Dianggap Remeh Setelah Melahirkan

Dianggap Remeh Setelah Melahirkan
Riri


Tiba juga saat Anton menangajak Doni untuk berkunjung ke Peternakan miliknya, namun Doni menolak ajakan Anton sebab Dia merasa bajwa saat ini Anton hanya berhalusinasi yang sangat tinggi, sehingga Doni memutuskan untuk pergi saja dengan Alma sebab Dia juga sangat kangen dengan selingkuhannya tersebut, dan kebetulan juga Alma saat ini sudah tidak marah perihal Doni yang membicarakan soal Riri kemarin, tentu saja Alma tidak marah lagi pada Doni, kar ena pada nyatanya Doni mala menuruti semua kemauan Alma dan tidak jadi mengunjungi anak dan istrinya, sungguh apa yang sebenarnya saat ini ada di dalam pikirannya, Dia seolah ingin ada Riri di dekatnya namun Dia sendiri seolah menjaga jarak dengan Riri dan anaknya. 


Hingga tanpa terasa hubungan Antara Alma dan Doni menjadi lebih dekat lagi, sampai Doni melupakan sosok istri dan anaknya, serta berita gosip tentang perselingkuhan Doni di mata masyarakat juga mulai mereda, sebab Doni saat itu lebih suka bermain cantik,mereka berdua langsung bertemu di Hotel tanpa harus janjian di pinggir jalan lagi.


........


Sudah genap dua bulan sudah Doni dan Riri pisah ranjang, dan selama ini pula Doni sangat pusing memikirkan bagaimana caranya mengatur keuangan yang sangat pas-pasan, belum lagi cicilan motor,di tambah lagi semenjak Riri pulang ke rumah orang tuanya gaya hidup Lastri semakin menjadi, setiap hari tak pernah memasak dan selalu membeli makanan di luar sehingga membuat pengeluaran menjadi semakin bengkak.


Serta sudah dua bulan pula cicilan motor nunggak tidak pernah Doni bayar, sehingga kedatangan para penagih dan panggilan dari pihak leasing seolah itu adalah  santapan unik bagi dirinya setiap hari.


Sedangkan di lain tempat saat ini Riri sedang berkonsultasi dengan Pak Jamal selaku pengacara dari pihak Riri, tentu saja Pak Jamal ini termasuk pengacara papan atas dan sering memenangkan persidangan, apalagi Riri adalah anak dari sahabatnya sewaktu SMP dulu, tentu saja Dia harus memberikan yang terbaik untuk anak sahabatnya tersebut, dan Dia tidak mau mengecewakan sahabatnya.


Apalagi kasus Riri ini tergolong kasus yang sangat mudah bagi Pak Jamal, dan di dukung oleh  Riri yang mengantongi banyak bukti tentang perselingkuhan suaminya, tentu akan sangat mudah di menangkan bagi seorang Jamal.


"Jadi gimana Mal, apa Kamu siap membantu anakKu untuk memperlancar proses perceraian mereka,Aku tidak mau loh Mal, kalau anakku terus-terusan di gantung dengan hubungan yang gak jelas seperti ini, Aku pusing Mal, kalau di tanya orang lain" ucap Pak Anto kepada Jamal.sedangkan Riri sedari tadi hanya diam saja menyimak pembicaraan mereka berdua, karena Riri memasrakan semuanya pada sang Bapak, dia percaya bahwa Bapaknya tidak akan mengecewakannya.


"Tenang saja Bro, selow, ya mau gimana lagi, namanya juga hidup, kita juga gak tau nanti kedepannya bagaimana, Aku janji akan mengurus semua proses perceraian Riri," ucap Pak Jamal dengan santai menggunakan logat bahasa seperti dulu saat mereka berdua semasa bersekolah.


"Ya harus seperti itu, memang itu tugas Kamu sebagai pengacara, ha haha hahha"jawab Pak Anto sambil tertawa terbahak-bahak, sebab saat ini sudah saatnya santai setelah membahas perihal yang sangat penting sekali untuk masa depan Riri dan anaknya.


