
Setelah kepergian wanita itu dan tunangannya, Dominic merasa ada yang hilang dari hatinya. Lagi lagi ia merasakan hampa dan kesepian, tapi ia bisa berbuat apa ? apa daya nya ?wanita itu sejak awal tidak ditakdirkan untuknya.
" Yang mulia, apa anda baik-baik saja?" tanya Cane cemas melihat raut wajah Raja nya yang kurang mengenakkan itu
" Memangnya apa yang bisa terjadi padaku? aku akan pergi ke perbatasan hari ini " kata Dominic
" Tapi yang mulia, anda masih perlu beristirahat..masalah perbatasan bisa di tunda dulu kok " kata Cane
" Jangan mengaturku Cane ! aku belum menghukum mu karena membawa putri Arrabella tanpa seizin ku dan seizin tunangan nya. Pergilah ke penjara kota dan awasi disana !" kata Dominic dingin
" Saya..mohon maafkan saya.. jangan penjara kota, yang mulia.." Cane merengek
" Aku tidak suka dibantah !" seru Dominic kesal
Cane pergi dengan terpaksa dan wajahnya cemberut.
" Yang mulia semoga anda bisa mendapatkan pengganti putri Arrabella.. dan hidup bahagia.. " batin Cane berharap
***
Di depan pintu rumah mansion Reese..
Arrabella sempoyongan saat sampai di sana.
" Apa kau pusing?"
" Sedikit..aku tidak menyangka yang mulia bisa menggunakan sihir teleportasi.. sangat menakjubkan " kata Arrabella bangga
" Aku juga tidak menyangka, ini begitu tiba-tiba. " kata Aiden senang
" Baiklah cepat kembali ke istana, sana ! yang mulia kan harus belajar " kata Arrabella
" Ya, kau jaga diri baik baik. Ingat untuk meminta izin ku kalau mau pergi kemana mana. Aku akan menyuruh Lorenzo atau Demian mengawal mu." kata Aiden
" Aku tidak akan kemana mana hari ini, aku sangat lelah "
" Kalau begitu beristirahat lah.. " Aiden mendekatkannya wajahnya ke wajah wanita di depannya itu seakan ingin menciumnya. Akan tetapi telapak tangan menghalangi pasangan itu untuk berciuman.
" ehem.."
" Kak Peter?" Arrabella terkejut
" Salam pangeran, selamat siang " kata Peter ketus
" Selamat siang tuan Peter " Aiden menyapa ramah
" Iya benar Selamat siang yang mulia pangeran " kata Peter kesal
" Saya minta maaf kakak ipar, karena tidak membawa Naomi pulang tepat waktu " kata Aiden langsung peka dengan melihat raut wajah Peter
" Ternyata yang mulia tau ya " kata Peter sinis
" Kakak, jangan menyalahkan yang mulia. Ini karena keadaan ku semalam dan aku baru bangun siang ini. "
" Yang mulia pangeran tidak berbuat macam macam padamu kan?" tanya Peter berbisik pada Arrabella
" Apanya yang berbisik bisik? masih kedengaran juga " batin Aiden
" Kakak !" Arrabella marah
" Saya tidak berbuat apa apa, tolong tuan Peter percaya pada saya yah " kata Aiden sambil tersenyum
" Baiklah saya percaya " kata Peter
Aiden berpamitan dengan sopan kepada Peter. Namun, sebelum itu Arrabella menyuruh Aiden untuk menunggunya sebentar. Wanita itu masuk ke dalam rumah, dan membawa syal berwarna merah tua di tangannya. Ariana yang melihat nya senang karena kedua pasangan itu akur.
" Cuaca nya akan dingin beberapa hari kedepan, ini sudah masuk musim dingin. Jadi pakai syal ini " kata Arrabella sambil menyerahkan syal pada Aiden. Namun, pria itu tak mengambilnya.
" Aku tidak mau "
" Apa?" Arrabella terlihat kecewa
" Kau yang pakai kan " kata Aiden sambil tersenyum
Wanita itu memakai kan syal di leher Aiden. Pangeran itu tersenyum senang melihatnya.
" Apa yang mulia suka?" tanya Arrabella
" ini sangat bagus, hangat dan nyaman. Seperti dirimu.. " jawab Aiden
Perhatian Aiden teralihkan saat ia menyadari kalau jari jari mungil tunangan nya itu terluka. Aiden memegang nya.
