
Arrabella dan Ariana pulang bersama, ia bingung melihat Ariana terus senyum senyum sendiri.
" Apa terjadi hal baik ya selama aku bicara dengan putra mahkota? kenapa putri Ariana senyum senyum sendiri? apa dia dan kakak sudah ada kemajuan?" batin Arrabella bertanya tanya
" Aku berciuman dengan sir Ethan.. sir Ethan menyukaiku.." batin Ariana senang
" Tuan putri, apa terjadi sesuatu tadi?" tanya Arrabella penasaran
" Ada ! sesuatu yang besar terjadi, nanti aku ceritakan saat di rumah ya " jawab Ariana ceria
" Apa kakak menerima cintanya? atau mereka sudah resmi jadi kekasih? putri Ariana kelihatan senang sekali. Syukurlah semua nya berjalan baik, Putra mahkota mungkin sudah berubah dan penyakit ku bisa disembuhkan, kakak ku mendapatkan cinta.. " batin Arrabella senang
" Oh ya, ngomong-ngomong apa yang kau bicarakan dengan putra mahkota? aku dan sir Ethan melihat kalian berpelukan " tanya Ariana curiga
" Tidak ada apa apa, putra mahkota cuma meminta maaf pada saya. Dan kami sudah berteman sekarang, dia bilang bahwa dia akan melupakan saya "
" Lalu kau percaya begitu saja?" tanya Ariana heran
" Saya percaya seseorang bisa berubah dan berhak diberi kesempatan. Meskipun saya kurang yakin, tapi saya akan berusaha percaya padanya. Ini kesempatan terakhir nya, saya harap kepercayaan saya padanya ini tidak sia sia " jelas Arrabella berharap
" Begitu ya, baiklah semoga harapanmu benar. Tapi, kalau aku lihat putra mahkota Eugene itu cinta mati dengan mu " kata Ariana
" Cinta mati?"
" Maksud ku, cinta mati disini adalah orang yang memiliki obsesi terhadap pasangannya. Bukankah sebelumnya dia pernah memaksamu? menurutku sifatnya tidak jauh berbeda dengan mantan putri mahkota.." kata Ariana berpendapat
" Iya, yang mulia benar. Sifat mereka berdua sama, sama sama obsesif dan posesif. Tapi melihat sikap lembutnya tadi, saya berfikir kalau putra mahkota layak mendapatkan kesempatan " kata Arrabella berharap
" Kau ini baik sekali, kalau aku sih bukan tipe orang yang akan memberikan kesempatan kedua. " kata Ariana tegas
" Saya suka ketegasan putri Ariana, saya kagum dengan ketegasan yang anda miliki. Seandainya di masa lalu saya memiliki ketegasan seperti anda " Arrabella tersenyum
" Di masa lalu? memangnya dulu kau kenapa?" tanya Ariana penasaran
" Saya bodoh dan sangat naif sehingga saya tertipu cinta. Ah.. sudahlah, itu juga sudah berlalu " kata Arrabella tidak melanjutkannya
" Apa yang terjadi di masa lalu jangan sampai membuatmu terluka di masa depan. Lupakan lah apa yang terjadi, dan jalani kehidupan mu yang sekarang " kata Ariana menasehati
" Selain tegas anda juga bijaksana, tidak heran anda seorang putri dari kerajaan Monique yang hebat " kata Arrabella memuji
" Haha.. kau bisa saja, aku juga kagum padamu. Kau bisa membuat 3 pria tampan mengejar-ngejar mu, dan kelihatannya ketiga pria itu tulus padamu. Kalau aku jadi kau, akan ku kencani semua nya " kata Ariana sambil tertawa
" Haha.. yang mulia.. anda ini.." Arrabella tertawa. " Serius anda akan mengencani semuanya?" tanya Arrabella sambil tersenyum
" Kalau dulu sih iya. Tapi sekarang aku hanya akan mengencani satu orang saja, dan aku ingin kelak dia jadi suamiku " kata Ariana serius
" Apa? jangan jangan.. orang itu.." wanita itu berfikir dan berusaha menebak
" Iya, aku menyukai sir Ethan dan aku ingin menjadi kakak ipar mu di masa depan !" ujar Ariana sambil memegang tangan Arrabella.
