Dianggap Remeh Setelah Melahirkan

Dianggap Remeh Setelah Melahirkan
serangan


Riri yang mendapat serangan mendadak tentu saja kuwalahan menghadapi serangan dari Lastri.


Lastri dengan membabi buta menyerang Riri tanpa ampun, karena Lastri sangat geram dengan sikap Riri yang sudah menghabiskan banyak uang anaknya, malah Dia pergi dengan seenaknya.


Padahal anak dan dirinya sendiri yang membuat Riri pergi meninggalkan Rumah Mereka.


Ya begitulah pemikiran dari seorang Lastri yang mau menang dengan pemikirannya sendiri tanpa mau melihat kesalahan dari sisi dirinya dan anaknya.


"Doni, Kamu itu jadi laki-laki itu lemot sekali sih, sudah tau sekarang ini keadaanya seperti ini, cepat pisahin Ibu Kamu ini, malah bengong" ucap Bu Ros geram melihat sikap Doni yang bengong saja, sedangkan Anton tanpa menunggu aba-aba Dia langsung berusaha untuk memisahkan Ibu mertunya dengan adik iparnya tersebut.


Namun karena tenaga Lastri yang terlalu kuat entah dari mana asalnya membuat Anton kewalahan memisahkan keduanya.


Sedangkan Mila hanya menjadi penonton saja karena Dia takut dandanannya menjadi hancur.


"Stooop, kalian ini mau saya laporin karena kekerasan"ucap Pak Jamal dengan lantangnya hingga mampu memberhentikan Lastri yang sedang menyerang Riri, Dia takut akan ancaman yang baru saja di lontarkan Pak Jamal, apalagi saat ini penampilan Pak Jamal menggunakan setelan jas formal, apalagi Lastri belum pernah melihatnya, membuat Lastri seketika bergidik ngeri saat membayangkan jika dirinya berada di penjara.


"Kamu ini kenapa sih, gila apa gimana, tiba-tiba nyerang anak orang" ucap Bu Ros tidak terima.


Sedangkan saat ini Riri langsung mengambil hijabnya dan segera membenarkan hijabnya walaupun keadaanya sekarang rambutnya acak-acakan namun tidak mempedulikan dan langsung membenarkan hijab,karena bagi Riri aurat tidak seharusnya di pertontonkan.


Walaupun saat ini rasa nyeri di kepalanya karena jambakan dari Lastri yang terlalu kuat, serta cakaran yang membuat wajah Riri terasa nyeri.


"Nanti Kita langsung pergi visum Nak, biarlah sih tua bangka ini mendekam sampai mati di penjara" ucap Bu Ros sambil menatap tajam ke arah Lastri.


"Ya sudah terserah kalau kalian mau laporin saya, tapi ingat, kalian juga nanti bakal Saya laporin atas tuduhan penipuan"ucap Lastri tidak kalah sengit membuat keluarga Riri menjadi bingung,karena Dia tidak merasa jika selama ini telah menipu Lastri.


"Penipuan apa yang anda Maksud" ucap Pak Anto yang dengan nada tinggi, sebab saat ini juga kesabarannya telah habis, setelah menyaksikan anaknya di habisi oleh Lastri.


"Ya penipuan, karena Riri telah menggunakan uang anak Saya dengan jumlah sangat banyak, dan sekarang setelah bayi lahir, bayinya kalian sembunyikan " ucap Lastri dengan percaya dirinya,sehingga membuat Doni semakin ketakutan takut tabiat aslinya terbongkar.


Apalagi saat itu juga Pak Anto langsung menatap Doni dengan tatapan yang sangat tajam membuat Doni semakin malu akibat perbuatan mulut Ibunya tersebut.


"Dan satu lagi, Riri telah membawa uang untuk bayar cicilan motor , pasti kalian semua ya yang menikmati uang anak saya"sambung Lastri.


Doni seketika langsung menarik tangan Ibunya drngan kencang untuk pergi dari hadapan keluarga Riri,sebab saat ini Dia sudah terlampau malu.


"Kamu ini apa-apaan sih Don, Ibu hanya memperjuangkan hak Kamu, jangan tarik Ibu seperti  ini" ucap Lastri sambil berusaha melepas cengkraman tangannya.


