
Beberapa kstaria melihat takjub pada Dominic yang kehadirannya mengagetkan semua tamu disana. Ia mencuri perhatian yang awalnya untuk Eugene dan Claire, beralih jadi padanya.
" Astaga ! apa itu benar-benar Raja iblis itu? Oh.. aku merasa takut sekarang" kata Johny takjub
" Bagaimana bisa dia ada disini?!!" kata Ashton marah
" Dia mendapat kan undangan dari Raja, aku juga berpikir dia tidak akan datang. " kata Ethan sebal
" Dia mengambil perhatian semua orang, jika aku perempuan aku pasti akan jatuh hati padanya " kata Johny dengan mata penuh kekaguman
" Ya ampun, kau jangan gila deh !" Ashton memukul kepala Johny
" wakil ketua ! sakit !" seru Johny kesal
" Rasakan !" Ashton puas
" Kedatangan nya memang mengagetkan semua orang ya " kata Lorenzo
" Beruntung nya terlahir tampan " kata Demian iri
" Dimana pun dia berada dia selalu saja mengagetkan semua orang !" seru Peter yang juga kesal
" Hey! Pete kenapa kau disini? bukankah kau harusnya bersama ayah dan Abel?" tanya Ethan heran
" Aku mau disini saja, di dalam pengap " jawab Peter santai
" Kau ini calon duke, perhatikan sikap mu !" seru Ethan
" Huu.. kakak ini !" seru Peter sebal
" Kalian sedang membicarakan yang mulia Raja ya?" tanya Cane yang tiba-tiba ada di belakang mereka
" Hey, Cane apa kabar ?" tanya Ashton ramah
" Aku baik " jawab Cane ramah
" Sudah lama ya tidak bertemu " kata Peter
" Bagaimana kalau kita para pria mengobrol sambil minum minum saja di depan?" Ashton menawarkan
" betul sekali, sekalian reuni " jawab Peter setuju
" Tidak boleh, kita sedang berjaga " kata Ethan menolak tegas
" Aduh ketua !" Ashton dan Johny merengek pada Ethan
***
Sekilas Aiden melihat Ariana melirik sinis pada Dominic.
" Kenapa tatapan gadis ini begitu pada raja iblis ? kenapa dia harus datang kesini? menganggu saja ! " batin Aiden kesal
Semua orang yang hadir di upacara penobatan itu menyaksikan Claire dan Eugene di mahkotai sebagai putri dan putra mahkota Clarines. Claire tersenyum bahagia saat orang-orang melihatnya, namun tak ada yang tau apa yang ada dalam hatinya.
" Dengan ini nona Claire dari keluarga Collete resmi menjadi putri mahkota dan Ratu di masa depan " kata Pendeta dengan suara yang lantang
" Selamat yang mulia putra mahkota, selamat yang mulia putri mahkota ! hidup Clarines !"
" Prok prok prok "
semua orang bertepuk tangan dengan bahagia melihat upacara penobatan itu kecuali Eugene.
Eugene melangkah pergi dengan wajah nya yang malas.
" yang mulia putra mahkota, kau mau kemana?" tanya Claire
" Bukan urusan mu, aku mau kemana pun " jawab Eugene dingin
" Tapi pesta nya belum selesai yang mulia, semua orang memperhatikan kita " kata Claire dengan nada memelas
Eugene memang melihat orang-orang yang memperhatikan nya, ia ingin tidak peduli dan pergi saja dari situ, akan tetapi Ratu mengisyaratkan agar Eugene tetap berada di tempatnya sampai pesta selesai dan para bangsawan pulang. Dengan pasrah, Eugene menuruti perintah sang ratu dan kembali ke tempat duduknya.
Ariana mendekati Aiden dan dengan berani ia mengajak pria itu berdansa.
" Pangeran Aiden, saya tidak kenal siapapun disini. Maukah anda menjadi partner saya malam ini?" tanya Ariana
" Saya.." Aiden ragu
" Akan sangat memalukan jika putri seperti saya di tolak dalam dansa pertamanya. Pangeran hanya perlu menemani saya berdansa saja kok, anggaplah saya sedang meminta bantuan " kata Ariana membujuk ramah
" Ayolah, tidak ada yang bisa menolak pesona putri Ariana..kecuali si raja iblis itu " batin Ariana merasa percaya diri
" Betul juga, jika aku menolaknya berdansa dengannya. Akan sangat memalukan baginya, baiklah aku hanya menolong nya saja " batin Aiden berfikir
" Baiklah, hanya satu kali dansa saja putri " jawab Aiden setuju
" terimakasih yang mulia, suatu kehormatan bagi saya " kata Ariana sopan
Aiden pun mengulurkan tangannya untuk mulai berdansa dengan Ariana. Dengan senyuman genit nya, Ariana memegang tangan Aiden. Lalu mereka pun mulai berdansa, semua mata memperhatikan mereka termasuk Raja yang senang melihat Aiden dan Ariana berdansa bersama.
