Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 108 Pesta Syukuran


🍂🍂🍂


Pada pagi buta, matahari saja belum terbit, Arrabella sudah bangun lebih awal dari suaminya. Ia mengecek semua persiapan untuk pesta nya nanti sore, dari mulai dekorasi, makanan, ia mengeceknya sendiri. Meskipun ada Grace yang mendampingi nya.


" yang mulia, anda tidak seharusnya bangun sepagi ini. Anda harus banyak istirahat " kata Grace cemas


" Aku sudah cukup beristirahat kok, kau jangan ikut-ikutan bawel seperti Baginda Raja deh " kata Arrabella sebal


Semalam, Aiden benar-benar menepati janjinya. Ia benar-benar melakukannya dengan lembut, ya walaupun awalnya dia kasar. Aku tidak merasakan lelah ataupun pegal, setelah selesai melakukan nya dia memintaku dengan lembut dan membiarkan ku tidur. Padahal sebelum aku hamil, dia sangat gencar dan mengajakku 2 sampai 3 kali semalam. Syukurlah dia berhati-hati karena ada bayi kami.


" Ma..maaf kalau saya lancang yang mulia " kata Grace menunduk


" Duh.. aku yang harusnya minta maaf, entah kenapa aku jadi mudah emosi akhir-akhir ini " kata Arrabella menyesal


" Hal ini wajar bagi ibu hamil kok, yang mulia. Namanya hormon kehamilan, bisa dibilang begitu. " Grace tersenyum


" Ya, Dokter Henna juga bilang begitu. Ayo kita lanjutkan pengecekan nya " kata Arrabella semangat


****


Sementara itu Aiden baru terbangun dari tidurnya, ia meraba-raba di tempat tidur mencari-cari keberadaan istrinya.


" Kemana dia sepagi ini? apa jangan-jangan..


"


Entah apa yang dipikirkan Aiden, wajahnya terlihat panik. Ia mencari Arrabella di kamar mandi dan sekitar kamar mereka, tapi tak menemukan nya. Sampai seseorang membuka pintu kamar itu.


" Yang mulia, kau sudah bangun?" tanya Arrabella sambil tersenyum pada suaminya


Senyuman indah di pagi hari.


Aiden tersenyum lega melihat istrinya sudah ada di depannya, dan membawakan sarapan untuknya.


Raja Clariness itu memeluk istrinya dengan perasaan lega.


" Ada apa sih? pagi-pagi sudah begini " tanya Arrabella heran


" Aku mulai berfikir macam-macam, kemana kau sepagi ini Ratu? aku cemas tau " jawab Aiden cemas


" Hehe.. maaf aku tidak bilang dulu, aku pergi mengecek beberapa pekerjaan ku dengan Grace. Aku juga melihat persiapan pesta untuk sore nanti. " terang Arrabella


" Aku kira kau pergi meninggalkan ku, aku benar-benar takut " kata Aiden serius


" Memangnya aku mau kemana tanpamu? aku akan bersamamu seumur hidup " Arrabella tersenyum manis


Aiden mendudukkan Arrabella dipangkuan nya dan menatap wanita itu dengan lembut. Tangannya melingkar di pinggul wanita itu.


" Kau harus bersamaku seumur hidup, jangan pergi dariku apalagi berselingkuh dariku " kata Aiden


" Kenapa kau bicara begitu? kau tau aku tidak akan pernah melakukan nya. Ada apa denganmu sayang ku?" tanya Arrabella sambil membelai kedua pipi Aiden


" Aku hanya bermimpi buruk, tapi aku tidak akan menceritakan mimpiku padamu. Bibi Yurian selalu bilang padaku, kalau aku menceritakan mimpinya buruk biasanya itu akan terjadi. Aku tidak mau itu terjadi " terang Aiden


" Baiklah, mau itu mimpi buruk atau bukan. Itu tidak akan terjadi. Sudah sudah, ayo siap-siap. Bukankah kau mau ke camp pedang dulu hari ini?" tanya Arrabella sambil berdiri dari pangkuan suaminya


" ya, itu tidak akan terjadi. Kau akan selalu jadi milikku. " gumam Aiden pelan


" Baiklah sayang, aku akan membersihkan diriku dulu. " kata Aiden sambil tersenyum dan mengecup pipi istrinya.


Cup


" Ciuman pagi " Aiden senang


" Dasar kau ini "


Setelah selesai sarapan bersama, Arrabella kembali muntah-muntah di pagi hari. Tapi, frekuensi muntah muntah nya sudah mulai berkurang dan tidak seperti sebelumnya.


