Dianggap Remeh Setelah Melahirkan

Dianggap Remeh Setelah Melahirkan
bab 33


Sedangkan saat ini di rumah Lastri dia menjadi sangat kebingungan tentang apa yang telah terjadi diantara keduanya, Riri yang tiba- tiba pergi dari rumah dan Doni yang pergi setelah Riri meninggalkan rumah ini dan sampai saat ini sudah menunjukkan pukul dua belas malam Doni belum juga balik, membuat Lastri kebingungan, dia sangat khawatir takut Doni berbuat nekat , karena Lastri sangat faham jika Doni sangat mencintai istrinya.


Lastri yang merasakan kegundahan sebab sang anak tak kunjung pulang akhirnya dia hanya bisa menunggu kedatangan Doni di ruang tamu sambil mondar mandir tak jelas, untuk tidur pun dia tidak tenang mangkanya lastri lebih memilih untuk berada di ruang tamu saja menunggu kedatangan anaknya, bagaimana tidak khawatir Doni sejak tadi di hubungi oleh lastri namun tidak bisa karena saat ini ponsel Doni sedang tidak aktif.


"Doni kemana sih, ini sudah mau tengah malam tapi kok gak pulang- pulang, seharusnya dia kalau mau nginap di rumah mertuanya kabari kek jangan kayak gini, mentang- mentang sudah berkeluarga" umpat lastri sambil dia terus menekan nomor Doni yang sejak tadi masih tidak bisa di hubungi.


"Ini juga sih Riri menantu sialan dari tadi juga di hubungi gak bisa, memang pembawa sial buat anakku, ngambek saja pake acara kabur- kaburan segala kayak anak kecil saja" umpat lastri, sebab dia tak hanya menghubungi Doni saja namun dia juga menghubungi nomer Riri yang sejak tadi juga tidak aktif, memang Riri sengaja menonaktifkan ponselnya agar dia bisa terhindar dari Doni dan lastri sebab dia inginĀ  menenangkan diri di rumah orang tuanya.


Memang Lastri berfikir bahwa saat ini Doni sedang menyusul Riri ke rumah orang tuanya, jadi lastri memutuskan untuk menghubungi Riri saat ponsel Doni tidak bisa di hubungi, namun sayang hasilnya mala nihil keduanya sama- sama tidak bisa di hubungi.


Mila yang baru saja pulang dari rumah mertuanya di kota bersama anak dan suaminya merasa heran saat menatap rumah ibunya , sebab tak biasanya rumah itu sampai tengah malam lampu masih menyalah, kalau pun saat salman rewel Riri juga jarang mengajak salman untuk keluar dari kamar dia lebih memilih untuk menenangkan salman di dalam saja.


Mila yang di landa oleh rasa penasaran akhirnya memutuskan untuk menghampiri rumah ibunya, sedangkan sang suami yang saat itu juga capek lebih memilih untuk menggendong anaknya ke dalam kamar dan ikut merebahkan tubuhnya di kamar tanpa mau ikut Mila pergi ke rumah ibunya.


Tok tok tok


Tok tok tok


Mila hanya bisa mengetuk pintu ibunya dengan pelan tanpa mau bersuara sebab dia sadar rumahnya padat penduduk, dan ini juga sudah malam takut mengganggu ketenangan tetangga yang lain, sedangkan Lastri yang mendengar suara ketukan pintu dia langsung tersenyum dengan sumringah sebab dia berfikir jika saat ini yang mengetuk pintu adalah Doni, dia dengan cepat melangkahkan kakinya ke arah pintu dan segera membuka handle pintu yang telah terkunci.


Ceklekkkk.


"Loh mil kok mala ada kamu sih" ucap lastri yang tiba- tiba merasa kecewa sebab yang datang bukan anak laki- lakinya mala anak perempuannya.


"Ibu kenapa sampai tengah malem belum juga tidur, aku yang baru saja pulang dari mertua ku saat melihat lampu ibu masih menyalah akhirnya mila samperin ibu sebab tidak biasanya lampu ini menyalah" ucap mila.


"Lah kan ibu sedang nungguin adek kamu mil dari tadi belum juga pulang, di telvonin juga gak bisa " ucap lastri dengan cemas dan di penuhi dengan rasa kekhawatiran.


Karena sudah malam akhirnya Mila lebih memilih untuk melangkahkan kakinya ke dalam rumah tanpa menungguh di suruh oleh lastri, sebab dia juga sangat capek dan langsung menuju sofa ibunya dan menyederkan tubuhnya pada sofa.


"Memang udin kemana dia bu, apa dia sedang lembur di pabrik" tanya mila.


"Gak mil, adek kamu gak kerja, dia itu nyusulin Riri ke rumah orang tuanya, memang adek ipar kamu itu ya mil, ibu gak ngerti deh dengan jalan pikiran anak itu , masih kayak anak kecil ngambek saja kok pake acara pergi dari rumah segala"ucap lastri pada mila dengan menggebu sebab dia aaat ini juga sangat jengkel pada menantunga tersebut.


"Maksutnya gimana ya bu" ucap mila dengan pikiran sedang bertanya- tanya tentang apa yang telah terjadi pada adiknya, sebab seharian penuh ini mila tidql ada di rumah, dia berangkat mulai pagi hari dan pulang saat menjelang malam hari, belum lagi tadi juga mila menghabiskan banyak waktu di mall membuat dia baru bisa pulang saat jam menunjukkan hampir dua belas malam.


Akhirnya Lastri dengan semangat empat lima menceritakan semua kejadian yang telah terjadi di lagi hari, tentunya dengan di tambai dengan berbagai bumbu kebohongan agar mila tambah membenci riri.


"Ya kan memang selama ini Riri selalu memanjakan ibu dengan uangnya gak kayak kamu yang murni anak ibu sendiri mala pelit" jawab lastri gak kala sengit, yang bisa membuat mila terdiam seribu bahasa.


"Riri saja setiap minggu memberi uang banyak, sehingga ibu bisa memenuhi kebutuhan gaya hidup ibu, ya gak salah dong kalau saat itu ibu selalu membanggakan Riri di hadapan orang lain."


"Ya itukan dulu bu, kalau sekarang apa bisa Riri memberi ibu uang banyak" tanya balik mila.


"Yang ada sekarang mala riri yang peritungan pada ibu"


"Ya kayak kamu Mil peritungan pada ibu"


"Sudahlah bu, sekarang gak usah bahas riri, sekarang coba ibu hubungi Doni lagi, mungkin saja saat ini Doni sudah mengaktifkan ponselnya " ucap mila untuk mengalihkan perdebatan dengan ibunya sebab mila paham betul jika dia meladeni omongan ibunya maka bisa di pastikan omongannya akan panjang dan memakan waktu lama.


Akhirnya lastri menerima saran dari mila dan berharap saat ini Doni sudah mengaktifkan ponselnya dan memberi kabar untuk dirinya,


Lastri segera menekan aplikasi berlogo gagang telepon berwarna hijau , lalu segera memencet nomor doni


Tuttt


Tuttt


Tutttt


Seketika muncul notifikasi berdering lalu terhubung sehingga membuat lastri menjadi sumringah,


"Halooo assalamualaikum doni, don kamu dimana nak, apa kamu baik- baik saja di sana, ibu mengkhawatirkan kamu nak, dari tadi kamu susah untuk di hubungi" cerocos mila di telvon.


"Sudahlah ibu jangan khawatir ,saat ini doni sedang


.......


Tuuttttttrt


Tiba-tiba panggilan terputus membuat lastri mengumpat kesal