
.
.
Akhirnya terbongkar sudah dihadapan Eugene, bahwa Layla adalah Claire yang menyamar. Pria itu tercengang dan tak menyangka bahwa Claire masih hidup dan selama ini ada di dekat nya. Terutama di dekat Arrabella. Sudah satu tahun lebih Claire bisa bersembunyi dalam identitas nya sebagai Layla. Dan sudah setahun lamanya juga Eugene menyimpan perasaan curiga kepada Claire, karena selama Arrabella di dekat nya dan Claire di dekat Arrabella, Ratu Clariness itu selalu terkena masalah.
Entah itu kecelakaan, masalah rumor, atau konflik di dalam istana. Kini Eugene tau sebabnya, bahwa ada ular berbahaya yang bersembunyi di dekat Arrabella.
" Pantas saja selama Ratu ada bersamamu, dia selalu mengalami kemalangan. Rupanya ini ulah mu " kata Eugene sambil mengangkat pedangnya.
" terus kenapa? apa kau akan mengatakan pada semua orang kalau aku adalah Claire?" tanya Claire sambil memungut topeng wajahnya yang sudah rusak.
" tentu saja, semua orang dan Ratu Arrabella harus tau semua ini " kata Eugene tegas
" pangeran Eugene.. kenapa kau jadi seperti ini? kau sungguh akan melaporkan ku? apa kau tidak merasa dendam pada Raja Aiden dan Ratu Arrabella yang sudah membuatmu menderita?" tanya Claire sedih
" Aku sudah tidak punya dendam lagi dengan mereka, ikut aku ! " Eugene menarik tangan Claire dengan kasar. Wanita itu menepisnya, lalu menangis.
" Kalau kau ingin menyerahkan ku dan memberitahu semua orang tentang kebenaran nya. Maka aku juga akan mengatakan pada mereka, kalau kau adalah orang yang menyelamatkan ku dari kebakaran itu. Kau pikir, kau akan bebas dari hukuman?" tanya Claire
" Kau sudah gila ya??! kau mengancam ku?"
Eugene terpana dengan ancaman Claire, dan terlihat marah pada wanita itu. Ia menatap kecewa pada Claire.
" Kau masih saja menyimpan dendam, padahal itu kesalahan ku sendiri. Kenapa kau tidak berubah setelah di beri kesempatan tuhan untuk hidup sekali lagi? kenapa kau pura-pura mati ? banyak sekali yang ingin aku tanyakan padamu, tapi yang lebih penting sekarang adalah membawamu kehadapan semua orang !" seru Eugene
" Baiklah, bawa aku kehadapan wanita jalang itu. Mungkin saja kau masih sempat menyelamatkan nya " kata Claire
" Apa yang kau lakukan padanya?!!" teriak Eugene marah
" Jika rencana ku berjalan tepat waktu, mungkin dia akan mati " jawab Claire sambil tersenyum menyeringai
" Kau !! kau benar-benar keterlaluan, jika terjadi sesuatu padanya aku sendiri yang akan membunuh mu !" Eugene terlihat panik
" Apa kau tidak mengerti juga? aku melakukan ini semua demi dirimu ! aku membalaskan dendam mu, pangeran Eugene aku mencintaimu !" seru Claire sambil menahan Eugene yang akan pergi menyusul Arrabella.
" Kau gila! kau sudah gila Claire !" teriak Eugene
" Ya, aku gila karena aku mencintaimu " Claire menangis
Pria itu mendorong Claire hingga wanita itu jatuh ke lantai. Dengan cepat ia berlari mencari keberadaan Arrabella kesemua tempat di gedung itu. Eugene berharap bahwa Arrabella baik-baik saja. Ia terus berlari menyusuri gedung, ia ingin memberitahu semua orang untuk mencarinya. Tapi mungkin waktunya tak akan sempat.
" Kumohon, kau harus baik-baik saja Arrabella.. kumohon " batin Eugene berharap
Drap
Drap
Drap
Dengan napas yang ngos-ngosan, akhirnya Eugene sampai dan melihat Arrabella sedang bersama Grace berjalan menuju ke depan yayasan.
" Ada apa pangeran Eugene? kau baik-baik saja?" tanya Arrabella cemas
'' Saya baik-baik saja yang mulia."
" Syukurlah..itu pasti hanya gertakan .." batin Eugene merasa lega
Baru saja Eugene merasa lega melihat wanita itu baik-baik saja, kelegaan itu menghilang dalam sekejap saat ia melihat Claire memegang pedang berdiri di belakang Arrabella dan mengayunkan pedangnya.