"Sudahlah Bu,malu kalau di lihat orang"bisik Doni pada Lastri berharap Ibunya sedikit bisa mengerti keadaan.


"Mumpung jam sidang masih kurang satu jam lagi, mending Kita duduk di gazebo sana, dari pada nanti pas sidang Kalian membahas hal yang di luar nalar yang membuat terhambat proses sidang, mending Kita bicarakan sekarang, " ucap Pak Jamal yang sedari tadi menyimak pembicaraan antara kedua belah pihak.


"Hei Kamu jangan sok ikut campur urusan Kita,kalau tidak tau apa-apa"ucap Lastri dengan sengit.


Mila, Anton, Doni hanya Diam saja, tidak mau membela Lastri sedikit pun.


"Saya adalah pengacara Riri, jadi wajar kalau Saya ikut campur urusan kalian" 


"Yaaelahhh, pakai acara menggunakan jasa pengacara segala, dapat uang dari mana, apa baru saja jual Rumah, uppps" ucap Lastru sambil berdecak sinis melihat lagak Keluarga Riri yang seperti orang kaya saja.


"Bu, sudahlah mending Kita pergi saja, Doni mohon Ibu jangan memperpanjang masalah" ucap Doni sekali lagi dengan wajah memelas.


"Sudahlah, Ibu ini sedang memperjuangkan hak Kamu, mending Kamu diam saja Don" 


"Sudahlah, kalau sedari tadi hanya ngomong saja ya selamanya pasti tidak akan selesai, "sahut Bu Ros dengan geram, karena sedari tadi mulut besannya tersebut nyerocos saja tanpa mau berhenti.


Tanpa menunggu persetujuan dari Lastri.


Pak Jamal, Riri, Bu Ros, dan Pak Anto langsung berjalan ke arah gazebo, sehingga membuat Lastri semakin kesal, akhirnya mau tidak mau Lastri pun mengikuti langkah mereka.


"Sudahlah Bu, Kita tidak usah ikutin Mereka" 


"Kamu ini apa-apaan sih Don, Ibu ini  berjuang loh untuk bisa mendapatkan hak Kamu,bukannya mendukung,Kamu malah mau mundur sendiri" ucap Mila yang sedari kesal melihat sikap adiknya  tersebut yang seolah olah Dia sekarang sedang berpihak pada keluarga Riri.


Begitu pula Anton,Dia sedari tadi hanya Diam sebab Dia tidak tau apa-apa permasalahan ini.


Akhirnya rombongan Doni sampai di gazebo dan segera mengambil posisi duduk dan tidak sabar ingin membicarakan perihal ucapan Lastri.


"Saya selaku pengacara dari pihak Riri,ingin menanyakan apa yanga anda permasalahkan saat ini" tanya Pak Jamal dengan sopan.


"Saya hanya ingin Riri mau mengganti uang untuk biaya persalinannya, enak saja, sudah habis banyak malah kabur" jawab Lastri.


"Loh bukannya itu sudah menjadi tanggung jawab anak Ibu selaku suami dari Riri" ucap Pak Jamal, karena Dia tidak fajam dengan pemikiran yang di luar nalar ini.


"Iya kalau Riri melahirkan di Bidan, lah ini Riri lahiran di Rumah Sakit, habis puluhan juta"


"Pak Anton apakah yang dikatakan Bu Lastri ini benar adanya, apakah pendapat Anda untuk menyelesaikan masalah ini"


"Saya akan ganti rugi jika biaya persalinan Riri adalah Murni menggunakan uang Doni,"


"Ya memang harusnya begitu"sahut Lastri dengan enaknya memotong pembicaraan sesuka hatinya.


"Saya belum selesai bicara loh, kalau sampai biaya persalinan tidak menggunakan uang Doni,lalu bagaimana, apa Bu Lastri mau mengganti" tantang Pak Anto.


"Ya memang ini murni kok menggunakan uang anak saya,bahkan Dia sampai rela berhutang di koperasi perusahaan hanya untuk membayar biaya Riri,harusnya kalian berterima kasih dong pada anak saya,"


"Yakin, kalau itu menggunakan uang anak Ibu, kalau Kita tanya langsung pada Doni saja bagaimana"jawab Pak anto sambil melirik Doni yang saat ini sedang gemeteran.