
Di pesta resepsi pernikahan, semua tamu masih ramai di aula kerajaan bahkan diluar kerajaan. Aiden dan Raja juga sibuk karena menjamu tamu dan menyambut tamu yang datang. Tak disangka hal itu adalah hal yang membuatnya lelah, tapi ia harus bisa melakukannya karena ia adalah putra mahkota sekarang.
" Dimana dia ? kenapa dia tidak terlihat?" tanya Aiden mencari cari istrinya
" Kakak ? kakak sedang apa disini?" tanya Camille
" Camille, apa kau melihat putri mahkota? aku tidak melihatnya dari tadi?" tanya Aiden bingung
" Tadi aku lihat kalau putri mahkota sedang pergi dengan nona Megan. Mungkin mereka pergi ke kamarnya " jawab Camille
" Baiklah , terimakasih Camille. Nikmati pestanya, aku akan menyusulnya " kata Aiden ramah
" Iya kakak " jawab Camille ramah
***
Arrabella memanggil dokter Louis secara diam-diam ke kamarnya untuk memeriksa Megan, Daisy dan Felix berjaga di luar kamar Arrabella.
" Bagaimana keadaannya?" tanya Arrabella cemas
" Nona Megan, anda sedang hamil memasuki Minggu ketiga " jawab Dokter Louis kaget
" APA??!!" Arrabella dan Megan kaget
" Aku hamil? aku akan punya bayi? dan ini bayi nya?" batin Megan terpana
" Dokter Louis, kau tidak salah kan?" tanya putri mahkota itu meyakinkannya lagi
" Ini benar yang mulia, nona Megan sedang hamil. Makanya gejala muntah muntah dan pusing adalah gejala yang timbul saat masa kehamilan di usia muda " terang Dokter Louis
" Yang mulia.. bagaimana ini.. saya benar-benar hamil ?" tanya Megan sambil menangis memegang perutnya
" Tenang saja, aku akan membantumu. Raja Dominic harus bertanggungjawab pada dirimu dan bayimu, dia adalah ayah dari bayi ini. Dan tentang ayahmu, aku akan bicara pada paman Michael " terang Arrabella memenangkan Megan yang panik
" Tapi...tapi.. bagaimana jika Raja Dominic tidak mau bertanggungjawab ?" tanya Megan
" Tidak mungkin, anak ini adalah bayinya. Dia tidak mungkin mengabaikan bayinya sendiri. Aku akan membantumu bicara padanya kalau kau takut " kata Arrabella sambil memeluk Megan
" Aku takut sekali.. bagaimana ini.. yang mulia " Megan menangis
" Dokter Louis tolong rahasiakan ini , ini perintah !" ujar Arrabella tegas
" Baik yang mulia " dokter itu mengangguk patuh
" Ini perasaan ku saja atau memang yang mulia putri mahkota terlihat sangat berkarisma dan tegas. Dia sangat cocok menjadi Ratu negeri ini dengan sikapnya itu " batin dokter Louis memuji
Sementara itu diluar kamar Arrabella, Aiden sudah sampai disana. Felix dan Daisy memberi hormat kepada Aiden dengan sopan.
" Apa putri mahkota ada di dalam?" tanya Aiden
" Benar yang mulia, sedang ada dokter Louis juga di dalam.. " jawab Daisy
" Ah .. aku keceplosan " batin Daisy
" Dokter Louis? ada apa? apa putri mahkota sakit?" tanya Aiden cemas
" Bibi Daisy, bukankah yang mulia putri mahkota sudah bilang agar kita merahasiakan nya " bisik Felix pada Daisy
" Maaf, aku keceplosan " jawab Daisy pelan
" Seperti nya ada yang aneh " batin Aiden curiga
" Tidak usah mengumumkan kedatanganku, aku akan masuk dan melihat sendiri keadaan istriku " kata Aiden tegas kepada 2 orang yang menjaga pintu kamar itu
KLAK
Aiden melihat istrinya sedang berbaring di ranjang, dan dokter Louis terlihat sedang memeriksa nya.
