
Di istana Clarines, Claire dan Eugene diperintahkan menemui Raja bersama.
Mereka berdua menemui sang Raja dan Ratu untuk memberi salam.
" Salam baginda raja dan baginda Ratu " kata Claire dan Eugene bersamaan
Sekilas raja melihat wajah Eugene yang terlihat sedih dan tidak bahagia.
" Ayah tau kau tidak bahagia dengan pernikahan ini, Eugene. Tapi, aku juga tidak bisa berbuat banyak untukmu. " batin Raja sedih
" Bagaimana putri mahkota? apakah pekerjaan negara sulit untuk mu?" tanya Raja ramah
" Tidak sama sekali yang mulia, saya sangat senang bisa mengerjakan semua tugas negara karena ini adalah kewajiban saya. Kedepannya saya akan berusaha lebih baik lagi untuk mengerjakan semuanya " terang Claire
" Begitu kah? aku senang kalau putri mahkota bahagia " kata Raja sambil tersenyum
" Baguslah, setidaknya raja memikirkan ku dan ramah padaku, tidak seperti putra nya ini. Aku harus tetap harmonis dengan Eugene dihadapan Raja dan Ratu " batin Claire
Claire menggandeng tangan Eugene, dan jelas sekali terlihat Eugene tidak menyukai nya.
" Tentu saja saya bahagia, putra mahkota juga membantu saya dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh yang mulia ratu " Claire tersenyum palsu dan memegang tangan Eugene dengan erat
" Anak ini jelas-jelas itu tidak benar, tapi dia berusaha terlihat harmonis dengan putra mahkota di depan kami, aku sedikit kasihan padanya " batin Ratu merasa iba
Setelah pasangan kerajaan itu selesai memberi salam, mereka segera keluar dari aula kerajaan. Dengan kasar Eugene menepis tangan Claire. Liam dan pelayan Claire yang bernama
" Hentikan ! sudah cukup " kata Eugene dingin
" Dia selalu saja seperti ini, padahal aku menjadi putri mahkota itu untuk siapa?" batin Claire sakit hati
" Yang mulia, karena hari ini saya sedang tidak ada pekerjaan. Mari kita berjalan-jalan " Claire ramah
" aku sibuk, kau jalan saja dengan pelayan mu sana. Atau ajaklah putri Ariana " kata Eugene memberi saran
" Tapi saya ingin jalan-jalan dengan yang mulia, semenjak kita menikah , kita belum pernah menghabiskan waktu bersama dan jalan-jalan. " kata Claire memohon
" Aku bilang aku SIBUK ! sudah ya, jangan menggangguku. Kalau kau punya waktu dan sangat ingin jalan-jalan, maka pergilah saja sendiri " kata Eugene sinis
Eugene dan Liam meninggalkan Claire dan pelayannya yang bernama ( Yona ). Claire terlihat sakit hati melihat perlakuan Eugene padanya, terlebih lagi saat ia mendengar gosip-gosip para pelayan di istana tentang pasangan kerajaan yang suka bertengkar itu.
***
Berita tentang Arabella yang hampir di culik dan mengalami penyerangan, tersebar luas dikalangan para bangsawan. Dari mulut ke mulut, semua orang membicarakan nya dan sampailah berita itu pada Aiden yang ada di camp.
" Apa kau bilang barusan? " tanya Aiden yang sedang bermain pedang
" Yang mulia, orang-orang di pasar bilang kalau semalam terjadi penyerangan dan korban nya adalah putri Duke Reese " kata Demian
" Itu berarti nona Arabella?" tanya Lorenzo tak percaya
" Dimana aku saat penyerangan itu terjadi? aku malah diam disini dan tidur dengan nyaman..kekasih macam apa aku ini?" batin Aiden merasa bersalah
Tanpa bicara dan menunjukkan ekspresi yang cemas, Aiden menunggangi kudanya dan bersiap-siap pergi.
