
Setelah mendapat wejangan dari Anton, Doni langsung bangkit dari duduknya dan bangkit untuk segera membersihkan diri.
Setelah semuanya selesai Doni termenung di dalam kamarnya memikirkan tentang apa yang baru saja di katakan oleh sang kakak ipar, sebenarnya Doni ingin sekali menjemput istrinya, namun karena Doni yang tidak punya pendirian dan selalu nurut sama sang Ibu, membuat Anton menjado gemas kepadanya.
"Mengapa semua jadi rumit begini, apa aku hubungi alma saja ya, agar Alma bisa berpendapat tentang apa yang baik" guman Doni dalam hati, sebab saat ini Doni juga di posisi sudah mulai mencintai Alma.
D: "Al, kamu sedang apa, Mas kangen nih"
A: "ih Mas Doni apaan sih, baru nyambung juga sudah bahas kangen, memang yang kemarin kurang" memang mereka berdua sudah melampau batas dan sering berhubungan layaknya suami istri.
D: "lagian Kamu itu candu bagiku"
A: "mas ah malu "
D: " Al, Mas mau minta pendapat Kamu, kalau Mas mau jemput Riri Kamu setuju gak"
A:" Gak mas, gak bisa gitu, apa Kamu lupa jika Kamu berniat untuk memperjuangkan hubungan kita, apa Kamu lupa pada janjimu, gitu ya Mas,Kamu tega, "
D:"Al, tenang dulu, Mas gak ada maksud begitu loh"
A: "terus maksud Kamu apa, kamu mau memperjuangkan Riri, terus Kamu anggap Aku sebagai apa Mas,kecewa Aku Mas sama Kamu,"
D: "Al, Kamu coba dong ngertiin dikit, Mas hanya minta pendapat Kamu"
A:" Kamu minta pendapat seperti itu sama saja telah melukai hatiku, Mas mau memperjuangkan rumah tangga Mas, yasudah lebih baik Aku mundur saja, jika itu yang terbaik menurut Mas"
D:"Al, kamu jangan seperti anak kecil dong"
A:"sudahlah Mas, perjuangkan rumah tangga Kamu semoga Kamu bahagia"
Tiba-tiba panggilan di putus sepihak oleh Alma,
Alma merasa sangat kesal sebab orang yang selama ini Dia perjuangkan dan mampu untuk mengangkatnya dari lembah hitam, nyatanya lebih memilih istrinya dan yang lebih menyakitkan lagi bisa-bisanya Doni meminta pendapat pada dirinya.
Selama bertemu dengan Doni dan menjalin hubungan dengan Doni di belakang Riri, Alma sangat berharap Doni mau mempersunting dirinya, dan mampu mengangkat Alma dalam dunia lembah hitam.
Memang selama ini Alma bekerja di pabrik, namun karena tuntutan dari kedua orang tuanya membuat Alma harus melakukan hal menjijikkan ini sebagai selingan agar dirinya mendapat tambahan uang, jika hanya mengandalkan gajinya di pabrik yang hanya sebagai staf biasa, Dia tidak bisa memenuhi gaya hidup orang tuanya yang hedon dan biaya adiknya yang saat ini menempuh jenjang SMA, inilah sebabnya Alma sangat berharap Doni mempersunting dirinya sebab Dia sebenarnya sudah sangat capek dengan kehidupan yang telah dia jalani.
....
...
sedangkan Doni langsung merasa masalahnya semakin bertambah, sebenarnya Doni ingin memiliki dua wanita tersebut sekaligus, Riri yang sangat penurut serta Alma yang cantik dan bisa di pamerkan ke semua orang, walau sebenarnya masih cantikan Riri jauh ya namanya juga buaya serakah, bahkan Doni berkeinginan agar kedua wanita itu akur dan mendampinginya.
