Dianggap Remeh Setelah Melahirkan

Dianggap Remeh Setelah Melahirkan
Rayuan Buaya


Doni yang sedang malas melihat drama suami,istri dan Ibunya, yang ada makin membuat Dia semakin pusing.


Doni akhirnya bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya ke dalam kamar.


Doni segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Manik matanya menatap langit-langit kamar, tiba-tiba bayangan saat Riri dan Salman sedang tidur di Rumah ini memenuhi pikirannya, Dia tidak menyangkah jika akan kehilangan Riri secepat ini.


Sebenarnya tidak hanya Anton, namun banyak dsri teman dekat Doni yang menyarankan agar Dia segera untuk menjemput Riri,namun itu semua tidak perna sekalipun Doni gubris, sebab Dia sangat takut jika Ibunya marah, namun saat ini Dia sadar dan menyesal, dan apa boleh buat, semua sudah terjadi dan tidak mungkin bisa terulang kembali.


Setelah mendapat surat dari Pengadilan Agama, Doni jarang memainkan ponselnya, bahkan untuk bermain game saja,tidak Dia lakukan, sebab Doni takut nanti jika Alma menghubunginya, malah akan menjadi semakin rumit nantinya.


Akhirnya Doni bangkit dari tidurnya dan mengambil ponselnya di atas nakas, saat menghidupkan ponselnya, ternyata ponsel tersebut sedang habis baterai.


Dengan cepat Doni mengambil charger dan segera mengisi daya ponselnya.


Dengan cepat Doni segera menghidupkan ponselnya walaupun saat ini daya ponsel masih berisi dua persen.


Saat ponsel sudah aktif, beberapa kali ponsel Doni berbunyi menandakan banyaknya pesan yang masuk, dengans sengaja Doni membiarkan ponselnya tersebut agar semua pesan masuk.


Setelah limah menit, ponsel tersebut tidak lagi berbunyi, Doni segera membuka ponselnya, ternyata banyak sekali pesan masuk di aplikasi hijau berlogo gagang telepon tersebut, dengan cepat Doni membuka banyaknya pesan yang ternyata dari Alma.


Dia segera menscrol pesan dari Alma mulai dari atas serta banyaknya beberapa pesan gambar yang belum di unduh oleh Doni.


"Mas Doni sayang Kamu sedang apa, Alma kangen nih, "


"Mas Doni sayang"


"Mas Doni, Alma kangen"


"Sayang, kok gak bales sih, Alma kangen nih, sekalian pengen juga sih" 


"Alma beri pap foto yang cantik ya" 


(Pesan Alma sambil mengirimkan foto bugil dengan pose yang sangat menggoda tentunya)


"Mas Kamu kemana saja sih kok, membiarkan Alma seperti ini"


"Mas, apa Kamu sudah gak sayang sama Alma"


"Mas, apa Kamu sekarang sudah menemui istri Kamu, jadi Kamu melupakan Aku" 


"Ya sudah jika memang Kamu sudah menemukan istri Kamu, bye, tolong jangan terlalu memberi harapan"


Begitulah isi singkat pesan dari Alma.


Doni yang beberapa kali mengunduh foto pap yang di kirimkan oleh Alma, seketika rasa pusing di kepalanya hilang dan berganti dengan rasa sang* yang ada di pikirannya.


Bahkan Alma tidak hanya mengirimkan satu foto saja, namun Dia mengirim foto pada Doni dengan jumlah yang sangat banyak.


Mulai dari Alma yang sedang memakai lingeri dengan berbagai warna dengan pose menggoda,bahkan dengan foto bugil sekalipun.


Tentu saja, laki-laki mana coba yang tidak tergoda ketika di beri pemandangan yang sangat indah tersebut.


Ketika Doni sedang melamun membayangkan sedang bergelut dengan Alma, tiba-tiba ponselnya berbunyi ada panggilan masuk.


Ternyata orang yang saat ini dipikirkannya sedang menelvon.


Dengan cepat dan semangat empat limah Doni segera mengeser logo hijau untuk menerima panggilan dari Alma.