Arrabella akan muntah-muntah setiap melihat sayur sayuran dan daging sapi. Maka dari itu Aiden memerintah kan agar koki dapur istana tidak memasak sayur dan daging sapi selama morning sickness wanita hamil itu.


" Bagaimana? apa kau bisa mengikuti acara hari ini? " tanya Aiden sambil melihat istrinya dengan cemas


" Ini hanya terjadi pagi hari kok, jika aku tidak melihat sayuran dan mencium aroma daging sapi. Aku akan baik-baik saja " kata Arrabella


" Baiklah kalau begitu, kalau kau merasa tidak enak, akan ku panggilkan dokter. Kau jangan memaksakan diri. " ucap Aiden perhatian


Aiden kaget melihat bagian bawah kaki istrinya itu.


" Apa apaan ini?" tanya Aiden kaget


" Ah? kenapa?" Arrabella bingung


" Siapa yang menyuruhmu memakai sepatu hak tinggi begitu?! ini berbahaya " ujar Aiden panik


" Ini tidak begitu tinggi, dan aku juga sering memakai ini " jawab Arrabella


GREP


KYAA!!


Aiden menggendong Arrabella dan meletakkan wanita itu di sofa kamar.


" yang mulia, apa yang kau lakukan?" tanya Arrabella


" Kau diam disitu !"


Aiden mengambil sepatu pentople yang ada di rak sepatu istrinya, lalu membawanya ke hadapan Arrabella. Pria itu mencopot sepatu hak tinggi yang kenakan istrinya dan menggantinya dengan sepatu pentople biasa.


" Kenapa diganti? aku sudah terbiasa mengenakan ini kok ! setiap hari !" seru Arrabella


" Tidak bisa, ini berbahaya untuk kau dan anak kita. Aku tidak mau kau terjatuh atau terpeleset karena sepatu yang tinggi disini. Terlebih lagi sore nanti akan ada banyak tamu, kau akan banyak berdiri. Dan aku tidak mau kaki mu sakit " ucap Aiden perhatian


" Aku senang dengan perhatian mu sayang, tapi aku baik-baik saja memakai sepatu mana pun " Leticia tersenyum cerah


" Pokoknya, aku mau mengutamakan keselamatan mu. Oh ya, gaun mu juga harus diganti, seperti nya kepanjangan. Kau bisa terpeleset jika gaun mu terinjak " kata Aiden cerewet


Aiden, kau sangat baik. Kau benar-benar membuatku sedih dan terharu. Kau si ayah bucin.


Tiba-tiba Arrabella menangis, membuat Aiden kaget dan cemas pada istrinya.


" sayang, kenapa ? apa ada yang sakit?" tanya Aiden sambil menggenggam tangannya dengan pelan


Akhir-akhir ini dia sering menangis. batin Aiden cemas


" Tidak apa-apa, aku tidak sakit..hu.. sungguh.." Arrabella menangis sampai sesegukan


" Kalau tidak sakit kenapa menangis? adakah kata-kata ku yang menyakiti hatimu?" tanya Aiden sambil menatap dengan cemas


" Aku hanya merasa sangat terharu dengan perhatian mu, mes.. meskipun kau berlebihan, tapi kau memikirkan perasaan ku. Kau menyayangi, menjaga aku dan anak kita, kau seperti ayah ku. Dan kau akan jadi ayah yang baik hiks hiks "


" Haa.. jadi begitu ya, tentu saja aku akan melakukan yang terbaik untuk menjadi suami dan ayah yang baik untukmu dan anak kita. Tapi, jangan menangis begitu. Anak kita akan terpengaruh dengan emosi ibunya, nanti dia mengira kalau ibu nya sedang sedih. Sayang, jangan menangis lagi ya... " Aiden menguap air mata istrinya dengan tangannya.


" Ini.. ini benar-benar sebuah keajaiban yang besar. Aku mengandung, dan aku mendapatkan mu kembali ke sisiku. Aku terlalu senang, hingga aku bisa saja meledak " Arrabella tersenyum, lalu merangkul leher Aiden dan memeluknya.


Aiden tersenyum dan menepuk-nepuk pundak istrinya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.


" Aku mencintaimu sayang.." kata Aiden lembut dan sepenuh hatinya.


Tidak akan aku biarkan seseorang merebut mu dariku. Kau akan seumur hidup bersamaku, Naomi.


🍂🍂🍂


Di daerah perbatasan Vanders dan Clariness..