" Alangkah baiknya kalau Aiden bisa bersama dengan putri Ariana " batin Raja senang
" Apa yang dipikirkan sang putri? mau maunya dia berdansa dengan anak haram seperti nya?" batin Ratu tak senang
Disisi lain, Arabella merasa tak enak hati melihat Aiden berdansa dengan Ariana, terlebih lagi banyak orang yang membicarakan bahwa mereka cocok bersama. Makin panas lah hati gadis itu, ia pun memutuskan untuk pergi ke balkon sendirian.
" kenapa dia harus berdansa dengan putri itu dan bukan denganku? perasaan apa ini sangat menyebalkan, memuakkan , aku belum pernah merasakan sakit yang seperti ini sebelumnya. " batin Arabella merasa sedih
" Woah.. aku mencari kemana menghilang jya domba kecilku, ternyata dia ada disini " kata Dominic sambil tersenyum
" Ah? yang mulia Raja !" Arabella terpana
" Arabella... aku sangat marah saat aku tau kau memilih pangeran Aiden, tapi aku bisa apa. Memaksamu hanya akan membuat mu semakin jauh dariku, aku hanya bisa berdoa semoga perasaan mu goyah pada ku.. setidaknya kau masih belum menjadi istrinya, maka aku masih ada kesempatan " batin Dominic
" Kau selalu menarik perhatian banyak orang yang mulia, kau selalu muncul tiba-tiba seperti itu. Kenapa tidak pakai cara alami saja?" tanya Arabella heran
" Aku tidak menarik perhatian semua orang, buktinya kau tidak tertarik padaku, saat aku datang kau cuek saja tuh " jawab Dominic sambil menyeringai
" Senyuman mu itu masih sama menyeramkan nya ya " Arabella tersenyum
" Raja tiran ini sudah sedikit berubah sejak aku melihat nya waktu itu, dia terlihat tenang. Tidak emosional seperti dulu.. baguslah, dia mendengar kan kata-kata ku" batin Arabella merasa lega
" Kau terlihat sedih? ada apa?" tanya Dominic
" Tidak ada apa-apa " jawab Arabella sambil menunduk
" Aku selalu tau kalau domba kecil ku sedang sedih " kata Dominic
" Aku benar-benar baik-baik saja, yang mulia kenapa kau tidak berdansa disana? kenapa kau malah kesini?" tanya Arabella mengalihkan perhatian
" Hem.. pengalihan perhatian " batin Dominic
" Mana ada wanita yang mau berdansa denganku , untuk apa aku kesana " jawab Dominic santai
" Para gadis itu akan mengantri untuk diajak berdansa oleh mu tanpa kau minta, hanya dengan melihat wajah tampan mu. Apa kau yang tidak mau berdansa dengan mereka?!" tanya Arabella
" Kau benar, kau tau kan aku ini anti wanita " jawab Dominic membenarkan
" Haa.. ya aku lupa kau anti wanita, tapi kenapa kau bisa menyentuh ku sesuka hatimu kalau kau anti pada wanita?" tanya Arabella bingung
" Karena hanya kau satu-satunya wanita yang bisa membuat ku nyaman, dan aku tidak merasa jijik saat menyentuh mu. Tidak seperti aku menyentuh wanita lain " terang Dominic dengan wajah yang serius
" A.. Apa??" Arabella terpana mendengar nya
" Aku baru tau dan aku baru mengerti, itu sebabnya tidak ada satu pun pelayan wanita di kastil nya. Jadi, dia benar-benar nyaman denganku? ku kira itu hanya omong kosong nya saja. Berarti yang di katakan Cane tentangnya itu benar " batin Arabella berfikir
" Ayo berdansa denganku !" seru Dominic mengajak
" Tapi kenapa harus aku?" tanya Arabella polos
" Memangnya aku bisa berdansa dengan wanita lain?" kata Dominic
" Ya, baiklah. Untuk kesopanan, aku tidak bisa menolak ajakan dansa pertamaku" jawab Arabella setuju
" Ya sudahlah, ini hanya dansa saja. Pangeran Aiden juga berdansa dengan putri itu, lalu kenapa aku tidak bisa berdansa dengan pria lain?" batin Arabella sebal
Dominic menggandeng tangan Arabella, gadis itu terlihat kaku dan malu-malu terlebih lagi saat orang-orang yang berada di aula kerajaan mulai memperhatikan nya karena ia bersama Raja Dominic itu.