" Yang mulia ! tunggu ! bagaimana dengan kami?" tanya Demian
" Lorenzo ikut aku, Demian kau disini dulu saja !" seru Aiden terburu buru
" Baik yang mulia ! " kata Lorenzo dan Demian serempak
" ternyata meninggalkan istana bukanlah hal yang tepat, kenapa aku malah kesini hanya untuk menghindari putri itu?' batin Aiden kesal
Aiden dan Lorenzo pergi menunggang kuda menuju ke kediaman Reese. Namun, di tengah perjalanan.. mereka melihat Dominic dan Cane yang sudah ada di depan mereka menggunakan sihir teleportasi milik Raja tiran itu.
" Kau ada disini rupanya " kata Dominic menatap tajam pria itu
" Kita bicara saja nanti saja yang mulia, aku sedang buru-buru sekarang" kata Aiden sinis
" Kau pasti sudah dengar beritanya tentang Arabella? aku kesini sengaja ingin bertemu denganmu " kata Dominic
" Kau tau apa yang terjadi?" tanya Aiden
" Kita bicara sebentar " kata Dominic dingin
Aiden dan Lorenzo turun dari kuda mereka. Pangeran dan Raja Vanders itu berbicara di sudut yang lain, sementara Cane dan Lorenzo melihat mereka dari jauh.
" Mereka terlihat serius " kata Lorenzo bergumam
" Bagaimana tidak ? ini kan tentang nona Arabella " kata Cane membenarkan
" Kau benar juga " kata Lorenzo sambil tersenyum
" Sebenarnya apa yang dipikirkan pangeran Aiden? bagaimana bisa dia pergi dan meninggalkan nona Arabella begitu saja?" tanya Cane heran
" Bukan seperti itu, kau jangan bicara sembarangan ya kalau tidak tau apa-apa " kata Lorenzo marah
" Memang kenyataan nya kan? dia itu kekasih nona, tapi dia tidak ada saat penyerangan itu terjadi " kata Cane
Kedua pengawal kerajaan itu saling melirik tidak suka satu sama lain.
Sementara sang Raja sedang berbicara dengan Aiden dan pembicaraan mereka akan segera berakhir.
" Terimakasih kau sudah menjaga nya saat aku tidak ada " kata Aiden tulus
" Kau salah, bukan aku yang harus mendapatkan rasa terimakasih mu itu " kata Dominic
" Apa? lalu siapa yang menyelamatkan Naomi?" tanya Aiden
" Berterimakasih lah pada tuan Ashton, dia yang menggagalkan penculikan itu sekaligus menyelamatkan Arabella. " jawab Dominic
" Dia? baiklah.. terimakasih pada mu juga karena sudah berada disisi Naomi saat aku tidak ada. Tapi kenapa kau tidak memberitahu ku sebelumnya ?" tanya Aiden kesal
" Itu karena aku tidak tau kau ada dimana. Aku akan kembali ke Vanders hari ini, tolong jaga Arabella ya " kata Dominic serius
" Tidak usah bilang begitu, tanpa kau suruh ini memang sudah jadi kewajiban ku " kata Aiden sambil tersenyum
" ingatlah, kalai aku masih saingan mu." kata Dominic datar
" Dia akan selalu setia padaku " kata Aiden yakin
" oh ya, lihat saja nanti. " Dominic tersenyum menyeringai
Setelah pembicaraan itu, Dominic dan Cane berpamitan pada Aiden dan Lorenzo. Dominic dan Cane meminjam kereta yang ada di camp pedang Aiden untuk pulang ke Vanders. Karena ia sudah menggunakan banyak sihir teleportasi nya hari itu dan ia akan menjadi lemah kalau terus menggunakannya.
Cane melihat rajanya itu, di sepanjang perjalanan tersenyum melihat gelang pemberian Arrabella.