Wanita itu terkejut saat mendengar Putri Ariana ingin menjadi iparnya.
" APA?? secepat ini?!! dengan kakak??!" Arrabella tercengang dan menelan ludah nya. Sementara putri Ariana terlihat bahagia dari raut wajahnya terlihat jelas.
***
Di pengasingan Count Oscar dan Claire terlihat berantakan dan disana mereka hanya ditemani satu pelayan dan satu pengawal dari istana. Claire meratapi setengah wajahnya yang rusak karena di siram air keras, sementara Oscar juga merasa hidupnya malang karena kaki nya pincang sebelah.
Belum lagi mereka makan serba kekurangan, bahkan pakaian pun compang camping seperti pengemis, baru saja 4 hari mereka di pengasingan tapi mereka sudah banyak mengeluh, terutama Claire yang wajahnya sudah rusak.
" Paman, sampai kapan kita akan hidup seperti ini? aku tidak mau hidup seperti ini selamanya !" Claire menggerutu
" Apa kau pikir paman suka hidup seperti ini? sudahlah kita jalani saja dulu untuk sekarang, sudah untung kita tidak di hukum mati " kata Oscar mengeluh
" Paman, apa ratu tidak melakukan sesuatu untuk kita? padahal yang mulia ratu terlibat dengan kasus ini, kenapa dia tidak di hukum?" tanya Claire merasa tak adil
Oscar tak bisa menjawab pertanyaan Claire, namun dalam hatinya ia juga merasa hal ini tidak adil. Jika ia membongkar rahasia ratu dan balik mengancamnya, ratu pasti sudah bersiap untuk melenyapkan pria itu dan Claire dengan berbagai cara.
Dan jika ia mengakui kesalahannya dan keterlibatan ratu, ia juga tidak akan bebas dari hukuman mati apalagi jika Raja mengetahui nya, ia merasa dilema.
Pria itu menyesal telah menempuh jalan yang salah sejak awal. Dan sejak awal juga, ratu tidak berniat bekerja sama dengannya, tapi memanfaatkan nya, mereka saling memanfaatkan satu sama lain.
***
Arrabella mendengarkan cerita Ariana dengan semangat, kedua wanita itu sampai tertawa terpingkal-pingkal karena cerita Ariana yang mencium Ethan.
" Serius ? tuan putri mencium kakak ku?" tanya Arrabella sambil tertawa
" Iya, dan jika kau melihat wajahnya. Itu sangat imut, aku ingin sekali menggoda nya. Dia terlihat seperti seorang anak kecil lugu dan polos, yang permennya di rebut oleh orang lain. " Ariana tertawa
" Kakak ku yang satu itu sangat kaku dan dingin, dia belum punya pengalaman dengan wanita. Wajar saja kalau dia begitu " kata Arrabella
Di tengah obrolan yang asik para gadis, tak lama kemudian seseorang mengetuk ngetuk jendela kamar Arrabella.
Tok tok tok ketukannya pelan
" Siapa itu? seseorang mengetuk jendela kamar mu ?" tanya Ariana
" Apa itu pangeran Aiden?" batin Arrabella
" Putri tidak usah cemas, lebih baik putri pergi makan duluan saja bersama Berry dan bibi Daisy, nanti saya menyusul " kata Arrabella
" Oh baiklah, aku mengerti kode mu itu " Ariana mengedipkan matanya
Sang putri itu keluar dari kamar Arrabella. Lalu Arrabella membuka jendela kamarnya.
" Yang mulia, apa bagus nya anda selalu datang seperti ini?" tanya Arrabella heran
Bunga mawar ungu ada di genggaman tangan pria tampan itu, dan ia tersenyum melihat wajah tunangan nya.
" Kau tidak akan membiarkan ku masuk?" tanya Aiden
" Lalu kenapa yang mulia datang seperti pencuri?" tanya Arrabella
" aku memang mau mencuri hatimu tuan Putri " jawab Aiden sambil tersenyum
Aiden naik ke jendela dan masuk ke kamar tunangan nya itu.