" Astaga ! teman-teman lihat itu, bukankah itu nona Arabella?" tanya Lily terkejut
" Benar, apakah nona Arabella akan berdansa dengan Raja Dominic?" tanya Anna penasaran
" Bukankah raja Dominic itu anti perempuan ya? masa iya mereka akan berdansa?" tanya Lily tak percaya
" woah irinya berdansa dengan pria tampan .." kata Aida
" Aku tidak menyesal mendengarkan ayahku untuk pergi ke acara penobatan ini, aku melihat banyak pria tampan " kata seorang gadis bangsawan
Disisi lain Duke Reese, dan beberapa bangsawan lainnya yang sedang berkumpul melihat Arabella dan Dominic berdansa bersama.
" Duke Reese, bukankah itu putri mu?" tanya Count Lumiere kaget
" Putri mu benar-benar memiliki pesona luar biasa, dia bahkan bisa menaklukkan raja Iblis itu " kata Duke Zena memuji
" Tuan duke katakan padaku? apakah akan ada pernikahan antara putri mu dan raja itu?" tanya Marquess Elza menggoda
" Pernikahan apa? aku tidak bisa membiarkan putri ku masuk ke dalam keluarga kerajaan apalagi bersama dengan seorang Raja. " kata Duke Reese tak senang
" Aku tau kau memikirkan kebahagiaan putri mu, ini hanya saran ku saja ya. Jika putri mu menjalin hubungan dengan Raja itu, dan suatu saat nanti mereka menikah.. ini akan bagus untuk semua orang. " terang Count Lumiere
" Apa maksudmu Count Lumiere?" tanya Duke Reese tak mengerti
" Aih...bukan nya kau selalu bilang kau ingin seseorang yang bisa melindungi putri mu? Raja Dominic itu walaupun dia terkenal sebagai iblis, tiran atau lain-lain. Tapi, dia adalah raja yang kuat dengan kekuasaan yang luas, selain itu dia juga punya kekuatan sihir. Kurang kuat apalagi coba?" kata Count Lumiere
" Ya, aku juga setuju dengan saran Count Lumiere. Yang dikatakan nya itu memang benar " kata Marques Elza setuju
" Memang benar sih dia itu raja dengan kedudukan tertinggi, dia kuat, muda dan bisa melindungi putriku. Tapi, dia kan seorang tiran yang tangannya berlumuran banyak darah.. aku takut kalau suatu saat nanti jika putriku bersama nya dia akan terluka karena Raja Dominic memiliki banyak musuh. Akan lebih baik kalau Abel dengan orang biasa saja yang setingkat dengan keluarga kami. Keluarga kerajaan, terlalu sempurna untuk Abel yang hanya putri seorang Duke " batin Duka Reese berfikir
***
Arabella dan Dominic berdansa di aula kerajaan, begitu juga dengan pasangan Aiden dan Ariana. Aiden terlihat tidak senang Arabella berdansa dengan Dominic, hatinya merasa cemburu dan sesak.
" Kenapa Naomi berdansa dengannya?" batin Aiden kesal
" Pangeran, nampaknya anda kurang fokus. Ketika anda berdansa dengan seorang wanita, ada baiknya anda hanya fokus pada wanita yang sedang berdansa dengan anda " kata Ariana sambil memegang kedua pipi Aiden sambil menunjukkan senyuman genitnya
" Tolong jangan lewati batasan anda, putri " kata Aiden mulai kesal
" Oh, kenapa pangeran marah? apa saya ada menyinggung anda?" tanya Ariana dengan wajah memelas
" Anda itu seorang putri, jadi tolong perhatikan tingkah laku anda di depan umum. Apa anda memang orang yang sembarangan menyentuh pria?" tanya Aiden ketus
" Beraninya pria ini menantang ku, dia sama seperti si raja iblis itu. Tidak ada yang bisa menolak ku, bahkan kau sekalipun pangeran. Semua pria tergila-gila padaku, dan aku akan membuat mu begitu juga ! " batin Ariana kesal
" Tidak, pangeran saya mohon maafkan kelancangan saya. Tadi saya refleks menyentuh anda, karena anda terus melihat ke arah perempuan yang disana itu. Anda sedang berdansa dengan saya tapi malah melihat perempuan lain.. " kata Ariana dengan nada sedih
" Lain kali jika putri menyentuh saya sembarangan seperti itu, saya tidak akan memaafkan anda " kata Aiden kesal
" Angkuh sekali pria ini, tapi tenang saja. Ketika aku menaklukkan mu, kau tidak akan bisa bersikap angkuh seperti ini lagi. Kau akan berlutut di kaki ku seperti pria lain nya " kata Ariana dalam hatinya
" Dia ini adalah gadis yang sangat menyebalkan, kalau bukan karena membantu nya dan menghargai Raja, aku tidak akan mau berdansa dengannya. Aku mau berdansa dengan Naomi ku " batin Aiden sebal
Disisi lain, Arabella terlihat kesal melihat Aiden berdansa dengan Ariana. Cemburu nya semakin bertambah saat Ariana menunjukkan senyuman genit nya pada Aiden dan yang membuat ia makin kesal adalah beberapa kali Ariana mencari kesempatan untuk memeluknya.
