirkan

Dianggap Remeh Setelah Melahirkan
bab 40 perjodohan


Sedangkan di lain tempat saat ini lastri dan mila sedang merencanakan sesuatu untuk Doni, sebab di sisi lain lastri dan mila sangat berharap jika rumah tangga Doni dan Riri hancur saat ini juga, sangat egois mereka memikirkan kehancuran rumah tangga Doni tanpa memikirkan salman yang akan menjadi korban dari keegoisan mereka.


"Mil, pokoknya ibu gak mau tau caranya kamu harus memikirkan bagaimana agar Doni tidak lagi mengingat istrinya, kalau bisa usahakan agar Doni dan Riri segera bercerai" ucap lastri menatap lekat pada anak sulungnya.


"Iya bu, Mila juga gak rela kalau Riri balik lagi ke rumah ini, enak saja dia yang pergi ninggalin Doni mala sekarang minta di jemput Doni, pasti ya bu Riri yang sudah ngasih pesan pada Doni agar menjemputnya" jawab mila dengan menggebu.


"Mangkanya itu mil ,kamu harus mikirin bagaimana caranya agar bisa ngejauhin mereka berdua"


"Gimana ya bu, oh ya bu katanya ibu mau jodohin Doni sama anak teman sosialita ibu, trus itu gimana kelanjutannya" tanya mila dengan sangat antusias kepada ibunya.


"Ohh iya mil ibu baru ingat" ucap bu lastri dengan menepuk pergelangan tangan sang anak sebab dia saat ini mempunyai rencana untuk anaknya agar dia bisa menjauhi riri.


"Tadi jeng fita sempat membicarakan anaknya yang katanya saat ini sedang masa sidang cerai dengan suaminya, namanya sarah dan kebetulan anaknya jeng fita ini seorang yang kerja di bank lo mil, anaknya juga cantik, sopan dan murah senyum,apa kita jodohin aja ya doni dengan anak jeng fita"lastri sangat antusias menceritakan wanita yang akan di jodohkan dengan anaknya tersebut.


"Memang ibu punya foto anaknya jeng fita sehingga ibu bisa menyimpulkan kalau dia cantik,nanti mala ujung- ujungnya cantikan Riri lagi, buktinya dia saja di ceraikan oleh suaminya"ucap mila belum bisa percaya cerita dari ibunya karena mila beralabi pasti ibunya tau cerita wanita tersebut dari jeng fita sendiri yang notebanenya sebagai ibunya tentunya sudah pasti jika dia melebihkan anaknya.


"Kamu jangan salah mil, dia memang cantik, ibu saja pernah kok bertemu dengannya saat dia sedang menjemput jeng fita pulang arisan, " ucap lastri tak kala ketus saat mila menanggapi ceritanya hanya dengan bualan semata.


"Yakin ibu kalau dia memang cantik, terus kenapa dong kok sampai dia di cerai oleh suaminya"tanya mila dengan penuh selidik sebab disisi lain dia juga tidak suka jika pengganti Riri mala lebih unggul dari Riri karena dia takut akan kalah saing seperti dulu.


"Kamu ini mil kok gak percaya gitu sih sama ibumu sendiri, oh ya ini ibu punya fotonya sarah " ucap bu lastri antusias dia langsung merogoh saku gamisnya dan segera membuka aplikasi watsap dan menekan kontak jeng fita yang kebetulan di situ ada profil foto jeng fita dengan sarah, dan setelah ketemu dia langsung menyodorkan ponselnya kepada mila , dan seketika Mila membelalakkan kedua bola matanya saat mengetahui foto sarah.


"Cantik, wanita karir lagi, dan tentunya incaran seleruh kaum adam" guman mila dalam hati, namun dia segera mempunyai rencana lain agar sarah tidak jadi di jodohkan dengan sarah sebab dia tak mau mala di banding- bandingkan lagi oleh ibunya, apalagi sarah adalah wanita karir yang tentunya mempunyai banyak duit pasti sang ibu akan terus menganggapnya remeh.


