Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 121. Princess Aneesa


Hai Readers.. welcome di season baru novel Arrabella Twice Lives..


Di season ini cerita akan berfokus pada anak anak kerajaan.


Semoga kalian suka cerita season yang baru ini ya..


**jangan lupa like komen dan vote nya ya readers..


🎉🎉🎉


Aneesa ( usia 7 tahun ) sedang duduk di dahan pohon, dan mengambil buah mangga yang ada di pohon itu. Sementara dibawah pohon, para pelayan dan pengawal berusaha membujuknya untuk turun.


Karena Aneesa tetap membandel dan tidak mau mendengarkan para pelayan dan pengawal itu, maka dari itu adik nya yang berusia setahun lebih muda darinya dan Kyrie ( anak bungsu Ratu Arrabella dan Raja Aiden ) yaitu pangeran Alardo Kairos Macario Cassius, dipanggil Kai atau Alardo.


" kakak turunlah, nanti kakak bisa dimarahi oleh ibunda Ratu lagi?" tanya Kai


" Hei Kairos, adikku yang lucu. Apa kau mau buah mangga?" tanya Aneesa cuek


" Tuan putri, kami mohon turunlah. Kami bisa terkena masalah nanti !" seru seorang pengawal


" Kalian ini ribut sekali, tenang lah. Aku bisa turun sendiri kok " kata Aneesa sambil memetik buah mangga dengan santai


Tak lama kemudian, datanglah seorang pria tampan, bertubuh tinggi dan terlihat seperti berusia belasan tahun menghampiri Aneesa.


" Tuan Jade , lihat lah kakak ku naik ke pohon lagi!!" seru Kai sambil menunjuk ke arah kakak nya yang sedang berada di atas pohon.


" Tuan putri, anda naik ke pohon lagi?" tanya Jade tajam


" Hehe.. aku hanya ingin memetik buah mangga saja kok. " jawab Aneesa sambil tersenyum canggung


Tatapannya sangat menakutkan, seperti nya tuan Jade benar-benar marah.


" Turunlah tuan putri " kata Jade tegas


" Ba..baiklah, tapi kau jangan menatapku seperti itu." kata Aneesa kesal.


" Cepat turun tuan putri !" seru Jade tegas


" Haha.. kakak akhirnya menurut juga pada tuan Jade " kata Kai senang


" diam kau ! beraninya kau menertawai kakak mu ! awas ya ! " kata Aneesa kesal pada adiknya


Bagaimana bisa anak yang begitu pendiam dan kalem saat masih bayi, sekarang menjadi sangat lincah dan cerewet?. Batin Jade heran


Aneesa bergerak perlahan dengan kaki kecilnya itu untuk turun dari atas dahan pohon. Tanpa ia sadari, dahan pohon yang ia injak itu mulai patah. Aneesa kehilangan keseimbangan nya dan tubuhnya bergoyang goyang.


" Aa.. apa yang terjadi? kenapa dahannya.. "


" Ahh !! Yang mulia !!" teriak para pelayan dan pengawal panik melihat Aneesa yang akan jatuh dari pohon


" Tuan putri !" teriak Jade panik


KRAK


Dahan pohon yang dipakai kaki kecil Aneesa untuk berpijak pun patah, bersamaan dengan itu Aneesa jatuh dari atas pohon.


" KYAaa !!"


Tubuh kecil Aneesa mendarat tepat di tangan seseorang.


GREP


" kenapa aku tidak merasa sakit?" gumam Aneesa kebingungan


" Tentu saja kakak tidak merasa sakit, kan ada tuan Jade yang menangkap kakak " jawab Kai sambil tersenyum polos


Aneesa melihat ke arah Jade yang ada di sampingnya dan sedang menggendong tubuhnya.


