
Doni yang saat ini sedang terpontang- panting memikirkan banyaknya tagihan yang belum di bayar membuat dia mengacak- acak rambutnya dengan kasar, bahkan para lesing sudah berulang kali menghubunginya, saat Doni ingin meminjam uang alma pun tidak bisa sebab alma berasalan tulang punggung keluarga jadi tidak mungkin dia meminjamkan uang apalagi saat ini kondisi kedua orang tua alma tidak bekerja dan alma masih mempunyai satu adik SMA yang tentunya membutuhkan banyak biaya.
"Ahhhhh kenapa sekarang hidupku rumit seperti ini" teriak Doni saat dia berada di pinggir jembatan, memang dalam perjalanan menuju rumah Doni melewati satu jembatan sungai besar, karena fikiran yang sumpek akhirnya doni memutuskan untuk berada di sana sambil menenangkan pikiran.
Doni merenung di pinggir jembatan sambil menyalakan sebatang rokok memikirkan nasibnya saat ini, kemudian dia mulai teringat akan sosok Riri istrinya, andai saja saat ini Riri masih ada bersamanya mungkin saat ini dia tidak mungkin merasakan hal seperti ini, baru saja di tinggal pergi dua minggu sudah kalang kabut.
Ingin menjemput Riri pun tidak mungkin sebab ego dari doni sangat tinggi apalagi di tambah lagi bisikan dari sang ibu setiap hari membuat Doni selalu berfikir kedua kali saat dia berniat ingin menjemput istrinya.
Karena hari yang sudah mulai gelap memasuki waktu magrib dan juga stok rokok miliknya sudah mulai habis padahal dia baru saja membeki rokok saat akan berangkat bekerja tadi, mungkin karena terlalu stress pikirannya membuat dia tak sadar telah menghabiskan banyak batang rokok, akhirnya Doni memutuskan untuk meninggalkan jembatan dan ingin pulang ke rumah, sepanjang perjalanan dia mengendarai motornya dengan kecepatan sedang, sebab memang jarak antara rumahnya sudah mulai dekat.
Namun alangkah terkagetnya Doni saat dia berada di depan rumahnya, sampai menjelang petang pun rumah doni masih saja gelap belum ada lampu yang dinyalakan entah kemana perginya ibunya , dan saat membuka pintu juga keadaanya sedang terkunci, untung saja Doni selalu menyimpan kunci cadangan di tas kerjanya jadi dia bisa masuk ke dalam rumah tanpa perlu menunggu ibunya pulang.
Dia segera menyalakan semua saklar lampu dan segera membersihkan dirinya agar segera bisa makan, dan rebahan.
....
...
....
Sedangkan di lain tempat saat ini Riri sudah mulai aktif lagi di dunia wedding, Riri tidak mau terus terpuruk di masalah rumah tangganya, apalagi saat ini dia berada di rumah orang tuanya dan salman ada yang siap siaga untuk menjaga membuat Riri semakin mantap untuk bekerja saja dari pada dia di rumah saja mala membuat Riri semakin terpuruk.
Kebetulan hari ini adalah hari pertama Riri mengambil job make up setelah sekian lama vakum dari dunia permake upan, dia sekarang mendapatkan job make up tunangan yang kebetulan alamatnya tidak jauh dari tempat tinggal Riri, serta job tunangan juga tidak terlalu memakan banyak waktu mungkin dua jam setelah make up sudah bisa pulang.
Setelah selesai make up Riri dengan terburu- buru mengemasi barangnya agar dia bisa segera pulang , sebab ini adalah kali pertamanya dia meninggalkan salman.
Sehabis berpamitan dengan klient dan keluarga akhirnya dengan kecepatan sedang Riri mengendarai motor kesayangan dirinya sewaktu gadis dulu, motor kesayangan yang telah lama dia tinggalkan, tak butuh waktu lama akhirnya dia sampai di pelataran rumahnya.
"Assalamualaikum" ucap riri langsung turun dari motornya tanpa mau memarkirkan motornya terlebih dulu ke arah garasi.
"Waalaikum salam" ucap bu ros.
"Kamu ini kenapa sih ri, pelan- pelan, anak kamu itu tidur" ucap Bu ros pelan memberi isyarat agar Riri mengecilkan volume suaranya.
"Oooooo, habisnya bu, selama bekerja tadi Riri gak bisa tenang sama sekali" ucap riri langsung mendudukkan bokongnya di kursi yang berada di teras rumah.
" terus kamu ini gimana sih, namanya gak profesional tau gak, kalau kerja itu ya fokus sama pekerjaan kamu, jangan kayak gitu, terus nanti kalau paman kamu kecewa sama hasil kamu gimana" ucap bu ros menasehati Riri agar dia profesional dalam bekerja dan kebetulan vendor wedding tempat Riri bekerja adalah kepunyaan wira adik dari bu ros, walaupun vendor tersebut milik pamannya sendiri tapi riri harus profesional.
"Ibu ini apa sih bu, ibu tenang saja , hasilnya ok kok, ibu masih meragukan kemampuan anak mu ini" ucap riri menggoda sang ibu.
"Ya sudah kalau gitu, kalau hasilnya jelek yang ada mala kamu bisa di tunyeng sama paman kamu ri"ucap bu ros sambil meledek anaknya.
"Sudahlah bu jangan di pikirin , tenang saja semuanya pasti aman kok, janji" ucap riri sambil mengacungkan jari telunjuknya kepada sang ibu.
"Bu selama riri tinggal tadi salman rewel gak"
Tanya riri dengan penuh kekhawatiran
"Wong anak mu itu pinter ri, dia anteng, bahkan gak rewel sama sekali, dan saat ngantuk pun ibu hanya menggendongnya sebentar sambil mengayun sedikit dia sudah tertidur" ucap bu ros menjelaskan sebab memang kenyataanya salman bukanlah bayi yang rewel.
"Alhamdulillah, terus bu gimana sekarang , apa salman mau minum sufor" tanya riri dengan sangat antusias sebab ini adalah kali pertama salman di berikan sufor, walaupun awalnya riri berniat ingin full asi pada anaknya namun karena keadaan yang tidak memungkinkan akhirnya dengan terpaksa riri harus memberikan salman sufor sebagai sambian saat dirinya nanti bekerja.
"Mau ri, bahkan anak kamu sangat doyan sekali, jadi sekarang kamu tidak perlua khawatir lagi saat akan ingin meninggalkan salman, kamu tenang saja, salman aman kok bersama ibu" ucap bu ros sambil mengelus bahu sang anak.
"Maaf ya bu, riri selalu ngerepotin ibu" ucap riri menatap manik mata ibunya yang penuh dengan ketulusan.
"Apanya ri yang di repotin, bahkan ibu sama sekali merasa gak di repotin, ibu pun mala sangat senang ibu menjadi tidak kesepian, dulu saja saat ibu gak ada temannya ibu sering melamu mikiran kamu dan salman tapi sekarang enggak bahkan ibu sangat bahagia" ucap bu ros sambil meneteskan air matanya mengungkapkan betapa bahagianya dia saat ini.
"Makasih ya bu" ucap riri sambil ikut meneteskan air mata dan memeluk tubuh ibunya.
"Ya sudah kamu sekarang segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri ri, ingat jaga kesehatan ingat kamu punya salman " ucap bu ros sambil melepaskan pelukannya sedangkan riri langsung mengangguk dan segera bangkit untuk memarkirkan motornya ke garasi dan mengemasi barangnya lalu segera membersihkan diri.