
"Dasar Kamu memang menantu kurang ajar ya, mertua sendiri mau di laporin" jawab Lastri dengan berusaha agar tidak terlihat ketakutan.
"Calon mantan mertua kali Bu" jawab Riri sambil menaikkan alisnya seolah Dia sedang menantang mertuanya, sudah cukup kesabaran Riri selama ini.
Dia yang selama ini berusaha sabar,namun kesabarannya seolah tidak ada artinya, bagi Riri saat ini adalah kesempatan bagi dirinya untuk melawan Ibu mertuanya.
"Ituh lihat kelakuan anak anda Bu, sama orang tua kok melawan, kasian Orang tuanya salah mendidik"ucap Lastri sambil menatap Bu Ros, sehingga membuat Bu Ros terpancing emosinya, bagaimana tidak, harga dirinya jatuh saat di bilang salah mendidik anak.
"Kalau Aku salah mendidik anak, bagaimana dengan cara anda mendidik anak laki-laki, masak laki-laki kok ngunpet terus di ketek ibunya"sindir Bu Ros tidak kalah kejam.
"Justru Saya sangat bangga, karena berhasil mendidik anak dengan baik, dan sangat penurut pada Saya"ucapnya dengan sangat bangga namun kenyataanya adalah mempermalukan diri sendiri.
"Cukup,gak malu kaliam sedari tadi adu mulut gak jelas, Doni bawah Ibu dan keluargamu pergi dari sini, biarlah nanti Kita bertemu saat panggilan tiba" ucap Pak Anto dengan suara yang sangat lantang sehingga membuat Doni dan keluarganya bergidik ngeri, dan langsung pergi meninggalkan Rombongan Riri.
Mereka sangat ketakutan, sebab tidak biasanya Pak Anto menampilkan wajah segarang ini...
..............
Sedangkan dilain tempat saat ini Alma sedang uring-uringan, semua anggota keluarga tidak luput dari amukannya, bahkan masalah kecil saja bisa menjadi besar saar berhadapan dengan Alma.
Bagiamana tidak uring-uringan, sebab selama satu minggu ini Doni tidak bisa Dia hubungi, semua pesan, maupun panggilan dari Alma tidak Doni respon sama sekali.
Alma adalah seorang janda tanpa anak, suaminya dulu adalah seorang pengusaha sukses, sehingga setiap bulannya selalu memberikan uang banyak pada kedua orang tuanya, dan dari sinilah orang tua Alma menjadi malas tidak mau bekerja.
Namun pernikahannya harus kandas di tengah jalan sebab suaminya ketahuan selingkuh dan melakukan KDRT pada dirinya.
Di bulan pertama perceraian, Alma semakin pusing,sebab kedua orang tuanya selalu uring-uringan pada dirinya karena tidak bisa memberikan uang banyak seperti biasanya.
Hidup Alma yang penuh dengan kesengsaraan dan tekanan dari kedua orang tuanya sehingga Dia harus rela menjadi wanita open BO demi mencukupi kebutuhan keluarganya, apalagi sifat Ibu alma yang selalu merasa kurang dan tidak ada rasa syukurnya.
Hingga kemudia Alma bertemu dengan Doni yang seketika mampu membuat hidup Alma menjadi berwarna.
Doni selalu memberikan perhatian lebih padanya, apalagi sedari dulu rasa cinta Alma pada Doni tidak pernah berubah, dan saat inilah kesempatan Alma untuk kembali merebut cinta Doni.
Setelah putus dengan Doni dan gagal dalam berumah tangga.
Alma sangat putus asa, ditambah lagi tekanan dari keluarganya sehingga Dia melampiaskan hidupnya dengan menjadi wanita open BO.
Bukan tanpa alasan,sebab Alma merasa semua laki-laki di dunia ini sama bangs*tnya.
Alma yang rela memberikan mahkotanya hanya untuk membuktikan cintanya pada Doni, namun Doni dengan tanpa bersalanya malah menikah dengan orang lain.
Sehingga membuat hatinya bersumpah akan membalas dendam semua pada Riri dan suatu saat akan berusaha kembali untuk merebut Doni.