" Yang mulia kelihatan senang sekali, seperti nya gelang dari nona Arabella membuat nya kembali semangat " batin Cane senang
" Tidak apa aku kembali ke Vanders dan kau disini. Kita pasti akan bertemu lagi " kata Dominic dalam hatinya
#FLASHBACK
Pagi itu setelah selesai sarapan, Arrabella pergi duduk di ruang tamu. Ia melihat Felix selalu bersiaga di sampingnya, bahkan penjagaan di mansion Reese diperketat karena Ethan sedang pergi ke istana.
" Felix, apa benar aku tidak boleh ke luar rumah? jalan-jalan juga tidak?" tanya Arabella
" Nona, tolong jangan membuat tuan muda dan kami khawatir lagi. Hari ini saja, tolong bersantai lah di rumah ya " kata Felix sambil tersenyum lebar
" Menyebalkan sekali, padahal aku tidak kenapa-napa ! " seru Arabella sebal
" Nona boleh saja pergi keluar, tapi apa nona tidak kasihan pada saya yang nanti akan di hukum oleh tuan muda " kafa Felix memelas
" Oh ya, aku minta maaf atas kejadian kemarin sore. Seharusnya aku membawamu bersamaku, tapi kemarin aku benar-benar ingin sendirian. Felix maafkan aku, baiklah aku akan di rumah saja untuk hari ini " kata Arabella sambil tersenyum
" Terimakasih nona " Felix tersenyum
" Melihat nona baik-baik saja saya sudah senang " batin Felix
Tak lama kemudian, Daisy memberitahu Arabella bahwa Dominic datang menemuinya. Gadis itu sangat kaget karena tidak menyangka Dominic datang ke rumahnya, meskipun ia sudah tau dari Ethan kalau Dominic memang akan datang menemuinya pagi itu.
" Silahkan duduk yang mulia raja " kata Arabella sopan
" Woah.. kau ternyata cukup sopan dan baik dalam menjamu tamu ya " kata Dominic mengejek
" Yang mulia, tolong jangan uji kesabaran saya yah. Saya bisa marah lagi loh " kata Arabella sebal
" Mau marah? silahkan, kau bisa memanggilku raja psikopat, raja tiran atau raja tidak waras seperti masa lalu " kata Dominic santai
" Karena aku merindukan mu memanggilku begitu saat kita bersama di menara Gionda " batin Dominic
" Yang mulia, anda semakin menyebalkan saja !" seru Arabella
" Bagaimana keadaan mu ? " tanya Dominic
" Aku baik-baik saja, aku dengar dari kak Ethan kalau kau akan kemari " kata Arabella
" Iya aku kesini untuk memberikan mu ini " Dominic memberikan sebuah cermin pada Arabella, gadis itu mengambil cermin dengan ukiran emas yang unik disampingnya dan di cermin itu ada permata berwarna merah.
" Bukankah ini lambang menara Gionda? wah .. permata nya indah sekali .." kata Arabella memuji
" Bukan soal keindahan nya, tapi kegunaan nya " kata Dominic
Raja itu menjelaskan bahwa cermin itu adalah cermin ajaib yang bisa menghubungkan Arrabella dan Dominic.
" Jika kau sangat terdesak dan membutuhkan bantuan, kau bisa memanggil nama ku 3 kali dan bercermin di cermin itu maka aku akan datang " kata Dominic serius
" Apa? benarkah? tapi kenapa benda berharga seperti ini kau berikan padaku?" tanya Arabella heran
" Itu tidak berharga, cermin itu hanya satu mainan ku yang ada di gudang kastil " jawab Dominic mengelak
" Sebenarnya itu sangat berharga, aku membuatnya dengan sihir merah ku " batin Dominic
" Apa aku boleh memiliki nya?" tanya Arabella
" Iya, anggaplah hadiah perpisahan kita " jawab Dominic
" Perpisahan? memangnya yang mulia mau kemana?" tanya Arabella
" aku akan kembali ke Vanders hari ini, para monster di Utara memperbanyak diri mereka dan mulai mendekati pemukiman penduduk. Aku harus menyelamatkan mereka " terang Dominic
" Jadi si Monster itu bisa memperbanyak diri mereka? itu akan sangat berbahaya, apa kau akan baik-baik saja?" tanya Arabella cemas
" Apa kau mencemaskan ku ? atau meragukan kemampuan ku?" tanya Dominic
" Ti..dak.. aku tidak mungkin meragukan kemampuan mu, kau kan sangat hebat. Kau kan adalah raja iblis " kata Arabella sambil tersenyum lebar
" Bagaimana bisa aku rela meninggalkan makhluk manis seperti mu disini? apalagi menyerahkan mu ke pangeran Aiden " batin Dominic bingung
Untuk pertama kalinya Dominic mengelus rambut pirang gadis itu dengan lembut.
