Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 106 Kita Bersama


🍂🍂🍂


Daisy membuka tirai jendela kamar Raja dan Ratu Clariness. Matahari sudah terbit dan sinarnya menyinari kamar itu. Arrabella sudah dalam kondisi yang fit dan bugar, ia bahkan sudah membersihkan dirinya. Untuk pertama kalinya, hari itu Arrabella minta Daisy untuk melayani nya mandi.


Seperti nya wanita itu kesulitan untuk mandi sendiri, tubuhnya masih lemah. Bahkan sejak pagi-pagi buta, Arrabella sudah merasakan gejala mual dan pusing yang tidak biasa ia rasakan sebelumnya.


HUWEKk


HUWEKK


Apa wanita hamil semuanya seperti ini? ya, Ratu Megan juga pernah bilang kalau ia sering mual mual di minggu-minggu pertama. Tapi, apa itu artinya bayinya kuat atau malah sebaliknya? bagaimana jika terjadi sesuatu pada bayiku?


Arrabella terlihat cemas dan lelah setelah muntah-muntah berkali-kali.


KLEK


" Uhh.. "


" Yang mulia, saya akan membawakan anda teh hangat. Untuk meredakan mual nya " kata Daisy cemas


" Boleh, tapi bawakan saja teh nya ke ruang kerja ku. " kata Arrabella sambil memegang perutnya


" Yang mulia, bukankah sebaiknya anda beristirahat dulu? itu kata dokter Henna " Daisy terlihat cemas


" Pekerjaan ku sudah menumpuk, aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan ku lagi. " kata Arrabella kesal


" Yang mulia.. " Daisy terlihat sedih


" Urghh perutku.."


Daisy memapah Arrabella, dan mendudukkan nya di sudut ranjang. Wanita itu mengeluh sakit perut, bahkan setelah sarapan pun wanita itu kembali muntah muntah.


" Saya tidak menduga kalau Baginda Ratu akan mengalami morning sickness dimasa sekarang, padahal waktu masa awal kehamilan tidak terlihat kalau Baginda Ratu akan mengalami seperti ini.. " kata Daisy sambil menyeduh teh madu dengan cemas.


" Bibi Daisy, apa ini berbahaya? kalau aku terus muntah-muntah seperti ini, apa bahaya untuk bayiku?" tanya Arrabella polos


" Tidak yang mulia, itu memang bawaan bayi. Tapi, anda harus makan agar bayi anda bisa mendapatkan nutrisi " kata Daisy mencoba membujuk


" Aku .. entah kenapa aku tidak mau makan " kata Arrabella yang merasa jijik melihat makanan yang tersaji di piringnya.


Wanita itu berlari menuju kamar mandi dan kembali muntah muntah. Ia bingung karena terus muntah-muntah tidak terkendali, bagaimana ia bisa mengerjakan tugasnya dengan keadaan begini?


HUWEK


HUWEK


Daisy berusaha membujuk Arrabella yang tidak bisa makan sesuatu. Kecuali minum teh saja, hal itu membuatnya cemas dan akhirnya ia memberitahu Felix, agar kesatria pribadi Ratu Clariness itu bisa memberitahukannya kepada Raja untuk membujuk Arrabella..


****


Tok


Tok


Tok


" Siapa?" tanya Lorenzo yang mewakili Aiden untuk bertanya siapa yang ada di depan pintu ruang kerja Raja


" Yang mulia ini saya Felix. Ada yang ingin saya sampaikan mengenai Baginda Ratu "


Aiden yang sedang bekerja pun terperangah dan segera membiarkan Felix masuk ke ruang kerja nya.


" Salam yang mulia. Saya ingin melaporkan tentang Baginda Ratu. Daisy bilang, sejak pagi beliau tidak mau makan apa pun, dan terus muntah-muntah. " kata Felix


" APA??! " kata Aiden cemas


Apa terjadi sesuatu pada bayi kami?


" Lorenzo, kau disini saja. Aku akan menemui Ratu, dan Felix ikut aku " ujar Aiden sambil memakai jubahnya


" Baik yang mulia " jawab Felix dan Aiden patuh


" Syukurlah, yang mulia sudah benar-benar kembali. " batin Lorenzo lega


Beberapa saat kemudian, Aiden sampai di kamar Arrabella. Ada beberapa pelayan disana membawa beragam makanan ,dengan maksud ingin membujuk Ratu Clariness untuk makan sesuatu. Arrabella hanya menggelengkan kepalanya.


