Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 66 Ada yang jatuh cinta?


Para bangsawan berkumpul di aula kerajaan dan mereka terpisah menjadi dua kubu. Kubu pangeran Aiden dan putra mahkota, Raja ada di tengah tengah mereka.


Aiden memasuki aula kerajaan, terlihat jelas ketegangan yang terjadi antara kedua kubu itu. Wajah mereka mengatakan bahwa mereka tengah berseteru. Dan di barisan paling depan kubu pangeran Aiden, ada Duke Zena dan Duke Reese yang memimpin.


Putra sulung raja itu duduk di sebelah ayahnya, dan di sebelah lain sang Raja, ada Eugene sang putra mahkota.


" Saya mengundang kalian kemari untuk membicarakan hal serius. " kata Raja sambil menatap semua bangsawan dan menteri yang ada di sana dengan tajam.


Satu jam berlalu, semua bangsawan keluar dari aula kerajaan. Lagi lagi mereka berdebat diluar sana.


" Kalau sudah begini kita tau kan bagaimana akhirnya?" kata bangsawan 1


" Meskipun putra mahkota memiliki dukungan baginda ratu, tapi dia sudah kehilangan dukungan rakyat karena kelakuan putri mahkota " kata bangsawan 2


" Kalian jangan senang dulu, bagaimana pun juga pangeran Aiden bukan lah darah bangsawan murni, dia tidak akan pernah menjadi putra mahkota atau raja selanjutnya meskipun di dukung oleh rakyat " kata bangsawan 3


" Kita lihat saja nanti setelah hasil keputusan pengadilan " kata bangsawan 1


Begitulah keadaan memanas antar bangsawan dan menteri yang terbelah menjadi 2, pendukung Aiden dan pendukung putra mahkota. Membuat istana dan kerajaan dalam keadaan memanas, bahkan Raja pun bingung dengan petisi petisi yang ia terima dari rakyat, bangsawan dan menteri yang banyak meminta penurunan putra mahkota dan putri mahkota.


Setelah para bangsawan bubar, Raja berbicara secara pribadi dengan kedua putranya.


" Ayahanda, saya mau protes !" seru Eugene


" Ayah tau apa yang akan kau katakan putra mahkota. Tapi, opini rakyat tidak bisa diabaikan " kata Raja tegas


" Maafkan saya menyela, saya tetap pada niatan awal saya. Saya tidak pernah berfikir untuk menjadi putra mahkota atau raja selanjutnya. Saya mohon putra mahkota untuk tidak terpengaruh oleh pembicaraan para bangsawan tadi " terang Aiden bijak


" Kau ini sangat munafik ya kakak? bagaimana aku bisa tidak terpengaruh? setengah dari menteri dan para bangsawan mendukung mu ! lebih baik kau menusuk ku dari depan saja " kata Eugene marah


" Saya tidak ada niatan seperti itu, jika memang ada, saya tidak akan tinggal diluar istana selama hidup saya " kata Aiden kesal


" Kalian hentikan ! " teriak Raja kesal


Pada akhirnya kedua putra Raja itu malah berseteru dan Raja tidak bisa menangani mereka. Ia tak bisa mengabaikan keinginan rakyat juga, ia pun memutuskan agar Aiden mengikuti pendidikan putra mahkota atas permintaan Rakyat dan bangsawan.


Eugene sangat kesal mendengarnya, ia merasa Raja pilih kasih dan tidak menyayangi nya lagi.


Ratu juga tinggal diam, ia mengajukan protes kepada Raja untuk tidak memberikan pangeran Aiden pendidikan yang sama dengan putra mahkota.


***


Di mansion Reese, Arabella terlihat murung dan tiba-tiba ia kedatangan tamu tak diundang. Kedua orang itu terlihat kotor dan berantakan.


" Tuan putri Ariana? Kakak ?" tanya Arabella heran


" Hai, apa kabar putri Arabella?" tanya Ariana canggung


" Ada apa ini? kenapa mereka datang bersama?" batin Arabella heran


" Apa yang terjadi dengan baju anda tuan Putri." tanya Arabella kaget melihat baju Ariana yang kotor dan badannya juga kotor. Ia juga kaget saat melihat kakak nya sama kotornya dengan Ariana.


" Aku akan mandi dan berganti baju, tuan putri anda juga harus mandi dan berganti baju. " kata Ethan cuek


" Iya sir Ethan " kata Ariana sambil menatap Ethan dengan tatapan terpesona


Ethan yang cuek langsung pergi begitu saja ke kamarnya, ia merasa risih karena bajunya kotor semua.


