Dianggap Remeh Setelah Melahirkan

Dianggap Remeh Setelah Melahirkan
Ganti Suami


"Ya aku sebenarnya ingin dua-duanya Mas."jawab Doni dengan santainya sehingga membuat Anton melototkan matanya tak percaya, Adik yang selama ini sangat pendiam dan penurut pada Ibunya ternyata di dalam dirinya terdapat jiwa ambisius yang sangat besar, bagaimana tidak, hampir sepuluh tahun Anton berumah tangga dengan Mila, tidak sedikit pun Dia pernah memikirkan untuk memiliki dua istri sekaligus, walaupun Dia pernah khilaf sekali namun tidak ada niat untuk menduakan istrinya.


Suasana di warung memang sedang sepi apalagi mereka berdua berada di bangku pojok dan tak mungkun orang lain bisa mendengar percakapan mereka membuat Doni dan Anton leluasa berbicara dan  bertukar pikiran, sedankan perihal nonton liga dunia itu hanya bualan untuk Mila dan Lastri sebab keduanya juga sangat pusing di hadapkan oleh makhluk Tuhan yang sangat unik sekali.


"Kamu yakin Don ingin memiliki dua-duanya sekaligus, Nafkah untuk Riri saja Kamu gak becus ngasihnya, ini akal-akalan mau nambah istri, bisa-bisa nanti Kamu mala di cincang sama kedua istrimu" ucap Anton meledek Doni.


"Memangnya Mas Anton sudah benar kalau ngasih nafkah untuk Mbak Mila, jangankan untuk kebutuhan pribadi Mbak Mila, kebutuhan kedua anak Mas Anton saja harus Doni yang memenuhi sebab Bapaknya tidak bisa memenuhi dengan layak" jawab Doni tenang dengan nada menyindir, sebab sebenarnya Doni juga ilfill harus setiap kali memberi jatah bulanan pada Mbaknya, namun karena takut pada Ibunya membuat Dia mau tak mau harus menuruti apa kata sang Ibu.


Sedangkan Anton yang sedari tadi ingin meluapkan semua emosi yang terpendam akhirnya harus buka mulut, sebab di hatinya juga teramat capek setiap hari menahan sakit hati perihal ucapan mertuanya.


Berulang Kali Anton menghembuskan nafas kasar ingin mengungkap semuanya, sebab ini adalah pertama kali Anton dan Doni salin bertukar pikiran, sebab biasanya Doni di larang keras oleh Lastri untuk bercengkrama dengan Anton, takut ikutan males seperti Anton.


"Asal Kamu tau Don, sebenarnya jatah uang bulanan yang Mas berikan pada Mila mbakmu justru tiga kali lipat dari jatah bulanan untukmu" ucap Anton sambil menatap tajam pada Doni sedangkan yang di tatap mala tersenyum sinis tak percaya apa yang di ucapkan oleh kakak iparnya tersebut.


"Eh Mas jangan ketinggian kalau ngayal, nanti jatuhnya sakit, dapat dari mana coba Kamu itu uang segitu banyaknya padahal Mas hanya seorang kuli panggul, terus kalau memang Mas ngasih jatah Mbak Mila banyak kenapa mala yang ada Mbak Mila kekurangan." jawab Doni dengan santainya sambil menghembuskan asap rokok di bibirnya.


Memang selama ini yang Lastri dan Doni tau bahwa pekerjaan Anton adalah seorang kuli panggul di Pasar yang pendapatan setiap harinya tidak pasti, bahkan bisa di bilang kurang untuk kebutuhan sehari-hari, itulah yang membuat Lastru gedek pada suami anak perempuannya tersebut, karena tidak bisa menghasilkan uang banyak seperti istri dari ank laki-lakinya.


"Kamu besok libur kerja kan."ucap Anton ingin membuktikan pada Doni, Dia berencana untuk mengajak adik iparnya pergi ke usahanya, yaitu warung sembako di Pasar dan peternakan Ayam yang berada di tempat orang tuanya.