" Tuan putri, apa anda baik-baik saja?" tanya Jade


Sejak kapan tuan Jade setampan ini ya? padahal selama ini aku merasa kalau dia biasa saja. Tapi dilihat dari dekat seperti ini dia sangat lah tampan. batin Aneesa kagum


" Aku baik-baik saja " jawab Aneesa sambil turun sendiri dari gendongan Jade


" Saya sudah berulang kali mengingatkan yang mulia untuk tidak memanjat pohon lagi. Sekarang tuan putri baru tau rasa kan?" tanya Jade cuek


" A..Apa? apa kau sedang merasa puas karena aku jatuh dari pohon?" tanya Aneesa kesal


" Saya tidak bilang begitu " jawab Jade cuek


" Huh.. tuan Jade sangat menyebalkan " gerutu Aneesa kesal


" Kenapa kakak malah marah-marah pada tuan Jade? dia sudah menolong kakak, bukannya berterimakasih malah marah marah " kata Kai


" Anak kecil jangan sok tahu deh !" seru Aneesa sambil mencubit pipi adiknya itu


" Memangnya kakak bukan anak kecil? kakak hanya beda satu tahun denganku !" seru Kai kesal


" Tetap saja kan aku kakak mu. Bwee " Aneesa menjulurkan lidahnya


" Ngakunya kakak, tapi kelakuan seperti anak kecil. " gerutu Kai sebal pada kakaknya itu


" Tuan putri, anda dipanggil oleh Baginda Ratu " kata Jade


" Mau apa ibu memanggilku ya? apa tuan Jade tau?" tanya Aneesa penasaran


Apa karena aku membolos kelas berdansa? atau karena aku memanjat pohon?


" Saya tidak tahu " jawab Jade cuek


" Cih...Tuan Jade selalu saja sok cuek " gerutu Aneesa pelan


" Aku tau kak aku tahu ! tanya aku saja !" seru Kai sambil melambaikan tangannya semangat


" Baiklah adikku yang baik, jika kau tau kenapa ibu memanggilku katakanlah pada kakak mu ini sekarang ! "ujar Aneesa


" Sebenarnya ibu memanggil kakak karena ada putra mahkota Edgar dari Vanders yang ingin menemui kakak " terang Kai sambil tersenyum polos


" HAA.. APA??!! Putra mahkota Edgar??!"


Saat mendengar Edgar yang datang, perasaan Aneesa bagai tersambar petir. Begitu pula dengan Jade, walaupun ia terlihat cuek dari luar. Namun matanya menunjukkan ketidaknyamanan saat mengetahui kedatangan Edgar.


Jade menemani Aneesa dan Kai untuk menemui Edgar yang ada di taman belakang istana Clariness. Aneesa terlihat tak senang saat melihat Edgar disana, tapi ia menahannya karena ada Ratu Megan, dan juga ibunya disana. Edgar kelihatan akrab dengan Kyrie ( saudara kembar Aneesa ).


" lihat siapa yang datang?" tanya Ratu Megan ramah


" Salam yang mulia Ratu Megan " kata Aneesa dan Kai sambil membungkuk dengan sopan


Jade yang ada dibelakang Aneesa dan Kai juga ikut memberi hormat pada Ratu Megan.


" Putri Aneesa, kau semakin cantik saja ya nak.." kata Ratu Megan memuji


" Anda terlalu memuji yang mulia Ratu " kata Aneesa anggun


Kenapa sih putra mahkota Edgar harus datang kemari? Apa dia mau mempermasalahkan tentang ku yang memukul nya minggu lalu saat Festival di kota ? apa dia sudah mengadu pada ibu? Gawat dong kalau dia sudah mengadukan ku? batin Aneesa gelisah


Cih, di depan Ratu Megan saja dia bersikap anggun padahal dia itu kan makhluk bar-bar. Dasar Aneesa !. gumam Kyrie dalam hatinya


Ada apa dengan tuan putri? kenapa dia terlihat gelisah?. batin Jade heran melihat Aneesa yang terlihat gelisah saat melihat Edgar


" Putraku, ayo sapa dulu putri Aneesa " ujar Ratu Megan


" Iya ibu. Hai putri Aneesa, salam " Edgar tersenyum ramah pada Aneesa


Aneesa sedikit terkejut karena Edgar masih bersikap ramah padanya setelah ia berbuat tidak sopan saat pertama kali mereka bertemu.


Apa dia sedang mengancam ku? kenapa dia bersikap ramah padaku? apa ini hanya kedok nya?


" Putri Aneesa, kenapa kau diam saja? putra mahkota Edgar sedang menyapamu " tanya Ratu Arrabella heran melihat putrinya yang melamun.


Aneesa, tolong jangan buat masalah. batin Ratu Arrabella penuh harapan


" Ah.. iya.. maafkan saya atas ketidaksopanan saya yang mulia putra mahkota. Salam juga " jawab Aneesa sambil melirik dengan hati-hati pada Edgar.


