Dianggap Remeh Setelah Melahirkan

Dianggap Remeh Setelah Melahirkan
Marni


Semakin hari hubungan antara Doni dan Alma semakin dekat, bahkan Doni dengan terang-terangan mala sering mengajak Alma untuk sekedar makan, membuat hubungannya semakin lengket, namun kebahagiaan di atas penderitaan orang lain tak selamanya indah, sebab hukum tabur tuai terus berjalan.


Saat berada di kedai bakso kemarin, tidak hanya Riri  yang mengetahui perselingkuhan Doni, namun tetangga Doni ,Bu Marni sih tukang gosip di kampungnya juga memergoki Doni sedang bermesraan dengan perempuan lain apalagi saat mengingat kondisi rumah tangga Doni yang jadi perbincangan hangat di kampungnya.


Beberapa hari ini rasa kepo di diri Bu Marni melanda ingin sekali Dia menanyakan langsung pada Bu Lastri namun sampai hampir tiga hari Dia tidak pernah berjumpa dengan Bu Lastri.


Hingga di pagi hari yang cerah ini Marni menemui Bu Lastri yang sedang melakukan kasbon di tukang sayur langganan para ibu-ibu, dengan semangat empat lima Marni segera melangkahkan kakinya dengan cepat ke arah bu Lastri.


"Pagi ibu-ibu"ucap Marni sambil tersenyum ramah kepada para pembeli sayur.


"Pagi juga Bu Marni ,Ibu mau masak apa hari ini" ucap Bu RT yang kebetulan saat ini sedang memilih sayur kangkung.


"Entahlah Bu Rt saya juga bingung mau masak apa" jawab Marni sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Eh Bu Lastri, belanja Bu"ucap Marni basa basi,namun Bu Lastri mala bersikap ketus kepada Marni dan menatap dengan tatapan sinis, sebab Dia sangat malas jika berhadapan dengan Marni si biang gosip di kampung ini.


"Enggak, mau nyapu" jawabnya ketus.


"Bu Lastri kok sewot sih Bu, masih pagi lo,nanti kalau mood menjadi jelek eh mala gak jadi masak"jawab Marni.


"Eh ngomong-ngomong saya kok gak pernah lihat menantu Bu Lastri ya, katanya kangen orang tuanya kok gak pulang-pulang sih" ucap Bu Siti yang sama biang gosipnya, sehingga membuat Marni tersenyum sinis, akhirnya tanpa Dia memulai kata akhirnya ada orang lain yang membantunya.


"Iya memang begitulah kelakuan menantu saya itu Bu, baru saja kena masalah dikit udah main kabur saja ke rumah orang tuanya, padahal awalnya Dia hanya minta izin untuk satu malam saja di sana eh mala kebablasan" jawab Lastri dengan semangat menggebu Dia menjelekkan Riri di hadapan orang lain sebab Dia mempunyai alasan jika suatu saat Doni dan Riri akan bercerai pasti orang lain menyalahkan Riri penyebab dari perceraian tersebut.


"Ohh memangnya ada masalah apa bu, sefatal itukah kesalahan dari anak Bu Lastri"ucap Marni memancing Bu Lastri agar Dia bisa lebih lama bercerita tentang rumah tangga Doni dan nantinya Marni akan memberikan kejutan yang sangat indah pada Bu Lastri, walaupun selama ini Marni terkenal biang gosip di kampungnya namun Dia paling membenci yang namanya perselingkuhan, apalagi selama ini Riri menjadi teman baik Marni, walau saat berkomunikasi lewat chat watsap saja namun Riri sangat baik bahkan dulu saat Marni ingin memulai usaha berjualan seblak, Ririlah yang membantu modalnya.