" Salam yang mulia putra mahkota " kata Dokter Louis sopan
" Yang mulia, kenapa anda kemari? " tanya Arrabella heran
" Bagaimana keadaan mu? Pelayanmu, bilang kalau ada dokter Louis disini. Jadi aku pikir kau sedang sakit, apa kau baik-baik saja?" tanya Aiden sambil duduk di samping Arrabella dengan khawatir
" Pasti bibi Daisy keceplosan.. huu.. bagaimana pun juga, hal ini harus dirahasiakan dulu " batin Arrabella
" Tidak ku sangka yang mulia putra mahkota akan menjadi tipe bucin istri. Jika aku adalah putri mahkota aku pasti sangat bahagia.. hehe " batin Dokter Louis senang melihat kebahagiaan pengantin baru itu
" Aku baik-baik saja yang mulia, hanya.. hanya sedikit pusing saja " jawab Arrabella sambil tersenyum canggung
" Aiden maaf.. aku bohong " batin Arrabella merasa bersalah
" Benar tidak apa apa?" tanya Aiden sambil membelai rambut wanita itu dengan lembut
" Yang mulia putra mahkota tenang saja, yang mulia putri mahkota hanya kelelahan sedikit. " jawab Dokter Louis
" tuh kan, aku baik-baik saja. Yang mulia jangan cemas " kata Arrabella ceria
" Benarkah? apa kau mau istirahat saja disini? " tanya Aiden lembut
" Yang mulia, maaf saya menganggu. Raja dari kerajaan Monique ingin bertemu dengan yang mulia putra mahkota dan putri mahkota " ujar Lorenzo dari balik pintu
" Tunggu sebentar Lorenzo !" seru Aiden
" Bagaimana ini? aku tidak bisa meninggalkanmu disini " Kata Aiden cemas
" Kita pergi sama sama saja " kata Arrabella sambil beranjak dari ranjangnya
" Tidak tidak..aku akan pergi menemui Raja Monique sendiri saja, kau istirahat saja disini putri mahkota " kata Aiden cemas
" Aku baik-baik saja, ayo kita pergi yang mulia.."
" haa.. baiklah, kalau kau tidak kuat aku akan mengantarmu kembali beristirahat " kata Aiden
" Iya baiklah " kata Arrabella menurut
Arrabella dan Aiden keluar dari kamar. Setelah kedua orang itu pergi jauh, Megan keluar dari persembunyiannya dan ia terlihat sedih, juga bingung. Karena ia terus berfikir kalau ia akan melahirkan bayinya tanpa seorang ayah, dan dia tidak akan ada yang mau menikahinya karena ia sudah ternodai.
***
Disisi lain ,Ariana dan Ethan sedang mengobrol di pesta. Dan itu pun ditemani oleh kakak Ariana yaitu putra mahkota Victor Mike Monique untuk menjalin keakraban dengan keluarga kerajaan Monique. Tampaknya, Ethan serius dengan hubungan nya dan Ariana.
" Jadi kau adalah pria yang disukai oleh adikku yang manja ini?" tanya Victor tajam
Mendadak pria itu menjadi gugup dan tak mampu berkata-kata saat Victor si calon kakak ipar memandanginya dengan tajam.
" Pria ini seperti nya bukan tipe nya Ariana, dia cuek dan tidak terlihat menyukai Ariana. Apa benar mereka saling jatuh cinta? " batin Victor sambil tersenyum
" Maaf karena saya belum memperkenalkan diri dengan baik yang mulia putra mahkota, saya adalah Ethan De Reese, dari pasukan kekaisaran white knight. Senang bertemu dengan anda " Kata Ethan percaya diri
" Kakak jangan menakuti kekasihku, awas saja kalau kakak berani !" seru Ariana mengancam
" Haha.. kau jangan takut sir Ethan, aku merestui mu dan adikku kok. Aku di pihak mu " kata Victor mendadak ramah
" Sir Ethan, kau tenang saja. Kakakku ini memang suka bercanda, tapi dia benar-benar serius mengatakan kalau dia merestui kita " kata Ariana
" Be.. benarkah?" tanya Ethan terpana
" Aku kira kakak nya adalah orang yang serius, ternyata sikapnya tidak jauh berbeda dengan Ariana " batin Ethan lega
" Iya tentu saja. Aku juga menyukaimu, karena tidak ada orang yang bisa menaklukkan hati adikku ini selain dirimu. Kau juga tampan, tubuhmu juga bagus, aku suka " kata Victor ramah
" Terimakasih atas pujiannya yang mulia " kata Ethan sopan
" ey.. tidak usah formal begitu, panggil aku kakak ipar sekarang. " kata Victor sambil menepuk-nepuk pundak Ethan dengan semangat
" Woah.. tubuhmu kekar juga ya, pantas saja Ariana tidak berhenti membicarakan mu. Katanya kalian sudah berci..."