Saat Aiden datang, semua pelayan pun pergi keluar dari kamar Arrabella, termasuk Daisy. Aiden cemas melihat Arrabella yang terlihat pucat.


" Salam yang mulia Raja " kata Arrabella menyapa


Dia bahkan bicara formal padaku, tampaknya dia masih marah.


" Aku dengar kau tidak mau makan sedikit pun pagi ini, dan hanya minum teh saja. Apa kau baik-baik saja?" tanya Aiden cemas


" Saya tidak apa-apa, bibi Daisy bilang ini namanya morning sickness dan sering terjadi pada ibu hamil muda " jawab Arrabella formal


Pria itu berlutut di hadapan Arrabella yang sedang duduk. Ia mengelus elus perut wanita itu dengan lembut.


" Yang mulia, apa yang anda lakukan?" tanya Arrabella


" aku dengar dari dokter Henna, kalau aku harus bicara pada sang bayi. Itu bisa menenangkan nya. Mari kita coba "


Apa-apaan ini? kenapa ini sangat nyaman saat Aiden menyentuh perut ku?


" Nak, kenapa kau tidak mau makan? kasihan ibu mu, dia terlihat lemas sekarang. Apa kau dengar ayah, nak? makanlah sesuatu ya, jangan rewel di dalam sini.. Ayo menurut lah dan makan sesuatu ya? " suara lembut pria itu membuat Arrabella nyaman saat mendengar nya.


Ya, ini adalah Aiden suamiku. Dia sudah kembali, dia Aiden ku. Tapi, kenapa aku masih takut dia bisa berubah sewaktu-waktu. Seperti hari itu. Kata Arrabella cemas di dalam hatinya


Aiden menatap Arrabella dengan tatapan yang penuh arti dan kasih sayang seperti biasanya. Menandakan bahwa ia adalah Aiden yang asli, suami yang ia kenal. Namun, wanita itu memalingkan wajahnya dan terlihat ragu-ragu.


Perlahan tapi pasti, aku akan meminta maaf dengan cara yang benar padamu. Tapi, bukan hari ini. Karena sepertinya kau belum siap, dan kau masih takut kalau aku akan berubah. Tidak apa Naomi ,aku akan menunggu. Seperti kau yang selalu menungguku.


" Bagaimana dengan anak kita? apa kau merasakan sesuatu ?" tanya Aiden lembut


" Anehnya, saya merasa nyaman saat yang mulia menyentuh saya " jawab Arrabella malu-malu


" Kalau kau mau aku akan menyentuhmu lagi, kau mau aku menyentuh mu dimana?" tanya Aiden


" Yang mulia ! anda mesum sekali !" ujar Arrabella kesal


" Siapa yang mesum? aku hanya ingin kau merasa nyaman, makanya aku menawarkan diri untuk menyentuh mu. Karena kau bilang kau merasa nyaman dengan sentuhan ku " kata Aiden menjelaskan


" Pertanyaan anda itu terdengar mesum, seperti orang cabul " gerutu Arrabella sebal


" Hanya kau yang berani mengatai Raja negeri ini sebagai orang cabul. Tidak apa, jika itu membuat mu dan anak kita senang. Apapun akan aku terima. "


Dia bahkan tidak marah? apa dia bisa sesabar ini menghadapi ku?


" Sekarang apa anakku sudah bisa makan sesuatu?" tanya Aiden. " atau kau mau makan sesuatu? aku akan belikan untukmu "


" Benarkah yang mulia mau melakukan nya untuk ku?" tanya Arrabella ragu-ragu


" Ya, katakan saja apa keinginan mu. " jawab Aiden


Arrabella terlihat berfikir dalam-dalam dan Aiden menunggu jawaban dari istrinya itu.


" Saya ingin yang mulia memasak untuk saya " kata Arrabella tegas


Entah kenapa aku ingin melihat Aiden memasak.


" Haaa?? apa kau bilang?" tanya Aiden kaget


" Saya ingin melihat yang mulia memasak untuk saya, dan saya mau makan mie yang enak buatan yang mulia " Arrabella terlihat sedih dan matanya berkaca-kaca penuh harapan.


Aku ? memasak? aku bahkan belum pernah menginjakkan kaki ku ke dapur?


Pria itu tenang diluar tapi panik di dalam. Karena ia tak bisa memasak sama sekali.