Saat mulai dekat dengan Doni, perlahan Alma mulai merubah Dirinya, Dia sudah tidak lagi menerima job open BO, dan menggunakan tabungan pribadinya jika tidak cukup.
Sebab Alma merasa sangat bersalah jika harus membagi dirinya pada pria lain, sedangkan dihatinya ada nama Doni yang harus di perjuangkan.
Hingga suatu ketika, Doni menelvon Alma untuk menanyakan pendepatnya jika Doni ingin bertemu dengan Riri, tentu saja saat itu Alma sangat kecewa pada Doni, Seolah Doni saat ini sedang mempermainkan perasaanya.
Sebagai seorang perempuan tentunya Dia sangat cemburu mendengar orang yang sangat di cintai malah minta pendapat darinya untuk menemui istrinya, walaupun Dia sadar, bahwa Dia hanyalah pelampiasan, namun di lubuk hati yang terdalam, Alma sangat menaruh harapan besar pada Doni.
Dan setelah kejadian inilah Doni sudah tidak lagi merespon panggilan maupun pesan darinya, Alma sangat frustasi memikirkan nasib percintaanya, Dia semakin besar menaruh dendam pada Riri.
"Mengapa harus Riri yang selalu mendapatkan Kamu Mas, apa kurangnya diriku"ucap Alma sambil menangis sesenggukan di kamarnya.
"Bahkan saat Riri pergi meninggalkan Kamu, Aku selalu ada untuk Kamu, tapi apa balasan Kamu, Kamu tetap bangs*t dari dulu"
Pernikahannya harus kandas di tengah jalan karena sang suami melakukan perselingkuhan dan KDRT, dan sekarang Dia di sakiti kembali oleh orang yang sama.
.
"Al, Alma buka pintunya,dari tadi tidur saja kerjaan Kamu" ucap Ibu Alma sambil menggedor pintu dengan sangat keras.
"Al, Alma ,cepat buka pintunya"
Karena Alma tidak segera membuka pintu akhirnya Ibu Alma dengan cepat menekan gagang pintu yang ternyata kamar Alma tidak di kunci.
"Kamu ini apa-apaan sih, sedari tadi Ibu gedor gak keluar"
"Mbok ya jangan malas-malasan terus Kamu itu Al,ingat, beras itu gak di dapat secara gratis, "
"Sok-sokan seharian rebahan di kamar,memangnya Kamu ini sultan"
"Lagian ya Al, ini juga salah Kamu sendiri, sudah di kasih hidup enak,apa-apa tinggal minta, hidup keluarga Kamu terpenuhi, sekarang malah Kamu melepaskan itu semua" ucap Ibu alma terus saja memarahi Alma, sedangkan Alma sedari tadi hanya diam saja, males untuk menyahuti ucapan ibunya.
"Sekarang Kamu menyesalkan"
"Bu, Alma gak menyesal sama sekali, bahkan Alma sangat bersyukur karena bisa lepas dari laki-laki pengniatan dan psikopat macam Dia" jawab Alma dengan ketus.
"Eh Alma, kalaupun laki-laki berduit itu main perempuan itu wajar, asal kita sebagai perempuan saja yang bisa menerimanya dengan lapang dada, jangankan suami Kamu dulu yang seorang pengusaha, Bapakmu saja yang dulunya hanya seorang pekerja pabrik juga selingkuh kok,namun Ibu ikhlas, sebab surganya seorang perempuan ada di kaki suami, jadi kita harus nurut dan ridho pada suami"ucap Ibu alma dengan mudahnya tidak mempermasalahkan perselingkuhan sama sekali dan pemikirannya di luar nalar, jadi bisa di pastikan kalau suatu saat antara ibu alma dan lasrti pasti seru kalau duel.
"Ya itu memang Ibu saja yang bodih, mau saja di selingkuhan, kalau Aku mah ogah Bu,dan Aku paling benci dengan namanya penghianatan, jadi camkan itu dan jangan bandingkan Aku dengan Ibu, Kita beda, walaupun Aku ini adalah anak Ibu"jawab Alma dengan penuh emosi dan langsung pergi meninggalkan Ibunya.