Dengan cepat Eugene berlari mendekati Arrabella, harap-harap cemas bahwa ia cukup cepat untuk menghalau si pembunuh itu.
" Yang mulia RATU !!" teriak Eugene
" Kenapa wajahnya panik begitu? dan kenapa dia berlari?" gumam Arrabella yang tak tau apa apa
Claire melihat Arrabella yang ada di depannya dengan tatapan tajam, penuh kemarahan dan kebencian. Ia sudah siap mengayunkan pedangnya ke arah gadis itu.
Drap
Drap
SRAT
JLEB
SET
" AHH !!"
Arrabella terkejut saat Eugene tiba-tiba berlari dan memeluknya, mereka berdua sama-sama terjatuh dan terguling dari tangga. Grace juga terkejut dengan apa yang terjadi, ia panik dan segera berteriak minta tolong.
Lalu, siapakah yang tertusuk pedang?
" Prajurit ! lindung yang mulia !!" teriak Grace panik
KLANG
Claire menjatuhkan pedangnya, ia menangis karena ia menikam orang yang salah. Mulutnya ternganga, ia melihat Eugene sempat melihatnya dengan tatapan terluka. Gadis itu sedih, refleks ia pun melarikan diri karena wajahnya sudah dilihat oleh Grace dan Arrabella.
Demian dan para prajurit mengejar Claire. Sementara itu Arrabella terkejut, saat Eugene ada di dekapannya. Camille dan Peter juga ikutan panik melihat hal itu. Eugene bersimbah darah di perutnya, mulutnya juga mengeluarkan darah.
" Kakak !" teriak Camille panik
" Apa .. yang mulia Ratu.. baik baik sa..ja?" tanya Eugene dengan terbata-bata
" Aku baik-baik saja, berkat dirimu. " jawab Arrabella sambil berkaca-kaca.
" Syukurlah.. uhuk uhuk .." Eugene tersenyum tipis
" bertahan lah, kau akan baik-baik saja. Aku akan memanggil dokter !" seru Arrabella panik. " Felix ! cepat bawa dokter kemari !" teriak Arrabella
Felix mengangguk patuh dan berlari pergi.
" Tidak.. waktu ku tidak banyak..aku sudah tidak kuat lagi.." kata Eugene dengan napas yang tersengal-sengal.
" Kakak.. huu..." Camille menangis dan memegang tangan Eugene yang mulai dingin.
" Yang mulia Ratu, apa kau baik-baik saja?" tanya Peter cemas
" Aku tidak apa apa.. tapi pangeran Eugene.. dia ditusuk oleh pedang itu " jawab Arrabella yang tak sadar kalau dirinya menangis
" dia sudah kehilangan banyak darah, apa dia masih bisa bertahan?" batin Grace cemas
Peter melihat pedang yang berlumuran darah itu, ia kaget begitu tau kalau pedang itu ada racunnya.
" Yang mulia Ratu, maaf.. maaf atas kelancangan saya, saya senang melihat yang mulia Ratu menangis untuk saya..saya minta maaf karena saya mempunyai salah pada yang mulia Ratu.."
Eugene berbicara seolah-olah itu adalah kata-kata terakhir baginya. Wajah pria itu semakin pucat, ia masih berada dipangkuan Arrabella. Sementara Camille, menangis melihat kakak nya sedang sekarat.
" Kau harus bertahan.. jangan bicara apa apa lagi. " Ratu Clariness itu menangis sambil melihat Eugene yang sedang sekarat di depannya.
" Ini untuk terakhir kalinya, aku minta maaf.. " Eugene menghapus air mata yang ada di pipi wanita itu dengan lembut. Arrabella terpana,pikirannya ingin menolak sentuhan itu, tapi hatinya berkata lain. Ia merasa kasihan pada Eugene.
" Akhirnya aku bisa melindungi mu, aku bisa membuatmu menangis karena ku " Eugene tersenyum tipis, dan menangis.
" Kakak.. hiks " Camille menangis melihat kondisi kakak nya yang sudah parah dan berlumuran darah
" Kau jangan banyak bicara pangeran Eugene, kau akan selamat.. kau akan baik-baik saja.. aku tidak akan membiarkan penyelamat ku kenapa napa "kata Arrabella berusaha menguatkan Eugene
Pangeran itu tersenyum pedih, menatap wanita yang ia cintai dengan sepenuh hati nya. Sembari bertanya dalam hatinya, apakah ini adalah saat terakhir nya?