" Menyebalkan sekali ! baru saja baikan, sekarang dia sudah seperti ini lagi. Kenapa juga aku tidak bisa menahan emosi? tetap saja aku kesal, aku marah melihatnya bersama wanita lain. Apa ini yang disebut cemburu?" batin Arabella sakit hati
" Dia terlihat tidak fokus, apa karena pangeran Clarines itu?" batin Dominic yang peka
Karena ketidak fokusan nya, gadis itu terpeleset dan tak sengaja jatuh ke pelukan Dominic.
" Ahhh !
Kyaaa.. Aiden semakin kesal melihatnya, ia ingin sekali berlari dan menghampiri gadis itu tapi Ariana menahannya dan pesta dansa nya belum selesai. Bukan hanya saja Aiden yang cemburu melihat adegan itu, tapi Eugene yang sedang duduk di singgasana nya dan Ashton yang sedang bertugas juga terlihat kesal melihat nya.
" Kita sudahi saja berdansa nya " kata Dominic
" I..iya maafkan aku, aku tidak fokus " kata Arabella merasa bersalah
Gadis itu berjalan pincang dan Dominic melihatnya.
" Kaki mu sakit?" tanya Dominic cemas
" Tidak apa,aku baik-baik saja " jawab Arabella memenangkan
" Kalau kau terus berbohong padaku, percaya atau tidak aku akan menggendong mu sekarang! " Dominic kembali menunjukan sifat mendominasi nya di hadapan banyak orang.
" Dia lagi.. lagi menunjukkan sikapnya yang seperti itu, dia sedang mengancam ku.. dihadapan banyak orang ini, dia bilang dia mau menggendong ku? dia memang tidak pernah main-main dan selalu serius. Lebih baik aku jujur saja " batin Arabella sebal
" Seperti nya kaki ku keseleo saat terjatuh barusan " jawab Arabella
Dominic menatap gadis itu sebentar, ia menghela napas panjang lalu menggendong gadis itu di depan.
" Kyaaa !! apa yang kau lakukan? kau bilang kau tak akan menggendong ku kalau aku berkata jujur !" Arabella kaget karena dirinya digendong oleh Dominic di hadapan banyak orang
" Maaf, kau memang jujur. Tapi aku yang bohong " kata Dominic sambil tersenyum
" Kau !" gadis itu kesal tapi tak bisa berbuat apa-apa karena semua orang melihatnya
Para pria fans Arabella kesal melihatnya, para tamu undangan juga kaget melihat nya dan mengira bahwa mereka memiliki hubungan. Ariana yang melihatnya juga kaget dan keheranan ,karena ia tau bahwa Dominic alergi pada perempuan dan ini malah menggendong Arabella.
" Apa-apaan pria itu ??" tanya Ashton dengan tingkat kemarahan meninggi
" Dia menggendong adikku di depan umum, seperti nya dia cari mati " kata Ethan dengan mata yang seram
" Kakak, ayo kita habisi dia " kata Peter setuju
Ketiga pria yang marah itu hendak menghampiri Dominic dan Arabella yang sedang ada di tengah pesta dansa. Namun, Johny dan beberapa kstaria lain yang sedang berjaga disana menghalangi mereka.
" te.. tenanglah kalian, ingat kalau dia itu Raja ! raja ! " seru Johny mengingatkan
" astaga! raja itu begitu berani " kata Lorenzo tak percaya
" Yang mulia tidak akan diam saja kan?" batin Lorenzo berfikir
" Bukan kah ini persis seperti dalam drama opera sabun yang selalu ku lihat di Londo?" tanya Demian terpana " Romantis sekali .."
