
Di saat pagi yang cerah ini harusnya Doni ingin berangkat kerja di siapkan semua keperluan yang Dia butuhkan, bukan mala di suguhi suasana yang tidak mengenakkan yang mampu membuat mood Doni mala menjadi buruk, bahkan hampir setiap hari Doni harus menghadapi suasana pagi buruk seperti ini.
"Andai saja saat ini Riri masih ada di Rumah ini, pasti sekarang seragam sudah rapi diatas Kasur, air hangat untuk mandi sudah siap, sarapan juga sudah siap" ucap Doni dengan lirih saat Dia berada di ambang pintu saat melihat meja makan yang masih berantakan dari sisa makan semalam.
Saat ini mala menjadi kebiasaan baru Doni, berangkat kerja baju masih kusut belum di setrika, dan belum sarapan pula.
Untuk sarapan pun Doni harus mangkal dulu di warung gorengan dekat pabriknya untuk membeli kopi dan gorengan sebagai pengganjal perutnya di pagi hari sedangkan untuk siangnya Doni memilih untuk makan di kantin saja, yang tentunya kebiasaan ini mala akan menambah biaya, yang ada mala membuat Doni juga tidak sehat terlalu banyak makan makanan luar.
Sedangkan Lastri jangan di tanyakan kemana, Dia akhir-akhir ini lebih banyak menghabiskan waktu bersama geng sosialitanya, apalagi jatah untuk Riri mala Dia embat juga yang jelas-jelas itu termasuk biaya cicilan motor,air ,listrik dan sebagainya.
Mala dengan seenak jidatnya di habiskan Lastri tanpa mau memikirkan kedepannya.
Bahkan setelah Doni gajian pun Lastri langsung bingung membelanjakan uangnya.
Karena setiap hari Lastri terlalu banyak berada di luar Rumah untuk berkumpul dengan geng sosialitanya membuat Lastri sangat kecapean dan jarang menyiapkan keperluan Doni, apalagi di usianya yang tidak lagi mudah tentu saja badannya mudah capek.
Sehingga membuat Doni berulang kali ingin marah pada Ibunya namun tidak tega untuk melakukannya.
Sehingga dengan sangat terpaksa Doni sekarang lebih sering mengerjakan semua pekerjaan Rumah sendirian, seperti menyapu, memasak dengan sederhana yang penting perutnya kenyang dan mencuci bajunya sendiri, dari sinilah penyebabnya baju Doni sering kusut saat di pakai bekerja karena Dia mencuci baju pada malam hari selepas bekerja dan memakainya kembali saat pagi hari jadi belum sempat Dia setrika.
......
Di Hari Jumat yang cerah ini, dan kebetulan hari ini kerjanya hanya setengah hari saat di pabrik sebab ada perbaikan mesin. Momen ini dapat memberi kesan tersendiri bagi Doni, Dia lega karena bisa berada di Rumah untuk beristirahat sedangkan hari libur sabtu dan minggu jangan ditanya lagi tentunya Doni menghabiskan waktu tersebut untuk berkencan dengan Alma, jadi hari ini adalah kesempatan bagi dirinya untuk beristitahat di Rumah.
Dalam perjalan pulang Doni selalu bersenandung dan bersiul penuh ceria dan kebahagiaan sebab sangat senang sekali dirinya, namun baru saja Doni baru sampai di depan Rumah dan memarkirkan motor di teras Rumahnya alangkah kagetnya saat Dia mengetahui ada dua orang berseragam hitam dan bertubuh kekar sedang berada di depan Rumahnya.
Dengan tangan gemetar Doni langsung mencopit helmnya dan belum juga Dia turun dari mobilnya mala kedua orang tidak di kenal tersebut menghampirinya membuat kening Doni muncuk banyaknya keringat dingin yang bercucuran, walaupun sesama lelaki namun perbedaan yang mencolok diantara postut tubuh yang membuat Doni nyalinya menciut.