"Terus kenapa kok sarah mala di ceraikan oleh suaminya ,padahal sudah jelas di sini sarah cantik apalagi dia wanita karir, tentunya pasti sangat bangga dong yang menjadi suami sarah,"  ucap mila mengompori lastri agar dia berpikir dua kali saat mau menjodohkan sarah dengan doni, sedangkan lastri langsung terlihat bingung dan pandangannya kosong memikirkan omongan mila barusan yang tentu banyak kebenarannya, apa yang membuat sarah di ceraikan oleh suaminya.


"Nah kan sekarang ibu mala gak bisa jawab, apa yang membuat sarah di ceraikan oleh suaminya , ibu jangan gegabah deh" ucap mila memperingatkan ibunya.


"Ya gimana lagi dong mil, ibu juga gak mau kalau sampai nanti Doni mala ngejas Riri lagi"


"Ya ibu halangi  dong kalau Doni mau bertemu Riri"


"Lagian ya mil ngapain juga Doni ngebet mau jemput Riri, sudah jelas kalau Riri itu gak becus jadi istri, gak bisa ngurus suami, gak bisa masak, eh mala mau di kejar, apalagi sekarang sudah jelas kalau Riri sudah gak berpenghasilan lagi, yang ada mala menjadi benalu di rumah ini, labian juga enakan tanpa riri di rumah ini, dasar adik kamu saja yang gak punya otak ,bisa- bisanya wanita sudah pergi meninggalkannya eh mala mau di jemput pulang, yang ada mala bisa besar kepala tuh si Riri" ucap Lastri dengan menggebu mengeluarkan semua kebenciannya pada menantunya, padahal selama ini Riri sudah berusaha menjadi menantu yang baik eh mala selalu saja di pandang sebela mata karena Riri tak bisa lagi memberinya uang, memang ya jaman sekarang hidup sesuai pepata, ADA UANG KAMU AKU SAYANG, wkkwkwk


" ahhh sudahlah mil, ibu capek ngurus doni ibu mau istirahat"ucap bu lastfi kesal saat mengetahui putri sulungnya mala mencuekinya padahal dia saat ini sudah sangat kesal, dan capek karena sehabis shoping berkeliling di mall eh mala pas pulang  di tawari dengan perdebatan yang sangat sengit.


.


..


 ...


 ..


 . 


.


.


Lastri dan mila yang sangat serius membicarakan perihal perjodohan adiknya namun berbeda dengan keadaan di rumah Riri saat ini, mereka berempat sedang bersenda gurau di ruang keluarga bersama salman.


" nang ning nang nung" ucap pak anto sambil kepalanya ikut bergeleng saat mengajak bicara sang cucu sedangkan salman menanggapinya dengan suara khas bayi.


"Aeeee aee oee" ucap salman sambil terkekeh.


"Atu atu tuu cucu eyang sekarang sudah pinter, kalau di acak bicara, uuuu cayang" jawab pak anto sambil menciumi salman.


"Cucu eyang nanti kalau besar mau jadi apa nak, " 


"Maau jadi piyot eyang mau jadi piyot eyang"


"Salman amu jadi dokteng eyang, salman gamau jadi piyot nanti jatuh ke samudra" ucap bu ros menimpali perkataan suaminya sebab sedari dulu dia sangat ingin salah satu anggota keluarganya ada yang menjadi dokter, sedangkan Riri anak satu satunya tidak mau menjadi dokter dia mala lebih memilih bekerja sesuai hobinya.


Riri sangat bahagia dengan suasana seperti ini sebab jika berada di rumah suaminya hanya dia yang akan mengajak salman berbicara, kalau keluarga suaminya jangan di tanya, mereka seolah tidak menganggap keberadaan salman ada dirumah ini,