" Yang mulia bisa dimarahi ayah dan kakak kalau ketahuan masuk ke kamar ku seperti ini " kata Arrabella sebal
" Aku akan lebih dimarahi lagi kalau masuk lewat pintu depan "
" Alasan saja, ada apa yang mulia kesini? apa tidak sibuk?" tanya Arrabella
" Aku cuma ingin memberitahu mu, besok akan ada pertunjukan bagus. Pertunjukan yang selama ini kita tunggu tunggu, dan rencana yang sudah kau buat susah payah sudah hampir terselesaikan "
" Apa maksud yang mulia?" tanya Arrabella tak mengerti
GREP
Aiden memeluk tunangannya itu.
" Hei, ada apa ?" tanya Arrabella
" Terimakasih, kau sudah berbuat banyak hal dibelakang ku. Besok semuanya akan selesai, Naomi.. "
" Apa maksudnya? terselesaikan? apa yang terselesaikan?" batin Arrabella heran
" Aku dan Duke Zena sudah mengatur semuanya, besok kau akan datang ke acara amal itu kan?" tanya Aiden
" Apa jangan jangan.. Duke Zena sudah menemukan sesuatu?" tanya wanita itu semangat
" Iya, sudah. " jawab Aiden
" Syukurlah, kita akan tau siapa dalang dibalik kematian nyonya Canaria " Arrabella lega
" Jangan panggil begitu, panggil dia ibu mertua mu " kata Aiden
" Iya.. ibu mertua " Arrabella malu malu
" Jadi besok datanglah " kata Aiden
" Pasti "
" Oh ya, apa tidak ada yang mau kau bicarakan denganku hari ini?" tanya Aiden sambil duduk di ranjang Arrabella.
" Tidak ada, ada apa?"
Tangan Aiden yang kekar itu memegang pinggang mungil Arrabella dan membuat wanita itu duduk di pangkuannya.
" Apa yang .. yang mulia.." Arrabella terpana
" Akhir akhir ini kenapa dia selalu seperti ini? hu.. kerasukan apa dia? posisi ini sedikit... batin Arrabella heran
" Kau mau bohong ? apa yang terjadi di depan kuil suci? aku mau mendengarnya langsung darimu " Aiden memasang wajah serius, ia menginginkan penjelasan. Wanita itu kemudian berfikir mungkin kah pertemuan ia dan Eugene diketahui oleh Aiden.
" Sebenarnya tadi di depan kuil suci, aku bertemu dengan putra mahkota, tapi itu tidak sengaja kok " Jelas Arrabella
" Apa maksud yang mulia? kontak fisik? apa?"
" Contohnya begini..!" Aiden memeluk gadis itu semakin erat, mau tidak mau wajah mereka saling bertatapan karena mereka saling berdekatan.
" Ti.. tidak.." wanita itu menyangkal
" Masih tidak mau mengaku? " tanya Aiden tajam
" Uhmm.. kenapa yang mulia jadi seperti ini?" tanya Arrabella bingung
" Ini karena kau tidak mau mengaku, kau harus di hukum "
Cup
Pria itu mencium pipi Arrabella. Dan membuat wanita itu malu sendiri.
" YANG MULIA !!" teriak Arrabella
" Sutt.. jangan teriak. Kau ingin seluruh orang di rumahmu tau, aku ada disini?" tanya Aiden
" Kenapa kau tiba-tiba begini?!! " tanya Arrabella
" Masih tidak mau jujur ?" Aiden mendekat kan wajahnya pada wanita itu. Arrabella dengan cepat menutup mulut pria itu dengan tangannya.
" YA! aku akan jujur, tadi putra mahkota memelukku. " jawab Arrabella
" Tuh kan? dia masih saja brengsek.." Aiden menggerutu kesal
" Kau cemburu padanya? kau tidak percaya padaku?" tanya Arrabella
" Punya kekasih secantik dan semenarik ini mana mungkin aku tidak cemburu, bahkan terkadang aku takut suatu saat nanti kau akan memilih pria yang lebih baik dariku. " Aiden merasa tidak percaya diri
" Kenapa yang mulia bicara seperti itu? hati ku hanyalah untuk yang mulia.. bagiku yang mulia adalah pria terbaik di dunia " Arrabella memuji
" Benarkah? kalau begitu sebutkan kelebihan ku yang membuat mu berfikir aku pria terbaik di dunia?" tanya Aiden penasaran
" Kau pria yang cuek, kau pria yang percaya diri, kau pria tampan, kau pria yang memiliki otot dada yang besar, itu lah yang membuatmu jadi pria terbaik di dunia haha " Arrabella tertawa
" Jawaban macam apa itu? kau sebut itu kelebihan?" tanya Aiden
Arrabella mengangguk dan tertawa kecil.