" Baiklah, jika itu keinginan mu. Aku akan memasak untukmu, tapi kumohon jangan makan mie ya? kau harus makan nasi dulu karena kau belum sarapan " Aiden membujuk dengan lembut


" Saya tidak mau ! saya mau makan mie !" ujar Arrabella marah


" Baiklah baiklah, Ratu ku. Aku akan melakukannya. " Aiden mengalah


Entah kenapa aku senang melihat Aiden yang seperti ini. Dia kalah dariku. batin Arrabella senang


Tidak apa deh, asalkan Naomi dan bayi ku mau makan. Tapi kenapa tingkahnya jadi aneh? bukankah dia tidak sesuka ini pada mie sebelum nya?.


🍂🍂🍂


Di kerajaan Monique,


Siang itu pasangan pengantin baru saja bangun dari tidur mereka.


Ethan terlihat panik, sementara Ariana terlihat santai masih berada dalam selimut dan tidak memakai pakaian.


" Ya ampun, kita terlambat putri ! bagaimana ini?" Ethan panik dan segera mengancingkan baju nya.


" Sayang, tenanglah. Tidak apa apa telat juga, ini kan baru 2 hari sejak pernikahan kita " kata Ariana sambil memeluk Ethan dari belakang. " jangan panggil aku putri, panggil aku Ariana.. kau harus mulai terbiasa dengan itu pangeran ku "


" Iya aku lupa, kau adalah istriku sekarang. Ariana ayo, kita harus memberi salam kepada ayah mertua.. maksudku Baginda Raja dan putra mahkota " kata Ethan gugup


Tangan Ariana bergerak liar menyusuri dada bidang, milik Ethan. Wanita itu meraba-raba dada suaminya dan menyentuhnya perlahan-lahan. Ethan terlihat gugup dan mulai tergoda dengan rayuan Ariana.


GREP


Tangan Ethan memegang tangan istrinya, agar ia menghentikan aktivitas nya.


" Ariana, ini sudah siang. Kita harus segera pergi " kata Ethan lembut


" Ah.. Ariana sudah cukup, jangan menggodaku terus " kata Ethan memohon


Kelihatannya wanita ini sangat agresif, kebalikan dari Ethan yang sedikit pemalu dan tidak agresif seperti dirinya. Mungkin karena inilah mereka saling melengkapi dan cocok satu sama lain.


" Bagaimana? apa kau mau memohon ampun? atau ku teruskan saja .." Ariana tersenyum puas saat melihat Ethan mulai menunjukkan ekspresi yang ia sukai. Yaitu terangsang dengan sentuhan nya.


" Ariana, kau.. ini.. aku..." Ethan terlihat gugup dan napas nya mulai tersengal sengal


" Bagaimana? aku harus melanjutkan nya atau kita berhenti saja?" tanya Ariana sambil mencium pipi Ethan.


Wajah pria itu sudah memerah, dan tubuhnya terasa panas. Napas nya sudah mulai memburu, padahal hanya sentuhan tapi bisa membuatnya seperti itu.


BRUK


" KYAA !! Ethan !!"


Ariana kaget karena tiba-tiba saja keadaan antara dirinya dan Ethan sudah berbalik. Ethan menindih tubuh Ariana, dan pria bertumpu pada lutut juga kedua tangannya.


" Jangan mengeluh, jangan salahkan aku kalau Hari ini kau tidak bisa turun dari ranjang ini " Ethan tersenyum


" Aku tidak akan menyesal. Karena ini memang salah ku karena sudah menggoda mu " Ariana tersenyum dan membelai pipi pria itu dengan kedua tangannya yang lembut.


" Kalau begitu, bersiaplah menerima hukuman " Ethan tersenyum kemudian membuka baju yang belum lama ia pakai. Baju itu terbang dan jatuh ke lantai.


Ethan segera melahap bibir Ariana yang indah, mengelus rambut merah nya yang berkilau. Ariana mendesah berkali-kali dengan penuh kenikmatan, sementara Ethan mengerang.


" Ahh...


" Uh...uhh... "


" Ethan..."


" Ariana..."


Jari jemari Ethan kini mulai menggoda Ariana, dan menyusuri tengkuk lehernya. Lalu memberikan tanda merah di dada dan leher istrinya itu.


Siang itu adalah hari yang indah untuk mereka, dan tidak ada yang berani menganggu pasangan yang sedang melakukan perjalanan indah ke surga itu.


****


Di taman kota, kerajaan Clariness.