"Libur Mas, memangnya kenapa" 


"Mas ingin menunjukkan pada Kamu usaha Mas, sebenarnya Mas ini bukanlah seorang kuli panggul seperti apa yang telah Mbakmu ceritakan selama ini, Mas capek Don setiap hari selalu di olok oleh kata-kata pedas yang keluar dari mulut ibumu itu, seolah Mas ini tidak pernah memberi nafkah pada Mbakmu, padahak Mbak Kamulah yang selama  ini tidak bisa mengatur keuangan, setiap bulan tujuh juta untuk dirinya sendiri masih saja kurang, padahal stok barang dapur sudah lengkap." 


"Sudahlah Mas, jangan terlaku merasa tersakiti, dengan perandaianmu yang teramat tinggi itu."jawab doni.


"Terserah Kamu Don kalau tidak percaya, besok akan Mas buktikan pada dirimu, "ucap Anton santai.


"Terus Mas perihal masalah diriku dengan Riri maupun Alma bagaimana." Tanya Doni ketika antok ingin bangkit dari duduknya yang akan membayar pesanan mereka, karena posisi pertanyaan dari sang adik, Anton mengurungkan niatnya dan segera duduk kembali untuk menjawab pertanyaan dari Doni.


"Kalau menurut Mas, mending Kamu perjuangkan saja cinta Riri, karena di antara kalian ada Salman yang membutuhkan sosok kedua orang tua yang lengkap, jika sampai kalian berpisah kasian mental  anak kamu di kemudian hari.


"Memangnya apa alasan Kamu untuk mempertahankan Alma, ingat itu hanya Ambisi Don bukan cinta yang nyata." Ucap Anton dengan lembut.


"Mas, Alma cinta pertamaku, sulit mas jika harus berpisah dengannya, "


"Lalu mau Kamu kemanakan Salman" 


"Ya biarlah Salman nantinya akan diasuh oleh Riri dan Alma, "ucap Doni dengan entengnya tanpa merasa bersalah sedikitpun membuat Anton semakin heran melihat sikap adiknya tersebut.


"Memangnya kedua wanita itu bisa untuk di satuhkan dalam satu atap, Kamu yakin jika di kemudian hari mereka berdua bisa akur, apalagi Riri adalah sosok yang dewasa dan kuat" 


"Mas, cukup ya Mas, Kamu memuji istriku, " 


"Ya memang itu kenyataanya Doni, Mas gak bilang loh kalau saat ini memuji istrimu, Mas hanya bilang tentang Riri yang sebenarnya, berbeda dengan Mbak Mila yang apa-apa tidak bisa sendiri" ucap Anton jujur apadanya.


"Tapi nanti Alma juga kerja kok Mas di pabrik jadi sedikit demi sedikit pasti bisa membantuku dlam memenuhi kebutuhan hidup.Aku yakin jika kedua perempuan itu di satukan pasti Riri juga tidak akan menolak, " 


"Memangnya apa Alasan Kamu sehingga tetap kekuah ingin menyatukan kedua wanita tersebut" tanya Anton langsung menatap tajam pada Doni, Dia tidak ingin mala nantinya akan salah jalan tidak memikirkan setiap langkah dengan pemikiran yang sangat matang.


"Riri memang seseorang wanita yang mandiri dan penurut mas, serta Dia memang sangat cantik, berbeda dengan Alma yang wajahnya biasa saja namun bisa memuaskanku di Ranjang membuat Aku tidak bisa menjauh dari Alma, apalagi Dia adalah cinta pertamaku, sungguh ini adalah kesempatan emas untuk diriku agar bisa memilikinya lagi" 


"Memangnya Riri tidak bisa memuaskan hasratmu" 


"Jangankan memuaskan, pasca melahirkan sampai Salman berusia empat bulan dan sampai dia pergi dari sini pun tak pernah Dia memenuhi kebutuha  hasratku jadi jangan salahkan aku kalau mencari wanita lain" 


Anton yang mengerti permasalahan yang ada yang memang terletak pada Doni dan lastri jadi yang harus di perbaiki keduanya bukan  mala Riri yang menjadi sasaran mereka.


"Riri tidak melayani Kamu itu kemauanmu apa kemauan Riri sendiri"ucap Anton langsung membuat Doni terdiam cukup lama entah apa yang di pikirkan.


"Bearti ini masalahnya bukan kamu yang ingin beristri dua ,namun Riri yang harus ganti pasangan"