" Kakak !! hentikan ! sudah !!" Ariana menutup mulut kakak nya itu dengan malu-malu.
Ethan tersenyum melihat kelakuan lucu dua kakak beradik itu. Ethan pikir akan sulit mendapatkan restu dari keluarga kerajaan besar seperti kerajaan Monique, karena ia hanyalah seorang putra Duke dan bukannya seorang pangeran. Tapi rupanya ia disambut tanpa hambatan, dan langsung diberi restu pula. Itu karena sebelumnya...
#FLASHBACK
Di kerajaan Monique..
Raja Adrian ( Ayah Ariana ), sedang melihat-lihat gambar dari calon suami untuk putri bungsunya itu.
" Ayah.. ayah sedang apa?" tanya Ariana dengan nada yang manja
" Putriku, kebetulan kau disini. Kau juga harus melihatnya " kata Raja Adrian semangat
Ariana mendekati ayahnya yang sedang melihat lembar lembar kertas di meja kerjanya. Ia terkejut melihat banyak gambar pria disana, dan semuanya tampan.
" Bagaimana menurutmu dengan pria ini ? atau pria ini? bukankah mereka sangat tampan?" tanya Raja Adrian sambil menunjukkan gambar-gambar pria tampan itu pada putrinya
" Iya sih mereka memang tampan, tapi kenapa ayah menunjukkannya padaku? " tanya Ariana tak mengerti
" mereka adalah pria pria terbaik dari berbagai negeri, dan mereka adalah seorang pangeran, juga putra menteri. Mereka adalah calon terbaik untuk menjadi pendamping mu " kata Raja Adrian
" APA??!!" Ariana kaget
" Kenapa? apa menurutmu mereka masih kurang? kalau begitu, ayah akan carikan pria yang lain lagi " kata Raja Adrian
" ayah.. bukan begitu.. ayah aku tidak mau menikah dengan salah satu dari mereka. Tidak mau ! "
" Pokoknya kau harus segera menikah, harus. Tahun ini, kau sudah janji pada ayah " kata Raja Adrian tegas
"Tapi tidak dengan mereka ayah ! aku sudah punya kekasih, aku sudah ada pria yang ingin aku nikahi " kata Ariana kesal
" Apa itu putri Duke? atau putri Marquez seperti yang terakhir kali? tidak tidak.. kali ini ayah yang akan menentukannya. Kau akan suka, karena pria pria ini punya ketampanan, kedudukan, dan cocok untuk putriku. " kata Raja menolak
" Kalau ayah tetap keras kepala. Aku tidak akan mau menikah " kata Ariana dengan wajah yang muram
" Apa kau serius? " tanya Raja Adrian kaget
" Aku tidak akan pernah menikah dengan siapapun kecuali dengan pria itu, aku serius ayah "
" Jarang-jarang kau terlihat serius seperti ini, jadi.. siapa pria brengsek yang sudah membuat putri kesayanganku begitu tergila gila padanya?siapa dia? dari keluarga mana?! Ayah harus tau !" kata Raja Adrian berapi-api
" Apakah ayah setuju? ayah setuju kan? " tanya Ariana dengan mata berbinar-binar
" Jika pria itu sudah berhasil membuat putriku sampai seperti ini, pasti dia adalah pria yang hebat bukan? selama ini kau selalu menolak untuk menikah. Akhirnya ada seorang pria yang bisa benar-benar mengambil hatimu, tentu saja ayah sangat senang.." kata Raja Adrian sambil tersenyum
" Ayah.. aku menyayangi ayah " kata Ariana sambil memeluk ayahnya dengan senang
" Tapi, ayah juga harus melihat seperti apa pria itu secara langsung. Dan memberikannya penilaian " kata Raja Adrian
" jangan khawatir ayah.. ayah pasti akan menyukai nya. Dia sangat baik, tampan, dan kuat.. " kata Ariana membanggakan Ethan
" Dan dia juga bisa membuat jantung putrimu ini berdebar debar " batin Ariana senang
#END FLASHBACK
Setelah melihat Ethan secara langsung, Raja Adrian langsung menyetujui dan merestui Ethan menjadi suami putrinya. Bahkan Raja Adrian dengan terburu-buru berbicara dengan Duke Reese untuk menikahkan Ariana dan Ethan. Namun, Ethan berfikir kalau pernikahan terlalu cepat untuknya.