" Sebaiknya anda juga segera mandi dan berganti baju " kata Arabella cuek


" Iya, tubuhku kotor semua." Ariana tersenyum


" Akhirnya aku bisa ikut ke rumah Sir Ethan " batin Ariana senang


" Tubuhnya kotor semua, tapi kenapa dia terlihat bahagia? kemana wajahnya yang angkuh dan sombong saat kulihat terakhir kali itu?" batin Arabella heran


" Saya akan panggilkan pelayan untuk melayani putri " kata Arabella canggung


" Iya, terimakasih ya " Ariana ramah


" Kenapa dia ramah seperti ini? membuat bingung saja?" batin Arabella bingung


Setengah jam kemudian, Ariana selesai mandi dan ia sedang berganti baju. Arabella menemaninya dan memilih kan baju untuknya.


" Maaf, jika gaun di rumah ku tidak sesuai dengan selera tuan putri " kata Arabella sopan


" Tidak, gaun ini bagus kok. " kata Ariana senang


" Padahal aku sudah berbuat jahat padanya dan berusaha merebut pangeran Aiden darinya, tapi dia masih mau menerima ku di sini. Dia sangat baik, tidak heran kalau 3 pria hebat bisa jatuh cinta padanya " batin Ariana menilai


" Maaf sebelumnya kalau saya lancang, tapi saya penasaran kenapa tuan putri bisa bersama kakak ku dan kenapa juga kalian terlihat berantakan?" tanya Arabella bingung


" Oh, itu ada sesuatu yang terjadi.. jadi begini ceritanya.."


#FLASHBACK


Ethan selesai memasang kan sepatu di kaki Ariana.


" Saya permisi dulu "


" Tunggu ! aku ingin bicara denganmu, Sir Ethan !"


" Ada apa ya?" tanya Ethan


" Kau salah paham maksud ku tentang drama itu bukan menunjuk kepada Putri Arabella. Tapi, pada putri mahkota Claire " terang Ariana


" Lalu?" tanya Ethan dingin


" Aku sedang menjelaskan nya padamu, kenapa reaksi mu seperti itu? apa jangan jangan kau masih salah paham padaku kalau aku akan mencelakai adikmu?" tanya Ariana sedih


" Sebenarnya apa yang mau tuan putri Ariana katakan?" tanya Ethan sambil menghela napas


Ariana menjelaskan bahwa memang pada awalnya ia menyukai pangeran Aiden dan ingin Arabella berpisah dengan nya. Ia juga mengaku bahwa ia pernah berniat jahat pada Arabella, tapi saat ini ia tidak punya niat seperti itu. Ariana berjanji akan meminta maaf pada Arabella jika mereka bertemu nanti.


" Baik lah saya mengerti " Ethan tersenyum ramah


" Senyuman nya itu sangat mematikan..kurasa aku akan kehilangan jantungku " batin Ariana terpesona


Putri dari kerajaan Monique itu kehilangan kendali saat sebuah kereta melintas dengan cepat ke arahnya, tubuhnya oleng.


" Aaakhh !!"


Dengan cepat Ethan menangkap tubuh wanita itu agar tidak jatuh ke dalam kolam ikan yang berlumpur di dekat sana. Pada akhirnya, Ariana berakhir di atas tubuh kekar Ethan, dan kedua tangan Ethan memegangi gadis itu agar tidak jatuh. Tubuh mereka berdua kotor terkena lumpur.


Ethan dan Ariana saling melihat satu sama lain. Ariana teringat saat Ethan pernah menangkapnya seperti ini, saat ia akan jatuh ke kolam ikan di istana.


" mata biru itu, sangat indah " gumam Ariana yang tenggelam dalam lamunan nya ketika melihat kedua mata Ethan yang menatapnya.


" Yang mulia !" seru Ernest dan Berry panik dan menghampiri Ethan dan Ariana.


Mereka pun berdiri dari lumpur.


" Anda tidak apa apa yang mulia ?" tanya Ethan


" Dia sangat gentle, pria seperti ini sangat langka " batin Ariana


" Aku tidak apa apa, apa sir Ethan terluka?" tanya Ariana cemas


" Tidak, hanya saja tubuhku kotor semua " jawab Ethan


" Maafkan aku, karena ku kau jadi seperti ini " kata Ariana


" Yang mulia, bagaimana anda akan pulang seperti ini? kita kan jauh dari penginapan nya?" tanya Berry


" Tidak apa, aku seperti ini saja " jawab Ariana


" Rumah saya tidak jauh sini, jika tidak keberatan apa tuan putri mau..


" Tentu saja aku tidak keberatan ! " jawab Ariana cepat


" Baiklah, saya tidak bisa membiarkan anda dengan pakaian basah. " kata Ethan sambil menghela napas


Karena Ariana kesulitan berjalan, Ethan menggandeng tangan Ariana. Dan wanita itu terlihat senang di dalam hatinya berbunga-bunga.


