
Bu lastri seolah tutup telingah tidak mau memperlihatkan keadaan sekirar Dia terus saja menyerocos Doni dengan berbagai pertanyaan.
Sedangkan Doni yang kehabisan akal untuk membujuk ibunya untuk masuk ke dalam rumah akhirnya Dia memutuskan untuk menerobos Bu Lastri yang masih setia berada di ambang pintu menunggu jawaban dari putranya, Doni yang sudah tau jika saat ini ibunya pasti akan memberikan berbagai macam pertanyaan lebih memilih untuk duduk di sofa sambil menyalakan kipas angin.
"Heh Doni dasar kamu ya anak gak punya sopan santun, sudah tau ibunya nekat saja main terobos begitu saja"umpat Bu Lastri sambil mengikuti langkah Doni yang masuk rumah dan langsung menghempaskan tubuhnya di atas sofa,sedangkan Bu Lastri seolah telah lupa dengan perutnya yang saat ini keroncongan, dengan penuh tenaga dan semangat empat limah Dia ingin sekali memaki Doni yang telah tidak pulang ke rumah, sebab Bu Lastri mempunyai pemikiran jika anaknya tidak pulang pasti sedang menginap di rumah orang tua Riri.
"Kemana saja Kamu tidak pulang semalam tadi hah, cepat jawab jujur sama ibu" tanya Bu Lastri saat Dia baru saja duduk di sofa langsung memberikan Doni banyak pertanyaan, sedangkan Doni langsung gelagapan sebab selama ini Dia paling takut untuk berbohong pada ibunya.
"Doni nginap di rumah teman Bu" jawab Doni dengan mulut terbata bata.
"Gak usah pake acara bohong segala Doni, bisa di lihat dari gerak gerik muka kamu saat ini kalau kamu berusaha membohongi Ibu" ucap Bu Lastri sambil menatap tajam ke arah Doni dengan mata melotot membuat seseorang yang di tatap memalingkan mukanya.
"Bu, Doni benar gak lagi bohongin Ibu" jawab Doni dengan gugup hingga bisa terlihat semakin meyakinkan jika saat ini dirinya sedang membohongi ibunya.
"Baik, kalau kamu memang tadi malam menginap di rumah teman, terus teman yang mana yang sedang kamu tumpangi untuk tidur kamu semalam" tanya Bu Lastri sambil berusaha memancing sang anak sebab Dia tau betul jika selama ini sang anak jarang bergaul dengan temannya, Dia setelah lelah bekerja lebih suka menghabiskan waktu berada di rumah saja.
"Doni kemarin malam sedang nginap di rumah Andi Bu teman lama Doni yang kebetulan juga satu pabrik dengan Doni" ucap Doni berusaha meyakinkan sang ibu.
"Halaaah Doni kamu jangan kebanyakan bohong deh sama ibu kamu, dosa tau, bilangnya nginap di rumah Andi, wong tadi pagi saja Ibu lihat Andi boncengan sama anak dan istrinya ke arah barat mungkin mereka mau berkunjung ke orang tuanya"jawab Bu Lastri dengan penuh penekanan sebab Dia tadi pagi memang sehabis bertemu dengan Andi eh bisa bisanya sekarang mala sang anak membohongi dirinya kalau sedang nginap di rumah Andi.
Sedangkan Doni hanya bisa menggaruk kepalanya yang saat ini tidak gatal sambil nyengir kuda menatap sang ibu, sebab sedari dulu Doni paling tidak bisa jika membohongi sang ibu.