Bukan hanya para pria yang takjub dan tercengang dengan pemandangan itu. Para gadis bangsawan juga mulai membicarakan Arabella dan Dominic, tentunya bergosip dengan semangat.
" Mereka seperti berada dalam satu adegan drama musikal !" seru Aida kagum
" Kyaa.. keren sekali Raja Dominic itu !" seru Anna terpesona
" Nona Arabella beruntung sekali, bisa digendong pria tampan seperti nya !" kata Lily iri
" Nona Abel dan Raja Dominic ? tidak mungkin !" seru Megan tak percaya
" Kak Ashton menyukai nona Abel, apa dia belum mengatakan perasaannya ? bisa bisa nona Abel keburu diambil orang, sepupu ku sangat payah. Dia pasti belum bilang kan? lihat saja, kau akan kalah dari saingan saingan kuat mu itu kalau kau terlambat kak .." batin Megan merasa pusing
" Nona Megan kau kenapa berteriak begitu?" tanya Aida heran
" aku tidak apa-apa, aku hanya kaget hehe " jawab Megan
" Ya, aku juga kaget melihatnya nona Megan " jawab Aida setuju
***
Aiden sudah tidak tahan lagi, ia melepaskan tangan Ariana, dan ia berlari menghampiri Dominic yang sedang menggendong kekasihnya itu. Semua orang di pesta itu kaget melihatnya.
" Aiden?" batin Arabella
" Turunkan dia !" seru Aiden marah
Dominic dan Aiden saling bertatapan seolah ada perang diantara mereka, tatapn yang tajam dan panas seperti api yang membara. Sementara sang gadis dalam gendongan itu terlihat kebingungan dan malu karena dilihat orang semua orang.
Ariana merasa dirinya dipermalukan karena ditinggalkan oleh Aiden ditengah-tengah pesta dansa, ia menatap sinis ke arah Arabella yang malah menjadi pusat perhatian semua orang.
" Siapa gadis itu? seharusnya pusat perhatian semua orang di pesta ini adalah untukku, kenapa jadi dia??! dia juga membuat pangeran ku datang menghampiri nya seperti itu, dia bahkan meninggalkan ku demi gadis itu. Bahkan, Raja iblis itu juga memberikan perhatian nya pada gadis itu. Apa dia secantik dan sesempurna itu untuk bersaing denganku? Apa yang begitu istimewa tentangnya? sehingga pria yang aku sukai, sampai berlari untuknya? " batin Ariana penuh kemarahan
Claire dan Eugene melihat drama itu dari singgasana mereka.
" Beruntung nya gadis itu, dia mendapatkan perhatian dari dua pria hebat seperti mereka. Semoga dengan begitu, gadis murahan itu tidak menggoda lagi Putra mahkota ku " batin Claire
Claire melihat pria yang duduk disampingnya itu melihat Arabella dengan penuh rasa cemburu, Claire sangat kesal melihatnya ia ingin menangis.
Pertanyaan demi pertanyaan bersarang di hatinya, kenapa bukan aku saja yang kau lihat seperti itu? kenapa bukan aku saja yang kau perhatikan seperti itu? apa aku masih ada kesempatan untuk mendapatkan hatimu? Banyak keraguan di dalam hati nya itu, tapi ia tetap akan berusaha membuat pria itu jatuh hati pada nya seperti ia yang jatuh hati pada pria itu. Claire sudah sampai di posisi nya dengan cara yang sulit, ia ingin semuanya terbayar dengan mendapatkan cinta dari Eugene. Tapi apakah Claire bisa?
***
Arabella merasa tidak nyaman dengan tatapan orang-orang padanya di pesta itu, apalagi ia melihat tatapan pertarungan antara Aiden dan Dominic.
" Apa mereka mau berkelahi lagi? kumohon jangan libat kan aku ! kali ini aku salah apa lagi?" batin Arabella bingung
" Yang mulia, turunkan aku sekarang !" seru Arabella pada raja itu
" Aku tidak mau tuh '" jawab Dominic sambil tersenyum
" Dia pasti sengaja kan? ya ampun, apa yang harus aku lakukan? " batin Arabella resah
" Kurang ajar ! aku ingin sekali memukul nya " batin Aiden kesal
" Ya tuhan, tolong keluarkan aku dari situasi ini..Mereka berdua terlihat menyeramkan " batin Arabella takut
---- Makasih yang udah tetap setia baca novel ini dan kasih like nya ya. Tunggu kelanjutannya nya di bab selanjutnya, jangan lupa klik Favorit, tinggalkan like dan rate nya.. kasih Vote juga boleh kok..π₯°π 1 like dari kalian berarti 1 dukungan buat author semangatπ