#END FLASHBACK


" Apa ? maksud tuan putri kakak ku yang menawarkan untuk membawa mu kemari? kakakku?" tanya Arabella tak percaya


" Ah tidak apa, aku hanya aneh saja ternyata kakak ku yang tidak pernah berdekatan dengan wanita akhirnya membuka hatinya " Arabella tersenyum dan bergumam sendiri


" Benarkah sir Ethan tidak pernah dekat dengan wanita ? " tanya Ariana dengan raut wajah gembira


" Hehe.. ini rahasia diantara kita saja ya tuan putri " jawab Arabella


" Kenapa ekspresi putri Ariana seperti ini? apa dia menyukai kak Ethan? ah masa sih?" batin Arabella berfikir


" Baiklah. Putri Arabella aku kesini juga sekalian untuk minta maaf padamu. " kata Ariana tulus


" Untuk apa?" tanya Arabella


" Aku berniat memisahkan mu dan pangeran Aiden sebelumnya, dan aku berfikiran buruk tentangmu. Aku juga iri padamu, tapi sekarang aku tidak begitu kok. Aku minta maaf " kata Ariana menyesal


" Dia mungkin akan jadi adik ipar ku dimasa depan, jadi aku harus baik-baik padanya " batin Ariana senang


" Saya waktu itu memang sempat cemburu karena kedekatan kalian, tapi saya percaya pada pangeran Aiden. Jadi yang mulia tidak usah cemas " Arabella tersenyum


" Kau sangat bijak dan baik hati. Tidak heran kau bahkan bisa meluluhkan si raja iblis dari Vanders itu " kata Ariana kagum


" Haha.. tidak juga, saya tidak sebaik itu. Saya masih memiliki perasaan dendam dan benci pada seseorang, jadi tidak bisa dibilang baik " kata Arrabella


" Aku mengerti, itu tentang putri mahkota Claire kan?" tanya Ariana


" Hem.. begitulah " jawab Arrabella membenarkan


" Wajar saja kau memiliki perasaan seperti itu, kalau aku yang diperlakukan seperti itu sudah pasti aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri " kata Ariana ikutan kesal


" Hehe.. tuan putri ternyata tidak sedingin kelihatannya ya. Selain cantik anda juga aslinya orang yang ramah " kata Arrabella memuji


" Ahaha.. tidak seperti itu, aku tidak se ramah itu kok. Oh ya, putri Arabella apa bisa aku mengajukan permintaan?" tanya Ariana


" Ya, tentu saja yang mulia " jawab Arrabella


" Jangan bicara formal padaku dan mari kita berteman baik " kata Ariana sambil tersenyum


" Apa ini sungguhan? anda mau berteman dengan putri Duke seperti saya?" tanya Arabella merendah


" Kenapa tidak? setelah ku pikir pikir bagus juga jika punya teman, aku rasa kau akan cocok menjadi temanku "


" Apa yang mulia tidak pernah berteman? ma..maaf jika pertanyaan saya menyinggung tuan putri " kata Arabella


" Tidak apa putri Arabella, aku memang punya banyak kenalan tapi aku tidak punya teman yang benar benar teman. Bagaimana ? apa kau mau jadi temanku?" tanya Ariana berharap


" Saya tidak bisa menolak seseorang yang ingin membangun hubungan baik dengan saya. " jawab Arrabella


" Untuk ukuran gadis seusianya, dia terlihat bijak dan dewasa. Tapi dia juga memiliki sisi polos dan lugu, apa ini yang membuat si Dominic iblis itu tergila gila padanya?" batin Ariana


" Baguslah, ternyata kau mau berteman denganku. Padahal aku kira kau tidak akan memaafkan ku " kata Ariana senang


" Mana mungkin saya begitu, saya.. uh.." Arabella memegang perutnya dan merintih kesakitan


" Ada apa? " tanya Ariana cemas


" Saya tidak apa apa yang mulia, ini sudah sering terjadi sejak saya di racuni " jawab Arabella


Ariana terlihat perhatian pada Arabella, ia juga berjanji akan membantu Arabella untuk menyembuhkan penyakit infertil nya. Arrabella senang jika Ariana mau membantunya, masalah tentangnya yang mandul tidak bisa disembunyikan lagi dan sudah menjadi berita publik yang semua orang tau.


Ariana berusaha menyemangati dan menenangkannya dengan kata-kata, meyakinkan wanita itu bahwa dia akan sembuh.


Melihat keakraban Arabella dan Ariana, Ethan menjadi curiga. Mereka bertiga duduk di halaman belakang dan memutuskan untuk makan cemilan bersama.