" Ada apa?" tanya Arrabella
" Kenapa jari jari mu bisa terluka seperti ini? apa karena membuatkan ku syal ini? kau buat sendiri?" tanya Aiden menebak
" Iya, sebenarnya aku buat sendiri. Ini bukan apa apa, hanya luka kecil karena kecerobohan ku " jawab Arrabella santai
" Maafkan aku, karena ku kau terluka "
" Daripada minta maaf, aku lebih suka yang mulia mengucapkan terimakasih. " wanita itu tersenyum
Aiden mencium jari Arrabella yang terluka itu dan lagi lagi membuat wanita itu terpana dengan tingkah Aiden yang semakin lama menurutnya semakin agresif dan menggoda.
CUP
" Y..yang mulia..."
" Kelak kau harus menjaga jari jari ini, setiap bagian tubuh mu akan menjadi milikku. Jadi, kau harus menjaganya baik baik " kata Aiden sambil tersenyum menggoda
" Astaga ! sejak kapan dia bisa mengatakan hal yang manis seperti ini, apa dia kerasukan setan cinta? kenapa dia jadi seperti tipe playboy begini? tapi.. dia terlihat sangat tampan sekarang.. ah.. aku tidak bisa berhenti untuk terpesona.." batin Arrabella terpesona
" Apa aku dianggap nyamuk disini?" tanya Peter kesal
" Seperti nya aku juga dianggap angin disini " kata Ariana yang iri melihat keromantisan pasangan yang di depannya
Dengan malu malu, wanita itu menyingkirkan tangannya dari genggaman Aiden. Pria itu tersenyum menggoda di depannya dan membuat Arrabella semakin terpesona.
" Kalian juga cepatlah cari pasangan, jangan menjomblo terus. Kalau ingin seperti ini.. " kata Aiden sambil memeluk Arrabella dengan sengaja menunjukkan kemesraan.
" Putri, apa pangeran sedang mengejek kita?" tanya Peter kesal
" Benar, aku sangat tersinggung. Kenapa kalian berdua pamer di depan orang orang yang masih lajang disini ! " jawab Ariana sebal
" Benar ! ini tidak sopan !" ujar Peter kesal
" Bagaimana ini? tinggal 3 hari lagi aku akan pergi dari Clarines, tapi belum ada kemajuan juga dengan hubungan ku dan sir Ethan.." batin Ariana sedih
" PFutt...hahaa.. "
Kedua pasangan itu tertawa melihat kedua orang jomblo yang kesal dan iri melihat kemesraan mereka berdua.
" Terimakasih syal nya sayang..."
" Apa? sa..sayang??" Arrabella terkejut
" Lama lama aku bisa terkena serangan jantung kalau dia mengagetkan ku terus " batin Arrabella
" Aku akan pergi, jaga dirimu baik baik sayangku " Aiden tersenyum manis di hadapan Arrabella.
" Cih ..Lebay nyaa.. " gumam Ariana dan Peter sebal
" Iri? makanya jangan melajang terus " Aiden mengejek
" Pergi saja sana !" kata Ariana sebal
***
Pangeran Aiden pergi ke istana dan hari itu mengikuti kelas politik, pria itu mengikuti pelajaran dengan serius. Ia belajar bersama Eugene.
" Baiklah, kelas sudah selesai. Kita bertemu lagi minggu depan, di waktu yang sama dan tempat yang sama " kata guru politik
" Terimakasih guru " kata Aiden dan Eugene sopan
" Bagaimana ini? aku tidak menyangka kalau kakak ku yang kampungan ini aslinya sangat pintar. Apa ayahanda tau soal ini? apa maksudnya ayahanda dengan belajar bersama dengannya adalah untuk menyingkirkan ku dari posisiku ?" batin Eugene khawatir
Kekhawatiran Eugene tentang posisi nya membuat ia memikirkan sebuah rencana jahat di dalam kepalanya untuk menyingkirkan Aiden yang ia pikir bahwa pria itu adalah ancaman. Ia berbicara dengan ibunya.
" Jadi, akhirnya kau bersedia bekerja sama dengan ibu ?" tanya Ratu sambil tersenyum
" Meskipun dia tidak berniat seperti itu, ibu akan melindungi mu..ibu tidak akan membiarkan anak itu merebut posisi mu. Maka dari itu kau harus dengarkan rencana ibu.. untuk memperkuat posisi mu kau harus memilih lagi putri mahkota, dengan status yang kuat " kata Ratu tegas
" Apa? ibu.. aku belum memikirkan hal itu" kata Eugene
" Jangan bilang kau masih menyukai tunangan anak tidak sah itu?" tanya Ratu
" ... " Eugene terdiam
" Benar ya? kau bisa memilih wanita yang seribu kali lebih baik darinya Eugene !"