Megan, bayi Edgar dan Dominic sedang dalam perjalanan ke Clariness untuk menghadiri pesta syukuran Arrabella dan Aiden.


Mereka berdua menaiki kereta, Cane dan beberapa pengawal juga ikut kesana.


" Syukurlah, semuanya berjalan dengan lancar. Mereka harus bahagia " kata Megan sambil menggendong anaknya di pangkuannya, bayinya nampak sedang tidur nyenyak.


" Benar, inilah awal kebahagiaan mereka. " jawab Dominic


" Semoga saja tidak ada masalah lagi " ucap Megan berharap


" Paaa... maa.. paa.. "


Terdengar suara si kecil yang imut, ia membuka matanya dan tersenyum saat melihat ibunya.


" Putraku, kau sudah bangun?" tanya Megan yang tersenyum pada anak nya, ia memegang jari-jari kecil bayinya.


" Kau dengar barusan dia mengigau?" tanya Dominic semangat sambil melihat anaknya


" Iya, dia mengigau.. ma.. dan pa.." jawab Megan


" Ayo putraku, ulangi lagi. Ma.. pa.. ayo bicara lah nak " Dominic menggendong Edgar kecil dengan gembira.


Megan juga terlihat senang melihat Dominic yang bermain dengan anak mereka.


" PFutt.. hahaha " Megan tertawa melihat Edgar kecil mengompol dan mengenai tangan Dominic.


" Astaga ! untung lah kau putraku, kalau bukan, aku pasti sudah menghukum mu " kata Dominic sedikit kesal. Tapi pria itu tersenyum dan mencium pipi Edgar kecil.


Megan kembali menggendong Edgar kecil dan mengganti celana, juga popok nya yang basah.


Bayi itu berceloteh lagi menyebutkan kata " Paaa..papa " dengan jelas.


" Kau dengar itu Ratu? Edgar kita memanggil nama ayahnya terlebih dahulu " kata Dominic bangga.


" Iya yang mulia, saya juga mendengar nya. Selamat ya " kata Megan memberi selamat


" Maaf ya, tapi kau jangan marah. Dia belum memanggil nama mu. Di masa depan seperti nya anak kita akan lebih sayang padaku.." Dominic menyilangkan tangannya di dada.


" Haha.. saya sih tidak masalah " kata Megan santai sambil tertawa kecil


Ampun deh, ke narsisan nya mulai lagi. Dia benar-benar tidak mau kalah.


🌹🌹🌹


Sore itu, pesta syukuran di mulai..


Para tamu dari berbagai kerajaan menghadiri pesta pesta kebahagiaan Aiden dan Arrabella. Selain tamu dari kerajaan lain yang hadir, Arrabella dan Aiden juga mengadakan pesta terbuka untuk para rakyat yang ingin datang dan merasakan pesta syukuran itu. Tentu saja dengan diadakan nya bazar makanan gratis, dan barang-barang gratis.


Setelah memastikan istrinya dalam keselamatan secara keseluruhan, dari mulai pakaian dan aksesoris yang di kenakan nya sampai diperhatikan ke detail nya. Kini Raja dan Ratu itu sudah berpakaian rapi, baju yang mereka kenakan juga berwarna sama. Aiden memakai baju berwarna biru, Arrabella pun sama.


" Kau sudah siap? istriku.." Aiden mengulurkan tangannya untuk menggandeng istrinya.


" Aku sudah siap yang mulia " Arrabella tersenyum dan menggandeng tangan suaminya.


Pintu aula kerajaan Clariness yang luas pun dibuka, terlihat ada banyak tamu terhormat yang hadir disana. Arrabella dan Aiden berjalan sambil bergandengan tangan, mereka melihat para tamu dengan ramah dan menyapa dengan senyuman. Mereka berdua berjalan menuju ke singgasana mereka.


" Baginda Raja Aiden dan Baginda Ratu Arrabella dari Clariness telah tiba !!" ujar Demian berseru pada semua yang hadir dengan suara yang lantang.


Semua orang menatap pasangan kerajaan itu dengan penuh kekaguman dan rasa hormat. Mereka semua membungkuk hormat saat kedatangan Raja dan Ratu Clariness. Dari kejauhan Duke Reese dan Peter tersenyum melihat kebahagiaan Arrabella. Pasangan Couple, Ethan dan Ariana sudah terlihat disana, Megan dan Dominic juga sudah hadir disana.