" Bagaimana? apa anda suka cemilannya?" tanya Arrabella


" Hum.. tidak heran kau menyukainya, rasa manisnya begitu pas. Dimana kau membelinya?" tanya Ariana semangat


" Pia Bakery, itu adalah toko langganan ku dari kecil. Yang mulia mau saya antar kesana?" tanya Arrabella


" Tentu saja, senang nya memiliki teman perempuan " jawab Ariana ceria


" Dia tidak seperti sebelumnya, padahal terakhir kali bertemu dia begitu angkuh. Melihatnya dari dekat seperti ini, dia agak mirip dengan Abel " batin Ethan


" Kakak kenapa diam saja? tidak mau makan kue nya?" tanya Arabella


" Tidak, aku minum teh saja. Sebentar lagi aku harus ke istana "


" Ya sudah, kami habiskan kue dan cemilannya " jawab Arrabella


" Silahkan " jawab Ethan cuek


" Melihatnya dari dekat seperti ini, sir Ethan terlihat sangat tampan. Badannya saat memelukku tadi terasa kekar, otot nya juga bagus, sangat menggoda " batin Ariana terpesona


" Pasti ada apa apa dengan mereka.. tapi jika kakak dan putri Ariana memang saling jatuh cinta. Bagaimana masa depan mereka? biasanya kan putri harus berjodoh dengan pangeran " batin Arrabella berfikir


Setelah itu Ariana merengek pada Arrabella agar diizinkan tinggal di mansion Reese karena ia tidak mau tinggal di penginapan atau di istana Clarines.


" Apa apaan ini? yang mulia ingin tinggal disini?" tanya Ethan heran


" Iya, hanya selama satu minggu saja. Sebentar lagi aku akan pergi ke kerajaan Monique " kata Ariana dengan ekspresi memelas


" Kakak, aku sih tidak masalah. Aku jadi punya teman bergosip " kata Arrabella senang hati


" Aku hanya bisa membantu mu sampai sini putri Ariana, aku juga ingin melihat apa kau tulus pada kak Ethan " batin Arrabella


" Aish.. tidak bisa, akan ada rumor apa nanti diluar sana kalau yang mulia putri tinggal disini " kata Ethan


" Tidak apa apa kak, sekarang kan aku dan putri Ariana berteman. Tidak masalah kan? memangnya kakak takut rumor apa?"


" Ti..tidak ada .."


" Ini pertama kalinya kak Ethan gugup karena seorang wanita " batin Arrabella heran


" Ya sudah terserahlah, Putri Ariana mau tinggal di manapun aku tidak peduli. Sudah yah,aku harus ke istana " kata Ethan pamit


Ethan pergi begitu saja dan membuat Ariana sebal. Namun, pada akhirnya gadis itu tersenyum karena ia akan tinggal di rumah Arabella sementara.


***


Keesokan harinya, pengadilan untuk kasus racun Arrabella di gelar di istana secara tertutup. Hanya kalangan bangsawan dan yang bersangkutan saja yang hadir di sana.


Sebelum memasuki ruang pengadilan, Arrabella merasakan perutnya sakit lagi, Ariana menemaninya dan memberinya obat dengan penuh perhatian.


" kau harus menenangkan dirimu dulu " kata Ariana mengingatkan


" Iya.. haa.. terimakasih .." Arrabella menghela napas nya


Aiden menghampiri Arrabella dan Ariana yang sedang duduk di kursi yang ada di depan ruangan pengadilan.


" Naomi, kau baik baik saja? apa kau sakit lagi?" tanya Aiden perhatian dan mengacuhkan Ariana yang ada di sebelahnya


" Hanya sedikit sakit ... pangeran disebelah ku ada putri Ariana, apa kau tidak akan menyapanya? anda tidak sopan deh?" tanya Arrabella kesal


" kenapa aku harus melakukannya?" tanya Aiden sebal


" Tenang saja aku tidak tertarik lagi padamu kok, jadi jangan cemas. Aku dan putri Arrabella juga sudah jadi teman baik " kata Ariana


" Baiklah, Awas saja kalau anda sampai macam macam lagi pada Naomi-ku, saya tidak akan tinggal diam " Aiden mengancam


" Tenang saja, tidak akan " kata Ariana sebal


Aiden memeluk Arrabella untuk menenangkan gadis itu.


" Hey, tenanglah Naomi.. ada aku "


" iya aku tau, semua akan baik-baik saja kan? aku hanya gugup "


" benar, semua nya akan baik-baik saja. Jadi, semangat lah " kata Aiden menyemangati


Pintu ruang pengadilan terbuka, Arrabella masuk ke dalam ruangan dan menatap tajam kedua terdakwa yang berada di pengadilan itu. Beberapa orang juga hadir disana.


" Aku pasti bisa, ayo tenanglah Arrabella. Ini waktunya pembalasan. " batin Arrabella penuh tekad


Dan pengadilan pun di mulai !


...---***---...