" Terimakasih karena sudah mencemaskan ku.. aku senang sekali. Yang mulia Ratu, aku berharap kau selalu hidup bahagia, jangan melakukan hal bodoh yang akan kau sesali, Yang mulia Raja sangat mencintaimu, kalian tidak boleh putus.." kata Eugene tulus
Hati wanita itu tersentuh dengan perkataan tulus Eugene padanya. Ia menangis melihat Eugene.
Ohok ohok
Pria itu mengeluarkan batuk darah, dan nampak kesakitan.
" Kumohon, kau harus bertahan.. jangan ada yang mati lagi.. " gumam Arrabella sedih
" Aku akan menjaga putri Camille, pangeran.." kata Peter memberanikan dirinya
Dengan tenaga nya yang tersisa, Eugene beranjak dari pangkuan Arrabella dan memeluknya.
" Pangeran Eugene.."
" Maaf.. ternyata aku masih mencintai mu.. " kata Eugene
" Ternyata sampai akhir pun, aku masih mencintai mu Arrabella. Aku senang bisa melalukan hal sekeren ini, menjadi penyelamat untuk orang yang kucintai..Selama ini aku tidak bisa berbuat apa apa untukmu. Ini adalah hal terakhir yang bisa ku lakukan untukmu. Maka dari itu, hiduplah bahagia.. " batin Eugene berharap dengan tulus, akan kebahagiaan Ratu Clariness itu
Tangan pria itu terkulai lemas, matanya tertutup untuk selamanya. Camille menangis meraung-raung melihat kakak nya telah tiada di pelukan Arrabella.
" Pangeran Eugene !! pangeran Eugene !!" teriak Arrabella panik dan sedih
" Aku masih belum berterimakasih padamu.. bagaimana bisa kau melakukan hal ini padaku?" batin Arrabella merasa bersalah
" Kakak.. tidak !! kakak !!" teriak Camille.
Peter memeluk Camille yang menangis dan mencoba menghibur nya.
" Tuan putri..."
Arrabella tak bisa memungkiri bahwa ia pernah mencintai Eugene sepenuh hati. Tiba-tiba saja wanita itu teringat masa-masa saat ia bicara dan bertengkar dengan Eugene. Sebenarnya Eugene adalah orang yang baik baginya, hanya saja selama ini cara yang ia lakukan itu tidak benar. Pria itu hanya kesepian, setelah kehilangan segalanya dan berusaha menebusnya.
Pengorbanan Eugene padanya sangat besar, bahkan sampai akhir pun Eugene masih memikirkan kebahagiaan orang yang ia cintai dan mendoakannya dengan tulus.
****
Mayat pria itu di bawa ke kamar mayat rumah sakit kerajaan. Sementara Arrabella yang mengalami luka sayatan di tangannya, diobati oleh dokter. Wanita itu hanya diam saja, seperti nya ia masih syok dengan apa yang terjadi.
" Yang mulia.. apa anda baik-baik saja?" tanya Dr. Louis cemas
" Aku baik-baik saja " jawab Arrabella datar
Tok
Tok
Tok
" yang mulia Ratu, ini saya " kata Demian dari balik pintu
" Masuk saja !" seru Arrabella
KLAK
Demian membungkuk memberi hormat pada Ratu Clariness itu.
'' Saya datang untuk memberikan laporan, pelaku penusukan itu sudah tertangkap dan sekarang dia ada di penjara " kata Demian
" Siapa pelakunya?"
" Dia adalah mantan putri mahkota, nona Claire " jawab Demian
" APA?!! dia masih hidup ?!" Arrabella tercengang mendengar nama Claire disebut
" Antar aku kesana, tuan Demian " kata Arrabella sambil beranjak dari ranjangnya
" Baik yang mulia.."
" Yang mulia, anda masih perlu istirahat. Wajah anda masih pucat " kata Dr. Louis cemas
" Tenang lah, aku akan baik-baik saja " wanita itu tersenyum tipis
" Tidak, anda tidak baik-baik saja yang mulia " batin Dr. Louis cemas
Demian mengantar Arrabella ke penjara istana, disana ia melihat Claire benar-benar masih hidup. Ia tak menyangka bahwa wanita itu masih hidup dan mencoba membunuhnya, Arrabella juga kaget melihat wajah Claire yang rusak. Ratu Clariness itu meminta Demian pergi dan meninggalkan nya bersama Claire berdua. Namun, Demian tidak mau meninggalkan Arrabella karena ia cemas Claire akan berbuat macam macam pada nya.