Benar saja, Arrabella sudah kelelahan hanya berjalan dari kamarnya sampai ke singgasananya. Ternyata cukup jauh juga jaraknya, begitulah kata hatinya. Sampai membuat napasnya terengah-engah.


Arrabella dan Aiden sampai di singgasana mereka. Aiden terus tersenyum. Di kepala mereka terpasang sebuah mahkota Raja dan Ratu, berkilauan dengan berlian dan emas.


" Ratu, kau duduk saja. Biar aku yang bicara pada rakyat kita dan para tamu yang hadir. Kau pasti lelah "


" Aku tidak apa-apa yang mulia "


" Menurut lah Ratu, aku sudah mendengar napas mu yang tidak teratur itu. Atau kau mau aku panggilkan dokter Henna sekarang?" tanya Aiden sambil tersenyum


" Baiklah yang mulia saya akan duduk " jawab Arrabella patuh. Lalu duduk di kursi singgasana nya.


Dasar Aiden, sekarang dia mencoba membujukku dengan mengancam ku. Gerutu wanita itu dalam hatinya.


Aiden berdiri di tengah-tengah aula, dan berbicara dengan suara yang lantang. Semua mata tertuju padanya.


" Terimakasih kepada tamu undangan yang sudah hadir ke pesta syukuran kehamilan Ratu, terutama kepada kerajaan kerajaan tetangga yang sudah menyempatkan waktu nya untuk datang kesini. Aku sangat berterimakasih, hari ini aku akan mengumumkan dua hal penting. Yang pertama, adalah upacara penghargaan untuk Saint Lucia yang sudah banyak berjasa untuk kerajaan Clariness, terutama pertolongan nya mengalahkan penyihir hitam. Berkat dirinya lah aku dan Ratu ku bisa kembali harmonis dan menikmati pesta ini. Dan yang kedua, adalah berita bahagia untuk ku, dan kerajaan Clariness yang akan segera memiliki seorang pewaris. Karena Ratu yang kucintai dan ku sayangi, sedang mengandung anak pertama kami yang sudah kami tunggu-tunggu sejak lama " Aiden tersenyum gembira.


" Selamat menikmati pestanya !!" ujar Aiden


PROK


PROK


PROK


" Hidup Raja Aiden ! Hidup Ratu Arrabella ! Hidup kerajaan Clariness ! panjang umur selamanya ! " seru para tamu yang hadir disana dengan serempak


Para tamu memberikan selamat pada Aiden dan Arrabella yang sudah melewati ujian berat. Saint Lucia diberi penghargaan oleh Aiden secara langsung sebagai sayap kanan kerajaan Clariness dan ia diberikan tugas penting di kuil suci.


Saint Lucia menerima dengan senang hati mandat yang diberikan oleh Raja Clariness tersebut. Ia menjadi orang terkuat di Clariness, dan menjadi terkenal karena sudah menjadi penyelamat Raja Aiden dan Ratu Arrabella dari sihir hitam.


Saat Raja Aiden akan memulai pesta dansa, tiba-tiba seseorang datang mencuri semua perhatian dengan rambut perak nya yang langka dan membuat semua orang di aula ribut-ribut.


Para wanita berbisik bisik saat kedatangan pria itu.


" Siapa dia? kenapa aku tidak pernah melihat orang setampan dia?" bisik Aida pada Lily


" Rambut perak? aku juga belum pernah melihatnya, sangat tampan.. " kata Anna kagum


" Dia terlihat masih muda ya, kira-kira dari kerajaan mana dia?" tanya


" Salam Baginda Raja Aiden, mohon maafkan saya karena datang terlambat " kata Raphael sambil memberi hormat pada Aiden.


Arrabella terkejut saat melihat pria yang sebelumnya terlihat di pesta pernikahan Ethan dan Ariana, kini ada di pestanya. Ia juga tidak mengenal pria itu dari kerajaan mana. Dalam hati ia bertanya-tanya, siapa yang mengundangnya.


Dia kan pria yang aku temui di taman belakang kerajaan Monique? kenapa dia bisa ada disini? dia siapa?. Batin Arrabella terpana


Siapa dia? aku belum pernah melihatnya? apa dia seorang Raja? tidak mungkin.. Raja tidak mungkin semuda ini. Apa dia putra bangsawan, atau bangsawan? . Batin Aiden bertanya tanya dan menatap tajam Raphael.


Raphael melirik ke arah Arrabella dan tersenyum manis. Arrabella memalingkan wajahnya, dan keheranan.


Kita bertemu lagi wanita cantik.