Karena saat ini Dia sangat merasa kebingungan akhirnya memutuskan untuk keluar rumah saja,saat keluar dari kamar tidur, Dia tidak menemukan Ibunya di setiap ruangan rumahnya, tanpa mau ambil pusing akhirnya Doni langsung keluar rumah dan kebetulan ada Anton di teras rumahnya sedang mengopi, Doni langsung melangkahkan kakinya untuk menghampiri Anton untuk meminta pendapat, dasar Doni mengambil keputusan saja tidak bisa harus melibatkan banyak orang,bukan tanpa alasan juga, sebenarnya sikap ini tumbuh ketika Doni yang selalu saja di kekang oleh ibunya.
"Iya mas "
"Kamu mau ngopi"
"Gak ah Mas, males, Doni mau minta pendapat sama Mas Anton" ucap Doni merasa malu dan bingung.
"Bicara saja Don, seperti dengan siapa saja Kamu ini"
"Tapi Mas, disini gak ada orang kan" ucap Doni celingukan mencari keberadaan mbaknya didalam rumah.
"Gak ada siapa pun disini Don, aman, Ibu dan Mbakmu serta kedua anakku baru saja pergi ke kedai bakso depan" ucap Mas Anton sambil menyesap kopi hitamnya.
Setelah beberapa kali menghembuskan nafas kasar, akhirnya Doni mulai menceritakan pokok permasalahan dalam rumah tangganya mulai dari Riri yang pergi meninggalkan rumah dan hubungannya dengan Alma, mulao dari Dia bertemu Alma dan mulai menjalin hubungan yang lebih serius lagi, sedangkan Anton yang menyimak kata setiap kata dari cerita adiknya tersebut, ingin rasanya Anton saat itu juga menonjok muka Doni, sebab Anton ilfill melihat sikap Doni yang tidak dewasa sama sekali, bukannya menghadapi masalah mala menghindar dari masalah dan menambah masalah baru.
Flash back on
Anton seketika teringat saat dulu Mila sehabis melahirkan dan menolak keras berhubungan dengannya, padahal saat itu kondisi Mila sudah membaik karena sudah dua bulan melahirkan, karena istrinya yang menolak keras menggunakan Kb serta tidak mau melayaninya sedangkan saat itu Dia tidak bisa menahan hasratnya membuat Anton lebih memilih melampiaskan pada wanita malam, namun sampai saat ini rasa menyesal terus melanda dirinya.
"Ma, ayo dong layanin Papa" ucap Anton sambil merangkul pinggang Mila dan menciumi tengkuk istrinya dengan penuh nafsu.
"Ishhh ogah ah, Kamu gak ingat kalau Aku belum Kb, memang kamu mau aku hamil lagi mas, kalo aku sih ogah"
"Lah kenapa Kamu sampai sekarang belum pasang Kb, kan anjuran bu bidan setelah masa nifas sedangkan saat ini kamu sudah usia dua bulan"
"Gak, aku gak mau, pokoknya aku nurut sama ibu gak nurut sama bidan, nunggu empat bulan"
"Ya nanti mala lama dong aku nunggunya"
"Ya itu resiko kamu sebagai lelaki"
"Tapi kan tugas seorang istri harus melayani suaminya"
"Ya tapi ini kondisinya bedah , aku gak mau kalau gak sampai empat atau lima bulan, harusnya kamu ngerti itu Mas, bukan mala memaksa layaknya anak kecil, "
"Kamu juga Anton, sudah tau istri baru saja melahirkan dua bulan, sudah mau diajak enak-enak nunggu empat bulan,"ucap Lastri yang tiba-tiba ada di dalam rumahnya membuat Anton merasa sangat kesal sebab hasratnya tidak terpenuhi dan mala mertuanya memarahinya.
Anton yang saat itu sudah kesal dan sangat jengkel karena dirasa tidak punya privasi dalam berumah tangga, akhirnya memilih untuk pergi meninggalkan rumah dan melampiaskan ke wanita malam.
Flash back off.
Begitu pula saat Anton mengetahui cerita Doni sampai melakukan hal sejauh ini pasti ini ada turut andil antara Ibu mertuanya dan Istrinya, sebab Anton mempunyai filing kuat tentang ini karena dia pernah mengalami.