"Sudahlah Doni kamu jangan berusaha membohongi ibu, ibu paham kamu habis nginep dari mana"ucap Bu Lastri dengan menggebu dan penuh penekanan sedangkan Doni saat ini merasa ketakutan dan detak jantungnya berdetak sangat cepat seolah waktu saat ini berputar sangat lama, dia takut di marahi oleh ibunya jika sampai ibunya mengetahui jika Dia menginap dengan Alma bisa-bisa sang ibu sangat marah besar kepadanya apalagi sedari dulu Bu Lastri sangat membenci Alma dan menentang keras hubungannya dengan Alma karena dari keturunan orang tidak punya
,sebab sekarang yang namanya jaman sudah canggih bisa saja kalau tiba-tiba ibunya baru saja mendapat laporan dari orang lain.
"Kamu habis nginep di rumah Riri kan" ucap Bu Lastri seolah memberi angin segar kepada Doni dan dengan reflek doni mengelus dadanya tanda ada lega di hatinya sebab dari sinilah Doni bisa memberi alasan kebohongan pada Bu Lastri.
"Iya Bu Doni, tadi malam sehabis nginap di rumah Riri" jawab Doni dengan santainya tanpa memikirkan saat ini emosi ibunya yang sudah mencapai ubun-ubun saat mendengar jawaban dari Doni.
"Kamu ini Doni ya , bodoh apa gimana sih, sudah tau kalau istri kamu yang gak bisa di untung itu sudah pergi meninggalkan kamu eh mala kamu nyamperin Dia, kamu itu punya otak gak sih, gak malu sudah di buang tapi masih aja ngejar" ucap Bu Lastri dengan menggebu dan penuh kemarahan kepada sang anak yang saat ini di anggap sangat bodoh, sedangkan Doni tersentak kaget saat mendengar respon dari ibunya, bukannya aman dari pertanyaan mala menimbulkan masalah baru.
"Bu, apa salahnya kalau Doni menginap di rumah Riri lagian Dia masih istri sah Doni dan doni juga sangat kangen sama salman" jawab Doni memberi alasan pada ibunya sebab di sisi lain Dia juga tidak mau terus terusan di tekan oleh pertanyaan sang ibu.
"Ya salah Doni, bahkan kamu salah besar, ingat Doni Dia yang pergi meninggalkan kamu" ucap Bu lastri dengan menggebu sambil menatap tajam anaknya.
"Bu, asal ibu tau, Riri pergi dari rumah ini juga karena Doni yang menyuruh Bu, Doni capek mendengar Ibu terus saja bertengkar dengan Riri, coba saja kalau ibu akur sama Riri ya pasti gak akan pergo dari rumah"ucap Doni membela Riri sebab kenyataannya dialah yang menyuruh Riri untuk pergi.
"Jadi kamu nyalahin ibu soal kepergian Riri, biarin dia pergi don wong itu juga atas dasar kemauannya sendiri sudah cukup ibu mengalah selama ini sama istrimu, mending kamu cepetan cerai saja dengan Riri" ucap Bu Lastri yang seolah dialah yang selama ini tersakiti dan dengan mudahnya dia menyuruh sang anak untuk bercerai saja.
Sedangkan Doni yang saat itu sedang capek dan badannya terasa pegal semua, ya maklum lah semalam Dia sehabis menghabiskan malam panjang yang panas dengan mantan kekasihnya jadi tidak heran jika saat ini badannya terasa sakit semua.
Doni langsung bangkit dari duduknya dan mau segera untuk membersihkan diri dan beristirahat dari pada dia berada di sini menuruti perdebatan dengan ibunya yang pasti tidak akan selesai dan tidak ada ujungnya.
"Kamu mau kemana" ucap Bu lastri yang seolah membuat Doni berhenti melangkahkan kakinya.
"Mau istirahat capek"jawab Doni singkat.
"Sini bagi ibu uang, ibu lapar sedari tadi belum makan"
"Lah memangnya ibu gak masak"
"Mana bisa ibu masak, uang saja gak punya"
"Gimana sih bu kok bisa habis, ini kan masih pertengahan bulan" ucap Doni dengan kesal dan akhirnya memberikan ibunya satu lembar uang berwarna biru untuk menghindari perdebatan lagi.