" Baiklah, terserah kau saja yang penting kau bahagia " kata Aiden
Kemudian setelah itu Aiden berbicara serius mengenai apa yang tunangannya dan Eugene bicarakan saat di kuil. Arrabella berkata jujur dan menceritakan semuanya bahwa mereka sudah berteman, ia percaya bahwa Eugene akan berubah. Tapi Aiden tidak yakin akan hal itu, apalagi setelah apa yang akan terjadi besok di acara amal.
" Walaupun katamu, kalian berteman tapi kau harus tetap jaga jarak dengannya ya. Aku masih khawatir kalau dia hanya pura pura "
" Iya, jangan cemas.. aku akan mematuhi mu "
" Anak baik.. setelah semua masalah ini selesai, ayo kita menikah " kata Aiden sambil memegang tangan wanita itu dengan lembut dan menatapnya penuh kasih
" Apa ini lamaran?" tanya Arrabella
" Anggap saja iya " Pria itu mencium punggung tangan Arrabella dengan lembut.
***
Keesokan harinya di kuil suci, semua rakyat miskin dan yatim piatu berkumpul untuk acara amal dan pembagian makanan juga uang yang akan di selenggarakan oleh Kerajaan dan Ratu Clariness. Mereka sangat berantusias dan menantikan acara hari itu.
" Kelihatannya semua orang sangat bersemangat hari ini " kata Ratu
" Tentu saja yang mulia, mereka sangat menantikan acara amal ini " kata Deborah
" Baguslah, kalau mereka senang. Pasti akan banyak orang kan disana, Deborah?" tanya Ratu
" Iya yang mulia " jawab Deborah
" Itu bagus " kata Ratu sambil tersenyum tipis seperti merencanakan sesuatu di kepala nya
Benar saja, banyak orang yang sudah berkumpul di depan kuil suci, untuk menyaksikan acara amal itu. Ratu mendapat pujian dari rakyat karena dedikasi dan kontribusi nya yang begitu besar dalam acara amal itu. Ia mengeluarkan banyak uang untuk menolong orang orang yang miskin, Raja senang karena setidaknya ratu masih memikirkan rakyat dan melayani rakyat dengan baik. Di mata semua orang, ratu adalah orang yang baik.
Arrabella dan Ariana juga di undang ke acara itu, mereka berbaur di tengah keramaian rakyat.
" Seperti nya rakyat sangat menyukai Ratu, ya.."
" mereka menyukai ratu karena tidak tau sifat aslinya bagaimana.." batin Arrabella
" Benar, ratu terkenal sebagai orang yang lembut penuh pengertian, dan juga mencintai rakyat nya " kata Arrabella bertentangan dengan hatinya
" Hari ini, kita akan membuka kedoknya " batin Arrabella
Setelah acara amal itu selesai, tiba-tiba saja Duke Zena hadir di tengah tengah rakyat. Ia membawa Kei di belakangnya. Semua mata melihatnya, dan bingung karena Duke Zena mengatakan bahwa ia ingin mengatakan sesuatu kepada rakyat Clariness.
" Ada apa ini Duke Zena? kau ingin mengatakan apa?" tanya Raja penasaran
" Baginda raja maafkan saya, tapi hal ini tidak bisa ditunda lagi. Yang mulia akan segera tau saat saya mengatakan dan memberikan buktinya " terang Duke Zena
Kei maju ke hadapan para rakyat, Ratu bertanya tanya apa yang akan dilakukan Duke Zena dan orang yang ada di samping nya ( Kei ).