" Baiklah, kalau kau tidak mau pergi.. kau berdiri saja disana " kata Arrabella sambil menunjuk ke ujung penjara
" Saya akan menunggu disana yang mulia " Demian patuh dan berjalan pergi ke ujung.
****
Claire melihat Arrabella dengan penuh kebencian. Sementara Arrabella melihatnya dengan penuh rasa kasihan dan prihatin. Tahanan itu seperti habis menangis.
" Kenapa kau kemari? kau ingin menertawakan ku lagi?" tanya Claire kesal
" Bagaimana keadaan Eugene? apa dia baik-baik saja?" batin Claire cemas
" Menertawakan mu? aku justru kasihan padamu.. "
" Aku tau.. " jawab Claire sambil tersenyum pahit. " Apa.. pangeran Eugene baik-baik saja?" tanya Claire memberanikan dirinya
Arrabella menahan air matanya, ia bisa merasakan dari kata-kata gadis itu, bahwa Claire benar-benar tulus mencintai Eugene.
" Dia.. dia.. sudah.. tiada "
Deg
Deg
Deg
Seketika jantungku serasa berhenti saat mendengar kalau orang yang aku cintai sudah tiada. Apa ini benar? aku tidak percaya..
" Bohong .. pangeran Eugene baik-baik saja kan? kau bohong !!" teriak Claire sambil menangis
" sayangnya, yang aku katakan ini memang benar. Dia sudah tiada karena pedang yang kau tancapkan ke tubuhnya !"
" Tidak mungkin ! TIDAK !! dia mati bukan karena ku, tapi karena dirimu ! kenapa dia harus berbuat seperti itu?!! mengorbankan hidupnya demi dirimu, ini semua salahmu!! salahmu!!" Claire jatuh terduduk dan menangis histeris.
" Tidak.. aku sudah membunuh orang yang aku cintai dengan tanganku sendiri.." batin Claire merasa bersalah
" Bahkan sampai akhir pun dia masih mencintai mu.. kenapa.. kenapa...hiks " kata Claire
" Jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri, kau benar. Ini salahku Claire, karena dia terlalu mencintai ku " kata Arrabella yang merasa bersalah juga
Arrabella bisa merasakan kesedihan Claire, ia ikutan menangis. Karena ia pernah merasakan bagaimana rasanya kehilangan Aiden saat itu, dunia serasa runtuh untuknya, seakan tidak ada tempat berpijak lagi, berjalan pun serasa melayang, bahkan ia sampai menangis tanpa suara saking sedihnya.
Kehilangan orang yang sangat dicintai bisa membuat kehilangan akal sehat, dan rasanya sangat menyakitkan. Apalagi yang dirasakan Claire, selain kesedihan, ia juga akan merasakan perasaan bersalah seumur hidupnya karena ia sudah membunuh orang yang ia cintai dengan tangannya sendiri, meskipun ia tidak sengaja melakukannya.
Arrabella pergi dari penjara setelah berbicara dengan Claire. Anehnya, kebencian itu sudah menghilang saat ia melihat Claire, seperti nya tidak ada dendam lagi dalam hatinya. Yang ada hanya perasaan ingin menghibur gadis itu dan rasa bersalah.
Demian cemas melihat Arrabella yang jalan sempoyongan sambil melamun. Ia ingin memapah wanita itu, tapi ia menolaknya.
" Ini semua salahku.. salahku.. " batin Arrabella sakit hati
BRUK
" Yang mulia !!" teriak Demian yang panik melihat Arrabella jatuh pingsan.
Wush
" Naomi.. " Aiden datang tepat waktu dan menangkap tubuh istrinya yang hampir jatuh.
" Naomi, bangunlah...istriku.." Aiden menatap istrinya yang jatuh pingsan dengan cemas
2 hari setelah kematian Eugene, Claire yang dijatuhi hukuman mati, sehari sebelum hukuman mati nya dilakukan, ia ditemukan tewas di penjara dengan cara gantung diri.
...END SEASON 2...
...---***---...
Hai readers yang masih setia dengan Arrabella Twice Lives ❤️😊 makasih dukungannya selama ini ya.. tenang aja ceritanya belum berakhir sampai disini kok, author kayanya mau buat satu season lagi.
Makanya author butuh dukungan dari kalian ya 🙏😀 like, vote, komen nya