" Apa yang anda lakukan?" tanya Arabella bingung
" Aku harus melakukan ini agar hati ku bisa sedikit tenang .." kata Dominic menatap Arabella dengan serius
" Melakukan apa?" tanya Gadis itu tak mengerti
Sang raja tiran itu memeluk Arabella dengan lembut dan penuh perasaan seperti pelukan perpisahan.
" Yang mulia.." lirih Arabella lembut
" Jaga dirimu baik-baik, ingatlah untuk menghubungi ku kalau kau benar benar membutuhkan bantuan, karena aku akan datang kapanpun kau memanggilku " kata Dominic lembut
" Aku tidak ingin berpisah dengan nya " batin Dominic sedih
" Raja iblis ini, kenapa dia bisa mengatakan hal-hal lembut seperti ini?" batin Arabella heran
Dominic melepaskan pelukannya dan ia pun melangkah pergi, namun Arabella menghentikan nya. Gadis itu memberikan gelang buatan nya untuk Dominic dan memakaikannya.
" Apa ini?" tanya Dominic sambil melihat gelang berwarna hitam itu
" Ini gelang buatan ku yang sudah di berikan doa dari kuil suci. Semoga gelang ini bisa melindungi mu dari marabahaya dan kau akan baik-baik saja " kata Arabella berharap
" Aku tau kau kuat, tapi kau harus tetap berhati-hati " kata Arrabella mengingatkan
" Tenang saja domba kecilku " Dominic tersenyum
Dalam hatinya Arrabella berharap agar Dominic baik-baik saja , begitu juga dengan Dominic yang akan merindukan gadis itu.
#END FLASHBACK
" Aku akan menjaga pemberian mu ini dengan baik, dan aku akan baik-baik saja. Karena kita harus bertemu lagi, PASTI " kata Dominic bergumam sendiri
Cane senang melihat Raja nya itu tersenyum cerah.
***
Aiden dan Lorenzo sudah sampai di depan mansion Reese. Pangeran itu segera turun dari kudanya begitu melihat Arrabella sedang menyiram bunga di taman nya bersama Layla.
" Yang mulia pangeran ..kenapa kau ada..
Aiden berlari dan langsung memeluk Arabella dan membuat gadis itu kaget. Bahkan para pelayan dan pengawal disana juga kaget melihatnya.
Para pelayan di rumah itu mulai bergosip.
" Romantis sekali .. kyaa.." kata Rita berbunga bunga
" Rasanya aku seperti melihat drama musikal yang bergenre romantis " kata Emma senang
" Pangeran Aiden tampan sekali " kata Layla girang
Arrabella melepaskan diri dari pelukan Aiden.