Edgar tersenyum melihat tingkah Aneesa yang ketakutan saat melihatnya. Saat para ratu sedang mengobrol, anak-anak mereka yaitu Aneesa, Edgar, Kyrie dan Kai, pergi bermain di sekitar taman istana.


" Bagaimana menurutmu Ratu Arrabella? apa perjodohan anak kita masih berlaku?" tanya Ratu Megan sambil meneguk teh di cangkir nya


" Apa Ratu Megan benar-benar serius tentang ini?" tanya Ratu Arrabella


" Tentu saja, suamiku juga setuju kalau anak kita dijodohkan. " kata Ratu Megan serius


" Aku yang merasa malu " kata Ratu Arrabella sambil menghela napas


" Malu? kenapa? apa putraku cukup memalukan untuk menjadi jodoh putri mu?" tanya Ratu Megan kaget


" Kau salah paham ratu Megan ! aku bukan malu karena Putra mahkota Edgar, tapi karena putriku. Sifatnya yang bebas, lincah dan ceroboh, terkadang membuatku cemas " Arrabella menjelaskan


" Bukankah putri Aneesa itu gadis yang anggun dan manis?" tanya Ratu Megan


" Haa.. iya itu saat dia masih bayi, tapi sekarang dia berkebalikan dengan sifatnya saat masih bayi. Pangeran Kyrie yang dulunya cerewet dan suka berceloteh sewaktu bayi, sekarang malah jadi pendiam dan kalem "


" Jadi maksud mu mereka seperti bertukar kepribadian ? wah.. " Ratu Megan takjub


" Iya benar, maksud ku begitu. Aku rasa putriku tidak akan cocok dengan sikap putra mahkota Edgar yang tenang . Lihat saja Kyrie, ia juga tenang seperti putra mu, dan mereka cocok. Sedangkan Kyrie selalu bertengkar dengan Aneesa " Ratu Arrabella meminum teh nya


" Aku malah berfikir sebaliknya, hidup putraku itu terlalu lurus. Dia lebih mirip dengan ayahnya, aku malah berharap dia tidak mirip dengan ayahnya. Kalau seseorang seperti putri Aneesa yang ceria bisa menjadi pendamping nya, itu akan bagus " kata Ratu Megan berantusias


Dan juga Edgar seperti nya memiliki ketertarikan pada putri Aneesa. Dia yang tidak pernah merengek sebelumnya, dan sangat cuek. Meminta pada ku agar membawanya ke Clariness. Itu pertama kalinya aku melihat anakku yang dingin meminta sesuatu demi seorang gadis.


" Tentu saja, aku sudah merencanakan ingin berbesanan dengan mu. " jawab Ratu Megan sambil tersenyum


" Aku juga senang bisa berbesanan denganmu. Tapi, kita lihat dulu kecocokan kedua anak kita " kata Ratu Arrabella menimpali


" Benar, aku setuju "


" Oh ya ngomong-ngomong kemana putramu yang lain?" tanya Ratu Arrabella penasaran


" Pangeran Leon sedang pergi bersama ayahnya ke wilayah Utara Vanders. Jadi dia tidak ikut kemari " jawab Ratu Megan


*Leonardo Athanius Al De Vanders adalah putra kedua Megan dan Dominic yang usianya berbeda 1 tahun dengan kakaknya Edgar


🍂🍂🍂


Jade berdiri tegap sambil melihat Aneesa yang sedang bermain pedang kayu bersama dengan Kai. Sementara itu disisi lain, Edgar sedang mengobrol tenang bersama Kyrie.


" Kai, bukan begini pegang pedangnya. Tapi begini, ayo lihat kakak !" seru Aneesa sambil merentangkan tangannya yang memegang pedang kayu, ia menunjukkan gerakan memasang kuda kuda pada adiknya itu.


" Wah.. ternyata kakak hebat juga memeragakan nya. Mirip sekali dengan guru Demian !" Kai mengagumi kakak perempuan nya itu.


" Iya tentu saja, walaupun aku perempuan aku harus bisa berpedang. Sama seperti ibu " kata Aneesa merasa bangga


Kyrie melihat Edgar tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Aneesa. Jade juga bisa merasakan kalau Edgar melihat ke arah Aneesa.