" Yang mulia raja, saya adalah seorang informan bar rahasia. Saya disini ingin menyampaikan hal yang berkaitan dengan kematian nona Canaria 20 tahun yang lalu " kata Kei
" Omong kosong apa yang kau katakan! " teriak Ratu marah
" Ratu, mohon diam lah !" kata Raja tegas
" Kau bersumpah atas nyawamu, bahwa yang akan kau katakan adalah kejujuran?" tanya Raja
" Saya bersumpah demi hidup saya yang saya katakan adalah kebenaran. Saya akan katakan segalanya yang saya tau, bahwa kematian nona Canaria ada hubungannya dengan Count Oscar dan yang mulia Ratu. " jelas Kei jujur
Semua rakyat tercengang mendengarnya dan mulai berbisik bisik. Ratu yang kaget juga terlihat marah. Sang Raja juga terlihat kaget mendengarnya, namun ia berusaha tetap tenang.
" Apa yang kau katakan? beraninya kau memfitnah Ratu negeri ini! " teriak Ratu murka
" Bagaimana bisa dia tau rahasiaku dan Oscar? tidak.. ini tidak boleh terjadi .." batin Ratu panik
" Bagaimana bisa aku mempercayai kata kata mu ? kau mengatakan itu adalah ulah ratu? mana buktinya?" tanya Raja realistis dan tenang
" Buktinya ada disini, yang mulia raja !" ujar seseorang yang berada ditengah kerumunan rakyat Clariness.
Semua orang terpana saat melihat orang itu, dia adalah Aiden yang membawa Oscar yang berada ditengah pengasingan. Ratu terlihat panik saat melihat Oscar.
" Bukankah aku sudah menyuruh pembunuh bayaran untuk membunuhnya? kenapa dia masih hidup?" batin Ratu kaget
" Yang mulia Ratu, anda harus membayar harga dari sebuah pengkhianatan. " batin Oscar kesal
Oscar menatap tajam ke arah ratu, lalu Aiden membawa Oscar ke tengah tengah Raja agar semua orang bisa melihat dan mendengar kan kesaksiannya.
" Hormat saya yang mulia raja " kata Oscar sambil membungkuk hormat
" Pangeran Aiden, kenapa kau membawa tahanan ini kemari? " tanya Raja tak mengerti
" Saya menolongnya dari pembunuh bayaran suruhan ratu yang ingin membunuhnya " jawab Aiden tegas
" Pangeran Aiden ! beraninya kau menuduh ibuku !" seru Eugene marah
" Saya tidak menuduh, ini faktanya. Tuan Oscar bisa mengatakannya " kata Aiden tenang
Arrabella melihat itu dan terlihat khawatir. Apa benar kejahatan ratu akan berakhir hari ini? ia masih merasa ada yang aneh?
" Pertama tama saya ingin meminta maaf pada pangeran Aiden yang kehilangan ibu nya karena campur tangan saya 20 tahun yang lalu, saya juga berterimakasih karena pangeran Aiden sudah menyelamatkan saya dari kematian. Hari ini sebagai bayarannya meskipun saya masih berhutang banyak, saya akan mengungkapkan kematian istri pertama Raja ! " kata Oscar tegas
" Canaria, apa benar kau dibunuh? kau benar-benar di bunuh?" batin Raja sakit hati
" Hentikan omong kosong mu Oscar ! pengawal seret dia !" ujar Ratu marah
" Tidak ! tuan Oscar, bicaralah !" teriak Raja tegas
" Yang mulia Raja, saya tidak terima tuduhan ini.. saya tidak melakukan itu.." kata Ratu memelas
" Aku ingin mendengar kesaksian mu tuan Oscar, dan aku juga ingin bukti " kata Raja penuh ketegasan.
Diam diam Duke Zena, Arrabella, dan Aiden tersenyum lega karena Oscar akhirnya mau membuka mulutnya dan membongkar kejahatan Ratu. Eugene dan Camille terpana mendengar hal itu.
" Saya bersumpah demi hidup saya, bahwa saya adalah kaki tangan Baginda ratu untuk membunuh nona Canaria 20 tahun yang lalu, nona Canaria tidak lah bunuh diri " kata Oscar mengaku
" Kau .. kau .. OSCAR !!" teriak Ratu murka
" Berakhir, ini sudah berakhir!!" batin Ratu panik
Raja melihat tajam ke arah Ratu dan ia terlihat murka.
...---***----...
Hai readers setia ku 😘.. minta dukungannya dong.. kasih like, rate dan komen nya.. tinggalkan jejak ya.. 🙏😁 biar author semangat up nya.. makasih 🙏