" Yang mulia, banyak orang yang melihat .." kata Arabella malu
" Maafkan aku, aku terlalu bersemangat. " kata Aiden
" Yang mulia kenapa kau bisa ada disini?" tanta Arabella
" Apa dia sudah tau tentang penyerangan tadi malam?" batin Arrabella
" bagaimana aku tidak kemari setelah mendengar apa yang terjadi padamu? " kata Aiden penuh kecemasan
" Ah.. jadi kau sudah dengar ya " kata Arabella
" Aku minta maaf karena aku tidak ada disisi mu saat itu " kata Aiden
" Yang mulia kau tenang saja, aku kan baik-baik saja, kau lihat kan?" tanya Arrabella dengan senyuman lebar
" Aku akan menyelidiki siapa orang itu, kau tidak usah cemas. Diamlah di rumah dengan aman, aku akan perintahkan beberapa pengawal kerajaan untuk melindungi mu " kata Aiden cemas
" Yang mulia sudah cukup, kau tidak usah berlebihan. Aku juga sudah baik-baik saja, tentang orang itu kau tidak perlu menyelidiki nya, aku hanya kebetulan bertemu dengan pedagang manusia saja. Bukan apa-apa " kata Arabella tegas
" Aku tidak bisa membiarkan dia terlibat dengan Count Oscar, maaf aku jadi berbohong " batin Arabella merasa bersalah
" Apa kau yakin orang itu hanya pedagang manusia?" tanya Aiden tajam
" Iya, mungkin dia menculikku untuk menjualmu. " jawab Arabella dengan gugup
" Jadi kau tidak mau jujur?" tanya Aiden tajam
" Aku jujur kok, aku hanya berfikir kalau yang menyerang ku semalam hanyalah pedagang manusia " jawab Arrabella
" Apa yang sebenarnya kau sembunyikan? " batin Aiden
" Apa kau terluka? " tanya Aiden
" Aku baik-baik saja " jawab Arrabella
" Syukurlah.. Oh ya, aku dengar kau melarikan diri dari rumah dan pergi ke taman kota sendirian tanpa pengawal, itu sungguh tindakan yang berani. Sebenarnya kenapa kau melakukan nya?" tanya Aiden penuh kecemasan
" Dia sedang marah, atau dia mencemaskan ku " batin Arabella merasa bersalah
" Sebenarnya aku mau sedang jalan-jalan sendirian " kata Arabella
" Perjodohan mu dengan tuan Ashton, tidak akan kau katakan juga? " tanya Aiden sedih
" Dia sudah tau " batin Arabella kaget
" Yang mulia kau tau dari mana tentang itu?" tanya Arabella kaget
" Ternyata itu benar ya " Aiden menghela napas
" Maafkan aku, aku juga baru tau kemarin kalau pada akhirnya ayah ku akan menjodohkan aku dan kak Ashton " kata Arabella berusaha menjelaskan
" Maafkan aku seharusnya aku tidak pergi, ini terjadi karena aku tidak menjaga gadis ku dengan baik hingga dia di goda oleh beberapa pria di belakang ku " kata Aiden sedih
" Yang mulia, bukan begitu ..kau jangan marah " kata Arrabella merasa bersalah
" Aku sangat marah sekarang dan tidak bisa dikendalikan lagi ketika sudah melihat mu " kata Aiden dengan wajah yang kesal
" Aku .. yang mulia .." Arrabella berkaca-kaca
" Aku sangat marah karena tidak bisa menyembunyikan pesona mu untuk diriku sendiri. " kata Aiden sambil tersenyum
" Apa?" tanya Arrabella tercengang
" Kau begitu mempesona hingga membuat ku sangat marah karena bukan aku saja yang bisa melihat pesona mu itu " kata Aiden sambil cemberut
" rasanya aku ingin mencongkel mata semua pria yang menatap nya dengan genit. Saat tidak ada aku sehari saja sudah terjadi banyak kejadian pada Naomi " batin Aiden
" Oh jadi dia cemburu haha " batin Arabella senang
" Aku akan melamarmu di hadapan semua orang nanti, Naomi kau tunggu saja. Hari ini aku akan meminta pada raja untuk melamar mu, hingga semua pria yang mendekati mu ( Dominic, Eugene, Ashton ) tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk mendekati mu, dan ayah mu juga pasti tidak akan berani menolak titah raja" batin Aiden penuh keyakinan
Tak lama kemudian, Lorenzo datang menghampiri Aiden dengan tergesa-gesa.