" Kenapa kau melihat adikku seperti itu?" tanya Kyrie heran


" Dia sangat cantik ya " jawab Edgar yang masih melihat Kyrie


" Cantik? wanita bar-bar itu kau bilang cantik?" tanya Kyrie tak mengerti


" Kenapa kau bilang begitu pada adikmu sendiri? jahat sekali " Edgar marah dan membela Aneesa


" Wah wah.. siapa yang kau bela sekarang? " Kyrie tak paham dengan Edgar yang membela adiknya


" Katamu dia gadis yang bar bar kan? tapi menurutku dia itu unik " kata Edgar sambil menatap Aneesa dengan penuh pesona


" Seperti nya gara-gara dipukuli waktu itu, otak mu jadi bermasalah ya? adikku kau sebut unik?" tanya Kyrie sambil tersenyum tipis


" Ya mungkin ada yang salah dengan otak ku " jawab Edgar sambil tersenyum


#FLASHBACK


Satu minggu sebelumnya, di pusat kota Clariness.


Semua orang sangat berantusias dengan festival persahabatan antar kerajaan kerajaan yang berhubungan baik dengan Clariness. Raja raja akan menghadiri Festival di tengah kota dan berkeliling kota menyapa para rakyat dan bangsawan disana.


Ketika semua anggota kerajaan berkumpul di dalam kereta untuk ikut arak-arakan di pusat kota. Aneesa dan Jade malah jalan-jalan di festival kota berdua saja.


" Wah.. baso goreng ini sangat enak, sosisnya juga enak " Aneesa memakan bakso tusuk dan sosis tusuk yang ada di tangannya


" Yang mulia kita harus segera kembali, yang mulia Ratu dan yang mulia Raja pasti akan mencari yang mulia " kata Jade mengingatkan


" Tenang saja, sebentar lagi aku akan kembali kok. Kalau kau takut dimarahi oleh ibu ku, kau kembali saja sendiri " kata Aneesa cuek


" Haa.. bagaimana bisa saya kembali tanpa tuan putri? sudah tugas saya untuk menjaga tuan putri " kata Jade


" Ya ya aku tau, kau selalu bilang berulang kali kalau kau adalah kstaria ku "


Jade merasa terganggu melihat disekitar bibir Aneesa yang belepotan dengan saus.


" Yang mulia, mulut anda belepotan dengan saus....disini " Jade memberitahu sambil menunjuk ke arah sudut bibirnya sendiri


" Oh begitu kah? " Aneesa mengusap-usap mulut dan pipinya, namun bukannya noda saus itu menghilang, tapi malah semakin belepotan


" Sudah selesai kan?"


" bukan disitu yang mulia, aduh malah semakin belepotan saja " Jade tersenyum


" wah, apa kau tersenyum karena ku? menakjubkan, aku belum pernah melihat mu tersenyum seperti itu tuan Jade " Aneesa tersenyum manis


Itu karena yang mulia sangat lucu, masa aku bilang begitu.


" saya tidak tersenyum " Jade langsung merubah raut wajahnya kembali menjadi datar


" Dasar ! kau memang cuek ya "


Aneesa terus mengusap-usap mulutnya dan sekitaran mulutnya. Akan tetapi noda sausnya belum juga hilang, Jade yang tidak tahan melihat itu akhirnya turun tangan.


" Dimana sih nodanya? " gerutu Aneesa polos


" Yang mulia saya mohon maaf sebelumnya atas kelancangan saya " Jade duduk berlutut di depan Aneesa yang sedang duduk di kursi. Ia mengambil sapu tangannya dan mengusap noda saus yang ada di wajah putri Clariness itu.


Jade sempat menatap Aneesa dengan perasaan aneh. Mendadak hatinya berdegup menjadi tidak karuan. Ia pun menghentikan aktivitas nya, setelah selesai mengusap noda yang ada di pipi Aneesa.


" Tuan Jade terimakasih.. tapi mana sapu tangannya?" tanya Aneesa


" Mau apa yang mulia dengan sapu tangan kotor itu?" tanya Jade heran


" Aku akan mencuci nya " jawab Aneesa polos


" Apa? mencucinya? tidak perlu yang mulia !" Jade kaget


" Tidak perlu apa? aku yang sudah menodainya, jadi aku yang akan mencuci nya. Sini berikan padaku !"


" tidak bisa yang mulia, itu adalah tindakan yang .."