Terlihat Peter sedang berdiri di dekat sebuah pohon Cemara. Suasana siang itu sangat cerah dan indah untuk orang-orang yang akan melakukan aktivitas. Meskipun matahari terlihat terik, tapi udara terasa sangat sejuk. pria itu terlihat rapi dan semangat.


" Dimana dia? kenapa belum datang juga? ah.. seharusnya aku menjemput nya saja " kata Peter bergumam sendiri


Tiba-tiba sebuah kereta bangsawan, berhenti tak jauh dari tempat Peter berdiri. Terlihat seorang wanita membuka pintu kereta dan turun dari keretanya.


" Duke Peter !" ujar Camille ceria


" Salam yang mulia " Peter segera memberi hormat dengan formal


" Eh? tidak usah formal begitu, bukankah sekarang kita adalah kekasih. Jadi kau cukup panggil namaku saja saat kita sedang berdua "


" Apa tidak masalah?" tanya Peter ragu


" Aku juga bisa memanggil mu, kak Peter "


Suara putri Camille saat memanggil namaku ternyata terdengar sangat indah. Sampai-sampai jantungku berdebar.


" Ah maaf, aku seperti nya terlalu terburu-buru." kata Camille yang terlihat sedih melihat Peter melamun


" Tidak apa apa, Camille " Peter tersenyum cerah


Suara kak Peter sangat seksi, Kyaa !! aku akan melayang di buatnya. Dia sangat tampan, dan senyuman nya pun menawan. Semoga saja senyuman ini hanya ditujukan untuk diriku.


" Itu terdengar bagus "


" Bolehkah aku memegang tanganmu Camille?" tanya Peter sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum di depan gadis itu.


" Kau tidak perlu minta izin untuk semua hal kak Peter " jawab Camille sambil meraih tangan Peter. Mereka tersenyum dengan gembira dan berjalan sambil bergandengan tangan.


Hari itu adalah kencan pertama mereka sebagai pasangan kekasih. Karena kesibukan Peter yang sekarang sudah menjadi Duke muda keluarga Reese, ia sulit mengajak Camille berkencan.


🍂🍂


Di dapur istana Clariness..


Aiden kesulitan memasak, ia di pandu oleh kepala pelayan istana untuk memasak. Beberapa kali masakannya gosong, dan akhirnya setelah 5 kali percobaan memasak, pria itu berhasil juga.


PRAK


Aiden meletakkan piring yang berisi seporsi mie goreng di depan Arrabella yang sedang duduk manis di depan meja makan. Pria itu terlihat berkeringat dan kelelahan. Kepala dayang memberi semangat pada Aiden dengan mengacungkan jempolnya.


" Sudah datang, mie goreng ku !" kata Arrabella girang sambil mengambil sendok dan garpu nya dengan semangat


" Aku tidak yakin dengan rasanya, lebih baik kau jangan memakannya. "


Baru beberapa detik Aiden bicara, mie yang ada di piring itu sudah hampir habis di seruput oleh Arrabella dalam sekejap.


SLURP.. SLURP..


" Hah?" Daisy dan Aiden sampai bengong melihat nya


Aku membuatnya hampir 2 jam dan dia menghabiskan nya dalam hitungan detik?


" Ini sangat enak " Arrabella terlihat puas dengan makanan yang dibuatkan oleh suaminya dengan susah payah itu


Tinggal satu suapan lagi, dan Aiden menghentikan Arrabella untuk memakannya. Dan malah ia memakan mie goreng itu.


SLURP


" Dasar jahat ! itu mie goreng ku !" ujar Arrabella ngambek seperti anak kecil yang merengek


HUWEK..


Aiden muntah tak lama sesudah ia memakan mie buatannya sendiri. Ia berkata dalam hatinya " Apa yang membuatnya begitu enak? enak dari mana? ini sangat asin.. "


" Yang mulia Raja !" kata Daisy dan kepala pelayan kaget melihat Aiden yang muntah dan mual-mual.


" Muntah kan kembali ! cepat ! " ujar Aiden sambil memegang pipi istrinya dengan gemas


'' kenapa harus di muntah kan? kau aneh deh.. cepat buatkan lagi aku mie gorengnya " kata Arrabella sebal


" mie goreng nya sama sekali tidak enak, bagaimana bisa kau bilang ini enak? apa ada yang salah dengan indera perasa mu?" tanya Aiden cemas


Daisy dan kepala pelayan melihat perdebatan pasangan kerajaan itu. Mereka merasa dengan perdebatan kecil itu sudah membuat jarak diantara hubungan mereka semakin tipis. Dan mereka menyadari kalau Arrabella sedang dalam masa ngidam. Melihat Arrabella yang sikapnya sedikit berubah, dari bijaksana dan dewasa, ia mendadak jadi sedikit kekanak kanakan.