" Perkenalkan dirimu !!" seru Aiden


ini perasaan ku atau dia memang sedang melihat Naomi.


" Maaf saya malah melamun, perkenalkan. Saya adalah Raphaelus Atheo Manjin, Putra mahkota kerajaan Manjin, saya mewakili ibunda saya Ratu Atheanis Valerie Manjin untuk memberikan selamat kepada Raja Aiden dan Ratu Arrabella." ucap Raphael sambil menyunggingkan senyumnya pada Aiden dan Arrabella.


" Jadi kau adalah putra mahkota dari kerajaan Manjin "


" Benar yang mulia, mohon maaf ibu saya Ratu Athea tidak bisa menghadiri pesta syukuran ini. " kata Raphael sopan


" Tidak apa, terimakasih sudah hadir di pesta ini. Silahkan nikmati pestanya" kata Aiden dingin


Arrabella merasakan perubahan sikap Aiden pada Raphael. Pada semua orang Aiden bersikap ramah, tapi kepada Raphael ia tak ragu bersikap dingin dan menunjukkan ketidaksukaan nya.


" Terimakasih yang mulia, saya akan menikmati pestanya. " kata Raphael sambil melirik ke arah Arrabella lagi, membuat Aiden semakin tajam menatapnya.


Dia anak gila, kenapa dia terus melihatku begitu seolah sudah akrab denganku. Menyebalkan, rasanya aku ingin mencungkil matanya. batin Arrabella gemas melihat Raphael


Kenapa dia melihat Naomi seperti itu lagi? apa Naomi mengenalnya? tidak.. tidak mungkin. batin Aiden kesal


Ini menarik, sainganku adalah seorang Raja.


Raphael memberikan hormat, lalu membalikkan badannya dan tersenyum puas dengan reaksi Aiden saat melihatnya.


Yang mulia, anda seperti nya sudah gila. Bagaimana bisa kau melirik kepada Baginda Ratu Arrabella secara terang-terangan begitu. Aku bahkan gemetar melihat aura Raja Aiden, Tuhan aku masih ingin hidup. Batin Lumiere resah dan takut.


🍂🍂🍂


Pesta dansa di mulai, semua orang menikmati pestanya dengan senang. Ethan Ariana terlihat sedang berdansa dengan romantis, sama hal nya dengan pasangan Camille dan Peter.


Disisi lain, banyak para wanita yang mengantri ingin mengajak putra mahkota itu berdansa tapi pria itu malah sembunyi dan menolak semua gadis cantik yang mengajaknya berdansa. Menurutnya tidak ada yang lebih cantik dari Arrabella.


Sementara pasangan Dominic dan Megan sedang duduk di sebuah kursi dan bermain dengan anak mereka. Arrabella terlihat senang melihat pemandangan itu, karena sebentar lagi ia akan menjadi seorang ibu dan keluarga nya akan lengkap.


" Ada apa Ratu? apa kau lelah?" tanya Aiden cemas


" Tidak apa apa, aku hanya sedikit haus yang mulia " jawab Arrabella


" aku akan mengambilkan minum untukmu


" Tidak perlu, aku akan mengambilnya sendiri. Kau mengobrol lah dengan para tamu dan menteri, seperti nya mereka ingin berbicara dengan mu " kata Arrabella sambil melihat para menteri dan tamu menghampiri ke arah Aiden.


" aku akan mengambilkan mu minum dulu "


" Yang mulia, menurut lah. Atau aku tidak akan membiarkan mu malam ini tidur dengan ku dan bayi kita " bisik Arrabella ke telinga suaminya


" Kau curang, baiklah.. hati-hati " kata Aiden mengingatkan


Wanita itu mengangguk dan hendak mengambil minuman. Namun, di pesta itu tidak ada air putih, hanya ada jus dan wine. Ia pun mencari air itu ke dapur istana karena jaraknya dekat. Setelah selesai minum...


" woah, nak kau ini sangat haus ya? sampai minum 3 botol. Apa kau lelah? sabarlah sebentar lagi ya sayang" Arrabella mengelus perutnya dengan lembut sambil tersenyum


PROK


PROK


" woah.. tidak ku sangka, selain cantik, yang mulia juga sangat lemah lembut. " kata Raphael yang tiba-tiba muncul di depannya.


" Anda sungguh tidak sopan " kata Arrabella sinis


Senyum Arrabella menghilang saat melihat wajah Raphael. Wanita itu menatap sinis pada Raphael, sementara Raphael sendiri menanggapi nya dengan senyuman.


...---***---...