" Yang mulia, nona Arabella maafkan saya mengganggu kalian "kata Lorenzo
" Sebaiknya ini hal penting !" seru Aiden
" Yang mulia raja mengirimkan titah untuk yang mulia agar kembali ke istana " kata Lorenzo
" Baiklah, aku memang mau kembali ke istana " kata Aiden santai
" Yang mulia kau kembali saja ke istana, seperti nya ada urusan mendesak. " kata Arabella
" sebenarnya aku tidak mau meninggalkan mu. Tapi, mau bagaimana lagi..aku akan menemui mu lagi nanti, Lorenzo kau disini saja jaga Arabella " kata Aiden tegas
" Tidak perlu yang mulia, disini ada Felix dan yang lainnya kok " kata Arabella
" Hati ku tidak akan tenang kalau hanya mereka saja yang menjaga mu. " kata Aiden
****
Aiden pergi ke istana dan langsung menghadap Raja di aula kerajaan disana juga ada Eugene. Raja menyuruh kedua putra nya itu untuk pergi berperang di perbatasan antara Vanders dan Clarines.
" Perang ? dengan Vanders maksud ayah? bukankah kita sudah melakukan perjanjian damai dengan Raja Dominic ? kenapa harus ada perang?" tanya Eugene heran
" perang ini bukan dengan Vanders " jawab Raja tegas
" Apa? lalu dengan siapa?" tanya Aiden tajam
" Bangsa monster " jawab Raja
Aiden dan Eugene tercengang mendengar yang dikatakan raja ,mereka jadi teringat saat mereka di menara Gionda untuk menyelamatkan Arabella dan disana mereka juga bertemu monster.
" Yang mulia, Saya dan putra mahkota tau tentang monster itu. Tapi, Raja Dominic pernah mengatakan pada kami kalau monster itu hanya berada di bagian utara Vanders dengan penjagaan dari Vanders, bagaimana bisa ada mahluk itu di perbatasan?" tanya Aiden heran
" Apa ini alasan Dominic segera pergi ke Vanders?" batin Aiden
" Iya, beberapa pengawal yang aku tugaskan di perbatasan mati seperti digigit hewan buas dan mereka mati kehabisan darah. Dari deskripsi yang di katakan para saksi, kalau mereka melihat monster yang memakan para pengawal kerajaan kita. Dan salah satu dari mereka bisa memperbanyak diri mereka dengan memakan korban yang lain dan bisa merubah orang itu menjadi monster. Juga hal terburuk nya adalah salah satu dari mereka bisa menyamar menjadi manusia " terang Raja tajam
Aiden dan Eugene saling melirik dan merasa bahwa ini adalah masalah yang besar karena jika monster itu bisa memperbanyak dirinya maka hal itu akan sangat berbahaya bagi rakyat yang tinggal diperbatasan. Namun kedua putra Raja ini keheranan karena setahu mereka monster itu hanya bisa bertahan di suhu dingin, seperti di wilayah utara Vanders. Tapi, para monster ini bisa bertahan berjalan jauh tanpa udara yang dingin dan gelap di Vanders.
Rakyat Clarines menjadi resah dan ketakutan karena berita tentang monster itu sudah menyebar luas dan membuat banyak rakyat Clarines yang ada di perbatasan mengungsi ke wilayah utara Clarines yang jauh dari monster itu.
" Ini misi yang tidak mudah, sebenarnya aku tidak mau mengirimkan kalian pergi kesana. Tapi, rakyat membutuhkan kalian terutama kau putra mahkota. Kau calon raja negeri ini " kata Raja tegas
" Saya akan mengerjakan tugas dengan baik Ayahanda " kata Eugene
" Saya juga yang mulia, Baginda raja bisa mengandalkan kami " kata Aiden sambil menunduk sopan
" Baiklah, tujuan inti dari misi ini adalah menangkap monster yang bisa menyamar menjadi manusia itu dan kalau mungkin membunuhnya " kata Raja tegas
" Siap laksanakan yang mulia ( ayahanda ) !" kata Eugene dan Aiden kompak
Eugene, Aiden, Ethan, kstaria white knight dan black knight berdiskusi tentang misi mereka ke perbatasan Clarines dan Vanders yang di beri nama daerah ( Lokhan), mereka membicarakan strategi untuk membasmi monster itu.