"Eh Marni kamu kalau ngomong jangan asal jeplak saja ya kalau belum tau asal usulnya, Doni gak punya kesalahan sama Riri, ya Riri saja yang gak tau diri, sudah gak bisa menghasilkan uang eh mala dengan enaknya uang belanja dari Doni mala dia buat kepentingan yang gak terlalu penting, Dia itu sangat boros bahkan setiap haro saya selalu di beri makan Riri sayur bening, keterlaluan tidak menantu saya itu ibu-ibu, " jawab Bu Lastri sambil dengan ekspresi yang dibuat olehnya agar para tetangganya ikut iba pada keadaanya selama ini.


"Iya yah, saya juga gitu Bu, setiap malam selalu berdoa agar kelak saya di beri menantu yang baik, " ucap Bu Ona menimpali perkataan  Bu Rt.


"Ya harus itu Bu, kita harus bisa dengan teliti untuk menyeleksi calon menantu, agar nanti ibu gak menyesal di kemudian hari seperti yang telah saya alami ini" ucap Bu Lastri sehingga membuat Marni yang sejak tadi memperhatikan mimik wajah Bu Lastri seolah ingin muntah saat itu juga di depannya.


"Eh memang benar Bu kalau selama ini Mbak Riri boros,memangnya selama ini Doni ngasih uang berapa pada  Mbak Riri, bahkan dulu setiap belanja juga selalu ikan, daging, ayam " ucap Bapak tukang sayur mencoba untuk menghentikan fitnah dari Bu Lastri sebab disisi lain Dia juga mengenal orang tua salah satu pelanggannya tersebut karena sebagian dari dagangannya juga mengambil dari hasil kebun Pak Anto.


"Ituh mah untuk di kirim ke orang tuanya, maklum orang tuanya juga orang gak mampu yang penghasilannya hanya mengandalkan kebun yang tak seberapa besarnya, itu pun kalau panen kalau tidak mau makan apa Dia disana, sudah tau orang tuanya gak mampu mala Dia sok sokan ikut numpang, gak kasian apa, pasti Dia sekarang lagi nahan lapar" jawab Bu Lastri, sedangkan Bapak tukang sayur hanya mampu mengelus dadanya sebab dari sini Dia bisa menyimpulkan kalau Bu Lastri tidak mengenal besannya terlalu dalam, dia hanya mengenal daro cover keluarga Pak Anto yang sederhana.


"Eh ibu kan belum jawab pertanyaan dari Marni, memangnya Riri di beri uang belanja berapa sama Doni sehingga Bu Lastri bisa menyimpulkan kalau Riri boros"tanya marni sekali lagi.


"Ya semua gaji Doni yang tujuh juta itu, bahkan Doni hanya minta tiga ratus ribu untuk uang bensin dan saya hanya di beri uang lima ratus perbulannya"


Disini Marni bisa menyimpulkan bahwa ternyata selama ini Riri telah di bohongi oleh keluarga dsri Doni.


"Bu Latri yakin Riri pergi hanya perihal masalah uang saja" tanya Marni memancing .


"Maksud kamu apa Marni, " ucap Bu Lastri dengan penasaran sebab Dia kepo dengan apa yang telah di ketahui oelh Marni, Dia berharap Marni mempunyai info tentang Riri yang berselingku kalau bisa agar sang anak segera bebas dari Riri.


"Marni kemaren habis lihat Doni lagi bermesraan di kedai baksodengan wanita lain loh Bu, bahkan mereka berdua sangat mesra, dan asal Ibu tau wanita yang sedang jalan dengan Doni adalah Alma mantan doni terdahulu" ucap Marni dengan menggebu sedangkan wajah Bu Lastri terlihat sangat kaget namun Dia berusaha bersikap biasa karena tidak percaya kalau Doni berselingkuh."Kamu jangan asal nuduh dong Marni, malah nanti jatuhnya fitnah dan Dosa"


"Saya gak nuduh loh bu, bahkan saya lihat dengan mata kepala saya sendiri, ini saya ada fotonya" sambil menyodorkan ponselnya ke arah ibu-ibu terlebih dahulu sebelum Marni serahkan pada Lastri .


Dan seketika terjadi keributan dengan berbagai macam cemooan pada Doni karena perilakunya tersebut.