"Iya iya, gitu amat Kamu sekarang, sensitif,seperti  perempuan yang lagi  datang bulan, hahahhaa" jawab Pak Jamal dengan diiringi oleh tawa.


"Saat Aku mendengar kisah dari anak Kamu tadi itu, Aku jadi teringat dengan kisah yang dialami oleh anakku sendiri" sambung Pak Jamal.


"Maksudnya bagaimana ya" tanya Pak Anto dengan keheranan, sebab selama ini juga Mereka berdua jarang berkomunikasi karena terhalang oleh kesibukan masing-masing.


"Ya anakKu yang pertama si Nani, Dia juga menjadi korban keeogoisan dari mertuanya, bahkan tidak jarang anakku tidak di beri makan saat melakukan kesalahan, hingga saat Dia tidak kuat dengan sisa uang limah puluh ribu dikantongnya, Dia nekat pulang ke rumahKu, padahal jarak antara Banyuwangi dan Malang sangat jauh, namun Dia nekat, sedangkan Dia ingin menghubungiku tidak bisa, karena ponsel anakKu di jual oleh suaminya dengan alasan setelah menikah cukup satu ponsel saja karena kegunaanya sama, dan setelah satu minggu Nani pulang ke Rumah ,dengan sengaja dan tanpa sepengetahuannya, Aku mengirimkan orang suruhan untuk memata-matai menantuku itu,dan alangkah terkejutnya Aku ternyata diam-diam di belakang Nani, Dia mala menikah lagi dengan wanita lain, beruntung saat itu Nani tidak terikat oleh seorang anak, jadi sangat memudahkan proses jalannya perceraian" Pak Jamal menceritakan panjanv lebar tentang apa yang telah menimpah anaknya tersebut.


"Iya ya, kenapa nasib kita ini sama ya nto, apa Kita pernah buat Dosa pada perempuan ya semasa muda kita, kok anak Kita mala bernasib seperti ini" 


"Jangankan buat Dosa sama perempuan, lah kita di deketin perempuan saja sudah ngompol duluan hahahahah" jawab Pak Anto sambil mengenang masa dulu, sebab mereka berdua saat berada di Sekolah sangat terkenal cupu dan kutu buku sehingga mereka lebih fokos untuk belajar saja tanpa mau mendekati perempuan.


Dan sekarang terbukti karena ketekunan mereka berdua dalam belajar kini mereka berdua menjadi orang yang sukses.


"Iya ya, entahlah, hanya Tuhan yang tau, "


"Eh Riri,Kamu sudah menyiapkan semua berkas yang di butuhkan untuk pengajuan ke pengadilan" tanya Pak Jamal sambil menatap lekat ke arah Riri, tentu saja Dia sangat ibah dan teringat dengan kejadian dua tahun silam yang menimpah putrinya.


"Sudah kok Pak, bahkan sebelum Riri mengetahui perselingkuhan yang terjadi, Riri sudah berniat untuk mengajukan  gugatan cerai, ya alasannya tentu masih sama yaitu kasihan salman nantinya jika Dia tumbuh tanpa adanya seorang Ayah, namun setelah Riri mengetahui semuanya, Riri dengan siap ingin lepas dari Mas  Doni, " ucap Riri dengan mantab.


"Apa Kamu yakin ingin lepas dari suami Kamu nak" tanya Pak Jamal sambil menatap lekat manik mata Riri yang mulai mengembun


"Saya yakin Pak, InsyaAllah saya sanggup untuk menjalani semuanya, semoga ini adalah keputusan terbaik dalam hidup Saya" 


"Baiklah, ini berkasnya  Bapak Jamal bawah dulu ya untuk Bapak kasihnya ke pengadilan"


"Iya Pak" 


"Apa Kamu ingin langsung pulang ke Rumah Kamu Mal, padahal Kita baru sebentar Loh saling mengobrol, apa Kamu tidak merindukan diriku ini Mal" ucap Pak Anto menghibah pada sahabatnya sebab Dia ingin sekali mengobrol lebih lama.


"Lain kali saja ya, kayak anak kecil saja Kamu ini, Aku masih banyak pekerjaan".