" Bicara soal monster, bukankah Raja Dominic dari Vanders lebih mengetahui tentang nya karena ia tinggal di daerah tempat monster itu berasal?" tanya Ethan menyarankan
" Benar sekali kapten Ethan, kita harus bertanya padanya tentang monster ini " kata Eugene setuju
" Kalau begitu kita harus bersiap-siap untuk berangkat " kata Aiden
" Benar, bersiap-siap lah nanti sore kita akan berangkat ke Lokhan " kata Eugene tegas
" Baik yang mulia !"
Para prajurit dan kstaria kerajaan terlihat bersiap-siap membereskan barang mereka. Ashton melihat Aiden yang melamun dan seperti memikirkan sesuatu.
" Aku belum sempat bicara pada raja tentang permintaan pernikahan itu, apa aku harus bicara pada Naomi terlebih dulu? jujur saja, aku ingin acara lamaran yang mengejutkan untuk nya bukan dengan cara seperti ini. Terlebih lagi aku akan segera pergi berperang " batin Aiden gundah
" Yang mulia, maaf bisa minta waktu anda sebentar?" tanya Ashton memberanikan dirinya
" Ya, kebetulan. Aku juga ingin bicara dengan mu tuan Ashton " kata Aiden sinis
" Melihat sikap sinis nya, dia pasti sudah tau mengenai perjodohan ku dan Abel " batin Ashton
Ashton dan Aiden berbicara dengan serius tentang Arabella.
" Yang mulia tenang saja, saya akan membicarakan pembatalan pertunangan kami pada paman saya. Anda tidak usah cemas " kata Ashton sambil memaksakan tersenyum
" Aku juga tau kau menyukai nya bukan? lalu kenapa kau melakukan ini?" tanya Aiden heran
" Memang benar saya menyukai Abel, tapi Abel kan menyukai yang mulia. Saya tidak bisa memaksakan kehendak nya, saya hanya ingin dia bahagia. Dan setidaknya mungkin saya masih bisa berada disisi nya sebagai seorang kakak " terang Ashton bijaksana
Aiden tersenyum dan memuji kebijaksanaan Ashton yang berjiwa besar untuk tidak menjadi penghalang antara Aiden dan Arabella.
" Begitu ya? kau bicara seolah kau akan mudah melupakan nya saja " kata Aiden
" Haha.. kalau begitu saya minta agar yang mulia mendoakan saya supaya saya bisa melupakan perasaan ini dan bersikap seperti kakak baginya " Ashton tertawa ceria
" Ya, lebih baik begini. Lagi pula mana bisa aku bersaing dengan Raja dan pangeran kerajaan, aku tidak akan bisa menang. Abel harus bahagia dengan orang yang ia cintai, dan aku hanya akan melihatnya dari belakang. Cepat atau lambat aku bisa melupakannya .." batin Ashton tulus
" Terimakasih sudah mengatakan ini padaku, kini aku merasa tenang karena kau ternyata bukan sainganku " kata Aiden jujur
" Yang mulia, saingan saya sebenarnya itu bukan saya. Tapi Raja dari Vanders " kata Ashton sambil tersenyum cerah
" Mau siapapun sainganku, Arrabella tetap akan jadi milikku " Aiden percaya diri
" haha yang mulia, anda sangat percaya diri. " Ashton tertawa
Ashton mengingatkan agar Aiden selalu menjaga Arabella dan mencintai gadis itu selamanya. Aiden berjanji pada Ashton bahwa ia akan melakukannya, pembicaraan antar pria itu pun di akhiri dengan berjabatan tangan sebagai tanda rekonsiliasi dan pertemanan.
Continue ...
--- Makasih ya udah mampir ke novelku, makasih buat dukungannya..
jangan lupa kasih jempol kalian buat semangatin karyaku, klik favorit juga kalau kalian suka novelku 🥰
Semoga kita semua selalu di sehatkan ❤️🥰