" Apakah kau tidak mau menikah denganku?" tanya Ariana
" Bukan seperti itu yang mulia, akan tetapi kita belum lama saling mengenal. Bukankah lebih baik kita saling mengenal dulu satu sama lain?" tanya Ethan menyarankan
" Haa.. apa kau berkata seperti ini karena tidak percaya padaku? " tanya Ariana
" Saya tidak punya alasan untuk tidak percaya pada yang mulia " jawab Ethan
" Misalnya kau percaya dengan rumor yang beredar kalau aku ini seorang playgirl, yang punya banyak pria, atau tentang diriku yang..
GREP
Ethan memeluk Ariana secara tiba-tiba, membuat hati gadis itu berbunga-bunga.
" Saya tidak peduli semua rumor itu, saya percaya bahwa yang mulia hanya mencintai saya. Saya bicara seperti tadi bukan karena tidak ingin menikah dengan yang mulia, hanya saja waktunya terlalu cepat " kata Ethan menenangkan wanita itu dengan lembut
" Baiklah, aku mengerti.. karena kau sudah membuat jantungku berdebar dengan mengambil inisiatif, aku akan memaafkan mu .." kata Ariana kembali ceria
Ethan melepaskan pelukannya itu, dan menggenggam tangan Ariana dengan penuh kelembutan. Sorot matanya membuat Ariana tidak bisa berpaling dari pria yang ia cintai itu.
" Kalau kita belum bisa menikah, bagaimana kalau kita bertunangan lebih dulu?" tanya Ethan
" A.. Apa? ber.. bertunangan?" tanya Ariana gugup
" Iya, mari kita bertunangan dulu " jawab Ethan serius
" Apa kau serius sir Ethan?" tanya Ariana tak percaya
" Tentu saja yang mulia, satu satunya wanita yang ingin saya nikahi adalah yang mulia seorang " kata Ethan sambil tersenyum
" Aku mau.. aku mau.. mari kita bertunangan dulu " kata Ariana semangat
Restu keluarga sudah didapat, apalagi yang pasangan ini tunggu? tinggal menunggu kabar baik saja, dan itu tidak akan lama lagi. Ethan merasa bersyukur karena keluarga Kerajaan Monique menerimanya sebagai menantu karena ia hanya seorang putra Duke dan bukan pangeran, demi putri kesayangan mereka.
Disisi lain, Raja Adrian, Raja Caesar, dan pangeran Aiden sedang mengobrol.
Lagi lagi Arrabella menjadi pihak yang di abaikan, ia pun mencari Dominic diam-diam untuk berbicara dengan pria itu tentang keadaan Megan. Ia tau ia tidak berhak ikut campur, tapi ia merasa harus ikut campur jika ini urusan Megan yang sudah seperti keluarga nya sendiri, apalagi Megan adalah adik sepupu yang paling disayangi oleh Ashton yang sudah menjaganya dengan baik selama pria itu hidup.
Di lorong yang sepi, Arrabella melihat Dominic dan Megan berbicara serius. Wanita itu bersembunyi untuk mengawasi situasinya terlebih dahulu sebelum campur tangan.