" Tidak ibu, aku hanya mencintai dia.. aku tidak menginginkan yang lain " kata Eugene serius
" Seperti nya anak ku sudah dibutakan oleh cinta, dalam hal ini dia mirip dengan ayahnya yang sangat tergila gila dengan Canaria " batin Ratu
" Baiklah, maka dari itu jadilah Raja. Dan ketika kau menjadi raja kau bisa memiliki apapun yang kau inginkan.." kata Ratu
Eugene terdiam mendengar kata kata ibu nya itu. Tiba tiba saja dia collapse dan kepalanya sakit. " Ada apa ini? ingatan ini ?" Eugene terlihat linglung.
Ia melihat dirinya sendiri sedang berada di alun alun kota. Ia dan Claire sedang menyaksikan seseorang yang akan di eksekusi. Arrabella diseret dengan kasar ke tengah alun alun, ia menangis melihat Eugene.
" Inilah akhir mu !" kata Oscar sambil memenggal kepala Arrabella.
Eugene diam diam menangis melihat kepala wanita itu terpenggal dihadapannya. Sementara Claire terlihat senang Arrabella mati di depannya. Di akhir hidupnya, gadis itu hanya melihat Eugene dengan tatapan sakit hati dan ketidakberdayaan nya.
" Tidak.. tidak.. kenapa hatiku sakit sekali? bukankah aku tidak pernah mencintainya.. lalu kenapa aku menangisi kematiannya? " tanya Eugene sedih
Tak lama setelah Arrabella di eksekusi mati, Aiden datang padanya dan membawa bukti bukti bahwa Arrabella tidak bersalah atas semua tuduhan.
" Bagaimana bisa anda menghukum keluarga yang tidak bersalah? yang mulia raja ! keputusan anda ini sangat tidak bijak, bagaimana bisa anda menebus semua kesalahan anda? kesalahan pada orang orang yang sudah mati !" kata Aiden sambil menangis dan tangannya gemetaran karena menahan amarah
Eugene terdiam dan menangis, ia merasa bersalah telah menghukum mati wanita yang selama ini mencintai nya dengan tulus. Ia menyesali semua keputusan nya yang gegabah itu. Namun, semua sudah terlambat..
" Tidak ! kenapa kau harus mati? aku.. aku yang membunuh mu.. aku penjahat sebenarnya.. maafkan aku Arrabella.. maafkan aku.. aku pembunuh.. hiks " Eugene menangis meraung Raung sambil melihat lukisan Arrabella yang terpampang di ruang istirahat nya.
Pria itu kembali tersadar saat Liam orang kepercayaan nya menyadarkannya.
" Yang mulia putra mahkota? apa anda baik baik saja?" tanya Liam cemas
" Liam, aku membunuh nya.. aku sudah membunuhnya..." kata Eugene sambil memegang kepalanya
" Yang mulia, saya akan mengantar anda beristirahat " kata Liam cemas
Liam mengantar Eugene ke kamarnya, lalu pria itu berbaring di tempat tidur. Ia masih memikirkan ingatan tentang kematian Arrabella di dalam mimpinya yang bahkan tidak pernah ia alami.
" Mengapa mimpi itu begitu nyata? ingatan apa ini? bahkan aku tidak pernah mengalaminya... aku menjatuhkan hukuman mati pada Arrabella, tidak mungkin.." gumam Eugene bingung
" Seperti nya aku harus pergi ke kuil untuk bertanya apa yang terjadi padaku? " batin Eugene
Eugene pergi ke kuil untuk bertemu pendeta. Ia menceritakan mimpinya itu pada pendeta agung bernama Gabriel.
" Apa mimpi itu sering terjadi? berapa kali, yang mulia?" tanya Gabriel
" Ini sudah ke 5 kalinya, aku bermimpi menjadi Raja dan membunuh orang yang aku cintai. Itu sangat menyakitkan... padahal aku sama sekali belum pernah mengalami hal itu di kehidupan nyata. Sebenarnya apa yang terjadi padaku?" tanya Eugene bingung
" Biar saya memeriksanya yang mulia "
Gabriel memegang telapak tangan Eugene dan menggenggam nya. Ia memejamkan matanya seolah sedang memikirkan atau merenungkan sesuatu.
" Tidak mungkin .." Gabriel terlihat kaget dan membuka matanya
" Ada apa pendeta agung?" tanya Eugene
" Itu bukan hanya mimpi.. "
" Sebenarnya siapa yang bereinkarnasi? yang memiliki kekuatan untuk bisa melakukan reinkarnasi hanya saint Lucy. Ini adalah rahasia, bahkan yang mulia putra mahkota tidak boleh mengetahui nya, bahwa hal yang ada dalam mimpi nya pernah terjadi di masa lalu nya.." batin Pendeta agung Gabriel bingung
Eugene menatap tajam pendeta agung itu seolah olah, ia ingin pertanyaan nya itu terjawab oleh Gabriel. Namun, Gabriel masing mematung tak menjawab pertanyaan Eugene.