Belum sempat meneruskan kata-katanya, Aneesa sudah lebih dulu memotongnya dengan kata-kata nya.


" Hentikan ! kau mau menentang perintah ku?" tanya Aneesa sambil mengulurkan tangannya


Jade menghela napas panjang, ia tau bahwa ia tak bisa berbuat apa-apa saat Aneesa sudah mengatakan bahwa itu perintah nya, jadi ia tak bisa melanggar nya. Pria itu mengeluarkan sapu tangan kotor itu dari sakunya dan memberikan nya pada Aneesa.


" Nah begitu dong nurut. Harus aku bilang kata perintah dulu baru kau menurut. " kata Aneesa sambil menyimpan sapu tangan putih polos itu ke dalam saku gaunnya. Jade tak bisa berbuat apa-apa selain menurut, meskipun ia tak senang dengan tindakan Aneesa itu.


Setelah selesai makan bakso dan sosis, Aneesa dan Jade pun bergegas pergi ke pusat kota, tempat berkumpulnya para keluarga kerajaan.


Aneesa berlari dengan cepat karena ia melihat kereta kerajaan yang sudah berangkat. Kerumunan rakyat semakin ramai.


" tunggu !! aku disini ! " teriak Aneesa sambil berlari


" Yang mulia putri ,tunggu saya !" teriak Jade panik melihat Aneesa yang berlari cepat, walaupun gadis kecil itu mengenakan gaunnya.


Ditengah keramaian itu, Aneesa terseret orang-orang dan terpisah dari Jade. Ia malah bergandengan dengan seseorang yang ia sangka sebagai Jade.


" Si.. siapa kau?" tanya Edgar sambil melihat tangannya yang digandeng oleh Aneesa


" Kau.. kau yang siapa? dasar mesum !" seru Aneesa sambil melihat kearah Edgar. Tanpa mengetahui situasi dan basa-basi, Aneesa yang menyangka Edgar adalah orang mesum, langsung memukul Edgar di wajahnya.


BUK


BUK


" Apa apaan kau ini? kenapa kau sembarang memegang tanganku? dasar pria mesum !" seru Aneesa galak


" Apa yang kau lakukan?.. ish.. sakit... kaulah yang memegang tanganku duluan dan menyeret ku kemari.." Edgar memegang wajahnya yang kena pukul, seperti nya ia kesakitan.


Gadis ini kelihatannya seorang bangsawan, dia juga cantik. Tapi kenapa mengira aku orang mesum?


Aneesa terlihat kebingungan, ia memperhatikan pakaian Edgar dari atas sampai bawah.


Kelihatan nya dia seorang bangsawan. Ya ampun, aku kira dia orang mesum.


" Aku ! aku tidak mungkin memegang tanganmu lebih dulu !" kata Aneesa menyangkal


" APA?" Edgar kaget dengan penyangkalan yang dilakukan Aneesa.


Terlebih lagi Aneesa juga tidak mau kalah, bahkan gadis itu tak mau meminta maaf karena ia malu pada dirinya sendiri.


Tak lama kemudian seorang pengawal Edgar, Kyrie dan pengawalnya yang bernama Yusto muncul di gang itu, lalu menghampiri Aneesa dan Edgar.


" yang mulia putra mahkota, apa anda baik-baik saja?" tanya Xanthos cemas


**Xanthos : pengawal pribadi putra mahkota Edgar


* Yusto : pengawal pribadi Kyrie*


" Aku baik-baik saja tapi gadis ini memukul ku dan menuduhku mesum !" seru Edgar kesal karena wajahnya di pukul


" ah.. aku..." Aneesa terlihat kebingungan


" Edgar ternyata kau disini?" tanya Kyrie


" Kakak, kau mengenal si mesum ini?" tanya Aneesa


Kakak?? batin Edgar


" Aneesa jangan sembarangan bicara, tunjukkanlah rasa hormat mu pada putra mahkota dari Vanders !" ujar Kyrie yang marah pada adiknya


" A.. Apa? putra mahkota dari Vanders?" tanya Aneesa kaget


Matilah aku


Wajah gadis itu langsung menjadi pucat pasi, dalam hatinya ia merasa panik takut dimarahi oleh ibunya. Takut bahwa perilaku nya akan membawa konflik internal antar kerajaan !


...---****---...