" Aku dengar kau sedang sakit? apa kau baik-baik saja?" tanya Dominic cemas
" Saya baik-baik saja yang mulia..." jawab Megan sambil memegang tangannya yang gemetaran
" Cane bilang dia muntah-muntah dan terlihat pucat. Sepertinya dia benar-benar sakit, apa itu karena malam itu?" batin Dominic merasa kasihan
" Kau terlihat pucat, aku akan panggilkan dokter. " kata Dominic
" Hentikan ! jangan bersikap baik seperti ini lagi, kalau anda tidak mau bertanggungjawab.. tolong jangan seperti ini lagi !" seru Megan emosi
" Aku memang tidak bisa menikahi mu, tapi jangan larang aku bersikap baik padamu, aku akan bertanggungjawab dengan cara lain. Nona, mungkin maaf saja tidak cukup, sungguh malam itu aku tidak sengaja. Aku pikir kau adalah dia.. " kata Dominic merasa bersalah
PLAK
" Putri mahkota !?" tanya Megan kaget
Arrabella muncul dan langsung menampar Dominic, ia melihat pria itu dengan marah. Dominic memegang pipinya yang habis ditampar itu, ia kebingungan melihat Arrabella tiba-tiba muncul dan menamparnya. Ia takut Arrabella sudah mendengar semuanya.
" Yang mulia Raja, anda sungguh keterlaluan " kata Arrabella kesal
" Putri mahkota, memangnya apa yang aku lakukan sehingga kau menamparku seperti ini?" tanya Dominic tak mengerti
" aku sudah tau semuanya, yang kau lakukan pada nona Megan..dan beraninya kau bicara seperti barusan ! kau tidak mau bertanggungjawab ?" tanya Arrabella kesal
" Yang mulia putri mahkota, hentikan ! sudah !" seru Megan sambil menangis
" Tidak nona Megan! hari ini aku harus berbicara dengan pria ini, yang sudah menodai seorang wanita lalu menolak tanggungjawab nya. Raja Dominic apa kau memang orang yang seperti ini? " tanya Arrabella sedih
" Tidak.. kau salah paham putri mahkota Arrabella.. " kata Dominic
" Kalau aku memang salah paham, maka kau harus bertanggungjawab atas perbuatan mu pada nona Megan. Karena gadis ini sudah seperti adikku sendiri !" seru Arrabella
" Baru kali ini aku melihat Arrabella menatapku dengan penuh kekecewaan seperti ini? itu membuat ku sedih " batin Dominic sedih
" Iya, aku akan bertanggungjawab untuk nona Megan. " kata Dominic
" Kau harus menikahi nya, Raja Dominic " ujar Arrabella tegas
" mungkin aku memang terlalu ikut campur, tapi aku harus ikut campur karena Megan tidak mau bicara apapun. Sedangkan Raja Dominic harus tau semuanya " batin Arrabella
" Tapi aku tidak bisa kalau harus menikahinya !" seru Dominic menolak
" Kenapa? kau harus menikahinya ! karena dia sedang...
" Yang mulia putri mahkota tolong jangan katakan !" seru Megan memotong perkataan Arrabella
" Maaf nona Megan, Raja Dominic harus tau semuanya. " kata Arrabella tegas
" Apa yang harus aku tau?" tanya Dominic
" Taukah kau yang mulia Raja Dominic? kenapa nona Megan mengalami pusing dan mual mual,? itu karena dia sedang mengandung, dia hamil "
Dominic tercengang mendengar nya, ia tak percaya dengan kenyataan. Sementara Megan menangis dan memegang tangan Arrabella dengan gemetaran.
" Dan nona Megan sedang mengandung anak mu " kata Arrabella akhirnya.
" Apa ini benar? nona Megan apa kau hamil anakku?" Dominic memberanikan dirinya bertanya
Apa yang akan terjadi selanjutnya? apakah akan terjadi pernikahan antara Raja Dominic dan Megan Benedict?
...-----*****-----...
Bab berikutnya, 84 MALAM PERTAMA