"Mas, Kamu itu kemana saja sih, Kok Aku malah dianggurin seperti ini, apa Kamu sudah gak sayang sama Aku, atau Kamu sudah balikan sama istrimu, Kamu jahat mas, kurang apa coba aku sama kamu mas" cerocos Alma di seberang sana sehingga membuat Doni semakin gemas saat ini.


Alma yang saat itu mengetahui jika pesannya sudah centang biru, Dia dengan segera menghubungi Doni agar tidak cemas terus-menerus, bahkan Alma sampai tidak masuk kerja karena memikirkan Doni.


"Kamu ini apa-apaan sih Al, nyerocos saja" jawab Doni dengan sangat lembut karena Dia saat ini sedang ada maunya, dasar lelaki buaya.


"Lagian Kamu sih bikin kesal mulu"ucap Alma dengan kesal.


"Maaf ya sayang, karena beberapa hari ini mas tidak pernah ngabarin Kamu ka,,"belum juga Doni menjelaskan namun dengan cepat Alma segera memotong pembicaraan Doni.


"Karena Kamu sudah baikan sama istrimu, iyakan mas, kurang apa mas aku ini"


"Husssh , kamu ini ngomong apa sih sayang, buruk sangka mulu"


"Ya kamu sih, kemana saja" 


"Mas sedang sibuk sayang, karena Mas harus mengurus perceraian mas dan Riri, bahkan tadi pagi Mas baru saja melakukan sidang"jelas Doni pada Alma.


"Yang benar Kamu mas kalau tadi Kamu sidang"


"Benar sayang, ini surat dari pengadilan agama, kalau Kamu gak percaya" jawab Doni sambil menunjukkan bukti surat panggilan agama di depan kamera ponselnya sehingga membuat Alma percaya.


"Makasih sayang, ternyata Kamu menepati janjimu, makin sayang deh"ucap Alma dengan pedenya.sebab Alma sudah terlanjur bucin pada Doni.


"Maaf ya sayang, karena aku jarang menghubungi Kamu, bukan tanpa alasan, namun Mas juga harus menyiapkan percerain Mas, mas harus nyewa pengacara dan lainnya" ucap Doni dengan bangganya seolah Dia yang mengajukan perceraian, dasar playing victim.


"Makasih sayang, makin sayang sama Kamu" ucap alma dengan manjannya pada Doni, karena saat ini Dia merasa menang dari Alma, sebab Doni sudah menggugat cerai Alma.


"Kamu gak kerja sayang" tanya Doni dengan keheranan, sebab saat ini di gambar ponselnya, Alma sedang berada di kamar.


"Aku males kerja sayang, lagian ini juga salah Kamu sih, siapa suruh coba gak hubungin Aku, jadinya membuat Alma kepikiran ,jadi dari pada nantinya Alma tidak fokus dalam bekerja, ya mending gak kerja deh sekalian" jawab Alma dengan diiringi suara yang mendayu dan menggodah.


"Maafin Mas ya sayang" jawab Doni.


"Maaf doang gak cukup" ucap Alma dengan diiringi raut wajah cemburut menekuk bibirnya.


"Emmm harus dengan apa ya, gini saja deh, mending Kamu sekarang mandi dan siap-siap dandan yang cantik, nanti mas jemput dan Mas ajak makan di tempat saung makan dekat puncak yang waktu itu"jawab Doni dengan cepat, dan Dia akan mentraktir Alma menggunakan uang yang di berikan Riri sebagai ganti cicilan motor tersebut, rencanya setelah mengajak makan ,Doni langsung gas pol mengajak Alma untuk cek in hotel.


"Emmm gimana ya, cuma makan doang ya mas" tanya Alma, padahal Dia sedang memberi kode pada Doni untuk memberi Dia yang lebih dari makan.


"Iya sayang, Kita cuma makan saja, dan nanti setelah makan dan kenyang, giliran nanti Kamu yang Mas makan, berikan Mas servis terbaikmu  Mas kangen goyanganmu"jawab Doni menggoda Alma, sebab menurut Doni, Alma sangat pintar diatas ranjang dari pada Riri yang monoton.


"Ahh Mas,nanti semua gaya deh di praktekin"


"Ya sudah cepat dandan yang cantik, bentar lagi mas jemput, mmuuach" ucap Doni sambil mematikan telepon.