Wanita itu marah dan kembali ke kamar nya karena Aiden menolak membuat mie goreng lagi untuk nya. Aiden malah mengusulkan Arrabella untuk memakan sayuran, agar ia dan bayinya sehat. Tapi, wanita itu tidak mau dan tetap ngotot ingin mie goreng.


Pada akhirnya semua perjuangan Aiden membuat mie goreng sia-sia, saat Aiden mengalah dan membuat lagi mie gorengnya. Inilah yang terjadi..


PRAK


" Ini mie goreng nya Ratu " kata Aiden sambil tersenyum


" Tiba-tiba aku tidak mau makan mie goreng lagi ,aku ingin makan daging, sate.. sate juga boleh " kata Arrabella berfikir


Ya Tuhan, ada apa dengan istriku?


Aiden terlihat bingung dengan tingkah istrinya itu. Seharian Aiden hanya memasak untuk istrinya dan ia menanggalkan semua pekerjaan nya pada Lorenzo dulu.


Hari itu Aiden benar benar mencurahkan waktunya untuk menemani Arrabella yang sedang ruwet dan mendadak jadi menyebalkan, pria itu tetap sabar karena Arrabella juga sabar menghadapi nya saat ia berubah waktu terkena sihir hitam.


" Naomi.. kau masih marah padaku kan? kau bahkan tidak membiarkan ku menyentuh mu " tanya Aiden yang terluka hatinya


" Aku inginnya tidak marah. Tapi, entah kenapa aku masih kesal padamu. Walaupun kita bersama, fakta tentang kau sudah tidur dengan wanita itu tidak bisa hilang dari kepalaku "


" Aku benar-benar tidak melakukan nya Naomi, sungguh. Aku tidak pernah tidur dengannya " kata Aiden sambil memegang tangan Arrabella


" Bagaimana kau bisa bicara begitu? sedangkan kau sendiri tidak ingat apa yang terjadi denganmu ketika berada dalam sihir hitam?"


" Aku ingat semuanya.. aku ingat semua kejadian itu, bahkan saat dimana aku menyakitimu " kata Aiden berkaca-kaca


Aiden meminta agar Arrabella percaya padanya. Walaupun dalam pengaruh sihir hitam Sylvia, ia ingat dengan jelas bahwa Sylvia lah yang naik ke ranjangnya. Namun, mereka tak melakukan apa-apa.


" Maafkan aku Naomi, aku takut kau tidak akan memaafkan ku. Jadi aku tidak berani membahas ini denganmu, maafkan aku.. aku benar-benar tidak pernah tidur dengan wanita itu. Sungguh "


" Aku percaya padamu. Aku bisa memaafkan mu, tapi ini terakhir kalinya kau menyakitiku. Terimakasih Aiden karena kau sudah kembali padaku.."


" Jadi sekarang kita bersama lagi kan?" tanya Aiden senang


" Ya, kita bersama. " jawab Arrabella sambil tersenyum


Aiden memeluk Arrabella dan mencium bibir wanita itu. Tanda rekonsiliasi antara mereka sudah terlaksana. Keduanya sama-sama menangis terharu.


Aiden memegang perut Arrabella dan tersenyum senang.


" Nak, ibu dan ayah mu sudah berbaikan. Kau senang kan? kau juga jangan marah lagi pada ayah " kata Aiden dengan lembut, seolah ia benar-benar berbicara dengan anak kecil


" Haha.. " Arrabella tertawa senang melihat tingkah Aiden yang menggemaskan. Perasaan wanita itu menjadi lebih baik.


" Terimakasih Naomi, selama ini kau selalu bersabar untukku dan berada disisi ku dalam keadaan apapun. Aku mencintaimu..kau dan anak kita adalah harta yang paling berharga dan tak ternilai untuk diriku. " Aiden mencium punggung tangan kanan Arrabella. Wanita itu tersenyum dan wajahnya menjadi merona.


Aku janji, aku tidak akan mengecewakan mu lagi. Aku akan membuat mu dan anak kita bahagia.


...---***---...