"Apa benar anda dengan Saudara Doni Prasetio" ucap salah satu orang tersebut.
"Ya saya sendiri Pak, ada keperluan apa ya Pak mencari Saya, apa Kita duduk dulu agar lebih santai dan sambil ngopi" jawab Doni berusaha tenang sambil menunjuk dua kursi yang berada di depan teras Rumahnya walaupun dalam hatinya sangat bergejolak.
"Tapi Pak, bukannya saya hanya telat satu bulan saja, karena saat Bulan februari sudah dibayarkan oleh istri saya, dan bulan maret memang Saya tidak bisa membayar karena ada keperluan mendadak sedangkan untuk bulan maret saat ini sudah di bayar oleh Ibu Saya" jawab Doni menjelaskan panjang lebar tentang apa yang Dia ketahui bahwa Dia hanya tidak membayar tagihan bulan kemarin saja.
Padahal tanpa Doni ketahui yang sebenarnya terjadi adalah saat bulan februari dimana terjadi pertengkaran antara Riri dan Doni yang membuat Riri pergi meninggalkan Rumah.
Saat itu uang untuk kepeluan membayar cicilan Motor mala terpakai untuk kebutuhan lainnya, dan karena banyaknya tragedi membuat Riri tidak membayarkan uang tersebut untuk cicilan motor mala menggunakannya untuk keperluannya pulang ke Rumah orang tuanya, jadi bisa dibilang kalau uang cicilan motor mala terpakai untuk membayat grab car.
"Memangnya kalau benar sudah di bayarkan, mana bukti pembayaran yang telah bapak lakukan" tantang salah seorang pegawai, sebab bagi Mereka sikap pengelak seperti Doni ini sudah menjadi makanan setiap hari untuknya.
Sedangkan Doni langsung kebingungan saat petugas meminta bukti pembayaran.
"Kebingungankan sekarang, sudahlah Pak, mending Bapak lunasin saja sebelum jatuh tempo, nanti mala yang ada Motor Bapak Doni kami ambil"
"Ya gak bisa gitu Dong Pak, enak saja main ambil-ambil saja" ucap Doni dengan lantang dan bersamaan dengan itu datanglah Lastri dengan langkah tergopoh-gopoh saat melihat ada keributan diRumahnya.
"Ada apa ini, kenapa kalian ribut di Rumah Saya," ucap Lastri sambil melihat secara bergantian ke arah kedua pegawai tersebut.
"Ada apa ini Doni, cepat jelaskan, Malu di lihat oleh tetangga"
"Mereka pihak bank Bu, ingin menarik motor Doni, kata Mereka Doni sudah telat membayar selama tiga bulan, padahal Doni hanya telat bulan kemarin saja tidak membayar cicilan motor, terus cicilan motor bulan ini sudah Ibu bayarkan" tanya Doni sambil menatap lekat pada Ibunya berharap ada angin segar dalam dirinya saat ini, tentu saja Doni sangat tidak rela jika sampai motor kesayangannya mala di tarek oleh pihak Bank.
Dan saat itu pula Lastri langsung membulatkan matanya dengan lebar-lebar takut anaknya marah pada dirinya sebab uang untuk cicilan motor bulan ini belum Dia bayarkan dan mala di habiskan eh Lastri untuk membeli tas baru.
"Sudahlah kalian berdua jangan membuang banyak waktu kita yang terbuang, ini Bukti kalau kalian sudah nunggak selama tiga bulan, cepat kalian tunjukkan bukti pembayaran atau kalian bayar sekarang juga" ucap pegawai sambil menyodorkan map yang telah di bawahnya.
"Bu, uangnya masih adakan, sekarang tolong ibu bayarkan, kalau memang belum ibu bayar, Doni gak mau kalau sampai motor Doni diambil"
"Emmm,emmm, gimana ya Don, uangnya sudah habis Ibu buat beli tas kemarin di mall,lagian bagus sih Don" jawab Lastri tanpa merasa berdosa.