***
Di tempat lain..
Duke Zena terlihat sedang mengejar seorang pria, ia bahkan membawa beberapa anak buahnya untuk menangkap pria itu.
" Jadi kau tidak mau berhenti ya? kalau begitu jangan salah kan aku ya " Duke Zena menarik anak panah dari busurnya dan melepaskannya tepat ke arah kaki pria itu.
Pria itu terjatuh ke tanah dengan kaki yang berdarah darah. Beberapa pengawal Duke Zena memegangi tangan pria itu.
" Sebenarnya apa masalah mu? kenapa kau mengejar ku?!" tanya Kei kesal
" Bukankah tujuan ku mengejar mu sudah jelas? kau biro informasi bukan? aku ingin informasi !" kata Duke Zena tegas
" Tu..tuan salah paham, aku hanya pemilik bar biasa bukan biro informasi " kata Kei gugup
" Seperti nya kau ingin mati ya? atau kau ingin hidupmu berakhir seperti boss mu Count Oscar?" tanya Duke Zena sinis
Diam diam Lorenzo mengintai Duke Zena dan ia mendengar pembicaraan Duke Zena dengan Kei.
" A..Apa??!"
" Kalau kau mau bekerjasama dengan ku, aku akan membiarkan mu hidup. Mungkin yang mulia raja akan mengampuni mu " kata Duke Zena
" Sebenarnya apa yang diketahui pria ini? dia sudah mengejar ku selama 1 minggu, bahkan dia tau tentang bar pusat informasi rahasia milikku. Siapa sebenarnya orang ini? apa yang ingin ia ketahui ?" batin Kei panik
" Saya tidak mengerti apa maksud anda, menangnya apa yang saya lakukan.."
" Jangan pura pura bodoh. Aku ingin tau semua hal tentang kematian istri pertama Raja dan hubungannya dengan Oscar, darimu, dan jangan bilang kau tidak tau, karena kalau kau bilang begitu..aku tidak akan percaya " Duke Zena mengangkat pedangnya ke leher Kei
" Bagaimana .. bagaimana anda bisa tau tentang .. " Kei gugup
" Seorang gadis yang kau usir tempo hari, aku tau semuanya dari nya " kata Duke Zena
Lorenzo terkejut saat mendengar istri pertama raja disebutkan. Kei masih berusaha kabur meskipun kakinya terluka, ia menyerang salah satu pengawal Duke Zena. Pria itu berlari, dan Lorenzo sudah ada didepannya, melumpuhkan pria itu dengan satu serangan.
BUK
" Sial, aku tertangkap !" batin Kei panik
" Bukankah kau pengawal pribadi pangeran Aiden?" tanya Duke Zena terkejut
" Kenapa dia ada disini?" batin Duke Zena bingung
" Salam tuan Duke, maafkan saya. Akan saya jelaskan nanti, lebih baik kita membawa dulu pria ini untuk di interogasi " kata Lorenzo sopan
" Baik "
Beberapa saat kemudian di sebuah gudang tua dipinggir kota...
Kei di ikat di sebuah kursi, beberapa pengawal Duke Zena menjaganya dengan ketat. Lorenzo dan Duke Zena juga ada disana.
" Jadi pangeran Aiden sudah tau tentang ini?itu sebabnya kau mengikuti ku?" tanya Duke Zena
" Benar, tapi pangeran tidak tau kalau tuan Duke sedang menyelidiki kematian ibu nya. " jawab Lorenzo
" Kita akan sama sama tau saat pria yang menjadi kaki tangan Oscar itu buka mulut " kata Duke Zena
Klotak klotak klotak
Suara kuda tak jauh dari gudang tua itu. Lorenzo dan Duke Zena langsung memberi hormat saat Aiden turun dari kudanya.
" Hormat saya yang mulia pangeran " kata Duke Zena sopan
" Selamat sore tuan Duke, saya selalu ingin bicara dengan tuan Duke. Mungkin ini saat yang tepat untuk bertanya " kata Aiden ramah
" Tolong jangan bicara formal dengan saya, santai saja " kata Duke Zena
" Baiklah, mana orang itu?" tanya Aiden tanpa basa basi
Aiden bergegas masuk ke dalam gudang itu, dan ia melihat Kei duduk di kursi dengan posisi terikat.
" Baik, kita akan mulai interogasi nya " kata Aiden tajam
" Siapa pria ini? aura nya begitu menyeramkan.." batin Kei panik
...---***---...